Jenius Wan

Jenius Wan
UN


__ADS_3

    Senin, 10 April 2010, Ujian Nasional telah dimulai


    Sebuah Honda Accord terparkir di halaman gedung pertemuan Universitas di pusat kota, terlihat dua orang remaja turun dari mobil tersebut, dua orang remaja itu adalah Iwan dan Bella, hari ini adalah hari pertama untuk menentukan masa depan setiap siswa. Terlihat banyak sekali siswa siswi yang datang diantar orang tua mereka, mereka sangat terlihat gugup, bagaimana tidak, sebab tiga tahun yang di tempuh pendidikan menengah atas di tentukan oleh Ujian Nasional yang berlangsung hanya 5 hari ini.


    Iwan dan Bella mendapatkan tes Ujian Nasional di gedung Universitas. Dari seluruh sekolah, hanya mereka berdua yang di tempatkan di universitas tersebut. Tahun ini, untuk mengurangi tindak kecurangan oleh setiap sekolah, pemerintah memutuskan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional diluar sekolah masing masing


    Di kehidupan Iwan sebelumnya, ia di tempatkan di suatu Sekolah Menengah Atas Negeri, ini adalah hal pertama yang berubah di kesempatan kedua Iwan.


    Iwan mengkhawatirkan tentang perubahan ini. ia tahu bahwa tindakan yang ia lakukan berbeda dengan kehidupan sebelumnya akan membuat butterfly effect atau biasa kita sebut perubahan sejarah. Contohnya saat ini, di kehidupan sebelumnya Iwan hanya murid peringkat akhir dan tidak terlalu di pedulikan oleh guru - guru. Namun sekarang ketika ia menunjukkan kejeniusannya dalam hal pelajaran, sejarah berubah dan membuatnya untuk tidak menjalani tes Ujian Nasional di suatu sekolah.


    ia tidak tahu apakah ada hal lainnya yang akan berubah di luar kendali nya selain yang terjadi saat ini. Setelah ia tahu bahwa dirinya akan menjalani Ujian Nasional di tempat yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya, ia langsung mencari tahu apakah ada hal lainnya yang berbeda dari sejarah kehidupannya yang sebelumnya


    ia menemuan bahwa ada dua hal yang paling menonjol perubahannya di kehidupan Iwan saat ini. Yang pertama yaitu market mobile game berkembang lebih cepat daripada di kehidupan sebelumnya, terbukti dari jumlah download beberapa game yang ia ketahui di kehidupan sebelumnya meningkat 20% lebih tinggi.


    Yang kedua yaitu situasi pendidikan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya, pemerintah berani dengan berani untuk menjalankan rencana pengurangan kecurangan Ujian Nasional hingga beberapa tempat seperti universitas, jika di kehidupan sebelumnya hanya antar sekolah. Bahkan, di tahun depan akan diadakan Ujian Nasional berbasis online.


    Ini membuktikan bahwa keberadaan Iwan dan perbuatan yang Iwan lakukan sejak kesempatan kedua nya secara tidak sengaja mengubah sejarah hidupnya dapat mempercepat rangsangan pertumbuhan suatu bidang.


    ia tidak tahu apakah ia dapat mempengaruhi bencana alam dengan tindakannya, secara logika sih mana mungkin. Tetapi Iwan takut apabila ia secara langsung terlibat dalam bencana alam yang akan datang, bencana tersebut akan terjadi lebih cepat.


    Iwan mulai mencari cara amannya, ia akan mencoba untuk mempengaruhi sang ayah secara tidak langsung agar ayahnya menarik investasi sebelum bencana alam terjadi.

__ADS_1


    Dan juga Iwan menjadi tidak berani untuk menginvestasikan uangnya di Bitcoin. Apabila dia membeli Bitcoin dan Bitcoin harganya akan melesat cepat, ia sudah pasti akan rugi, sebab sekarang dia hanya bisa membeli sedikit demi sedikit dan keuntungan yang di dapat akan sangat minim.


    Iwan mengubah rencananya untuk membeli Bitcoin sebanyak - banyaknya nanti sekaliguss tidak lagi berpikiran beli dengan bertahap karena apabila terjadi perubahan harga yang signifikan, jika dia membeli banyak sekaligus sudah tentu ia akan tetap mendapatkan keuntungan yang maksimal.


    "Waann, kamu mikirin apaan? gugup kah kamu?," tanya Bella dengan suara merdunya


    "eehh.. Nggak kok Bell, aku cuma lagi mikirin game studio aja, gimana kamu udah siap? Nomor ujian, pensil, papan ujian udah siap semuanya?," tanya Iwan mengalihkan pembicaraan


    "He'eh Wann, udah siap semua kok. Ayo kita ke ruangan sekarang, waktu nya 10 menit lagi nih kita harus udah ada di ruangan, belum nyari nyari tempat duduknya," ucap Bella sembari melihat jam tangannya


    Iwan hanya menganggukan kepalanya dan jalan berdua sambil mengobrol dengan Bella sampai ke ruang ujian.


    "Eh, itu apaan ya rame - rame?," tanya Bella menoleh ke arah gerombolan siswa yang sedang mengelilingi seseorang tersebut.


    "Paling juga lagi bahas bocoran soal Ujian Nasional," ucap Iwan menerka sembari memperhatikan gerombolan siswa tersebut.


    "Kamu nggak penasaran liat Wann?," tanya Bella menoleh ke arah Iwan


    "Nggak lah, lagian kalo itu bener bocoran soal, paling cuma dapet benernya 70%, kurasa kita nggak perlu ngeliat contekannya juga udah bisa dapetin nilai segitu. Takutnya kalo kita liat contekan tersebut malah nggak yakin sama jawaban kita nanti pas ujian," jawab Iwan sembari menggelengkan kepalanya meyakinkan Bella untuk tidak melihat contekan tersebut.


    "Hmm bener juga sih, yaudah mending kita tunggu aja disini sampe pengawas ujiannya dateng," ucap Bella

__ADS_1


    Beberapa menit kemudian ketika seorang pria tua bersama wanita gemuk datang. Gerombolan siswa yang berkumpul tersebut berhenti melakukan aktivitas mereka dan mulai berbaris di depan ruang ujian. Pria tua dan wanita berbadan gemuk itu hanya mengamati seluruh peserta ujian kemudian membuka ruangan.


    Para siswa di periksa badannya sebelum memasuki ruang ujian untuk mengurangi tingkat kecurangan, tentu saja, gerombolan yang melihat contekan bocoran tadi tidak membawa apa apa sewaktu masuk ke ruang ujian. Iwan melihat para siswa menuliskan jawaban bocoran soal tersebut di paha mereka. Walaupun ia mengetahui hal tersebut, ia tidak akan sebodoh itu mengadu kepada para pengawas, takutnya ketika pulang nanti malah di hadang.


---


    Beberapa hari Ujian Nasional telah Iwan lewati dengan lancar, ia mendapati soal Ujian Nasional tersebut sedikit ada perbedaan dari soal Ujian Nasional di kehidupan sebelumnya. Ujian Nasional saat ini bisa dibilang lebih sulit. Untungnya saja, Iwan selama ini belajar dengan serius dan tidak mendapatkan soal yang membuat dirinya kebingungan.


    Pada hari terakhir setelah Ujian Nasional, ia mampir ke studio game miliknya, Iwan sudah 5 hari tidak pergi ke studio game miliknya ini dan demi bisa fokus Iwan mematikan smartphonenya beberapa hari terakhir. Ketika Iwan tiba di ruko yang ia sewa, ia merasakan ada yang aneh. Ruko tersebut kok terasa sunyi sekali, padahal Iwan sudah meminta Agung untuk mencari 2 karyawan tambahan untuk membantu nya.


    Iwan kemudian naik ke lantai atas dan melihat Agung di dalam ruangan yang sedang melamun di depan komputernya. Ketika dia melihat Iwan, ia terkejut dan langsung berdiri kemudian berlari ke arah Iwan.


    "Boss! Boss! akhirnya kamu dateng juga boss! aku udah 5 hari ini berusaha ngehubungin boss tapi nggak ada jawaban," ucap Agung sedikit berteriak ke arah Iwan


    "Ada mas Agung? coba pelan - pelan dulu, kenapa mas Agung kok sendirian? kan udah aku suruh buat cari karyawan lagi buat bantu mas Agung," tanya Iwan dengan heran


    "Itu boss yang mau aku bahas sama kamu. 5 hari yang lalu, ada orang yang mengaku datang dari Dominoz Game Studio ingin, dia bilang ingin mengakuisisi Wannabe Game Studio kita, tetapi karena aku tau boss lagi Ujian Nasional, maka aku bilang aja ke pria tersebut bahwa boss lagi nggak ada di kantor. Orang itu kemudian bilang akan datang lagi keesokan hari nya, tetapi karena aku tau boss tetep nggak akan ada, aku bilang lah ke pria tersebut bahwa boss nggak akan bisa ke kantor sampai minggu depan. Eh nggak tau nya orang itu malah salah paham, dia mengira kita nolak penawaran mereka dan nggak ada rasa hormat pada studio game veteran. Pria itu marah - marah nggak jelas dan mengancam akan ngebuat studio game kita jatuh. Aku udah berusaha nyari Junior Programmer untuk kita rekrut. Tapi ketika udah mau aku rekrut mereka dapet tawaran kerja dari Dominoz Game Studio dengan gaji diatas gaji tawaran kita. Beberapa hari ini aku sendirian kantor untuk ngurusin server skor Flappy Bird boss!," ucap Agung menceritakan dukanya 5 hari belakangan ini


    Iwan yang mendengarkan laporan dari Agung pun hanya mengernyitkan keningnya.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like ya

__ADS_1


__ADS_2