
Bella yang mendengarnya sedikit terkejut, ia sama sekali tidak meyangka langkah selanjutnya Iwan akan membuat film. Setelah berhasil membangun pondasi yang kuat pada bisnis pembuatan game, menurutnya, alangkah lebih baik selanjutnya Iwan akan membuat beberapa game yang lebih sukses dari Flappy Bird.
Mendengar jawaban Iwan yang sangat jauh dari perkiraannya, hal ini membuat Bella penasaran dan bertanya kepada Iwan.
"Film? kamu serius Wan? kamu mau buat film apaan?," tanya Bella kali ini dengan nada serius
"Iyaa serius Bell, karena aku kebetulan kepikiran membuat naskah yang bagus. Makanya aku memutuskan untuk membuat film. Lagian aku udah kerjasama dengan satu production house. Film yang aku buat genrenya komedi, kamu mau baca naskahnya? kebetulan aku bawa di mobil," jelas Iwan kepada Bella tidak kalah seriusnya.
"Nanti aja Waann, pulangnya aku mau pinjem buat baca baca dirumah, boleh?," tanya Bella
"Hehe, iya gapapa kok, kamu mau ikut casting film ini nggak?," tanya Iwan basa basi saja karena tau Bella pasti akan menolaknya.
"Nggak deh Wann, lagian aku nggak dibolehin untuk terjun ke dunia entertaiment sama kakek ku," jawab Bella
Iwan sudah mengira jawaban tersebut, karena cita cita Bella sewaktu kecil adalah menjadi seorang penyanyi terkenal. Tetapi karena Bella dilahirkan di keluarga militer, maka cita cita tersebut tidak dapat dicapainya. Sebenarnya suara Bella tidak kalah dengan penyanyi terkenal di luar negeri, dirinya hanya perlu latihan vokal beberapa lama dan mendapat lagu yang bagus, sudah pasti akan terkanal. Apalagi didukung dengan parasnya yang sangat cantik.
Makanan mereka pun sudah tiba dan disajikan oleh pelayan
"Ohh iyaa, aku beberapa hari ke depan bakal ke Jakarta, terus kayaknya akan beberapa bulan aku nggak balik ke Jogja karena mau ngurusin filmnya. Minggu depan aku nggak bisa ngehadirin ulang tahun kamu," ucap Iwan berkata dengan wajah sedih yang tidak natural
"Hmm? kebetulan minggu depan ulang tahunku diadain di rumah kakek yang ada di Jakarta. Kamu bisa dateng kok," ucap Bella sembari menaikkan ujung bibirnya keatas sedikit karena melihat wajah sedih Iwan yang terlalu dibuat buat.
Karena Bella tau bahwa Iwan sudah mengetahui ulang tahunnya akan diadakan di rumah kakeknya di Jakarta. Iwan bertanya kepada Sari beberapa hari yang lalu tentang ulang tahunnya dan Sari memberikan screenshot percakapan tersebut kepadanya.
"Huehehe.. si Sari udah ngasih tau ke kamu? dasar tuh Sari, udah dibilang jangan kasih tau," Iwan hanya tertawa kecil dan menggarukkan kepalanya
ia tidak terlalu mengharapkan Sari untuk menjaga rahasia kepada Bella, sebab dirinya tau kebiasaan para wanita adalah sharing screenshoot apabila ada yang menanyakan tentang temannya.
__ADS_1
Mereka mengobrol sambil menikmati makan malam dengan suasana romantis tersebut. Iwan dan Bella sudah tidak lagi canggung dengan pandangan orang lain terhadap mereka. Lagipula, bagi orang sekitar yang melihat Iwan dan Bella beranggapan mereka adalah pasangan yang sangat sempurna. Sang wanita berparas cantik, putih dan tempramennya elegan, satunya lagi sang pria berparas tampan, tinggi dan mengeluarkan aura kharismatik yang khas.
Setelah makan malam yang romantis tersebut. Iwan mengantarkan Bella pulang, namun kali ini dia mengantarkan Bella sampai ke depan gerbang rumahnya. Ketika ditanya, Bella hanya menjawab Iwan temannya. Lagipula ayahnya Bella sudah mendengar gosip kedekatan Bella dan Iwan, gosip kedekatan tersebut positif yaitu Iwan dan Bella belajar bersama sehabis sepulang sekolah dan mendapatkan peringkat tertinggi bersama. Jelas ayahnya tidak akan keberatan dengan pertemanan yang positif seperti itu.
---
3 hari kemudian, di Bandara Internasional, Soekarno Hatta, Tangerang.
Iwan menoleh ke kiri dan ke kanan menunggu seseorang. Iwan sedikit kesal karena terus diganggu oleh sopir taksi yang menawarkan jasa mereka. Dengan kesal ia pergi ke gerbang penumpang tiba dan berjalan sedikit jauh kearah parkiran.
Iwan mengambil smartphone nya dan membuka pesan Sugeng yang mengatakan ia akan tiba dalam 10 menit, ketika Iwan ingin membalas pesan tersebut, ia sangat terkejut karena menabrak seseorang yang ada didepannya karena Iwan sedang fokus dengan smartphone nya.
"Sorry, sorry saya nggak sengajaa.. Ehh? Mbak Manda?," ucap Iwan terkejut melihat orang yang ia tabrak adalah Amanda Kuswara, seseorang yang dikenalinya.
"Hmmm, pak Iwan yaa?!," ucap Manda yang lebih terkejut lagi, selama ini dirinya tidak lagi mengontak Iwan atas tawaran yang pernah diberikan. Tetapi, ia masih ingat dengan paras Iwan yang tampan ini
"Saya memang asli Jakarta pak, kebetulan saya disuruh untuk pulang sama orang tua saya," jawab Manda tanpa ekspresi apapun
"Saya lagi nunggu jemputan, sorry ya mbak sekali lagi, sebagai ucapan maaf boleh saya traktir kopi di Starbucek?," ucap Iwan menawarkan kepada Manda sembari menunjuk cofffe shop yang ada di bandara tersebut.
Amanda berfikir sejenak, kemudian mengangguk menyetujui tawaran Iwan
Ketika mereka memesan pesanan mereka masing masing, Iwan dan Amanda duduk untuk menunggu pesanan
"Jadi, mbak Manda sudah dapet kerja dimana sekarang?," tanya Iwan kepada Amanda
"Saya belum dapet kerjaan yang cocok pak, karena orang tua saya menyuruh saya kembali ke Jakarta," jawab Amanda sekali lagi tanpa ekspresi apapun.
__ADS_1
"Jadi gimana dengan tawaran saya kemarin mbak?," tanya Iwan kepada Amanda]
"Eehh mohon maaf sebelumnya pak Iwan, saya belum tertarik dengan tawaran bapak," jawab Amanda sembari menggelengkan kepalanya.
"Tetep nolak kalo tawarannya naik jadi asisten CEO perusahaan yang berpotensi?," tanya Iwan sekali lagi menawarkan kepada Amanda sembari tersenyum penuh percaya diri
"Heemm? perusahaan apaan tuh pak?," tanya Amanda manaikkan dahi nya
"Tau perusahaan Wannabe Game Studio?," tanya Iwan
"Iyaaa pak, sekarang ini siapa yang tidak tau dengan perusahaan game yang membuat game populer itu. Perusahaan game ini satu satunya yang menembus pasar internasional sebelum populer ke market lokal. Memangnya, pak Iwan ada hubungan apa dengan Wannabe Game Studio?," tanya Amanda sedikit penasaran
"Ingat perusahaan yang mau aku dirikan beberapa bulan lalu?," tanya Iwan sembari menaik - naikkan alisnya dan tersenyum lebar
"Ingat.. Jangan jangan?," mulut Amanda melebar terkaget dengan pernyataan Iwan,
"Yuppss benar. Wannabe Game Studio adalah anak perusahaan Wannabe Entertaiment Corporation yang akan saya dirikan, gimana masih menolak?," tawar Iwan sekali lagi dengan tersenyum sebab sudah melihat reaksi berbeda yang ditunjukkan Amanda
Amanda tertarik dengan tawaran Iwan kali ini, bagaimana tidak, siapa yang tidak tertarik dengan perusahaan paling berpotensi saat ini?!
"Pak Iwan berhasil membuat saya mempertimbangkan tawaran bapak, saya punya dua pertanyaan. Game apa lagi yang akan bapak buat selanjutnya? Apakah memiliki potensi yang sama atau bahkan lebih besar dari game Flappy Bird sebelumnya?," tanya Amanda kepada Iwan
Sebelumnya Iwan menawarkan Amanda untuk menjadi manajer keuangan sebab kemampuan Amanda yang terlihat secara langsung dan spontan saja menawarkan posisi tersebut.
Akan tetapi kebiasaan Iwan adalah mencari tahu lebih dalam orang yang akan di rekrut, ia sangat terkejut saat mengetahui latar belakang Amanda yang tidak boleh dipandang sebelah mata di Indonesia. Sebab ayahnya Amanda adalah asisten pribadi dari orang terkaya di Indonesia saat ini.
Wajar saja Amanda memiliki sifat dan kebiasaan berbicara secara formal layaknya asisten yang handal. Amanda adalah anak terakhir dari 3 bersaudara dan jarak umur mereka hanyalah 1-2 tahun. Kedua kakak Amanda telah menjadi asisten orang yang terkenal, hanya Amanda yang masih mencari pemimpin yang tepat untuk mengabdikan keahliannya, dan Iwan merasa Amanda adalah kandidat yang tepat untuk menjadi asisten pribadi dirinya!
__ADS_1
*Terimakasih sudah membaca! tinggalkan jejak like yaa