Jenius Wan

Jenius Wan
'Wann' 'a' 'be'


__ADS_3

    Sebelum berangkat menuju rumah Sari untuk mengantar makanan kepada Bella, Iwan kembali ke KFC memesan kembali makanannya yang sebelumnya telah dia berikan kepada pria muda yang duduk di trotoar depan mobilnya tadi. Setelah itu dia kembali ke mobilnya di parkiran dan Iwan tidak melihat pria malang tadi.


    Iwan kemudian menaiki mobil dan membuka handphone nya untuk mengabari Bella bahwa dirinya sedang dalam perjalanan.


---


    Setiba nya di depan rumah Sari, Iwan membunyikan klakson mobilnya dari depan rumah. Tidak lama kemudian, gerbang rumah Sari pun terbuka, dari luar saja rumah Sari sudah terlihat megah daripada rumah Iwan sendiri. Rumah tersebut memiliki warna putih bersih dengan tiang marmer yang besar, jendelanya pun terlihat besar - besar mungkin untuk memudahkan pencahayaan dari luar.


    Segera Iwan memarkirkan mobilnya dan kemudian masuk ke dalam rumah, dia memperhatikan rumah tersebut dengan parabotnya yang serba modern, mulai dari kamar mandi modern, dapur modern, memiliki ruang tamu yang besar, perpustakaan, empat kamar tidur dan garasi yang luas.


    "Waann.. Kok kamu lama banget sih, kasian noh princess kamu kelaperan," teriak Sari dari kejauhan setelah melihat Iwan sudah tiba.


    "Sorry sorry, tadi dalam perjalan aku terhambat sama seseorang jadi ngobrol dulu sebentar," ucap Iwan memberikan kantong makanan kepada Sari.


    "Nggak papa kok, itu Bella udah nunggu di taman belakang, yookkk makan bareng aja, kamu juga belom makan kan?," tanya Sari sembari berjalan ke arah taman belakang bersama Iwan.


    "emm Iyaa.. Kebetulan aku juga belom makan," jawab Iwan mengikuti Sari dari belakang.


    Sesampainya di taman belakang rumah Sari, ia memperhatikan taman yang luas, Iwan yang belom pernah kerumah Sari sebelumnya pun dibuat kaget kembali, sebab Sari di sekolah tidak pernah memamerkan kekayaannya kepada teman - teman.


    Iwan hanya tahu jika Sari dari keluarga kaya, tapi ia hanya tidak menyangka saja jika keluarga Sari ternyata lebih kaya dari keluarganya. Ini membuat Iwan semakin respect dengan Sari, dengan kepribadiannya yang humble tidak memilih - milih teman dan yang terpenting tidak suka pamer.


    Taman belakangnya ini diperkirakan sebesar dua kali lapangan sepak bola, ada danau buatan kecil, banyak pohon rindang, mereka berdua pun berjalan mengikuti batu setapak menuju ke arah danau buatan yang ada di tengah taman.


    Terlihat Bella sedang duduk slonjoran di saung yang ada di sana, mengenakan gaun berwarna putih dan sedang membaca majalah fashion luar negeri.


    "Sisstt, ada makanan datangg!," teriak Sari sembari berlari kecil menuju Bella

__ADS_1


    Bella pun seketika mengalihkan fokusnya menengok ke sumber suara, terlihat Sari yang sedang mengangkat kantong makanan dan di belakangan nya Iwan mengikuti.


    "Sar, nggak papa kamu bawa Iwan masuk kerumah kamu, nanti kalo bapak kamu tau bukannya diomelin kamu?," tanya Bella sedikit khawatir dengan berbisik kepada Sari.


    "Mungkin kalo cowok lain dia akan marah tapi kalo Iwan, bapak ku nggak akan marah kok, soalnya bapak aku tau kamu pacaran sama Iwan, lagian kabar kalian deket tuh udah kesebar satu sekolah, jadi nggak mungkin bapak ku nggak tau," bisik Sari dengan pelan sembari meletakkan kantong makanan di saung.


    Bella kemudian menyadari sesuatu, bahwa bapaknya Sari ini ketua yayasan dari sekolah internasional yang sedang mereka tempuh ini, tidak heran kalo beliau tau gosip - gosip hangat yang ada di sekolah apalagi dengan ada nya julukan menonjol seperti the King and Queen of Genius.


    "Heyy Bell!," sapa Iwan setelah sampai di saung.


    "Haii Waann, makasih yaa makanannya, sini kita makan bareng - bareng," ucap Bella dengan senyumannya, kemudian Iwan duduk dan ikut nimbrung bareng.


    "eh btw Wan, tadi kamu lama sampe kehambat sama seseorang, emangnya ada apa?," tanya Sari penasaran


    Mendengar pertanyaan Sari, Bella yang sedang makan pun mengalihkan perhatiannya dan melihat ke arah Iwan, dia cukup tertarik juga dengan segala hal yang berhubungan dengan Iwan.


    "Hemm... kamu jangan asal percaya orang Wan, untuk mengurangi resiko mending kamu cek dulu background orang itu dulu deh," ucap Bella memberikan saran pada Iwan


    "Iyaa Bell, pendapatku juga sama kok kayak kamu, nanti aku cek dulu background nya untuk memvalidasi ceritanya benar atau nggak, aku cuma ngasih kesempatan interview aja kok buat dia besok, bukan berarti langsung aku rekrut begitu aja," jelas Iwan menyetujui saran dari Bella.


    "Bagus deh kalo emang kamu ngerti Wan," jawab Bella denga tersenyum dan melanjutkan mengunyah makanannya.


    Sifat Sari terkenal dengan pemburu gosip jadinya dia memiliki kepekaan tersendiri jika ada sesuatu yang janggal dari omongan Iwan, sebelum puas menggali informasi dia tidak akan berhenti bertanya demi memuaskan rasa penasarannya.


    "Waann, kamu mau buka perusahaan?," tanya Sari yang kemudian menyedot minuman cola nya.


    "Iyaa Sar, aku mau buka Game Studio, makanya aku butuh programmer. Beberapa hari ini aku sehabis pulang sekolah langsung pergi kan, soalnya aku mampir ke kampus - kampus yang ada di Jogja buat nyari kandidat," jelas Iwan menyeka mulutnya dengan tissue

__ADS_1


    "Disuruh ayah kamu yaa?," tanya Sari


    "Nggak kok, aku inisiatif sendiri aja ini," jawab Iwan sekenanya saja


    "Ohh yaa? emang kamu punya uang sendiri Wan?," tanya Sari yang membuat Iwan semakin malas saja menjawabnya.


    "Punya lah, kamu tau kan lelang taneman hias dan bunga yang diselenggarain keluarga Rose kemarin? disitu bunga Tulip milik Iwan laku 15 juta!," jawab Bella dengan nada bangga memotong sebelum Iwan menjawab.


    "Ehh Bell, emangnya bunga milik kamu yang terjual, kenapa jadi kamu yang bangga? itu kan miliknya Iwan, Acieeee~~" ledek Sari dengan tertawa yang menyadari tingkah laku Bella.


    Seketika raut wajah Bella merah merona, dia sadar tingkah lakunya terlalu keliatan membela Iwan disini, Iwan yang ada disana hanya memperhatikan saja sembari menggelengkan kepalanya tersenyum melihat ini. Dia sudah yakin usahanya mendekati Bella selama ini tidak sia - sia.


    "eh ngomong - ngomong, udah dapet belum nama buat untuk Game Studio kamu? udah dipikirin?," tanya Sari


    "Emm.. sebelumnya aku dah mikirin sih namanya harus ada unsur wan nya sih, biar keliatan itu punya aku hehe," jawab Iwan sekenanya aja sembari mengelus elus dagunya pura - pura berfikir, karena ia tidak terlalu peduli dengan namanya.


    "Namanya Wannabe Game Studio aja, filosofinya tuh 'Wann' itu nama kamu 'a' nya itu and alias 'dan' terakhir 'be' artinya nama Bella. Gimana gimana, bagus nggak saran ku, serasi kan?," usul Sari yang tidak tau darimana tiba - tiba kepikiran hal tersebut dengan cepat, niat dia sebenarnya hanya menggoda Bella saja.


    Bella yang mendengar disampingnya pun mukanya semakin memerah, dia kemudian mencubiti Sari sembari menggelitikinya lagi sedangkan Iwan sendiri malah mempertimbangkan dengan serius nama tersebut.


    "Mmmmm... kedengarannya bagus juga tuh Sar, cepet juga yaa otak kamu mikir kalo masalah beginian. boleh lah kalo gitu namanya Wannabe Game Studio aja," jawab Iwan sembari tersenyum mengangguk anggukan kepalanya.


    Bella dan Sari yang sedang bercanda pun tiba - tiba terkejut, terlebih lagi Bella, dia tidak menyangka Iwan menyetujui saran Sari yang hanya sekedar candaan saja.


    "Acciieee.. cieee. cieee~~~ nih yah Wan, kalo kamu bisa ngebuat perusahaan itu sukses dengan ngebawa perpaduan nama kamu sama Bella sudah pasti nanti pas kamu nembak Bella akan diterima deh," ledek Sari yang tidak kehabisan bahan untuk menggoda Bella dari tadi, Bella yang mendengarnya pun kembali mencubiti dan menggelitiki Sari lagi


    "Eh btw, kalian ada kenalan orang yang pinter gambar nggak, aku masih butuh seorang graphic desaigner buat game pertama yang akan aku buat nih," tanya Iwan dengan nada serius, membuat Bella dan Sari menghentikan candaan nya.

__ADS_1


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa likenya yaa


__ADS_2