
Sekarang yang menjadi kegelisahan Iwan adalah bagaimana caranya membiayai rencananya jika keduanya berjalan bersamaan. Setelah berfikir beberapa saat, Iwan memutuskan untuk meminjam uang dari bank.
Dengan jaminan perusahaan Wannabe Game Studio, dirinya pasti bisa meminjam banyak uang dari bank, perusahaan Iwan yang potensial tersebut menurut Forbes bernilai paling tidak USD $200.000 atau sekitaran 3 miliar rupiah. Paling tidak dirinya bisa meminjam uang sebesar 1 miliar dengan jaminan perusahaannya tersebut
Sebenarnya Iwan dapat meminjam uang tersebut kepada keluarganya, tetapi ia tidak ingin kedua orang tuanya mengetahui perusahaan Iwan sebelum dirinya dapat meyakinkan keluarganya untuk menarik investasi pembangunan kawasan Merapi yang akan membuat keluargnya jatuh
Maka dari itu, Iwan tidak memiliki pilihan lain selain mengajukan pinjaman kepada bank. Setelah makan, Iwan memanggil Asisten Amanda untuk bertanya beberapa hal
"Mbak Manda, kalo aku mau pinjem dana ke bank dengan jaminan perusahaan, berapa kira kira yang bisa aku pinjam?," tanya Iwan kepada Asisten Amanda
"Dengan nilai perusahaan USD $200.000 atau senilai 3 miliar rupiah, beberapa bank dengan bunga 1% - 2% per tahunnya akan berani meminjamkan dana 500 - 800 juta rupiah. Sedangkan dengan bunga diatas 3% per tahun, beberapa bank berani meminjamkan dana 1 miliar hingga 2 miliar rupiah," ucap Asisten Amanda menjelaskan dengan detail berdasarkan pengetahuannya
"Hmm.. tolong siapkan dokumen perusahaan, hari senin kita ke salah satu bank untuk mengajukan pinjaman dana, targetnya 1,5 miliar rupiah," ucap Iwan memberikan perintah kepada Asisten Amanda
Asisten Amanda hanya mengangguk saja dan dengan cepat mencatat perintah yang Iwan berikan di smartphone nya. ia tidak bertanya terlalu banyak karena sebagai asisten yang profesional, dirinya hanya boleh memberikan saran apabila saran yang diberikannya tidak merugikan Iwan
Iwan tidak lagi menghiraukan perihal peminjaman dana dan berfokus dengan casting hari ini. lalu dirinya menoleh ke arah Rara
"Mbak Rara, untuk peserta casting pemeran utama ada berapa orang yang datang?," tanya Iwan kepada Rara yang sedang memainkan smartphonenya
"Ada 6 orang, 4 pria dan 2 wanita. Semua artis kelas menengah yang beberapa tahun lalu pernah terkenal, tetapi sekarang tidak lagi naik daun," ucap Rara dengan ekspresi datar
"Emm.. Yah semoga aja ada yang cocok, biar kita cepet mulai shooting nya," ucap Iwan berharap aktor yang datang hari ini memenuhi kriterianya
Setelah menunggu beberapa saat, waktu casting pemeran utama hari ini dimulai. Rara memberikan isyarat kepada kru yang berada di depan pintu dengan tugas memanggil peserta casting.
Aktor pertama masuk dengan asistennya, ia kemudian mengangguk kepada Iwan dan Rara
__ADS_1
"Terima kasih mas Yudhi Lesmono sudah mau datang untuk casting film 'My Stupid Boss'," ucap Rara menyapa dengan ramah
"Bisa langsung kita mulai mbak, mas?," tanya Yudhi dengan nada tidak sabaran
Iwan yang mendengarnya pun hanya menaikkan dahi nya tetapi dirinya memberikan senyum kepada Yudhi agar terlihat sopan. Walaupun ia tidak suka dengan aktor yang arogan seperti ini, tetapi ia harus menahan ketidaksukaan karena memang dirinya yang membutuhkan para aktor tersebut.
Faktor lain juga berpengaruh terhadap pandangan paa aktor kelas menengah tersebut terhadap production house milik Rara. Karena bagi para artis tersebut Iwan dan Rara dianggap hanya orang kaya yang mencoba peruntungan di dunia perfilman, mereka tidak harus menghormati Iwan dan Rara yang belum pernah menghasilkan karya mengesankan sebelumnya.
"Baik mas Yudhi, silahkan memerankan adegan 45," ucap Rara memberikan isyarat kepada Indah untuk memberikan naskah kepada Yudhi.
Sewaktu Indah ingin memberikan naskah tersebut, Yudhi hanya melihatnya saja tanpa mengambilnya, kemudian sang asisten dari Yudhi mengambil naskah tersebut dan membukakan halaman yang berisi adegan yang Rara minta perankan. Indah yang mendapat perlakuan tersebut pun mukanya langsung masam dan kembali duduk disamping Rara
Melihat hal tersebut, Iwan ingin meluapkan amarahnya, tetapi lagi lagi ia menahan dirinya untuk tetap tenang.
Yudhi membaca naskah tersebut dengan cukup lama, ketika Iwan sudah tidak sabar dan ingin mengatakan sesuatu, Yudhi mengangguk dan mulai memerankan adegan yang diminta
Rara melihat kearah Iwan, kemudian Iwan melambaikan tangannya dibawah meja agar tidak terlihat oleh Yudhi sebagai pertanda ia tidak setuju dengan aktor yang satu ini. Rara hanya mengangguk dan kemudian berkata
"Terimakasih mas Yudhi, akan kita kabari lagi jika mas Yudhi terpilih sebagai pemeran utama," ucap Rara
Mendengar hal tersebut, Yudhi yang sedang bermain smartphonenya marah dan menggebrak meja yang Iwan dan Rara sedang tempati
"Jadi aku nggak keterima?! buat apa kalian ngundang aku, kalo aku nggak diterima!," teriak Yudhi sembari menunjuk nunjuk kearah Rara
Suasana ruangan tersebut pun langsung menegang, seluruh kru dan Sugeng melihat ke arah Yudhi
"Emmm.. Mas Yudhi kami undang untuk mengikuti casting pemeran utama. Bukan berarti mas Yudhi sudah pasti menjadi pemeran utamanya," ucap Rara dengan sopan untuk tidak memperkeruh suasana, akan tetapi itikad baik Rara tidak di sambut baik dengan Yudhi
__ADS_1
"Aku ini udah main 3 film jadi pemeran utama! Kalian berani nolak aku?! aku udah dateng kesini aja harusnya kalian bersyukur! mana ada aktor papan atas semacam aku yang mau main di film butut kayak gini!," teriak Yudhi menggebrak meja lagi.
Iwan dan Rara pun tidak lagi memasang wajah sopannya, kesabaran mereka berdua sudah habis untuk menghadapi aktor yang arogan ini. Iwan pun berdiri
"Mas kalo buat masalah disini akan kami panggilkan sekuriti! Silahkan keluarrr!!," ucap Iwan dengan nada meninggi sembari menunjuk ke arah pintu keluar
"Brengsek! production film butut aja belagu! cuiihhh! film butut kayak gini nggak bakalan terkenal, camkan omonganku!," teriak Yudhi sembari menggebrakan meja sekali lagi setelah itu dia keluar dari ruangan tersebut diikuti oleh asistennya.
Setelah Yudhi keluar dari ruangan tersebut, suasana ruangan tersebut tidak lagi tegang. Para kru berbisik bisik sendiri dan Sugeng berjalan menghampiri Iwan
"Sabar brooo, aktor begitu emang belaguu," ucap Sugeng sembari menepuk pundak Iwan mencoba menenangkan temannya itu
"Sialan, aktor udah nggak laku begitu seenaknya sendiri. Mending kalo aktingnya bagus, aku masih bisa pertimbangin, lah ini aktingnya aja pas pasan," ucap Iwan sembari menggelengkan kepalanya mencoba untuk menetralkan emosinya
"Dia mungkin delusional bro, Yudhi 5 tahun ini udah nggak main film karena 3 film yang pernah dibintangin dia sebagai pemeran utama nggak bisa dibilang suskses. Paling akhir akhir ini dia cuma muncul di acara talkshow sama gameshow yang nggak jelas gitu di TV," ucap Sugeng menjelaskan kepada Iwan, dirinya memang update perihal infotainment karena sering mengobrol dengan Sari
"Hmm.. Pantesan aja dia kepengen banget dapet peran lagi, saking udah nggak laku nya ternyata," ucap Iwan
"Maaf yaa mas Iwan, kami nggak tau kalo Yudhi orangnya begitu," ucap Rara merasa bersalah karena dirinya lah yang mengundang beberapa aktor kelas menengah untuk mengikuti casting
"Iyaa nggak papa mbak Rara, aku udah bakal ngira kok kalo kita bakalan diremehin. Nggak usah terlalu diambil hati mbak Rara, kita buktiin film kita bakalan sukses dipasaran nanti," ucap Iwan dengan tersenyum karena sudah berhasil menetralkan emosinya
"Untung aja mas Iwan milih ruangan yang kedap suara, paling nggak peserta lain nggak denger ucapan Yudhi tadi," ucap Rara menghela nafas lega sembari melirik kearah Iwan dan berfikir. 'Apa mas Iwan udah nebak bakal ada kejadian semacem ini?'
Tentu saja, Iwan terfikirkan akan ada kejadian semacem ini, karena itu dia menyuruh Asisten Amanda mencari vanue yang memiliki ruangan kedap suara
[Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak like ya]
__ADS_1