
Acara ulang tahun Bella berakhir, dan Iwan tidak memiliki alasan untuk tetap berada di kediaman kakek Bella. Bella, Rose, Theo dan anak orang kaya lainnya telah meninggalkan ruangan tersebut untuk menuju ruangan utama tempat para pebisnis berkumpul
Di ruangan tersebut hanya tinggal beberapa orang saja, dan Iwan adalah salah satu orang yang tersisa di ruangan tersebut
"Broo, mau balik nggak?," tanya Iwan kepada Sugeng
"Enggak bro, Sari mau ngajak aku jalan dulu katanya, mobilnya kamu bawa aja, aku nanti sama Sari naik taksi," ucap Sugeng menggelengkan kepala nya
"Oke broo! have fun yaa, jangan ke bablasan baliknya. Dah yaa aku duluan," ucap Iwan mengangguk dan berpamitan kepada Sugeng.
Iwan lalu keluar dan berjalan ke arah gerbang. Pekarangan kediaman kakek Bella sangat lah luas, ia harus berjalan sejauh 1 km dari pintu rumah ke depan gerbang.
Dirinya tidak terburu buru untuk pergi dari kediaman kakek Bella tersebut. Iwan memperhatikan beberapa detail yang membuat dirinya tercengang. Terdapat banyak hewan eksotis seperti rusa, kangguru, burung merak, anoa, dan masih banyak lagi, rata rata hewan yang dilindungi.
Dirinya tahu bahwa untuk memelihara hewan hewan yang seperti itu tidak cukup dengan uang yang banyak saja, tetapi ia harus mendapat izin dari pemerintah. Tentu saja, hal tesebut sangat lah mudah di dapatkan oleh kakek Bella yang notabene nya seorang mantan jendral.
Setelah berjalan dengan lambat, sekitaran setengah jam, Iwan tiba di gerbang kediaman kakeknya Bella. ia keluar dari pintu kecil di samping gerbang utama, sambil diperhatikan oleh tentara yang sedang berjaga di gerbang tersebut
Iwan menghiraukan begitu saja tatapan sinis dari penjaga tersebut dan keluar tanpa adanya masalah. ia melihat ke kanan dan ke kiri, jarang terlihat kendaraan yang lewat karena ini adalah wilayah militer.
Dirinya berjalan sambil mengingat tempat mobil sewaan yang diparkirkan tidak jauh dari gerbang tersebut
Tidak lama kemudian, dirinya menemukan mobil itu. Iwan langsung masuk ke dalam mobil tetapi tidak menyalakan mobil tersebut. ia mengeluarkan smartphone nya melihat jam masih menunjukkan pukul 1 siang. lalu Iwan menghubungi Asisten Amanda
"Haloo? Mbak Amanda?," ucap Iwan setelah telfon nya tersambung
"Haloo Boss, ada apa?," jawab Asisten Amanda di ujung telfon
"Gimana sama Mas Dani?," tanya Iwan
"Beress boss, Mbak Rara dan pak Dani sudah setuju dengan kontrak 100 juta rupiah, pemeran utama wanita dengan kontrak 50 juta rupiah dan para pemeran pembantu jika di total 100 juta rupiah. Jadi keseluruhannya 250 juta rupiah boss," ucap Asisten Amanda menjelaskan secara detail mengenai kontrak para pemain film nya
__ADS_1
"Oohh? semurah itu?," ucap Iwan terkejut dengan permintaan kontrak dari Dani
"Betul boss, pak Dani bilang dirinya tertarik untuk memerankan Bossman di film ini, karena itu kita bisa memakai Dani di film My Stupid Boss dengan harga murah," jawab Asisten Amanda menjelaskan alasan Dani yang diberikan kontrak murah
"Hemm, yaudah oke. Lalu, untuk artis yang akan menjadi cameo di film My Stupid Boss, apa kamu udah dapet?," tanya Iwan
"Begini boss, mbak Rara sampai sekarang belum dapet juga artis yang setuju untuk menjadi cameo di film My Stupid Boss. Tapi, pak Dani kemarin mengatakan untuk artis cameo dirinya dapat membantu dan akan bertanya kepada sahabat artis yang mau membantu nya dalam film ini. Yah dari yang di ketahui, ini harapan terakhirnya untuk kembali ke industri layar lebar. Jadinya Dani juga tidak segan membantu," ucap Asisten Amanda
"Okelah, good! itu aja mbak Amanda, sorry kalo ganggu weekend nya yaa," ucap Iwan kemudian mematikan telfon tersebut.
Iwan kemudian menghubungi Agung yang ada di Jogja
"Halo boss?," terdengar suara Agung ketika panggilan tersebut tersambung
"Halo mas Agung, gimana sama situasi perusahaan saat ini?," tanya Iwan tanpa berbasa basi
"Hampir selesai boss! saya baru aja mau ngontak boss untuk ngasih tau update tentang rekrutmen karyawan. Kita udah dapet karyawan untuk programmer dan music artist, tapi untuk desain grafis nya belum dapet boss," ucap Agung menjelaskan
ia mengetuk ngetukkan jarinya pada setir mobil tersebut menandakan dirinya sedang berfikir. Iwan menggelengkan kepalanya karena kehabisan ide dan menyalakan mobil tersebut. ia berencana untuk keliling Jakarta sebelum dirinya kembali ke Jogja. Karena masalah casting telah selesai, ia dapat dengan tenang mendelegasikan tugas mengawasi kepada Sugeng untuk sementara waktu.
---
Jakarta Convention Center
Seorang wanita sedang di giring oleh petugas satpam dan di usir dari wilayah tersebut. Wanita tersebut berontak berteriak dan meronta ronta di depan banyak orang yang menonton
"Bukan, bukan aku! bukan aku yang mencuri karya! dia yang mencuri karya ku! bukan aku!," teriak seorang wanita tersebut mencoba melepaskan diri dari petugas satpam
Tetapi satpam tersebut tidak mempedulikan teriakan wanita itu seperti orang tuli dan kemudian mendorong wanita tersebut dari pintu utama
"Brengsek! sial!!," maki wanita tersebut dengan kencang ke arah pintu, namun karena banyak yang menonton dan menunjuk ke arahnya sambil berbisik, ia pun mau tidak mau pergi dari tempat tersebut
__ADS_1
Iwan yang telah memarkirkan mobilnya keluar dari mobil, ia tidak sengaja melewati Jakarta Convention Center dan melihat billboard yang bertuliskan "Kompetisi 2010 Digital Art" dan penasaran dengan kompetisi tersebut.
Namun pada saat ia selesai mengunci pintu mobil, dirinya tersungkur karena dorongan dari belakang.
"Shiiitt!! liat liat dong kalo jalan!," ucap Iwan berbalik dan melihat seorang wanita yang terjatuh juga setelah menabraknya.
Wanita tersebut tiba tiba saja menangis membuat Iwan terkejut. Mendengar tangisan seorang wanita, banyak orang yang melihat ke arah Iwan.
"Emmm, mbak maaf saya nggak bermaksud memaki mbak. Udah mbak nya jangan nangis dong," ucap Iwan membujuk wanita tersebut, tetapi wanita tersebut terus menangis
Semakin banyak orang yang menonton Iwan, mereka menyangka itu adalah pertengkaran antar kekasih
"Mas, pacarnya di ajak masuk ke dalem mobil aja, coba di bujuk," ucap seorang tante tante yang memberikan mereka nasihat
"Hemm, tapi bu..," belum selesai Iwan untuk menjelaskan bahwa ia baru saja bertemu dengan wanita tersebut, tante tante itu malah memotong omongan Iwan
"Iyaa mas saya ngerti, saya juga dulu orangnya sering ngambek begitu. Udah bawa aja dulu ke dalem mobil, biar bisa diomongin baik baik," ucap tante tersebut sembari memapah wanita yang menangis itu dan membantu nya masuk ke dalam mobil sewaan Iwan.
Iwan yang melihat hal itu, hanya bisa pasrah saja dan masuk juga ke dalam mobil tersebut.
Wanita tersebut masih saja menangis tersedu sedu, dan Iwan memperhatikan wanita tersebut. Wanita itu memiliki rambut bergelombang berwarna ungu, mengingatkan dirinya dengan karakter karakter yang ada di anime yang sering ia tonton di kehidupan sebelumnya.
Iwan tidak tahu kenapa wanita tersebut menangis setelah wanita tersebut menabrak Iwan. Iwan kemudian melihat kaki panjang dan putih wanita tersebut. ia tidak menemukan luka apa pun dan tahu bahwa wanita tersebut menangis bukan karena luka
Iwan kemudian mengambil tissue dari dasboard mobil tersebut dan menawarkannya kepada wanita itu. Wanita yang masih menangis tersedu sedu itu pun berhenti sejenak dan menerima tissue pemberian dari Iwan lalu kembali menangis
Iwan yang melihatnya hanya menghela nafas panjang. ia bingung, apa yang membuat dirinya seperti mendapat kesialan macam ini, segala pakek nabrak seseorang terus(?)
Beberapa hari yang lalu, ia tidak sengaja menabrak seorang wanita yang ternyata adalah Asisten Amanda di bandara. Tetapi kali ini, Iwan sama sekali tidak mengenali wanita ini yang menabraknya langsung menangis
Jangan jangan... Iwan melihat ke arah wanita tersebut dan alis matanya menaik setelah mengamati wanita tersebut. ia baru menyadari wanita tersebut memakai kalung name tag bertuliskan 'Igumi, Peserta'. Benar dugaannya, wanita tersebut adalah peserta dari kompetisi tersebut.
__ADS_1
[terimakasih sudah membaca, like yaak!!]