
Setelah mendengar Agung menceritakan kejadian yang terjadi 5 hari belakangan ini. Iwan mengernyitkan keningnya. Dirinya tahu bahwa Dominoz Game Studio adalah studio game terbesar di Indonesia saat ini, ia sudah mengira sebelumnya bahwa akan ada saatnya studio game miliknya diperhatikan oleh orang lain. Ditambah dengan penilaian tinggi ahli Frank Zilora sebelumnya menunjukkan bahwa game yang dibuat studio miliknya berpotensi tinggi. Ini akan membuat para pesaing akan ketar ketir dan tidak akan tinggal diam, pastinya akan mencoba merebut ladang emas ini.
Namun yang tidak ia perkirakan bahwa kejadian nya akan secepat ini. Iwan terdiam beberapa saat kemudian menenangkan Agung.
"Santai gung santai.. lagian, mereka cuma bisa mengancam aja kok, omong kosong doang tenang aja," ucap Iwan menepuk bahu Agung.
"Tapi boss, kalo cuma itu aja sih aku nggak akan kepikiran, keesokan hari nya setelah pria yang mengaku dari Dominoz Game Studio itu datang kesini, mereka meluncurkan game yang mirip dengan Flappy Bird pada aplikasi Facebook dan di situs mereka. Tidak hanya itu aja boss, mereka juga membuat sayembara barang siapa yang mendapatkan skor setinggi - tinggi nya dengan total hadiah Rp25.000.000,-! Memang tidak begitu berdampak pada pemain kita, tapi bagi aku yang memantau server di belakang Flappy Bird, terlihat jelas grafik pengguna aktif kita menurun beberapa hari terakhir ini. Walaupun sekarang jumlah pemain aktif kita masih banyak, bisa dipastikan 2 bulan lagi pengguna aktif kita hanya tersisa separuh saja dari jumlah pengguna sekarang." ucap Agung dengan anda cemas.
Iwan terkejut dengan berita yang satu ini, sebab ia tidak menyangka bahwa Dominoz Game Studio sangat agresif dalam merebut tambang emas miliknya ini. Iwan memiliki beberapa pilihan yang bisa dilakukan sekarang.
Pilihan yang pertama adalah ia dapat mengadu Flappy Bird dengan game Facebook milik Dominoz Game Studio dengan cara membuat kontes berhadiah seperti yang dilakukan Dominoz Game Studio. Namun, Iwan tahu ini akan membuang - buang uang dengan percuma tanpa mendatangkan profit yang signifikan, benar dirinya bisa mengatasi penurunan pemain game Flappy Bird tetapi takutnya setelah even sayembara berakhir maka pengguna akan berkurang drastis jika tidak mengadakan sayembara berikutnya, khawatirnya para pemain menjadi bergantung pada alasan sayembara untuk memainkan game jika tidak ada yasudah nggak usah main lagi. Perlu dipahami bahwa game Flappy Bird ini bukanlah game yang terus menerus akan dimainkan orang, Iwan sendiri memprediksi bahwa dalam 4 bulan ini game Flappy Bird akan ditinggalkan oleh para pemainnya.
Pilihan yang kedua, Iwan membuat game hits yang berbeda dari Flappy Bird, Namun Iwan hanya memiliki waktu beberapa bulan saja sebelum bencana alam akan terjadi. Apabila ia memiliki waktu lebih banyak ia tidak akan memikirkan untuk membuat film komedi yang telah ia rencanakan sebelumnya.
Pilihan yang terakhir adalah membiarkan saja Dominoz Game Studio dan Iwan berfokus untuk membuat film nya. Dengan Iwan membiarkan saja Dominoz Game Studio nantinya game sejenis Flappy Bird juga akan habis masa viralnya.
__ADS_1
Sebetulnya ada 1 lagi pilihan, tapi sangat tidak mungkin untuk dilakukan yaitu membuat game yang baru sekaligus membuat film dilakukan berbarengan. Namun dengan dana 1 miliaran saja takutnya tidak akan cukup, daripada gagal dua - dua nya lebih baik fokus dulu dengan salah satu tujuannya.
Apabila ia nekat dan menjalankan kedua rencana itu secara bersamaan, ketika dana yang ia punya telah habis maka yang ada akan tertunda penyelesaian kedua rencananya. Membuat game ataupun film tidak seperti membangun sebuah bangunan, apabila dirinya membuat bangunan sebanyak 4 unit dan berhenti ditengah jalan, paling tidak dirinya bisa menyewakan atau menjual 2 unit yang telah selesai. Tetapi untuk film dan game baru selesai sebagian itu tidak akan mungkin dapat menjual game tersebut ataupun memperlihatkan filmnya yang belum selesai tersebut. Iwan merenung memikirkan pilihan mana yang harus ia ambil.
"Mas Agung, berapa slot iklan yang sudah terjual?," tanya Iwan
"Total udah semua 20 slot iklan terjual boss! dana USD $90.000 udah masuk ke rekening perusahaan. Setelah bayar pajak, dana yang ada di rekening sekarang sebesar Rp1.060.000.000,-!," ucap Agung dengan muka bangga, karena dirinya menjadi salah satu tim pembuat game yang populer ini.
"Bagus, biarin aja si Dominoz Game Studio bikin sayembara atau apapun itu, kita nggak usah ambil tindakan apapun. Tetap harus urus server Flappy Bird dengan baik. 6 bulan ke depan tutup aja servernya. Untuk aplikasi yang telah diunggah di App Store, biarkan saja tetap menjadi gratis tanpa iklan setelah 6 bulan kemudian, kita move on membuat game baru setelah Flappy Bird selesai," ucap Iwan mengambil keputusan
"Engga sekarang gung, untuk saat ini, aku mau ngebuat film dengan dana yang diperoleh dari pendapatan iklan Flappy Bird," ucap Iwan menggelengkan kepalanya kemudian ia duduk di kursi karena dari ia datang sampai mendengar semua keluhan Agung dia hanya berdiri.
"Film? Serius boss mau buat film?," ucap Agung terkejut mendengar rencana Iwan seolah mengubah haluan dari game ke film
"Iyaa film, jadi kemungkinan sampai film ditayangkan di bioskop, aku nggak akan kesini dulu," ucap Iwan
__ADS_1
"Baik boss! mmm..," ucap Agung yang seperti ingin membicarakan sesuatu.
"Kenapa mas Agung? bilang aja kalo ada yang mau diomongin, nggak usah kaku," ucap Iwan
"Jadi gini boss, pas saya denger boss mau buat film, kebetulan salah satu sepupu saya punya production house. Dia buat production house sama temen - temennya tahun kemarin ketika lulus kuliah. Mereka membuat film untuk ikut festival film dengan harapan masuk 3 besar. Namun apa daya, kenyataannya mereka cuma pembuat film amatir. 2 bulan lalu ketika aku masih kerja di perusahaan sebelumnya, sepupuku itu datang kerumah dan bercerita tentang deritanya. Production house miliknya dan kawan - kawannya terbengkalai dengan peralatan film lengkap. Walaupun semua kru nya adalah teman sepupuku dan mereka tetap di gaji, tetapi dengan gaji tanpa bonus maka kebanyakan dari mereka sudah bekerja di tempat lain. Kalo bos bersedia, aku bisa kontak sepupuku untuk kerjasama," ucap Agung dengan malu - malu mengutarakan tentang production house sepupunya.
Iwan sangat tertarik dengan tawaran Agung. Kebetulan sekali dirinya mencari production house yang sedang tidak membuat film eh malah dapat yang terbengkalai. Awalnya, ia akan mencari beberapa production house ternama yang ada di Jogja dan menawarkan kerja sama. Namun tawaran Agung tentang production house milik sepupunya yang terbengkalai membuat Iwan lebih tertarik.
"Boleh mas Agung, tolong kontak sepupunya mas Agung, suruh dia dateng kesini hari minggu pagi. Bilang aja sama dia kalo aku mau ajak dia kerjasama," ucap Iwan sembari menganggukkan kepalnya.
"Siapp boss! segera nih aku kontak orangnya. Oh iya boss, ngomong - ngomong setelah Flappy Bird, boss punya rencana buat game apa?," tanya Agung yang masih penasaran dengan game apa lagi yang akan dibuat Iwan.
"Hmm.. aku nggak akan jelasin panjang lebar, tetapi aku bisa ngasih tau genre mobile game yang akan kita buat selanjutnya. Genrenya Real Time Strategy (RTS)!," ucap Iwan sembari menyengir menunjukkan barisan giginya.
Iwan telah memikirkan game hits apalagi yang akan ia buat, Iwan akan membuat game yang lebih menguntungkan dan lebih lama lagi masa kepopulerannya daripada Flappy Bird. Iwan akan membuat Clash of Clans!
__ADS_1