
Iwan, Sugeng dan Rose tiba di depan rumah utama kediaman kakek nya Bella. Terlihat banyak sekali papan ucapan selamat yang terdapat di sepanjang jalan menuju pintu rumah utama kakeknya Bella. Rose kemudian memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil bersama dengan Iwan dan Sugeng.
Iwan melihat mobil mobil yang terparkir disini, dan akhirnya menyadari mengapa tentara penjaga gerbang tadi meremehkan Iwan dan Sugeng. Seluruh mobil yang terparkir disini bermerek ternama seperti Roll Royce, Ferrari, Lamborghini, dan mobil mewah lain yang nilainya diatas 1 miliaran.
Iwan masuk ke dalam kediaman megah tersebut dan mendapati banyak meja bundar tertata rapih. Di bagian belakang terdapat panggung yang terpasang layar lebar, serta band yang memainkan musiknya untuk menghibur para tamu undangan.
Iwan dan Sugeng berjalan ke meja paling kiri pada barisan kedua dan banyak mata yang tertuju pada mereka. Sebelum Iwan dan Sugeng dapat duduk di meja tersebut, terdengar suara serak becek dari belakang Iwan.
"Oii, lu yang namanya Iwan? ikut gue!," ucap seorang pria bersuara serak memerintahkan Iwan dengan logat tengilnya
"Laah kamu siapa? nyuruh nyuruh kawan ku!," ucap Sugeng yang kesal dengan kejadian yang mereka alami sejak tadi, sekarang malah ada orang nggak jelas gini, tidak terima dengan nada bicara tengil pria tersebut.
"Bacodd lu! lu pilih ikut baik baik atau mau gue seret paksa?," ucap pria tersebut sembari menjentikkan jarinya, nada tengilnya semakin parah dan setelah kode jentikkan jari tersebut muncul 2 orang pria lainnya yang datang.
Iwan menarik tangan Sugeng kemudian menggelengkan kepalanya membujuk Sugeng agar tidak terpancing emosi. Apabila mereka berkelahi di tempat itu dan merusak acara ulang tahun Bella, sudah pasti mereka nanti akan di usir dan Iwan tidak ingin membuat malu di acara ulang tahun Bella.
Tentu saja Iwan dapat menebak trik yang digunakan oleh siapapun yang ingin menjebaknya. Pertama, orang tersebut membuat Iwan di halangi untuk masuk ke dalam kediaman kakeknya Bella. Selanjutnya, sekarang menyuruh seseorang untuk memancing emosi Iwan dan membuat keributan di acara ulang tahun Bella agar dirinya terusir. Iwan menepuk tangannya dan menyeringai
"Heeh, salut sama yang mau ngejebak aku sampai segininya. Jalan, aku juga mau liat siapa yang orang yang ada di belakang ini semua," ucap Iwan kemudian berdiri dan menyuruh pria tersebut memimpin jalan.
Pria bersuara serak tersebut terkejut dengan reaksi Iwan yang tidak seperti ekspetasinya. Sebelumnya, ia diperintahkan oleh tuan muda Theo untuk memancing Iwan agar ia marah. Pria bersuara serak tersebut tanpa basa basi berbalik badan kemudian Iwan mengikutinya dari belakang. Mereka melewati beberapa meja dan menuju meja yang berada di paling pojok
Terlihat seorang pria muda tampan yang sedang duduk di kelilingi beberapa pria lainnya. Iwan mengenali pria tersebut, ia adalah Theo Wijaya
"Ciihh! jadi kamu yang namanya Iwan?," ucap Theo mendecih kearah Iwan
"Mas Theo ada perlu apa sama saya?," ucap Iwan tanpa basa basi langsung duduk di meja tersebut dengan wajah datar
__ADS_1
"Lu jauhin Bella mulai sekarang, jangan berani lagi deketin dia. Bella itu calon istri gua, ngerti nggak lu?," ucap Theo menyandarkan badannya ke kursi lalu menyilangkan kakinya ke atas
"Mas Theo nggak ada hak sama sekali ngelarang saya untuk ngedeketin Bella, lagipula Bella belum dijodohin dengan siapa siapa. Oke kalo nggak ada perlu lagi, saya permisi!," ucap Iwan kemudian berdiri setelah mengatakan hal tersebut.
Raut muka Theo memerah menandakan ia emosi, kemudian menggebrakkan mejanya.
"Brengsek! bocah miskin kaya dia berani saingan sama gue?!," ucap Theo melihat ke arah Iwan yang meninggalkan meja tersebut.
Theo berfikir sejenak kemudian tersenyum jahat. ia memanggil seorang bodyguard dan membisikkan sesuatu kepadanya, bodyguard tersebut hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari rumah tersebut.
Iwan kembali ke tempat duduk awalnya dan Sugeng bertanya
"Broo, ada apa bro sama itu orang?," tanya Sugeng ketika Iwan sampai
"Nggak papa bro, biasa cuma orang stress yang nggak waras," ucap Iwan sembari menggelengkan kepalanya
"Thank broo, nggak ada masalah yang serius kok bro," ucap Iwan yang tersentuh dengan sikap Sugeng
Tak lama kemudian, Sari datang dan duduk di meja mereka. Sugeng kemudian menceritakan semua kejadian yang mereka alami tadi, Sari meminta maaf kepada Sugeng karena tadi ia masih mendandani dirinya.
---
Satu jam berlalu, semua tamu undangan yang seumuran dengan Bella telah hadir di tempat acara ulang tahun tersebut. Lampu ruangan itu meredup dan lampu sorot menyenter ke panggung yang ada di depan para tamu undangan. Terlihat seorang wanita, tante dari Bella memegang microfon di atas panggung.
"Selamat pagi para hadirin sekalian di acara ulang tahun Bella Wibowo yang ke 18. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada rekan sekalian yang menghadiri ulang tahun anak, cucu dan keponakan kami tercinta. Mari kita sambut orang yang spesial hari ini, Bella!," ucap tante Bella sebagai pembawa acara, setelah kalimat pembuka selesai ia ucapkan di sambut oleh tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.
Bella masuk dengan kedua orang tuanya dan kakek neneknya kemudian mereka duduk di meja paling depan. Bella mengenakan gaun putih panjang terlihat seperti bidadari. Semua tamu undangan terpana dengan penampilan Bella hari ini
__ADS_1
Tante Bella berjalan ke belakang panggung dan masuk kembali dengan kue ulang tahun besar yang memiliki 4 tingkat. Terdapat lilin angka 18 serta kembang api yang menyala di sekitaran kue tersebut.
Band diatas panggung dan para tamu undangan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Bella. Bella kemudian berdiri dan memejamkan matanya, lalu meniup lilin ulang tahun tersebut. ia kemudian memotong kue tersebut dan menyuapi kedua orang tuanya serta kakek neneknya.
"Tiba lah kita pada acara yang ditunggu tunggu, pemberian kado. Mari kita undang satu per satu tamu undangan untuk memberikan kado kepada Bella," ucap tante Bella melanjutkan acara dan mulai memanggil satu per satu tamu undangan untuk memberikan kado kepada Bella
Kemudian, nama Theo dipanggil untuk maju memberikan kado nya. Theo berdiri dan maju dengan tersenyum, ia kemudian diberikan microfon untuk mengucapkan selamat kepada Bella.
"Selamat ulang tahun kepada Bella, saya persembahkan kado spesial ini buat kamu. Kalung mutiara mewah untuk wanita yang sempurna seperti kamu," ucap Theo membuka wadah dari kalung tersebut dan memperlihatkannya keapda Bella.
Kamera menyorot pada kalung tersebut dan terlihat pada layar lebar yang ada di panggung, bisikan dari para tamu undangan pun terdengar dan beberapa tamu wanita iri dengan kado yang Bella dapatkan
"Ehh, orang itu ternyata tuan Theo anak kedua dari keluarga Wijaya!," ucap seseorang dengan berteriak
"Eehh. itu kado kalung mutiara yang Theo kasih harganya berapa ya kira kira?," tanya seorang wanita yang penasaran dengan nilai dari kalung tersebut
"Orang tua saya punya toko perhiasan, dan beberapa bulan lalu mendapat kalung mutiara seharga 500 juta rupiah. Kalung yang Theo beri ke Bella lebih besar dan lebih mewah dari kalung yang orang tua saya dapat, bisa di taksir harga kalung mutiara itu sekitaran 1 miliaran rupiah!," ucap seseorang yang mengaku sebagai anak seorang pemilik toko perhiasan, memberikan nilai estimasi dari kalung tersebut.
Bisikan pun semakin keras saat mereka mendengar nilai dari kalung mutiara yang diberikan oleh Theo Wijaya tersebut
Theo tersenyum dengan bangga, efek inilah yang ia inginkan dari para tamu undangan. Selain dirinya ingin terlihat hebat di mata Bella, ia juga ingin mendapat persetujuan dari kedua orang tua Bella
Melihat kado tersebut, Bella hanya tersenyum dan berterima kasih kepada Theo. Kedua orang tua Bella hanya mengangguk kepada Theo kemudian mereka kembali mengobrol dengan kakeknya Bella
Theo kembali ke tempat duduknya dengan tatapan hangat dari para tamu undangan, setelah mengetahui dirinya anak kedua dari keluarga Wijaya, banyak dari para tamu undangan ingin berteman dengannya.
[Terimakasih sudah membaca! like yakk!]
__ADS_1