Jenius Wan

Jenius Wan
Berangkat


__ADS_3

    Seorang pria muda terlihat sedang mempersiapkan dirinya di depan cermin. ia adalah Iwan, yang akan menghadiri acara ulang tahun Bella yang ke 18. Iwan mengenakan jas berwarna hitam serta celana panjang hitam nya. Dengan sepatu coklat dan jam tangan Pathek Phillipe yang pernah ia gunakan sewaktu makan malam bersama Bella.


    Iwan kemudian mengambil kado yang ia siapkan kemarin, dan keluar dari kamarnya mendapati Sugeng yang menunggu di depan pintu


    "Udah siap?," tanya Sugeng uang mengenakan jas biru navy


    "Udah, yuk pamit dulu sama keluarga kamu Geng," ucap Iwan menganggukkan kepalanya dan mereka berdua berpamitan dengan keluarga Sugeng.


    Iwan dan Sugeng masuk ke dalam mobil sewaan mereka dan pergi menuju kediaman kakek nya Bella. Sari tidak ikut bersama mereka karena sebagai sahabat, Sari menginap dirumah kakeknya Bella. Sari juga membantu untuk mempersiapkan acara ulang tahun Bella


    "Bro, acaranya bakalan gimana ya ntar?," tanya Sugeng yang sedang menyetir mobil tanpa menoleh ke arah Iwan


    "Nggak tau lah bro aku juga, emangnya kamu nggak nanya sama Sari? kan dia bantuin nyiapin acaranya," tanya Iwan sembari mengendikan bahunya


    "Hmmm, Sari cuma bilang kalo acara sebenarnya tuh buat pertemuan pengusaha ayahnya Bella. Lagian yang pada dateng tuh kebanyakan rekan bisnis ayahnya Bella bersama anak anaknya. Jadi kayaknya cuma dikit aja yang dateng dari sekolah kita di Jogja," ucap Sugeng sembari menggelengkan kepalanya


    Iwan menarik nafas panjang, bohong kalo ia mengatakan dirinya tidak gugup, apalagi akan bertemu secara langsung dengan orang tua Bella


    "Ohh iyaa bro, kado kamu manaa?," ucap Sugeng bertanya kepada Iwan dengan melihat keseluruhan badan Iwan


    Iwan mengambil sebuah kado dari kursi belakang dan menunjukkannya kepada Sugeng


    "Kecil gitu broo? kado apaan tuhh? majalah kali? kotak begitu," ucap Sugeng yang tertawa melihat kado dari Iwan untuk Bella


    "Rahasiaa, ntar juga kamu tau sendiri Geng," ucap Iwan tersenyum mendengar ejekan dari Sugeng


    Setelah 30 menitan mengemudi dan bertanya jalan kepada warga sekitar, akhirnya mereka tiba di kawasan kediaman kakeknya Bella. Kawasan tersebut dijaga ketat oleh dua tentara yang mengecek setiap tamu yang akan masuk ke kawasan kediaman kakeknya Bella


    Terlihat beberapa orang yang tidak diperbolehkan masuk, sepertinya banyak orang yang ingin menggunakan kesempatan ini untuk bertemu dengan ayahnya Bella. Entah ingin membuat koneksi maupun mencari investor

__ADS_1


    Tiba giliran Sugeng dan Iwan yang diperiksa oleh tentara yang menjaga tersebut


    "Selamat pagi, nama dan asal?," tanya tentara tersebut kepada Iwan dan Sugeng


    "Sugeng Riyadhi dan Iwannuel Hertanto dari SMA Tunas Harapan, Yogyakarta," ucap Sugeng menjawab pertanyaan penjaga tersebut


    Penjaga tersebut kemudian melihat kedalam daftar tamu yang ia pegang, tetapi tiba tiba seseorang dari belakang membisikkan sesuatu kepadanya. Penjaga tersebut mengangguk dan berkata.


    "Maaf, tapi tidak ada nama tersebut di daftar tamu, silahkan kalian pergi!," ucap tentara tersebut dengan tegas dan tidak membukakan gerbang


    Mendengar hal tersebut, Iwan mengernyitkan dahinya dan ingin berkata sesuatu kepada tentara tersebut, tetapi Sugeng sudah mendahului nya


    "Oii bro tentara!! yang bener dong, nama kita pasti ada di situ! coba cek lagi!," teriak Sugeng kepada tentara penjaga tersebut


    Tentara tersebut memasang muka garang nya karena di teriaki oleh Sugeng, Iwan dan Sugeng hanya mengemudikan mobil sejuta umat yang harganya paling hanya 200 jutaan rupiah. Menandakan mereka bukanlah dari keluarga berada. Sedangkan ia mendapatkan perintah dari asisten Theo Wijaya untuk menghalau kedua orang di depannya ini untuk masuk ke dalam,


    Siapa Theo Wijaya? Tentu saja, calon tunangan dari Bella, cucu mantan Jendral nya dan keponakan dari jendral yang sekarang! setiap orang di kediaman kakek Bella tahu bahwa orang tua Bella mempunyai hubungan yang baik dengan keluarga Wijaya, dan kabarnya Bella dan Theo akan di jodohkan


    Iwan dan Sugeng kemudian berbalik arah dan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari gerbang masuk kawasan kediaman kakek Bella. Mereka turun dari mobil dan Sugeng mulai ngocah ngoceh sendiri.


    "Sialan! brengsek! Masa kita nggak boleh masuk broo! pasti ada yang nggak beres nih!," ucap Sugeng menendang ban mobil sewaan mereka sambil maki maki tentara tersebut


    "Tenang bro, aku yakin nama kita ada kok di daftar tamu, nggak mungkin kalo Bella lupa. Pasti ada orang yang sabotase kita biar nggak bisa masuk ke dalem," ucap Iwan menggelengkan kepalanya menenangkan Sugeng


    "Cuiihh! bikin emosi aja tuh tukang jaga gerbang! bentar bro, aku telfon Sari dulu," ucap Sugeng kemudian mengeluarkan smartphone nya dan menelfon Sari


    Namun panggilan tersebut tidak di jawab, kemungkinan besar bahwa Sari masih sibuk mempersiapkan dirinya untuk acara ulang tahun tersebut.


    "Gimana bro? Sari nggak jawab telfon dari aku lagi. Kalo kita telat ntar yang ada nggak bisa masuk sama sekali," ucap Sugeng setelah menelfon kali beberapa kali tapi tidak ada jawaban sama sekali

__ADS_1


    Iwan pun melakukan hal yang sama dan menghubungi Bella, tetapi panggilannya pun tidak dijawab


    Saat Iwan dan Sugeng sedang panik menghubungi Bella dan Sari, terdengar suara wanita dari belakang mereka


    "Iwan? Sugeng?," reflek Iwan dan Sugeng pun menoleh ke arah suara secara bersamaan dan melihat seseorang yang mereka kenali. ia adalah putri keluarga Sneijer, teman sekolah mereka.


    "Rosee!!??," teriak Sugeng dan Iwan secara bersamaan


    "Kalian ngapain nggak masuk dan masih nunggu disini?," tanya Rose kepada Iwan dan Sugeng


    "Eh, ini Rose. Kami nggak dibolehin masuk sama penjaga gerbang itu," ucap Iwan menceritakan kembali tentang kejadian yang baru saja mereka alami


    "Hmm, yaudah kalian ikut aja di mobil aku. Mobil kalian tinggalin aja disini, nanti kalian berdua sembunyi di kursi belakang mobilku," ucap Rose menawarkan mereka untuk ikut dengannya


    Tanpa pilihan lain, Iwan dan Sugeng pun setuju dengan tawaran Rose dan ikut dengannya. Iwan dan Sugeng mengambil kado di dalam mobil sewaan mereka dan tak lupa untuk mengunci mobil tersebut


    Kemudian, mereka berdua memasuki mobil sedan milik Rose, Aston Martin warna Silver yang berharga 2 miliaran Rupiah belom lagi bea masuk dan pajak importnya. Ini menunjukkan betapa kaya keluarga Sneijer yang memiliki bisnis di seluruh Indonesia tidak hanya di Jogja


    Mereka bertiga masuk ke wilayah kediaman kakeknya Bella dengan lancara. Karena Rose adalah putri dari seorang CEO Sneijer Corporation, ia langsung di persilahkan masuk tanpa di periksa oleh penjaga.


    Iwan dan Sugeng menghela nafas lega, kemudian keluar dari persembunyian mereka dan duduk di kursi, kediaman kakek Bella sangat luas, untuk menuju rumah utama dari pintu gerbang harus menempuh 1 kilometer.


    "Thanks yaa Rose, kita nggak bakalan tau harus gimana kalo nggak ada kamu yang nolongin buat masuk," ucap Iwan berterima kasih kepada Rose


    "Iyaa sama sama, kalian berdua aja?," tanya Rose kepada Iwan dan Sugeng


    "Iyaa nih, kamu sendirian aja Rose?," tanya Iwan balik


    "Papa sama mama ku dateng belakanga nanti, yang dateng pagi ini cuma anak seumuran kita aja. Lagian ulang tahun buat keluarga kaya cuma buat ngumpul ngebahas tentang bisnis," ucap Rose menjawab pertanyaan Iwan dengan nada jengkel

__ADS_1


    Sepertinya Rose kesal dengan tradisi perayaan ulang tahun yang tidak lagi murni untuk merayakan bertambahnya umur seseorang, Iwan mengerti dengan hal tersebut. Karena orang sibuk seperti ayahnya Bella dan Rose tidak dapat dijumpai setiap hari, bahkan oleh keluarganya sendiri sekalipun.


[Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like ya!]


__ADS_2