Jenius Wan

Jenius Wan
Kabar mengejutkan


__ADS_3

    Sepasang anak muda sedang bergenggaman tangan di salah satu mall di Jakarta. Mereka adalah Sari dan Sugeng


    "Laper nggak Sar?," tanya Sugeng kepada Sari


    "Iyaa nih lumayan, tapi aku mau ke toilet dulu yaa, tadi di dalem soalnya kebelet tapi nggak enak karena kita duduk di tengah barisan," ucap Sari menjawab pertanyaan Sugeng.


    Sugeng yang mendengarnya pun hanya menganggukkan kepalanya dan mereka berdua kemudian menuju ke arah toilet. Sugeng menunggu di depan lorong yang menuju ke toilet dan membuka smartphone nya. ia menghidupkan kembali nada dering dari smartphone tersebut, karena di dalam bioskop ia tidak ingin mengganggu para penonton film lain nya.


    Setelah menunggu beberapa saat, Sari keluar dari toilet tersebut dan mereka berdua berjalan mencari restoran yang ada di dalam mall tersebut


    "Lumayan juga film nya tadi yaa. Emang ada bagian yang nggak terlalu lucu, tapi udah lumayan lah untuk ukuran film Indonesia mah," ucap Sari kepada Sugeng saat mereka keluar dari wilayah bioskop


    "Hemm iyaa Sar, kalo mau nonton film komedi Indonesia yang bagusan, besok waktu film nya Iwan udah kelar, nanti aku kasih tiket premium untuk penayangan awal," ucap Sugeng berjanji kepada Sari


    "Yaang bener? Thanks yaa Geng. Eh iyaa kamu ngomong kalo film nya bagus, emang gimana plot nya?," tanya Sari yang penasaran


    Sugeng agak sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan Sari, karena Iwan dan para kru film tidak mengizinkan nya untuk melihat naskah film tersebut sedikitpun. ia hanya tau sedikit saja itu pun hanya dari beberapa kru film yang sedang membahas film tersebut


    Namun Sugeng tetap harus menjawab pertanyaan dari Sari. ia sedikit berbohong agar tidak membuat Sari badmood


    "Emm.. Kata Iwan nggak boleh di bocorin sedikitpun ceritanya sebelum film di tayangin," ucap Sugeng sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal


    "Bohoong, aku tahu pasti Iwan nggak ngizinin kamu liat naskah film nya kan?," ucap Sari sambil melirikkan mata nya dengan tajam tanpa menoleh ke arah Sugeng


    "Eh ehh, kok kamu bisa tau?," ucap Sugeng reflek karena terkejut mendengar ucapan Sari


    "Yaa iyalah, kamu itu kalo ngebohong pasti ketauan banget, gampang ketebak," ucap Sari tersenyum mengatakan hal tersebut


    Salah satu alasan Sari mau dekat dengan Sugeng adalah karena Sugeng orang nya simpel dan tidak pandai untuk berbohong, karena bagi nya kejujuran adalah yang paling utama di segala kondisi


    "Ehh, emangnya ketauan dari mana Sar?," kasih tau dongg," tanya Sugeng


    "RA HA SI AA !," ucap Sari dengan mengeja persuku kata dan kemudian tertawa

__ADS_1


    Melihat Sari yang tertawa dan tidak lagi menanyakan perihal film membuat Sugeng sedikit lega dan merasa ini kesempatan untuk mengalihkan pembicaraan.


    "Kita mau makan apa nih Sar?," tanya Sugeng


    "Terserah kamu aja Geng, aku bingung banyak banget tempat makan disini," jawab Sari sekena nya saja


    "Mau bakso aja nggak Sar?," tanya Sugeng sambil menunjuk restoran bakso yang ada di dalam mall tersebut


    "Mbung ahhh, kalo mau beli bakso mending yang langganan pinggir jalan, ada stiker papmiso nya (Paguyuban Pedagang Mie Ayam Bakso), itu udah pasti enak. Kalo di tempat begini rasanya suka nggak jelas," ucap Sari menggelengkan kepalanya dengan cepat seperti tidak ingin mengulangi kesalah untuk kedua kali nya karena memakan bakso yang kurang enak


    "Kalo makanan khas Thailand gimana, enak tuh kuah kuah?," tanya Sugeng lagi menunjuk salah satu sudut mall tersebut, disana ada restoran Thailand


    "Nggak mauu, lagi nggak mau makan yang kuah kuah. Kesitu aja yuk, kita makan sushi. Udah lama nggak makan itu," ucap Sari kemudian berjalan ke arah restoran yang ia tunjuk. Sugeng yang mendengar nya hanya tertawa kecil saja


    "Hmmm? Kenapa kamu ketawa ketawa? Emang nya ada yang lucu yaahh?," tanya Sari


    "Hahaha, nggak papa Sar hahaha," Sugeng tidak bisa menahan ketawa nya, dia tidak berani mengungkapkan apa isi hatinya yang diam diam berkata 'dasar betina, bilangnya terserah, ditawarin apa apa nggak mau, eh ujung nya malah dia yang mutusin sendiri makan apaan, hadehh, untung sayang'


    Setelah sampai di restoran Jepang yang Sari inginkan, mereka duduk dan ingin memesan beberapa menu. Tetapi karena restoran tersebut baru saja di buka beberapa hari yang lalu. Mereka mengadakan promo all you can eat selama 1 jam dengan biaya Rp200.000,- per orang nya.


    Mendengar hal tersebut, Sugeng yang seorang pecinta kuliner tanpa banyak basa basi langsung membayar Rp400.000,- untuk mereka berdua dan mulai menumpuk beberapa sushi yang akan ia makan ke meja. Melihat Sugeng yang membawa sushi cukup banyak di piringnya, Sari tidak jadi mengambil sushi, ia berencana untuk mengambil yang ada di piring nya Sugeng saja. Mereka berdua duduk dan mulai menyantap sushi yang mereka Sugeng ambil


    "Ehh Geng, kamu yang serius yaa jadi asisten nya Iwan untuk ngawasin proses shooting film. Aku tahu Iwan bakal termotivasi dan bakal sibuk ngeliat persaingan di pesta ulang tahun tadi pagi," ucap Sari menasehati Sugeng


    "Iyaa Sar, paling nggak aku bisa bantu ngeringanin beban nya Iwan untuk mengawasi proses shooting film. Iwan udah bilang kalo aku nggak perlu untuk campur tangan dalam proses di perfilman nya, dia cuma nyuruh aku buat ngawasin kalo ada yang nggak sesuai secara keamanan nya. Dan juga dia minta aku buat ngawasin kru atau aktor yang ngebuat masalah. Takutnya, ada penyusup dari perusahaan pesaing," ucap Sugeng secara detail apa yang di instruksikan Iwan kepada diri nya


    "Hmm bagus deh, hitung hitung kamu belajar memegang tanggung jawab, semoga film nya lancar. Aku yakin kalian bisa kok," ucap Sari sembari tersenyum dan melanjutkan makan nya


    Ketika Sugeng dan Sari sedang asyik mengobrol santai, smartphone Sugeng berdering, ia mengelap tangan nya dengan tissue dan menjawab panggilan tersebut


    "Haloo pak? Ada apaa?," ucap Sugeng yang menjawab panggilan dari bapaknya


    "Geng, kamu lagi dimana sekarang?," tanya bapak nya Sugeng di ujung telfon dengan nada sedikit panik

__ADS_1


    "Aku ada di mall pak sama Sari, ada apa pak?,"  tanya Sugeng dengan nada datar


    "Kamu cepet pulang nak, temen mu kemungkinan kecelakaan. Tadi ada polisi yang dateng ke komplek villa kita dan mengabarkan ada kecelakaan ke arah villa kita," ucap bapak nya Sugeng menjelaskan dengan nada sedikit terburu buru


    Mendengar hal tersebut, Sugeng secara spontan berdiri dan berkata.


    "Apaa pak?! Seriusan!? itu yakin beneran pak?!," tanya Sugeng dengan nada meninggi yang sebelumnya datar saja


    "Tadi beberapa mobil polisi datang dan menunjukkan identitas mereka, menunjukkan polisi itu bukan penipu yang memeras uang. Polisi itu bilang kalo kecelakaan nya itu ada mobil jatuh ke jurang dan mobilnya terbakar. Ciri ciri mobil itu sama dengan mobil yang kalian sewa waktu itu. Tapi belom jelas keadaan temen kamu gimana, polisi sedang berusaha menarik mobilnya ke jalanan. Bapak nggak bisa ngasih tau secara jelas nya, lebih baik kamu cepet pulang dan cek sendiri. Bapak juga belum ngehubungin keluarga nya Iwan karena bapak belum tau jelas itu beneran temen mu atau bukan," ucap bapak nya Sugeng di telfon kemudian memutuskan panggilan tersebut setelah menjelaskan


    Sugeng terduduk dan menaruh smartphone nya dengan tangan lemas. ia tidak percaya dengan berita tersebut dan kemudian menghubungi Iwan lewat smartphone nya.


    *tuuutt* *tuuutt *tuuuuuutt*


    "Maaf, nomor yang ada tuju sedang berada di luar jangkauan. Silahkan.....," malah mbak mbak operator yang menjawab


    Sugeng langsung mematikan panggilan tersebut dan berkali kali mencoba lagi menghubungi Iwan tetapi hasilnya sama saja, nihil.


    Sari yang merasakan kegelisahan Sugeng, ia merasa ada yang tidak beres dan kemudian bertanya kepada Sugeng


    "Sugeng? Ada apa Geng? kok kamu kayak orang kebingungan gitu?," tanya Sari sembari menaruh sumpit nya


    "Iwan Sarr. Bapak ku tadi nelfon ngasih tau kalo Iwan kecelakaan," ucap Sugeng berkata kepada Sari dengan suara serak.


    Mendengar hal tersebut, Sari terkejut dan melebarkan mata nya


    "Serius kamu Geng!? terus gimana keadaan Iwan sekarang?," tanya Sari


    "Mereka baru mau evakuasi mobil yang jatuh dari jurang... Ah iyaah! aku harus pergi ke lokasi kecelakaan sekarang! Sorry yaa Sar, kamu pulang ke tempat nya Bella dan jangan kasih tau Bella dulu yah sebelum dipastiin kalo Iwan yang kecelakaan atau bukan, nanti aku kabarin. Byee aku pergi dulu!," ucap Sugeng berpamitan kepada Sari dan langsung berdiri


    Sari hanya menganggukkan kepala dan menyuruh Sugeng untuk berhati hati dijalan kemudian meyakinkan Sugeng bahwa Sari tidak akan bercerita apapun kepada Bella sebelum kondisi Iwan dipastikan.


[Terimakasih sudah membaca! like yak]

__ADS_1


__ADS_2