Jenius Wan

Jenius Wan
Izin


__ADS_3

    Sugeng mengaduk - aduk es jeruk terlarut dalam fikirannya, Sugeng tidak berbicara sama sekali dengan Iwan selama beberapa menit, lalu dia menghentikan adukan es nya dan melihat ke arah Iwan.


    "Wann, kamu yakin mau buka usaha nanti setelah lulus?," tanya Sugeng.


    "Yakin aku Geng, aku juga udah mikirin mateng - mateng dan ngerencanainnya mulai dari sekarang, makanya ini aku mau manfaatin peluang bunga Tulip langka, hasil penjualannya nanti rencanaku itu buat modal awal Geng," jelas Iwan.


    "Emm... Aku sebenarnya khawatir Wan, kalo kamu buka usaha terus nantinya gagal, akan kehilangan semangat, soalnya dulu aku pas SMP pernah buka usaha kuliner bareng temen - temen, sebenernya ibu dan bapak ku ngelarang itu karena harus fokus belajar aja dulu katanya, tapi aku dan temen - temen tetep ngeyel buat buka usaha itu tanpa rencana yang matang. Alhasil baru saja usaha kulinernya berjalan 3 bulan eh malah gagal. Dan nih yah aku sampe di ceramahin sama bapak ku pagi siang sore malem gara - gara hal itu, katanya buka usaha nggak cuma butuh kemauan dan modal saja, tapi juga perlu keahlian untuk membaca peluang - peluang yang ada. Aku kena mental dah dari kejadian itu," ucap Sugeng menceritakan pengalaman pahitnya yang dulu pernah gagal dalam membuka bisnis kuliner.


    Iwan yang mendengar cerita temannya pun merasa bersyukur memiliki teman seperti Sugeng yang senantiasa mengingatkan satu sama lain agar tidak terjerumus ke lubang yang sama. Walaupun Sugeng ini kelihatannya konyol, tapi sebenernya dia bisa diandalkan di satu kondisi tertentu, apalagi Sugeng juga mendapatkan pengalaman secara langsung berwirausaha dari bapak nya.


    "Makasih Geng, udah mau ngingetin aku, tapi aku bakalan tetep mau buka usaha nanti setelah lulus. Atau begini aja deh, kalo emang kamu masih kurang yakin, mending kamu nanti liat dulu potensi bisnis yang aku jalanin. Kalo emang potensinya udah keliatan bagus, baru kamu join, gimana?," ucap Iwan yang tetep menawarkan pada Sugeng.


    Karena bagi Iwan hanya Sugeng temennya yang dapat ia percaya sepenuhnya saat ini, jadi mau gimana pun caranya ia harus bisa mengajak Sugeng agar bisa menjadi partner nya dalam menjalani bisnis.


    "Oke Wan, aku tunggu saat - saat itu," ucap Sugeng sembari sedikit tertawa melihat temennya yang sangat lucu ketika bicara topik serius seperti ini.


    Iwan dan Sugeng pun menyantap makanan yang telah dipesannya, sesekali bercanda ria, mengobrol ngalor - ngidul, dari pembahasan sekolah hingga masalah asmara.


---


    Beberapa hari telah Iwan lalui dengan lancar, di sekolah pun dia makin terkenal karena kejeniusannya itu, para guru pun terkadang menunjuk Iwan untuk menjelaskan kepada temannya yang tidak mengerti pelajaran tersebut.


    Iwan dan Bella pun tidak pernah absen dalam kegiatannya belajar bareng sehabis pulang sekolah, mereka terlihat semakin akrab satu sama lain, bahkan terkadang jam istirahat mereka makan bardua di satu meja.


    Pada hari jum'at Iwan izin ke wali kelasnya untuk tidak mengikuti pelajaran karena ingin membuat SIM A. Wali kelas nya pun mengizinkan Iwan menimbang peningkatan performa Iwan selama di kelas.


---

__ADS_1


    Tak terasa sudah hari minggu, hari Iwan dan Bella janjian untuk jalan bareng telah tiba. Iwan bangkit dari tempat tidur, melakukan rutinitas pagi seperti biasanya.


    Berkat konsistensi rutinitas pagi yang ia jalani, hasilnya pun mulai terlihat. Badannya terlihat lebih berisi dan stamina nya sudah lebih baik lagi, ia tidak mudah lelah dalam melakukan aktivitas yang berat.


    "Pagiii, yahh, maahh," sapa Iwan pada kedua orang tua nya di meja makan.


    "Sarapan dulu kamu Wan, capek kan habis olahraga tadi, nih mamah buat nasi uduk dapet resep dari temen arisan mamah yang orang betawi," ucap mamah Iwan.


    Sedangkan ayahnya Iwan seperti biasa, dia tidak ingin terlihat begitu peduli dengan anaknya karena takut akan menjadi anak yang manja. ia hanya menganggukkan kepala tanpa menatap Iwan, matanya masih terfokus membaca koran.


    "Mah, aku hari ini pinjem mobil yaahh," ucap Iwan meminta izin kepada mamahnya sembari mengambil nasi uduk yang sudah ada diatas meja.


    "Ehhh.. emangnya kamu udah bisa nyetir Wann? mau kemana emangnya?," tanya mamah Iwan penasaran.


    "Cuma mau ke mall aja kok mah sama temen, nggak jauh - jauh," jawab Iwan.


    "Kamu udah punya SIM emangnya?," tanya ayah Iwan yang menyelesaikan bacaan korannya.


    "Wan, mamah denger dari mamah nya Bella kamu jadi pinter yah di kelas, emang iyah?," tanya mamah Iwan.


    "huehehe, iya maah, kan aku sekarang udah mulai serius belajarnya," jawab Iwan sebelum memulai makan nya.


    "katanya juga kamu juga udah punya pacar yah Wann, orang mana tuh? cantik nggak?," tanya mamah Iwan dengan rasa penasaran.


    "Bukan pacar mah, cuma temenan aja," jawab Iwan singkat karena mulutnya sedang mengunyah.


    "Jangan pacaran dulu kamu Wan kalo masih sekolah, belajar aja dulu yang fokus, nanti kalo sudah punya penghasilan sendiri silahkan pacaran," ceramah ayah Iwan

__ADS_1


    "Kamu bawa Honda Accord yang ada di garasi yaaa, itu mobil emang rencananya buat kamu setelah nanti lulus sekolah, makanya jarang dipake, ambil STNK nya di pak Anto," ucap mamah Iwan.


    Setelah mendapat izin dari kedua orang tuanya, Iwan kembali ke kamar untuk bersiap - siap dan merapihkan penampilannya. Ia mengenakan sepatu converse all star putih, mengenakan jam tangan mewah hadiah ulang tahunnya, setelan yang ia pakai hanya kaos putih dengan celana jeans hitam. Ia sudah terlihat tampan dan percaya diri.


    Kemudian ia berjalan menuju garasi, orang tuanya mempunya 4 mobil, ada Toyota Camry yang sering digunakan ayah Iwan, Toyota Fortuner yang digunakan sang ayah jika berpergian jauh, ada Suzuki Swift yang menjadi favorit mamah Iwan karena bentuknya yang minimalis, terakhir ada Honda Accord yang nantinya akan menjadi milik Iwan.


    Iwan mengelus body mobil Honda Accord berwarna hitam itu dengan perasaan penuh nostalgia, sebab mobil ini menjadi saksi hidup Iwan dan keluarganya ketika di kehidupan sebelumnya terpuruk hingga harus merelekan menjual mobil tersebut.


    Terlihat pak Anto sang sopir pribadi ayahnya sedang mengelap mobil Toyota Camry, kemudian Iwan menghampirinya untuk meminta STNK mobil Honda Accord lalu kembali ke mobilnya.


    Pertama yang ia lakukan adalah memanaskan mesin mobil tersebut, karena sudah lama tidak dipakai jadinya mobil ini berdebu maka yang ditujunya sekarang oleh Iwan adalah tempat pencucian mobil.


    Menunggu mobilnya yang sedang di cuci, ia membuka handphone nya dan menelpon Bella.


    "Halo, Wann?," ucap Bella setelah telponnya tersambung.


    "Halo Bell, sebentar lagi aku jemput yaa, kamu mau aku jemput dimana?," tanya Iwan.


    "Kamu jemput di pertigaan dekat rumah aku aja yaa, di jalan kaliurang. Nanti kalo udah di pertigaan kabarin aku aja," ucap Bella.


    "Oke, sebentar lagi aku otw nih. see you~"


    "See you~,"


    Iwan tidak kaget Bella meminta dirinya untuk dijemput di pertigaan dekat rumahnya, di kehidupan sebelumnya ia mengetahui bahwa Bella ini dari keluarga keturunan militer dan pebisnis. Kakek Bella dulunya adalah seorang jendral, mempunyai 3 anak. anak pertama yaitu paman tertuanya Bella yang meneruskan karir dunia militer sang kakek, anak kedua yaitu ayah dari Bella yang menjadi pebisnis handal di berbagai bidang, tambang, energi, perbankan dan properti, perusahaan ayah Bella ini termasuk jajaran perusahaan top di Asia. Seiring perkembangan zaman, ayahnya Bella ingin melebarkan sayapnya ke bidang teknologi, informasi dan entertaiment, namun saat itu investasinya gagal. Sedangkan untuk anak ketiga kakeknya Bella, hanya keluarga terdekatnya saja yang mengetahui identitasnya.


    ia mendapatkan informasi ini dari Sari ketika acara reuni di kehidupan sebelumnya, dari informasi ini juga Iwan semakin memantapkan dirinya untuk tidak mengejar Bella lagi, sebab saat itu keluarganya telah jatuh, ia semakin merasa tidak pantas.

__ADS_1


    Mobil Iwan telah dicuci dan sekarang sudah bersih mengkilap, segera ia meluncur ke lokasi penjemputan Bella.


Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya ya.


__ADS_2