Jenius Wan

Jenius Wan
Viral


__ADS_3

    Sesampainya mereka di Candi Batu Roko, mereka berjalan ke tempat yang pas untuk melihat sunset secara berdampingan, mereka tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya terhanyut dalam suasana romantis tersebut. Mereka tiba di sisi barat Candi Batu Roko, sisi yang cocok untuk menyaksikan sunset.


    Hanyut dalam suasana romantis, Iwan mengulurkan tangan meraih tangan Bella, tangan mereka saling mengunci rapat. Langit berubah jingga kemerahan, mereka berdua saling melirik satu sama lain tanpa berbicara apa - apa kemudian saling tersenyum lebar, seolah mengerti apa yang diucapkan dalam hati satu sama lainnya.


    Langit pun sudah mulai menggelap, Iwan pun mengantar Bella ke pertigaan tempat yang sama ketika ia menjemput Bella tadi.


    "Makasih yaa Wan, hari ini aku seneng banget bisa jalan sama kamu, ini pertama kalinya aku jalan sama cowok cuma berduaan," ucap Bella sembari tersenyum lebar.


    "Iya Bell, ada juga yang seharusnya yang berterimakasih itu aku Bell, Makasih udah mau aku ajak jalan, aku juga seneng banget kamu mau jalan sama aku," balas Iwan dengan nada tulus.


    "Iya sama - sama, eh iya Wan, aku belum punya kontak BBM kamu yaa, nih pin BBM ku, kamu add yaaa," ucap Bella sembari menyulurkan HP yang menampilkan informasi kontaknya dirinya sendiri.


    "Oke Bell, udah aku add yaaa, hati - hati kamu jalan kerumahnya," ucap Iwan setelah menambahkan kontak Bella kedalam kontak BBM nya.


    "Iyaa Waann.. Bye... Kabarin yaa kalo udah sampe rumah," ucap Bella keluar dari mobil sembari melambaikan tangannya ke arah Iwan.


    Setelah Iwan melihat dan memastikan Bella jalan hingga memasuki gerbang rumahnya dengan aman, ia kemudian jalan tancap gas kembali kerumahnya.


    Di angkringan tempat dia menunggu Bella pagi tadi, terlihat seseorang mengenakan pakaian serba hitam dan topi, melihat Bella yang turun dari mobil sembari melambaikan tangannya, pria tersebut kemudian menelpon seseorang.


    Tidak lama pria tersebut menelpon seseorang, HP nya menerima email, jika Iwan melihat isi email tersebut pasti Iwan akan terkaget, karena email tersebut berisikan informasi keluarga Iwan secara lengkap, dari generasi Iwan, orang tuanya hingga sampai ke nenek moyangnya.


---


    Iwan tiba dirumahnya jam 7 malam, ia kemudian memarkirkan mobil kesayangannya di garasi. Iwan kemudian masuk ke dalam rumahnya, terlihat ayah dan mamah nya sedang makan malam di ruang makan, mamah Iwan melihat anaknya pulang dengan tersenyum lebar pun menjadi ikut bahagia juga.


    "Anak mamah yang ganteng, abis nge-date yaa? sama siapa tuuh? sana mandi ganti baju terus makan," canda mamah Iwan kepada anaknya.

__ADS_1


    "Ahh mamah apa sih ngeledek aja, yaudah aku mau ke kamar dulu," ucap Iwan sembari menaiki tangga menuju kamarnya.


    setelah sampai kamar ia membuka sepatunya dan mengeluarkan handphone nya, Iwan kemudian membuka Blackberry Massanger nya, mencari kontak Bella untuk mengirimkan pesan.


    Iwan : Bell, aku udah sampai rumah yaa baru saja nih


    Bella : Sippp, yasudah mandi sana


    Iwan : Iyaa ini juga mau mandi


    Tak kunjung mendapat balasan lebih lanjut, Iwan pun bergegas mandi kemudian turun lagi ke bawah untuk makan malam, suasana harmonis terasa di meja makan tersebut. Ia sungguh merindukan keharmonisan seperti ini, sebab di kehidupan sebelumnya ia sudah lama tidak merasakannya.


    Setelah membersihkan meja makan, Iwan kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Setelah selesai tugasnya waktu menunjukkan jam 9 malam, ia pun mengambil HP nya, terlihat notifikasi pesan dari Bella yang belum ia baca.


    Bella : Wann, jangan lupaa ya kerjain tugasnya, siapin juga atribut upacaranya dari sekarang


    Bella : Good.... anak baikk, aku tidur dulu yaaa, Goodnight :)


    Iwan : Bye, Night Bell


    Meskipun Iwan sangat ingin berpacaran dengan Bella, ia sangat sadar ia tidak boleh terburu - buru tentang hal ini. Jika Iwan salah langkah sedikit saja, sudah pasti akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, belakangan ini memang Iwan sering menggombali Bella, tetapi ia tahu untuk menjadi pacar Bella, yang pertama harus ia hadapi adalah orang tua dan kakeknya Bella, keluarga Bella tidak ingin Bella berpacaran dengan seseorang yang tidak pantas bersanding dengan mereka.


    Dengan alasan itu pula, Iwan dan Bella tidak ada yang menanyakan dan mencoba memberi penjelasan tentang hubungan mereka, setidaknya sampai Iwan membuktikan dirinya pantas untuk Bella kepada orang tua dan kakeknya Bella, baru lah ia akan memberanikan diri menjadikan Bella sebagai pacarnya.


    Setelah merapihkan tas dan Iwan pun bergegas untuk tidur menuju alam mimpi.


---

__ADS_1


    3 minggu berlalu dengan cepat, Ujian tengah semester semakin dekat, dan di hari ini pula seharusnya Iwan mendengar berita tentang bunga Tulip jenis langka laku seharga Rp40.000.000,- berita ini ditayangkan di TV, bahkan merambah ke media social, sehingga bunga Tulip menjadi viral, dan mulai diburu, mulai saat ini lah harganya akan terus melonjak terus.


---


    Keesokan harinya di sekolah, Iwan dan Sugeng sedang mengobrol di meja mereka saat jam istirahat,


    "Waaann.. Semalem bapak ku bilang ada yang nyari bunga Tulip yang cantik, mau di beli 500 rebu katanya! gilaa bro! apa yang lu omongin bener! Kapan nih kita jual bunga punya kita?," tanya Sugeng bertubi - tubi saking bersemangat.


    "Sabar - sabar Geng, ini masih permulaan, ibaratmah kalo olahraga masih pemanasan... Nanti kita jual kalo harganya udah sampe 1 juta," jawab Iwan dengan percaya diri.


    "Gilaa!! Serius kamu Waan, bisa nyentuh sampe harga 1 juta?," tanya Sugeng dengan muka konyolnya.


    "Seriusan Geng, mendingan buat sekarang kita fokus dulu Ujian Tengah Semester, nanti setelah ujian baru kita jual bunga Tulip kita," ucap Iwan dengan santainya sembari menyenderkan badannya di kursi mencoba merilekskan pikirannya.


    Bisa dibilang Iwan juga sedikit khawatir jika bunga Tulip nya tidak akan terus menerus naik seperti yang terjadi di kehidupan sebelumnya, ia hanya bisa bertaruh. Setidaknya dengan harga saat ini sudah 5x lipat ia dapatkan.


    "oke - oke broooo, aku percaya sama kamu," jawab Sugeng.


---


    Iwan melewati Ujian Tengah Semester dengan lancar jaya, sedangkan Sugeng, ia mendapat kendala di beberapa mata pelajaran akan tetapi setidaknya Sugeng bisa menjawab 70% keseluruhan soal tersebut berkat Iwan memberikannya kursus privat.


    Hasil ujian pun telah keluar, Iwan dan Bella mendapatkan nilai yang sama - sama sempurna, mereka pun di juluki King and Queen of Genius sebab mereka mencetak sejarah baru yaitu ada 2 orang di posisi pertama di seluruh kelas 3.


    Reaksi Iwan dan Bella ketika mendengar julukan tersebut hanya tersenyum bahagia saja, kedua orang tua Iwan pun sangat senang dan bangga kepada Iwan karena sudah berubah menjadi jauh lebih baik. Bahkan ayahnya sampai merayakan hal ini di sebuah restoran mengundang seluruh keluarga besarnya.


    Ayah dan mamah Iwan membanggakan anaknya di depan keluarga besarnya, hal ini membuat tante dan pamannya Iwan menceramahi sepupu - sepupu Iwan untuk menteladani perubahan Iwan ini. Iwan sendiri tidak begitu bangga bahkan ia menjadi malu, karena tubuhnya saja yang masih remaja sebenarnya jiwa nya telah dewasa.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya yaaa..


__ADS_2