
Iwan melihat seseorang yang di kenalnya, orang itu adalah wanita yang bekerja sebagai karyawan toko di tempat ia membeli bunga Tulip jenis langka, Asri Garden. Wanita itu terlihat murung ketika sedang keluar dari sebuah ruangan yang sepertinya ruangan pemilik restoran.
Bella yang melihat Iwan tidak fokus pada obrolan mereka lagi, secara otomatis langsung melihat ke arah pandangan Iwan.
"emmm.. itu siapa Wan? kamu kenal?," tanya Bella.
"Ohh.. Iya Bell aku kenal sama dia, aku mau kesana dulu, boleh nggak? ada hal penting yang harus aku bicarakan sama dia," ucap Iwan dengan kikuk karena ketauan tidak fokus pada obrolan mereka.
"iya boleh Wan silahkan, selesaikan urusan kamu dulu aja Wan gapapa kok, aku tunggu disini," jawab Bella, dalam hatinya bertanya - tanya 'itu siapa ya? apa mantan pacarnya Iwan?' tidak mau terlalu berfikir aneh - aneh, Bella pun mengalihkan fokusnya kembali menyantap hidangan empek - empeknya.
Iwan yang sudah mendapatkan izin dari Bella pun menghampiri wanita tersebut. "Ehh sebentar mbak, masih ingat saya? kebetulan ketemu disini, bisa saya minta waktunya sebentar?," ucap Iwan pada wanita itu.
"hmm... bapak yang kemarin membeli banyak bunga Tulip jenis langka di Asri Garden kan? iyaa saya inget. Ada perlu apa ya pak dengan saya?," tanya wanita itu yang sedikit waspada pada Iwan, ia masih ingat Iwan merayu nya saat itu, apabila Iwan ingin pdkt dengannya, ia akan langsung menolak dan pergi.
"tenang mbak tenang, saya cuma ada perlu saja kok dengan mbaknya. Kita ngobrol di meja saya aja yaa, gaenak masa ngobrol disini sambil berdiri," ucap Iwan menunjuk ke arah meja nya dengan Bella karena melihat kewaspadaan wanita tersebut, juga sebenarnya dia tidak enak meninggalkan Bella terlalu lama.
Wanita tersebut langsung mengikuti meja yang ditunjuk oleh Iwan, ia terkejut sebab di meja tersebut di duduki juga oleh wanita yang sangat cantik dan elegan. Melihat itu ia mengendurkan kewaspadaannya dan sekarang ia malah merasa malu karena sudah berfikir Iwan mendekatinya untuk pdkt. Kalau dibandingkan dengan wanita yang duduk di meja tersebut, ia masih kalah jauh.
"mmm... oke saya punya waktu untuk mengobrol," jawab wanita tersebut pada Iwan
Mereka berdua pun jalan menuju ke arah meja yang sedang ditempati Bella seorang diri
__ADS_1
Iwan masih mengingat wanita karyawan toko tersebut karena meninggalkan kesan positif. Wanita ini memiliki kemampuan berhitung yang luar biasa, dan yang paling penting gaya bicara dan kesopanannya. Sebenarnya ia sedang memikirkan untuk merekrut orang ke dalam perusahaan yang akan Iwan dirikan nanti.
Bella terkejut sebab Iwan membawa wanita tersebut duduk ke meja yang ia tempati, tetapi dalam hatinya pun menjadi lega, karena jika Iwan memiliki kenangan dengan wanita itu, tidak mungkin Iwan bawa ke meja yang ia tempati. Lagi pula setelah di lihat dengan seksama, wanita itu terlihat lebih tua, kecuali Iwan simpanan tante - tante. Itu juga tidak mungkin, kondisi keuangan keluarga Iwan diatas rata - rata banyak orang untuk apa Iwan menjadi simpanan tante.
"Kenalkan saya Iwannuel Hertanto, mbak bisa panggil saya Iwan, kalo boleh tahu namanya mbak?," ucap Iwan memperkenalkan diri menjulurkan tangannya.
"Saya Amanda Kuswara, panggil aja Manda, kalo boleh tahu, bapak ingin membicarakan apa dengan saya?," jawab Manda menjabat tangan Iwan.
"Saya berencana mendirikan perusahaan saya sendiri dalam waktu dekat ini, dan kebetulan saya ingin merekrut orang - orang saya sendiri untuk di awalnya, saya ingin menawarkan kepada mbak nya untuk bergabung sebagai manager finance merangkap hrd juga," ucap Iwan tanpa basa - basi.
"Hmmm.. Begini pak, untuk sekarang memang saya tidak sedang bekerja karena telah resign. Saya akan memikirkan dulu tawaran bapak, nanti akan saya kabari lagi," jawab Manda setelah mempertimbangkan beberapa hal.
Iwan sangat memahami maksud perkataan Manda itu sebenarnya penolakan secara halus, ia juga menyadari dirinya sekarang hanyalah remaja kemaren sore, pasti tidak ada yang menganggap serius omongannya.
Manda sedikit terkejut melihat kartu nama yang terlihat mewah itu dan nama yang tertera di kartu tersebut. ia tidak menyangka Iwan adalah anak tunggal CEO Hertanto Grup yang memiliki kekayaan 50 miliar, ia tidak meyangka karena kesan pertama yang di dapati di Asri Garden dari penampilan sederhananya juga membeli banyak bunga sangat jauh dari anak seorang CEO.
Melihat kartu nama tersebut, ia mengevaluasi lagi tawaran yang diberikan Iwan. Sebelumnya, ia tidak terlalu menganggap serius tawaran Iwan tersebut, ia mengira Iwan hanya ingin pamer saja di depan Bella yang kemungkinan adalah pacarnya Iwan.
"Baik pak Iwan, saya akan memikirkan tawaran bapak dengan serius, jika nanti sudah ada keputusannya akan saya hubungi, saya permisi dulu," Manda berpamitan sembari menganggukkan kepalanya sedikit, kemudian pergi.
"Wan, kamu mau mulai usaha?," tanya Bella setelah Manda tidak lagi terlihat.
__ADS_1
"Ho'oh, aku udah lama ngerencanain mau buka usaha sendiri," jawab Iwan dengan serius, ia tidak ingin dinilai hanya sekedar ingin pamer.
"Disuruh sama ayah kamu Wan?," tanya Bella.
"Nggak kok, ini inisiatif aku sendiri aja," jawab Iwan sembari menyantap empek - empek nya.
"hmm modalnya sendiri atau gimana? kenapa gitu kok buka usaha sendiri, emangnya nggak mau nerusin bisnis keluarga kamu saja?," tanya Bella mencoba mencari bahan obrolan dengan Iwan, merasa bosan karena ia sudah menghabiskan makanannya.
"yah modal sendiri, nggak gede kok modalnya. Biar bisa buktiin aja ke seseorang bahwa aku bisa menafkahi dia nanti kalo udah berkeluarga," jawab Iwan sembari tertawa.
"cieeee... Siapa tuuh? anak sekolah kali?," tanya Bella sedikit berharap dalam hatinya.
"iyaa anak sekolah, yang pas aku tanya kaki nya sakit atau nggak, jawabnya nggak kenapa - kenapa," jawab Iwan
"Kakinya nggak kenapa - kenapa?," respon Bella dengan bingung, setelah berpikir beberapa saat ia sadar bahwa yang dimaksud Iwan adalah dirinya sendiri, ketika Iwan mengajaknya jalan dengan menggunakan sedikit trik yang ntah Iwan dapat darimana.
"iiihh gombal kamuu," teriak Bella dengan wajah merona sembari mencubit lengan Iwan.
---
Iwan dan Bella mengobrol panjang hingga waktu menunjukkan hampir jam 2 siang, kemudian mereka pun beranjak pergi menuju ke gedung bioskop untuk menonton film yang telah mereka pesan sebelumnya, sebelum memasuki bioskop mereka masing - masing membeli popcorn dan minuman bersoda untuk cemilan saat nanti menonton film.
__ADS_1
Setelah film tersebut selesai, mereka berdua melanjutkan perjalan menuju Candi Batu Roko, tempat yang direncanakan Iwan untuk melihat sunset bersama Bella.
Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya ya.