Jenius Wan

Jenius Wan
Jenius


__ADS_3

    Bella yang berada di samping Iwan melihatnya masih tetap melamun juga langsung menusukkan pulpennya ke Iwan dengan pelan.


    "Ssshh.. Wan.. Wan," bisik Bella sepelan mungkin.


    "emm? kenapa Bell? jawab Iwan menoleh ke arah Bella tersadar dari lamunannya


    "itu..." ucap Bella sembari memberikan isyarat menunjuk ke arah Mr. Udin


    Iwan pun mengikuti arah yang ditunjuk Bella, dia melihat Mr. Udin dengan raut wajah yang masam, bisikan - bisikan pun banyak terdengar di kelas.


    "gila kali sih Iwan, guru killer malah ngelamun dia," bisik murid a


    "emang sih dia nyebelin, tapi kasihan aku ngeliatnya, bisa apa nggak itu dia ngejawab pertanyaan Mr. Udin," bisik murid b merasa simpati.


    "kira - kira dia bakal dikasih hukuman apa yah pas nggak bisa jawab pertanyaan Mr. Udin?," tanya murid c


    "paling juga seperti biasa, disuruh ngarang cerita bebas pakai bahasa inggris," jawab murid d


    "aiihh, nggak usah ngomongin ngarang cerita bebas, minggu lalu aku kena hukuman itu, ngerjain dari pulang sekolah sampai tengah malam, selama beberapa hari begitu baru bisa selesai," ucap murid c merinding mengingatnya.


    "Sekali lagi saya ulang, kamu bisa nggak jelasin apa yang saya bahas barusan wan?," tanya Mr. Udin dengan nada sedikit meninggi.


    "Boleh saya tanya materi apa yang dibahas tadi Mr?," tanya Iwan tanpa gugup sedikitpun dengan guru killer tersebut.

__ADS_1


    "Another vs the other," jawab Mr. Udin.


    "Mr, boleh saya jelasin di depan dan pinjam papan tulis?," tanya Iwan


    "Ooh... Silahkan," ucap Mr. Udin


    "Yeess Mr..." sahut Iwan dengan percaya diri berjalan ke depan kelas, kemudian dia berdeham agar tidak serak ketika menjelaskan nanti.


    "Ehem... ehem... Another mempunyai arti yaitu satu lagi dari sekelompok barang serupa, satu sebagai tambahan untuk sesuatu barang yang telah terlebih dahulu disebutkan. Another merupakan suatu kombinasi dari article an + other, ditulis dalam satu kata, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah.. 'yang lain'.


    Another sebagai adjective selalu diikuti oleh kata benda tunggal (singular noun), tidak pernah oleh kata benda jamak (plural noun). Kesalahan yang sering dijumpai adalah banyak yang masih menggunakan kata another people. Hal ini tidak boleh terjadi sebab people itu merupakan plural noun.


    Selain itu another juga digunakan sebagai kata ganti (pronoun) yang kehadirannya berdiri sendiri (tanpa ada kata benda yang mendampinginya). Another sebagai pronoun digunakan untuk menghindari pengulangan kata benda yang tidak diperlukan dalam kalimat.


    Sementara itu the other juga memiliki arti yang sama dengan another, yaitu berarti „yang lain‟, namun dalam penggunaanya berbeda dengan another. The other merupakan sesuatu yang lain, yang terakhir di dalam satu kelompok tertentu, satu-satunya yang tersisa dari sejumlah tertentu dari barang serupa atau sama jenisnya.


    Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa another and the other dapat digunakan sebagai kata sifat (adjective) di depan kata benda (noun). Another and the other juga dapat digunakan sendiri (berdiri sendiri) sebagai kata ganti (pronoun).


    Berikut saya berikan contoh dalam kalimat yang biasa digunakan, 1) There is a large bowl of apples on the table. Paul is going to eat one apple. If he is still hungry after that, he can eat another apple. There are many apples to choose from. 2) There two apples on the table. Paul is going to eat one of them. Sara is going to eat the other apple." Iwan menjelaskan dari awal hingga memberikan contoh mudahnya.


    Seluruh orang yang ada di kelas tersebut, tercengang kaget dengan penjelasan Iwan, sebab ekspetasi mereka sudah tentu Iwan yang pemalas dan suka bolos main warnet, tidak akan bisa menjelaskan. Mereka masih mewajarkan jika yang dijelaskan Iwan hanya sekedar definisinya saja, sedangkan saat ini Iwan menjelaskan secara mendalam, tentunya para teman di kelas Iwan melongo.


    Bahkan Mr. Udin mengernyitkan keningnya terheran, sebab yang ia jelaskan tentang materi tersebut hanya dasar - dasarnya saja, dan yang dijelaskan Iwan ini sudah seperti materi yang ada di bangku perkuliahan. Mr. Udin sedikit kecewa sebab kehilangan mangsanya untuk dihukum, tapi sebagai guru tidak menutupi dirinya pun merasa senang ternyata ada murid jenius di kelas ini. ia pun tersenyum meski samar - samar

__ADS_1


    "ekkhmm.." Mr. Udin berdeham menetralkan keheranannya.


    "Yang lain boleh mencatat apa yang sudah di jelaskan Iwan di papan tulis, tulisan sisi kiri wajib kalian tulis, sedangkan untuk sisi kanan papan tulis itu bonus materi, terserah kalian mau dicatat atau tidak, soalnya yang keluar dalam ujian hanya materi di sisi kiri papan tulis, untuk Iwan boleh kembali ke tempat duduk," ucap Mr. Udin


    Pada jaman ini memang murid - murid mencatat setiap penjelasan guru nya di papan tulis, tidak seperti dimasa HP android merajalela, kebanyakan murid paling hanya memfoto papan tulis yang entah dibaca atau tidak.


    "sshhh.. sialan si Iwan, tadi kan tulisan Mr. Udin nggak terlalu banyak, ini tulisan Iwan bisa banyak gini hadeehh," bisik murid c yang memang benci sekali dengan menulis banyak - banyak.


    "si Iwan ternyata pinter juga yah dia, padahal suka main warnet tuh bocah, apa aku juga harus main warnet dulu biar pinter kayak dia," bisik murid d


    "oohh.. aku bahkan melihat Mr. Udin tersenyum tadi, langka sekali bahkan terakhir aku ngeliat dia tersenyum tuh pas perayaan hari guru lalu," bisik murid b yang tadi melihat senyuman Mr. Udin meski samar - samar.


    'Ooohh ** mann.. si Iwan kesambet apaan nih,' teriak Sugeng dalam hati hanya menunjukkan ekspresi keterkejutannya saja. Sebab mana berani dia teriak beneran kencang - kencang.


    Iwan pun berjalan ke tempat duduk ia melihat raut wajah Bella yang masih tidak menyangka, 'lumayan nih dapet kesempatan' ucap Iwan dalam hati.


    "emmm... Wan, kamu pinter itu, kok bisa kemarin pas kenaikan kelas dapat ranking di bawah?," bisik Bella yang juga keheranan.


    "eehh.. Iya Bell, kemarin pas ujian aku lagi sakit, jadi nggak bisa konsentrasi ngerjain soal, sebenarnya aku jenius," ucap Iwan mencari alibi sembari menaik - naikkan alisnya dengan sombong.


    "Kita bisa belajar bareng nggak nanti sepulang sekolah? soalnya ada materi minggu lalu yang nggak aku ngerti nih Wan," tanya Bella pada Iwan.


    "Sebenernya nanti sepulang sekolah udah ada rencana, tapi siapa juga yang bisa nolak permintaan wanita cantik kayak kamu, gapapa deh rencana ku ditunda dulu," jawab Iwan menggoda dengan sedikit tertawa. Hitung saja sebagai pembalasan tadi dia dibuat kikuk oleh Bella sebelum upacara.

__ADS_1


    "iihh Iwann.. apaan sih," ucap Bella sembari mencubit pelan lengan Iwan kepalanya pun menunduk, untuk menutupi wajahnya yang malu mendengar godaan Iwan.


Terimakasih sudah membaca!! Jangan lupa like nya!


__ADS_2