Jenius Wan

Jenius Wan
Pelelangan (2)


__ADS_3

    Iwan mendengarkan penjelasan dari Bella dengan seksama, dan kembali bertanya.


    "Keluarga top 3 itu keluarga kamu, keluarga Rose, terus satu lagi keluarga siapa?." tanya Iwan.


    "Keluarga top 3 itu ada keluargaku, keluarga Rose, dan keluarga Keraton. Kalo keluarga Keraton sepertinya aku tidak perlu menjelaskan lagi lah yaa, kamu juga pasti sudah tau dari jaman dulu Yogyakarta dikuasai oleh keluarga Hamengkubuwono. Pengaruh mereka sudah jelas sangat kuat hingga sekarang bahkan lebih kuat jika dibandingkan keluarga Sneijer. Kalo keluargaku kamu udah tau kan, ayahku pebisnis top 3 di Asia sedangkan pamanku melanjutkan karir militer kakek, tidak ada yang berkecimpung di ranah politik, jadi pengaruh keluarga kami di Jogja tidak terlalu gede dibanding 2 keluarga lainnya yang sudah mengakar lama di Jogja. Untuk Keluarga Sneijer mereka punya pengaruh kuat di dunia politik dan di dunia bisnis mereka berfokus pada sektor ekspor impor, perkebunan dan pertanian. Tapi jika diluar Jogja keluargaku sudah jelas lebih berpengaruh dibandingkan 2 keluarga itu, karena bisnis kami dimana - mana dan dalam dunia, militer kakek ku sudah banyak melatih tentara yang sekarang berpangkat tinggi," jelas Bella pada Iwan membanggakan keluarganya.


    Iwan yang mendengarnya meresponnya dengan menganggukan kepalanya


    "Paham - paham, makasih penjelasannya Bell, eh aku denger kabar katanya ayah kamu pengen melebarkan bisnis ke sektor informasi dan teknologi yaa?." tanya Iwan


    "Emm... kayaknya udah jadi rahasia umum yaa, ayahku memang ingin meluaskan bisnis ke sektor informasi dan teknologi, terutama berfokus pada perkembangan internet sekarang, tetapi medan persaingan bisnis dunia internet ini luas sekali, saking luasnya itu sangat sulit memprediksi, berbeda dibandingkan bisnis offline yang medan persaingannya kentara di permukaan. Ayahku udah beberapa kali gagal dan dia sekarang fokus ke bisnis yang dia kuasai saja," ucap Bella


---


    Percakapan mereka pun terjeda karena harus berfokus ke arah panggung mendegarkan sambutan Rose.


    "... Selamat datang di pelelangan tanaman hias dan bunga Indonesia tahun 2010, terima kasih bapak bupati, dan bapak/ ibu perwakilan dari Pemerintahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga perwakilan dari Dinas Pertanian dan Holtikultura, serta rekan media dan hadirin yang berpartisipasi dalam acara lelang hari ini. Tujuan pelelangan hari ini bukan semata memamerkan kekayaan ataupun membuat sensasi, tetapi untuk menunjukkan seberapa besarnya cinta kita terhadap tanaman maupun bunga....,"


    Setelah 15 menit, Rose pun selesai menyampaikan sambutan pembuka, Iwan menepuk tangannya sembari mengobrol dengan Bella, kemudian Rose turun dari panggung dan berjalan menuju meja yang ditempati Iwan dan Bella untuk menyapa.


    "Heyy Bell, hey Wan, ternyata dateng bareng toh," sapa Rose pada Iwan dan Bella.


    "Heyy sisstt.. Iya nih, Iwan semalem ngabarin aku katanya dia nitip bunga buat di lelang hari ini," jawab Bella menunjuk ke arah Iwan.


    "Iyaa.. Nanti kamu bisa liat di akhir acara, menurutku, bunga Tulip yang dibawa Iwan kemarin sangat bagus, meskipun nggak sebagus yang di lelang di Jakarta seharga Rp40.000.000,- tapi menurut estimasiku setidaknya bisa laku hingga harga Rp5.000.000,-" jelas Rose pada Bella.

__ADS_1


    Iwan yang berada disamping, hanya mendengarkan percakapan mereka saja, sesekali merespon dan bercanda, obrolan mereka pun terlihat sangat akrab dan asik. Iwan memperhatikan Bella dan Rose dari samping. Walaupun ia tahu Bella dan Rose murid paling cantik di sekolah, tapi melihatnya duduk berdampingan seperti ini, seolah menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di ballroom.


---


    "Hadirin sekalian, sudah tiba saatnya di acara utama hari ini, pelelangan tanaman hias dan bunga terbaik di Indonesia! Mari kita sambut tanaman pertama yang akan di lelang hari ini, Cymbidium Hartinahiahium. Tanaman anggrek langka satu ini sudah jarang ditemukan di Indonesia, mari kita buka dengan harga Rp500.000,- tiap penawaran kelipatan Rp50.000,-" ucap pembawa acara.


    "Rp550.000,-"


    "Rp600.000,-"


    "Rp850.000,-"


    "Yaaa, bapak nomor 50 menawar seharga Rp850.000,- ada lagi? Rp850.000 pertama... Rp850.000,- kedua... Rp850.000 ketiga... Yaahh!! terjual kepada bapak nomor 50 seharga Rp850.000,- silahkan nanti menyelesaikan transaksi setelah acara selesai," ucap pembawa acara kemudian melanjutkan pelelangan.


---


    "Ladies and gantleman, ini dia yang kita tunggu tunggu, tanaman hias yang paling utama dalam acara lelang hari ini! tanaman ini baru diterima kemarin dan para ahli sudah memberikan penilaian tinggi pada tanaman ini," ucap pembawa acara dengan nada misterius


    Para hadirin yang ada di ballroom inipun mulai berbisik dengan heran, sebab tanaman yang terakhir ini tidak ada didalam booklet yang tersebar sebelumnya, mereka penasaran dengan bunga ini yang tiba - tiba di tampilkan di ujung acara.


    "Para hadirin sekalian pasti penasaran kan!! tanpa panjang lebar lagi, kita sambut tanaman terakhir yang dilelang hari ini, Tulipa Kaufmanniana atau biasa kita sebut bunga Tulip!!," ucap pembawa acara dengan meriah


    Seluruh orang yang ada di ballroom pun seketika bersemangat dan mata nya bersinar, sebab mereka tau bunga Tulip belakangan ini sangat sulit didapatkan. Apalagi setelah dibawa oleh petugas ke atas panggung, warnanya sangat cerah sekali dan terlihat cantik.


    "Para hadirin sekalian bisa lihat sendiri, kualitas, warna dan vitalitas bunga Tulip ini sudah diatas rata - rata! Mari kita buka dengan harga Rp2.500.000,- dan setiap penawaran minimal kelipatan Rp100.000,-" lanjut pembawa acara ketika bunga Tulip sudah ditampilkan diatas panggung memamerkan keindahannya yang sempurna.

__ADS_1


    "Rp2.600.000,-"


    "Rp2.700.000,-"


    "Rp2.800.000,-"


    "..."


    Para tamu peserta lelang dengan sengit menawar bunga tersebut, harga bunga Tulip milik Iwan tersebut naik hingga Rp4.500.000,- barulah banyak tamu yang menyerah ketika melihat bunga Tulip ini sudah mencapai angka Rp4.700.000,-


    Iwan yang mendengar proses lelang pun hanya tersenyum puas dengan harga itu. Namun dari arah sampingnya, Iwan mendengar suara pria.


    "Rp5.000.000,-! para hadirin sekalian mohon izinkan saya membawa pulang bunga Tulip ini sebagai hadiah untuk nenek saya yang akan berulang tahun," ucap pria itu sembari berdiri dengan tangan di taruh di dadanya dan melihat sekeliling untuk meninggalkan kesan sopan.


    Kemudian para tamu undangan berbisik, tapi tidak ada yang melanjutkan penawaran.


    "Itu siapa?," tanya Iwan


    "Itu Martin, anak IPS, keluarganya berkecimpung di dunia politik. Anak anggota DPR, tapi pengaruh keluarganya tidak terlalu kuat," jelas Bella pada Iwan yang melihat pria di meja samping. Sedangkan Rose hanya menganggukan kepala menyetujui omongan Bella


    "Yaaa.. hadirin bapak nomor 5 menawar Rp5.000.000,- ada lagi hadirin yang ingin menawar? Rp5.000.000,- pertama... Rp5.000.000,- ke....," belum selesai pembawa acara mengetukkan palu, terdengar suara dari meja disudut ruangan.


    "Rp6.000.000,-! aku nggak peduli dengan ulang tahun nenekmu!, pacarku suka dengan bunga ini setelah dia liat bunga Tulip ini viral di Jakarta," teriak seorang pria yang sedang merangkul seorang wanita disampingnya, ia memakai kacamata


    "Ada lagi yang berani nawar lebih tinggi(?)," ucap Iwan terheran - heran

__ADS_1


    "Itu Fadlur, dia juga anak IPS tapi nggak sekelas sama Martin. Keluarganya pun sama berkecimpung di dunia politik, bisa dibilang keluarga Martin rival dari keluarganya Fadlur dalam dunia politik. Dia juga terkenal playboy suka gonta ganti cewek," jelas Bella dengan nada jijik karena tidak suka dengan tipe pria yang seperti ini, hanya bisa menghambur - hamburkan uang orang tuanya.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa likenya


__ADS_2