Jenius Wan

Jenius Wan
Perencanaan


__ADS_3

    "Fadlurr... Awas kamu yaa!! Rp7.000.000,-" teriak Martin


    "Rp8.000.000,-!! Apa kau awas - awas?!! balas Fadlur dengan suara lebih kencang.


    "Rp9.000.000,-! emangnya kamu bawa uang banyak? nggak percaya aku," geram Martin menahan amarah,


    "Rp12.000.000,- cihhh.. ada juga kamu nggak punya uang kali!!," ejek Fadlur memprovokasi Martin


    "Rp15.000.000,-" teriak Martin yang membuat Fadlur diam seketika sebab uangnya sekarang hanya Rp12.500.000,-


    Fadlur yang merasa terpojok tidak kehabisan akal untuk mengejek balik Martin.


    "Bhahaha... beli bunga doang sampe 15 juta! diluar juga banyak yang lebih murah kali, ngapain beli mahal - mahal," ejek Fadlur.


    "Yaa.. bapak nomor 5 menawar sebesar Rp15.000.000,- apa ada lagi yang mau menawar? Rp15.000.000,- pertama... Rp15.000.000 kedua... Rp15.000.000,- ketiga.. Yaahh!! terjual kepada bapak nomor 5 dengan harga Rp15.000.000,-! silahkan menyelesaikan transaksi setelah ini. Demikian acara pelelangan hari ini telah selesai. Saya sebagai pembawa acara undur diri, mohon dinikmati hidangan dan performa penyanyi yang akan menghibur para hadirin setelah ini," ucap pembawa acara menutup pelelangan hari ini.


    Martin kemudian duduk kembali dengan wajah masam, meskipun dia memenangkan lelang dengan Fadlur tadi, akan tetapi kerugiannya mencapai 3 kali lipat dari harga awal, ia kesal dengan musuh bebuyatannya itu. Jika saja bukan karena neneknya yang menyukai bunga cantik, ia tidak akan mau membuang uang sebanyak ini untuk bunga.


---


    Iwan, Bella dan Rose sama sekali tidak menyangka jika proses lelang bunga Tulip milik Iwan sampai pada titik ini. Terutama Rose, dia hanya menaksir bunga tersebut sekitar Rp5.000.000,- malah bisa laku dengan harga Rp15.000.000,-


    "Selamat ya Waann.. aku sama sekali nggak nyangka bunga mu bisa sampai 3x lipat harganya," ucap Rose sembari menggelengkan kepalanya terheran.


    "huehehe... Rejeki cowok tampan ini namanya, aku sendiri padahal sudah berpuas diri dengan harga 5 juta, eh tapi ada 2 manusia itu berantem di tempat lelang. Ini jelas menguntungkan aku," ucap Iwan sambil tertawa puas.


    "Sebentar aku hitung dulu yaa Waan, 2 bunga yang aku beli kemarin Rp3.000.000,- dan untuk yang hari ini laku Rp15.000.000,- dipotong fee 15% untuk penyelenggara jadinya Rp12.750.000,- jadi kalo di total aku transfer kamu Rp15.750.000,- yaah Wann," ucap Rose pada Iwan.

__ADS_1


    "Makasih ya Rosee, udah mau bantu aku lelang bunga Tulip milik ku," ucap Iwan


    "nggak papa kok Waann. Lagian kan kami juga dapet untung dari potongan fee 15%, sekaligus membantu promosi toko juga sebab bunga Tulip memang lagi langka sekarang," jelas Rose dengan tersenyum


    Iwan dan Bella kemudian berpamitan kepada Rose dan keluar dari ballroom, mereka turun ke parkiran mobil untuk pergi dari Hotel Mangkubumi.


    "Bell, kamu mau langsung pulang atau jalan dulu?," ucap Iwan memberikan pilihan pada Bella.


    "Langsung pulang aja yaa Wan, aku capek soalnya, sorry yaaa next time aja kita jalan nya," jawab Bella dengan senyuman.


    "Emmm.. Oke aku anter kamu pulang yaa..," ucap Iwan sembari menyalakan mobilnya dan mulai jalan.


    Iwan kemudian menyetir mobilnya keluar dari parkiran, ia mengemudikan dengan santai sebab ingin menikmati waktu berdua dengan Bella lebih lama, mereka berdua pun mengobrol tanpa henti di perjalanan hingga tak terasa sudah mau sampai di pertigaan dekat rumah Bella. Bella pun turun dari mobil dan berpamitan dengan Iwan, Iwan sendiri langsung pulang kerumah tanpa mampir kemana - mana lagi.


---


    "Waan, gimana pelelangannya? ketemu siapa aja tadi disana?," tanya mamah Iwan pada anaknya,


    "Lancar maah... tadi ketemu banyak anak - anak orang kaya, ada juga CEO CEO muda," jawab Iwan asal


    "Hemm.. bagus - bagus kamu harus banyak bergaul dengan mereka Wan. Walaupun kita nggak sekaya mereka, tapi paling nggak kita sudah termasuk top 50 di Jogja," ucap ayah Iwan.


    "Iyaa yaahh.. Ohh iya tadi aku nggak beli apa - apa disana, jadi nanti uangnya aku balikin," ucap Iwan pada kedua orang tuanya.


    "Udah nggak papa kamu pegang aja, itung - itung ongkos karena udah mau gantiin ayah kamu, yaudah sana ganti baju, jangan lupa makan," perintah mamah Iwan.


    "Iyaa mah, yaah, yaudah aku naik dulu yaa," ucap Iwan

__ADS_1


    Iwan kemudain naik ke lantai dua menuju kamarnya, mengganti baju dengan setelan santai, karena diserang panasnya siang hari, Iwan pun menyalakan Air Conditioner agar menyesuaikan suhu yang ada di kamarnya.


    Kemudian Iwan duduk di meja belajarnya dan mulai membuat perencanaan untuk membuka usaha, ia menarik secarik kertas dan mulai menulis.


    "Di ATM-ku ada sekitar Rp1.350.000,- sisa uang bulananku, tadi pagi mamah transfer Rp2.000.000,- untuk ikut acara lelang, Rp27.000.000,- dari hasil penjualan bunga Tulip tahap pertama karena Rp3.000.000,- sudah aku transfer ke Sugeng. Terakhir tadi Rp15.750.000,- hasil penjualan bunga Tulip di pelelangan dan 2 bunga Tulip yang dibeli Rose kemarin, jadi sekarang aku punya uang...," gumam Iwan yang terpotong karena mencari handphone nya untuk membuka aplikasi kalkulator, ia menghitung semua pendapatan keseluruhan dari penjualan bunga Tulip yang barusan ia tulis di kertas.


    "Rp46.100.000,- yang aku punya sekarang ada segitu, kalo aku beliin bitcoin semuanya, bakal dapet berapa yaa...," gumam Iwan yang masih berdialog dengan dirinya sendiri.


    Kemudian dia kembali meraih handphone nya untuk membuka browser dan malakukan pencarian tentang harga bitcoin terbaru. Dengan kesabaran karena lemotnya internet, akhirnya ia mendapatkan juga informasinya, bahwa 1 BTC saat ini seharga $0.06 USD atau sama dengan Rp600,- per BTC.


    "Rp600,- per BTC yaa, jika keseluruhan uangku dibelikan semua bitcoin berarti aku akan dapet...," gumam Iwan yang terpotong karena mengalihkan fokusnya pada kalkulator handphone.


    "sekitar 76.000 BTC, Hmm... Kalo semua uangku dibeliin bitcoin semua kayaknya resikonya tinggi deh, karena uangnya bakal dipendam bertahun - tahun tanpa bisa aku gunakan sedikitpun. Kayaknya aku harus menyusun ulang rencanaku lagi deh," pikir Iwan


    "Pertama untuk investasi jangka panjang seperti bitcoin ini sepertinya harus aku tunda dulu, lebih baik uangnya aku putar lagi membangun usaha yang bisa menghasilkan uang lebih banyak dalam waktu dekat. Kedua, jika sekarang aku mulai investasi bitcoin, sewaktu - waktu aku dalam keadaan terdesak dan butuh uang, tidak dapat di jual semua dengan mudah, aku masih harus mencari pembeli yang ingin membeli bitcoin. Karena untuk saat ini hingga beberapa tahun kedepan belum ada website atau aplikasi jual beli bitcoin online. Sepertinya lebih baik uangnya aku pakai buat usaha aja deh, tapi apa yaa usaha yang ngehasilinn uang banyak dengan cepat," gumam Iwan yang masih bergulat dengan fikirannya.


    Iwan mulai mengingat - ingat semua jenis bisnis yang telah ia lihat di kehidupan sebelumnya, ia mengeliminasi bisnis offline, karena membutuhkan waktu, tenaga, uang yang sangat banyak dalam modalnya ditambah pengembalian modalnya sangat lama.


    Iwan sekarang hanya berfokus pada bisnis online saja, dia pun memikirkan bisnis apa yang sesuai dengan kriteria dirinya saat ini. Larut dalam fikirannya di meja belajar ia pun berjalan menuju jendela mencari suasana baru, tidak sengaja dia melihat burung terbang menabrak tiang listrik, Iwan pun reflek tertawa melihat kejadian itu.


    Ketika Iwan melihat tiang listrik, ia melihat ada beberapa iklan seperti iklan obat 'perkasa' , telat datang bulan hubungi 08123xxxxxxx, butuh badut sulap hubungi 08778xxxxxxx, sedot wc hubungi 08960xxxxxxx, les privat bahasa Inggris native Amerika hubungi 08567xxxxxx.


    Dirinya hanya menggelengkan kepala saja melihat banyaknya iklan di tiang listrik tersebut. Namun ketika dia membaca ulang iklan tersebut, ia menyadari sesuatu.


    Amerika! untuk bisnis online saat ini memang belum terlalu banyak pasarnya di Indonesia, tapi di Amerika atau pasar luar negeri lainnya peluang terbuka sangat lebar. Apalagi di tahun 2010 ini pengguna smartphone di luar negeri lebih banyak berkali - kali lipat dibandingkan di Indonesia.


    Iwan kemudian memutuskan membuat Game Studio! Game smartphone yang akan merajalela beberapa tahun kedepan. Dan di tahun ini waktu yang tepat untuk memulai bisnis ini!!

__ADS_1


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa likenya


__ADS_2