Jenius Wan

Jenius Wan
Mendaftarkan Perusahaan


__ADS_3

    Sari dan Bella kemudian menghentikan candaannya dan saling berpandangan kemudian keduanya sama - sama menggelengkan kepalanya.


    Iwan yang melihatnya hanya menganggukkan kepalanya dan menghela nafas.


    "Huufftt... Ternyata susah juga cari karyawan yang cocok," keluh Iwan.


    "Jangan nyerah Wann.. Semangaatt!! ada yang bisa aku bantuin nggak nih?," ucap Bella sedikit antusias


    "Hemm... kalo gitu aku minta maaf mau merepotkan kamu, bisa minta tolong bantuin cari tau background orang yang aku temuin di KFC tadi nggak? soalnya jaringan informasi keluarga aku kan nggak sebesar punya kamu," ucap Iwan kepada Bella


    "Iyaa, oke aku coba minta tolong ke anak buah papa ku deh," balas Bella langsung mengambil handphone nya untuk menelpon seseorang.


    "Halooo uncle! boleh minta tolong nggak? uncle tau perusahaan yang baru - baru ini nuntut karyawannya dengan kasus membocorkan rahasia perusahaan ke pengadilan? bisa minta tolong carikan informasi lengkap kejadian itu nggak uncle? nggak ada apa apa kok, ini aku cuma bantuan temen aja, okee ya uncle, bilang sama papa nggak ada apa apa, byeee unclee thank youu," ucap Bella yang sedang menelpon seseorang


    "Udah aku telfon, aku minta tolong ke anak buah papa Wan, nanti sore atau malem aku kirim file nya ke kamu yaa," ucap Bella ketika sudah mengakhiri panggilan sembari menengok ke arah Iwan.


    "Thankss yaa Bell, eh btw besok aku minta tolong yaa, izinin aku ke guru soalnya mau daftarin perusahaanku," ucap Iwan sambil membersihkan saung yang banyak sampah makanan


    Mereka kemudian melanjutkan obrolan, dan tidak lama Iwan pun berpamitan kepada Bella dan Sari. Berjalan menuju parkiran untuk pulang ke rumahnya.


---


    Sekarang jam menunjukkan pukul 8 malam, Iwan sedang chatting dengan Bella sembari berbaring di atas kasur. Data lengkap tentang pria muda yang ditemui nya di KFC tadi sudah dikirim oleh Bella

__ADS_1


    Pria tersebut bernama Agung Gunawan, ia berumur 26 tahun dan pernah bekerja sebagai programmer di perusahaan Programming Consultant selama 3 tahun. ia dituntut ke pengadilan oleh perusahaan dengan pasal membocorkan rahasia perusahaan dan keputusan pengadilan adalah Agung diharuskan membayar denda kerugian perusahaan dan harus mengembalikan seluruh data program tersebut kepada perusahaan. Dengan satu - satunya bukti yaitu Agung menggunakan komputer perusahaan saat membuat program anti virus yang akan ia jual itu.


    Agung memiliki orang tua yang sakit - sakitan, dan beberapa hari yang lalu dia menyetujui perceraian dengan istrinya.


    Bisa di katakan hampir keseluruhan yang diceritakan Agung pada Iwan kemarin adalah kebenaran. Iwan hanya mengangguk puas saja setelah membaca informasi tersebut. Berarti Agung jujur dan tidak melebih - lebihkan ceritanya.


    Sekarang yang harus dilakukan Iwan adalah mencari Graphic Desaigner dan mendaftar perusahaan Game Studio nya ke pemerintahan.


    Apabila Iwan tidak mendapatkan kandidat yang cocok untuk seorang graphic desaigner, ia sepertinya tidak perlu ambil pusing, sebab hanya sekelas game sederhana seperti Flappy Bird, kemampuan menggambarnya yang terbatas kayaknya sudah bisa menirukan gambar game tersebut dengan ingatan kehidupan sebelumnya. Meskipun tidak akan mirip 100% sih.


    Iwan kemudian membuka aplikasi catatan pada handphone, dia mengetik apa saja yang harus dia selesaikan besok. ia harus mendaftarkan perusahaan, membeli 2 perangkat komputer dengan high performance, menyewa ruko dan membeli peralatan kantor lainnya yang dibutuhkan.


    Dirinya kemudian menguap dan tidak terasa matanya mulai terpejam


---


    Ketika matahari sudah terlihat agak terik, dia pun kemudian menaiki mobil dan menuju hotel yang telah dia pesan semalam. Sesampainya di hotel dirinya mandi dan bersiap - siap dengan setelan formalnya karena dirinya harus ke instansi pemerintahan untuk mendaftarkan perusahaan.


    Iwan telah mengenakan setelan formal dengan penampilan yang rapih, kemudian dia keluar dari hotel dan menuju bank terdekat untuk menarik uang.


    Sekarang uang 35 juta cash sudah Iwan pegang. Iwan menyetir mobilnya menuju kantor pemerintahan, tetapi sebelum itu dia menuju ke daerah rumahnya untuk melihat apakah ada ruko yang disewakan di sekitaran sana, sebab rumahnya tidak berada di pusat kota, jadi harga sewa per tahunnya tidak akan terlalu mahal. Tapi hasilnya dia tidak melihat satu pun ruko yang disewakan.


    Setelah sampai di instansi pemerintahan, birokrasi disini memang sangatlah lama sekali prosesnya, kecuali untuk orang yang memiliki status dan mampu memberikan uang lebih untuk pelicin. Berhubung Iwan adalah anak tunggal CEO Hertanto Group yang sedang bekerja sama dengan pemerintahan mengerjakan proyek pembangunan kawasan Merapi. ia di sambut ramah oleh kepala bagian, proses pembuatan perusahaannya pun tidak memakan waktu lama. Dengan nama perusahaan Wannabe Corporation, ia berhasil mendaftarkan perusahaannya tanpa menghabiskan banyak uang.

__ADS_1


---


    Keluar dari gedung instansi pemerintahan tersebut, Iwan yang belum makan dari pagi pun kelaparan. ia kembali ke hotel dan menuju restoran, karena waktu menunjukkan pukul setengah 11, maka buffet pagi tadi sudah selesai. Iwan kemudian memesan makanan yang ada di menu, setelah makanannya tiba dia makan dengan lahap.


    Ketika mengunyah makanan dia tiba - tiba teringat janjinya pada Sugeng, Iwan akan mentraktir makan di restoran bintang 5 ketika bunga Tulip mereka sudah terjual, sudah lewat dari selesainya penjualan bunga Tulip sampai sekarang ia belum melaksanakannya.


    Iwan kemudian membuka handphone nya dan mulai chat ke Sugeng isinya permohonan maaf belum menepati janjinya karena dirinya di sibukkan dengan persiapan bisnisnya, tidak lupa dia meminta tolong ke Sugeng untuk diingatkan besok minggu untuk mentraktir.


    Setelah selesai makan Iwan membayar ke kasir dan keluar dari restoran untuk melanjutkan hal - hal yang harus ia selesaikan.


---


    dipinggir jalan Iwan melihat ruko dengan banner bertuliskan 'DISEWAKAN' yang berada di kawasan yang tidak terlalu ramai dan sudah dekat dengan pedesaan. Disebelah ruko tersebut ada warung makan dan ruko lainnya yang masih kosong. ia kemudain mengambil handphone nya dan menelpon kontak yang tertera di banner tersebut.


    "Halooo? terdengar suara ketika telfon tersambung


    "Halooo! benar dengan bapak Jaswanto yang menyewakan ruko nya di jalan narapati?," tanya Iwan


    "Iya mas benar dengan saya, mas nya mau menyewa ruko saya?." tanya pemilik ruko tersebut


    "Iyaa pak, kebetulan saya sudah di depan ruko bapak dan melihat informasi kontak bapak dari banner. Saya mau liat - liat dulu sih nanti kalo cocok baru saya akan sewa ruko bapak," ucap Iwan


    "Oohh okedeh kalo mas nya udah di lokasi, saya kebetulan lagi ada urusan mendadak di luar kota mas, nanti saya hubungi anak saya untuk bertemu mas. Selanjutnya biar anak saya yang handle," jelas pemilik ruko

__ADS_1


    "Baik pak, nanti kasih saja nomer saya ke anak bapak, biar gampang komunikasi kalo anak bapak sudah di lokasi," ucap Iwan


    "Oke mas, nanti akan saya kasih nomer mas nya ke anak saya, yasudah kalo gitu saya tutup ya mas, mau nelpon anak saya habis ini," ucap pemilik ruko kemudian mematikan panggilan tersebut.


__ADS_2