
Kejadian yang tidak mengenakkan yang terjadi sebelumnya tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya casting hari ini. Casting masih terus berlanjut tanpa halangan, hingga sore tiba.
Iwan berdiri dari tempat duduk nya kemudian Iwan pergi ke kamar mandi. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan baginya, karena mengharuskan dirinya terus menerus fokus menilai beberapa perserta casting untuk filmnya.
Di kamar mandi Iwan bertemu dengan Sugeng
"Capek nggak broo?," ucap Sugeng bertanya sembari mencuci tangannya di westafel
"Banget broo.. Mana hari ini nggak terlalu memuaskan para pesertanya," jawab Iwan menggelengkan kepalanya
"Refreshing yok broo, kebetulan deket sini ada cafe yang baru dibuka," ajak Sugeng kepada Iwan untuk nongkrong di salah satu cafe yang dekat dengan vanue casting
"Boleh broo, udah lama juga aku nggak ngopi," jawab Iwan menerima ajakan dari Sugeng sembari mencuci tangannya di westafel sehabis membuang sesuatu dari tubuhnya.
Iwan dan Sugeng kemudian keluar dari kamar mandi dan berpamitan dengan Rara. Iwan sebenarnya ingin mengajak Asisten Amanda untuk ikut pergi ke cafe, tetapi Asisten Amanda terlihat lelah, Iwan pun mengurungkan niatnya dan pergi bersama Sugeng hanya berduaan
Iwan dan Sugeng masuk ke dalam mobil yang Iwan sewa dan mengendarai ke arah kafe yang disebut Sugeng sebelumnya
"Gimana bro, ntar hari minggu mau ngasih kado apa ke Bella?," tanya Sugeng kepada Iwan
"Ada deh, ntar aja kamu liat sendiri," jawab Iwan hanya tersenyum sembari menyetir
"Ahh, sok sok rahasiaan kamuu broo," ucap Sugeng sembari tertawa mendengar jawaban Iwan
"Lha kamu sama Sari mau ngasih apaan?," tanya balik Iwan kepada Sugeng
__ADS_1
"Nggak tau deh aku bro, biarin aja si Sari yang nyari kadonya, urusan beginian mah aku nggak terlalu ngerti," jawab Sugeng sembari menggelengkan kepalanya
Tentu saja Iwan telah memikirkan apa yang akan diberikan kepada Bella. Karena Bella sangat ingin seseorang memberikan lagu kepadanya, ia memutuskan untuk menyanyikan lagu All of Me dari John Legend kepada Bella di hari ulang tahunnya. Lagu All of Me tentu saja lagu romantis yang sangat populer pada tahun 2013, lagu ini hanya butuh waktu singkat untuk menjadi peringkat pertama pada billboard di seluruh dunia selama beberapa minggu.
Karena Iwan pernah les piano saat dirinya masih kecil, ia hanya perlu mengingat nada lagu All of Me yang tidak sulit untuk dimainkan dan berlatih sedikit. Berkat anugrah kekuatan memori Iwan yang luar biasa sejak ia diberikan kesempatan kedua, membuat Iwan dengan mudah mengingat lirik lagu tersebut secara lengkap.
Dirinya tidak berencana untuk menjual lagu tersebut dan mendedikasikan lagu tersebut kepada Bella, dan Iwan akan memberikan skor musik tersebut yang dibingkai pada hari ulang tahun Bella
---
Iwan dan Sugeng sampai di cafe yang mereka tuju, dan mereka memarkirkan mobil sewaan Iwan. Dari luar cafe terlihat nyaman dan luas. Cafe tersebut bernuansakan eropa modern, dengan bangunan yang terbuat dari batu bata merah. Di depan cafe tersebut terdapat beberapa lampu taman dan kursi taman yang sesuai dengan tema eropa, lengkap dengan semak belukar dan dekorasi lainnya.
Banyak anak muda yang sedang berfoto di depan cafe tersebut. Apabila mereka berselfie dengan sudut pandang yang bagus, mereka akan terlihat seperti berfoto di Eropa.
Tema cafe seperti itu akan mulai viral beberapa tahun kedepan, dengan sosial media yang merajalela membuat cafe cafe yang bertemakan luar negeri mendapat perhatian dari para pecinta sosial media
Lantai rooftop ini dibuka untuk umum, tetapi pengunjung kurang tertarik dengan lantai atap yang terlihat simpel. Mereka lebih tertarik dengan interior Eropa pada cafe tersebut untuk berfoto ria.
Iwan dan Sugeng tiba di lantai rooftop dan hanya melihat satu orang yang sedang menikmati kopinya. Mereka duduk tidak jauh dari pria tersebut dan mulai memesan minuman. Pesanan minuman mereka pun datang, Iwan dan Sugeng mulai mengobrol sambil menimati kopi mereka.
Melihat Iwan dan Sugeng, pria tersebut penasaran karena kebanyakan pengunjung memilih untuk duduk di dalam ruangan. ia kemudian menghampiri Iwan dan Sugeng
"Haloo, apa boleh saya duduk disini?," ucap pria tersebut menunjuk kursi kosong yang berada di sebelah Sugeng.
Iwan dan Sugeng saling menatap satu sama lain kemudian Iwan menganggukkan kepalanya kepada pria tersebut.
__ADS_1
"Silahkan mas," ucap Iwan
"Maaf jika mengganggu sebentar, kenalin saya Dani pemilik cafe ini. Saya lihat kalian masih muda kok nggak foto foto kayak yang lainnya di bawah?," tanya pria tersebut dengan rasa penasaran
"Emm.. Saya capek mas hari ini, lagi mau nyari ketenangan sambil nikmatin secangkir kopi, bukan mau ngedengerin dan ngeliatin para abg foto foto," ucap Iwan menggeleng gelengkan kepalanya sembari menyeruput kopi
"hahaha, bener banget. Emang kopi enaknya dinikmati sambil mengobrol santai dengan temen, sayang nggak semua anak muda begitu, jadinya untuk menarik perhatian mereka saya harus mendekor cafe ini seperti di Eropa," ucap pria tersebut sambil tersenyum ke arah Iwan
Iwan setuju dengan pria tersebut. Menurutnya, membuka usaha sesuai passion memanglah perlu, tetapi seseorang tidak perlu memaksakan orang lain untuk menikmati passion tersebut dengan cara yang sama. Contohnhya pria ini, ia telah mengatakan bahwa dirinya suka menikmati kopi sambil ngobrol santai dengan teman temannya, tetapi ia tetap berfikir logis untuk menjalankan usahanya dengan cara membuat gimmick dekorasi Eropa untuk menarik pelanggan. Apabila ia membuat cafe yang digunakan untuk nongkrong dan ngobrol dengan teman, apa bedanya ngopi di cafe tersebut dan ngopi di rumah sendiri(?)
"Saya setuju dengan cara mas ngejalanin bisnis. Emang kita harus mengakomodasi pasar, bukan memaksakan pasar," ucap Iwan kepada pria tersebut
"Kenalin mas, saya Sugeng. Ini teman saya Iwan. Mas siapa yaa? kok saya kayak pernah liat," ucap Sugeng sambil melihat pria tersebut dengan rasa penasaran, pria tersebut terlihat masih muda, berumur sekitaran 26 tahun dan memakai hoodie
"Saya Dani Martadinata, mungkin mas pernah dengar nama saya," ucap Dani sembari membuka hoodie nya dan memperlihatkan mukanya secara penuh. Wajahnya tampan dengan tinggi 179cm, rambut sedikit panjang dan janggut pendek
"Eh! Dani aktor film Cinta tak Kemana mana tahun kemarin yaahh?!," ucap Sugeng terkejut dengan identitas Dani. Pantas saja dirinya seperti mengenal pria ini, rupanya ia adalah aktor film yang lumayan terkenal.
Iwan yang pernah mendengar namanya akhir akhir ini pun terkejut melihat Dani. Iwan yang akan membuat film tentunya mengikuti berita aktor terkini dan Dani Martadinata adalah aktor yang dianggap oleh nitizen sebagai aktor yang hanya memiliki muka tampan tetapi aktingnya sangat buruk.
Iwan sedikit tidak setuju dengan anggapan itu. Memang benar beberapa film yang dibintanginya tidak dapat dikatakan sukses, tetapi bukan berarti Dani tidak bisa akting.
Menurut analisa Iwan, yang membuat nitizen berfikiran Dani tidak bisa akting adalah peran yang ia mainkan hanyalah sebagai pria tampan dan kaya raya. ia tidak pernah mendapatkan peran lain yang dapat menonjolkan aktingnya, maka dari itu para nitizen mancap Dani sebagi aktor yang hanya menjual penampilannya saja tanpa keahlian berakting dan juga, dengan peran antagonis yang terus didapatnya membuat para penonton menjadi benci dengan Dani.
Jika penonton menjadi benci dengan karakter yang diperankan oleh Dani sebagai antagonis, berarti Dani berhasil menangkap inti dari karakter yang diperankannya tersebut.
__ADS_1
Iwan kemudian berfikir, jika Dani mau bermain di filmnya, ia dapat mengubah mindset nitizen terhadap Dani dan dengan Dani sebagai pemeran utama, filmnya akan menjadi sukses. Ini seperti win win solution!
[Terimakasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak like ya]