Jenius Wan

Jenius Wan
Tedi penyelamat


__ADS_3

    Balik lagi pada saat mobil sewaan Iwan jatuh dari jurang, berguling guling dan berhenti dengan posisi terbalik. Iwan saat ini merasakan sakit yang luar biasa pada seluruh tubuhnya. Saat mobil tersebut berguling guling, ia melindungi bagian kepalanya dengan tangannya dan bagian perutnya dengan kakinya.


    Saat mobil tersebut berhenti dan mobil tersebut berada dalam posisi terbalik, Iwan berusaha dengan keras untuk melepas sabuk pengaman dan mencoba untuk membuka pintu mobil. Tetapi, pintu mobil tersebut tidak dapat dibuka dan tetap saja terkunci


    Secara tiba tiba disituasi genting ia teringat dengan video FYP tiktok yang pernah ia tonton di kehidupan sebelumnya. Pada video tersebut dijelaskan bahwa apabila ia tidak dapat membuka pintu mobil disaat kecelakaan, ia harus memecahkan kaca jendela mobil tersebut dengan suatu benda.


    Tanpa pikir panjang lagi, Iwan mengeluarkan smartphone nya dan menggenggamnya dengan erat erat lalu memukulkan smartphone tersebut ke arah kaca mobil berkali kali sampai retak dan akhirnya bisa pecah.


    ia merayap keluar dari mobil yang terbalik tersebut. Iwan kemudian melihat dua buah cahaya senter dari arah atas jurang dan kemudian tahu bahwa dirinya masih tetap di buru oleh orang yang ingin membunuh nya itu.


    Melawan rasa sakit yang amat parah, dengan keinginan bertahan hidup Iwan berusaha dengan keras untuk menyeret kakinya yang terluka dan memegang perutnya yang mengeluarkan banyak darah. Untungnya pada saat itu hari sudah gelap dan banyak semak belukar yang menyamarkan jejak darah Iwan.


    ia melewati beberapa pohon besar dan terus menyeret kaki nya sejauh mungkin hingga ia mendengar suara arus sungai yang lumayan deras. Melihat sungai yang jernih tersebut, Iwan meminum air sungai untuk menghilangkan rasa hausnya. Lalu ia membilas luka pada kaki dan perutnya yang cukup dalam itu.


    Namun, pada saat Iwan membersihkan lukanya, kesadarannya tiba tiba menghilang dan ia terjatuh ke sungai. Karena sebelumnya ia diberikan tenaga oleh rasa keinginan bertahan hidup ia bisa melawan rasa sakit dan lelah.


Saat ini ketika luka nya di basuh oleh air, tubuhnya pun merespon rasa sakit luar biasa. Merasakan sakit yang luar biasa ini membuat Iwan kehabisan stamina, ia tidak sadarkan diri dan terbawa arus sungai


---


    Seorang berumur 40an tahun berbadan kekar sedang berjalan di pinggiran sungai. ia berjalan di malam hari karena ingin mencari udara segar, sekaligus ingin menemui guru nya yang memiliki rumah di pinggiran sungai tersebut.


    Karena jalan yang di penuhi pohon dan bebatuan, tidak ada kendaraan yang bisa lewat kesana. Gurunya ingin hidup tenang dan damai saat masa tua nya, karena itulah sang guru memilih untuk tinggal di tempat seperti ini. Pria yang sedang berjalan di pinggiran sungai itu tidak ingin mengganggu gurunya dengan suara berisik kendaraan yang ia bawa. Maka dari itu ia memarkirkan mobilnya pada minimarket yang cukup jauh dari daerah itu dan ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki


    Di saat pria itu sedang asik berjalan di pinggiran sungai, ia melihat sesuatu yang mengambang ke arahnya. Pria itu penasaran, kemudian mengeluarkan smartphone nya dan menyalakan senter pada HP yang tidak seberapa itu.

__ADS_1


    Betapa terkejutnya dia ketika melihat tubuh manusia yang mengambang ke arahnya. Hal pertama yang ia lakukan adalah memastikan bahwa benar itu adalah tubuh manusia. ia menggulung celana nya dan meraih tubuh tersebut kemudian menyeretnya ke tepian sungai.


    Tubuh tersebut memiliki wajah tampan, namun terdapat dua luka parah di bagian kaki dan perut. Pria itu lalu mencoba memberikan tindakan pertolongan pertama pada tubuh tersebut yang membuat tubuh tersebut bereaksi. Tubuh itu tersedak lalu mengeluarkan banyak air yang masuk ke dalam paru paru nya


    Tetapi, tubuh tersebut masih tak sadarkan diri setelah memuntahkan banyak air. Pria itu mengecek nafas dari tubuh tersebut, dan mendapati bahwa tubuh tersebut masih bernafas walaupun lemah sekali


    Tubuh tersebut adalah Iwan yang tak sadarkan diri dan terbawa arus tak jauh dari lokasi kecelakaan disengaja yang baru saja ia alami. Pria itu mengangkat tubuh Iwan dan berlari ke arah rumah gurunya.


    "Guruu!! aku menemukan orang tak sadarkan diri pas aku lagi mencari angin diluar!," teriak pria tersebut masuk ke dalam rumah dengan tergesa gesa


    "Tedi! sudah ku bilang berkali kali kalo masuk rumah ku itu permisi terlebih dahulu, ini malah teriak teriak!," terdengar suara teriakan dari satu ruangan yang ada di dalam rumah tersebut


    "Sorry, maafkan aku guru, soalnya ini darurat!," ucap pria tersebut


    Tedi membaringkan Iwan pada suatu tempat tidur yang ada pada ruang tamu rumah tersebut. Rumah itu tidak seperti rumah pada umumnya, terdapat beberapa kasur yang ada pada ruang tamu tersebut dan beberapa kotak obat.


    "Kamu ngapain sih?," terdengar suara pintu yang di buka dari sebelah kiri Tedi


    "Ini guruu, orang ini hanyut di sungai dan kebetulan aku lewat," ucap Tedi yang menunjuk Iwan di nafas nya semakin melemah


    "Hemm? kamu tau nggak siapa dia?," tanya sang guru kepada Tedi


    "Nggak tau aku, coba aku cek dulu ada tanda pengenal nggak di saku nya," ucap Tedi kemudian merogoh kantong celana Iwan, ia mendapati sebuah dompet yang berisikan uang, kartu ATM dan tanda pengenal lainnya


    "Ini guruu, namanya Iwannuel Hertanto, tapi aneh nya domisili Jogja, kok bisa yaa nyasar disini?," ucap Tedi yang heran dengan informasi tersebut

__ADS_1


    "Ciihh, begitu aja kamu bingungin. Bisa jadi dia merantau ke Jakarta. Jaman sekarang siapa yang nggak pengen kerja dengan gaji besar di ibu kota? Coba kamu cari lagi tanda pengenal lain nya," ucap sang guru memberikan instruksi kepada Tedi untuk meneruskan pencarian


    Tedi hanya merespon dengan anggukkan kepala dan mencari ke saku celana Iwan yang lain nya. ia merogoh ke setiap saku celana tetapi tidak menemukan apapun selain dompet tersebut. Ketika ia menyerah, ia mendapati bahwa terdapat kartu nama basah yang menempel pada saku celana tersebut


    "Guruu!! Ini ada kartu nama nya. Iwannuel Hertanto, CEO dari Wannabe Game Studio!," ucap Tedi terkaget melihat kartu nama tersebut, sepertinya Tedi mengenal nama Wannabe Game Studio


    "Hemm? Wanne apaan?," tanya sang guru dengan kebingungan


    Tedi sudah terbiasa dengan sang guru yang tidak lagi update dengan keadaan yang ada di dunia luar saat ini


    "Wannabe Game Studio guruu! Studio game ini sedang naik daun, dan membuat Dominoz Game Studio ketar ketir dengan kehadiran nya, bahkan mau mengakuisisi," ucap Tedi menjelaskan tentang Wannabe Game Studio milik Iwan kepada gurunya


    Mendengar nama Dominoz Game Studio membuat wajah sang guru menjadi masam, Tedi teringat bahwa seharusnya ia tidak mengatakan hal yang berhubungan dengan orang 'itu' yang sangat di benci oleh gurunya


    "Hmmm, mengingat orang ini telah membuat kerepotan orang 'itu', maka sebaiknya kita tolong saja dia," ucap sang guru berjalan ke arah kotak obat dan mengeluarkan satu set alat perban beserta jarum jahit.


    ia dengan sigap nya merobek baju dan celana Iwan yang berwarna kemerahan karena darah dan menuangkan alkohol untuk membersihka luka yang ada pada tubuh Iwan. Kemudian ia menjahit luka yang cukup dalam pada bagian kaki dan perutnya dan mengobat luka ringan lainnya pada sekujur tubuh Iwan


    Lalu dengan bantuan Tedi, ia membalut Iwan dengan perban, tak lama kemudian, tubuh Iwan dipenuhi dengan beberapa perban di segala sisi


    "Sebaiknya kau bawa dia ke rumah sakit. Walaupun dia bisa di anggap sekutu kita, tapi kita tetap harus waspada. Lagi pula aku tidak ingin rumahku jadi berisik kalau ia masih ada di sini," ucap gurunya Tedi mengatakan hal tersebut sambil membereskan peralatan jahitnya tanpa menoleh sedikitpun kepada Tedi


    "Okee guru. Guruu, gimana kalo dia mencari tahu tentang kita?," tanya Tedi


    "Biarkan saja dulu, lagipula aku yakin dia tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun. Kita awasi saja dulu dia untuk saat ini dan kita putuskan saat waktunya tepat," ucap sang guru kemudian masuk ke dalam ruangan tempat ia keluar tadi dan menutup pintu ruangan tersebut setelah memberikan arahan kepada Tedi

__ADS_1


[Terimakasih sudah membaca! like yak]


__ADS_2