
Setelah meluapkan emosinya, Dani mengeluarkan telfon internal dan menghubungi karyawan yang ada di cafe miliknya.
"Suruh manajer Ishak keruangan saya," ucap Dani di telfon hanya mengatakan satu kalimat kemudian menutup telfonnya kembali
Tak selang berapa lama, terdengar suara ketukan dari arah pintu, Dani menyuruh orang tersebut untuk masuk, pintu terbuka dan masuk seorang pria paruh baya yang agak gemuk
"Ada arahan apa boss buat saya?," ucap Manajer Ishak sedang menghadap pada Dani sembari menundukkan sedikit kepalanya. Dirinya adalah manajer di cafe tersebut
"Saya minta laporan keuangan cafe untuk 2 bulan terakhir ini dari awal operasional cafe," ucap Dani memerintahkan Manajer Ishak
"Siaapp Boss," sahut Manajer Ishak kemdian keluar untuk mengambil laporan keuangan operasional cafe tersebut
Tak lama kemudian, Manajer Ishak masuk ke dalam ruangan tersebut membawa beberapa amplop yang berisikan laporan keuangan.
"Ini laporan keuangan bulan ini boss, yang ini laporan keuangam bulan kemarin," ucap Manajer Ishak meletakkan 3 buah amplop di atas meja.
Dani melihat kedua amplop tersebut dan mengambilnya tanpa menanyakan amplop ketiga yang diberikan Manajer Ishak. Dani melihat laporan keuangan tersebut dengan muka masam. Dua bulan ini cafenya tidak menghasilkan pendapatan sesuai yang ia harapkan. ia memaklumi karena cafenya baru saja dibuka selama 2 bulan ini dan masih belum banyak dikenal.
Namun istrinya yang mengajukan perceraian membuat Dani pusing 7 keliling. Rumah yang mereka tempati adalah milik istrinya karena sebagian besar dana yang Dani keluarkan untuk membeli perabotan rumah, merayakan pesta pernikahan dan membangun cafe. ia tidak lagi memiliki banyak uang dalam tabungannya.
Setelah membaca kedua laporan keuangan tersebut, Dani melihat amplop ketiga yang dibawa oleh Manajer Ishak
"Emm , ini amplop apaan?," tanya Dani kepada Manajer Ishak
"Anuu, ini amplop dari tamu boss," jawab Manajer Ishak dengan tidak pasti
"Siapa yang ngasih?," tanya Dani sembari menyandarkan punggungnya pada kursi
"Saya juga kurang tau boss, semalem waktu boss pulang, satu pelayan ngasih ini ke saya katanya ada amplop buat boss, di temuin di meja lantai rooftop," jawab Manajer Ishak
__ADS_1
"Panggilin pelayan yang nemuin amplop ini," ucap Dani sembari mengibaskan tangannya agar Manajer Ishak memanggil pelayan tersebut segera.
Manajer Ishak hanya mengangguk kemudian keluar dari ruangan boss nya dan memanggil pelayan yang menemukan amplop tersebut.
Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita memasuki ruangan tersebut bersama Manajer Ishak. Kemudian Manajer Ishak menyuruh pelayan wanita tersebut untuk menceritakan kronologi ketika ia menemukan amplop tersebut.
"Emm boss. Semalem saya jaga di lantai rooftop. Nggak lama setelah boss turun, dua orang yang ngopi sama boss itu juga pulang. Aku nemuin amplop ini di meja mereka, karena ada catatan yang bertuliskan 'To Mr. Dani' takutnya dokumen itu penting makanya saya lapor ke pak manajer," ucap pelayan wanita tersebut menceritakan dengan detail kejadian semalem dengan menundukkan kepalanya.
Mendengar penjelasan tersebut, Dani teringat dengan Iwan semalem yang menawarkan dirinya untuk main di film yang akan dibuat oleh Iwan.
"Yasudah, kalian boleh keluar, lanjutkan lagi pekerjaan kalian." ucap Dani mengibaskan tangannya mengisyaratkan Manajer Ishak dan pelayan wanita tersebut untuk segera keluar.
Dani kemudian mengurut kepalanya dan berfikir, Iwan meninggalkan amplop yang ia kira adalah sesuatu untuk menyogoknya agar ia mau kembali ke dunia layar lebar. Dani mengambil amplop tersebut dan bersiap untuk membuangnya, tetapi ia melihat ada tulisan yang ada di amplop tersebut
Wannabe Pictures
Tentu saja sebagai seorang yang terjun di dunia entertainment ia tahu tentang berita Wannabe Game Studio. Bahkan ia pernah memainkan Flappy Bird untuk berbagi skor tinggi bersama fans nya
Tetapi apakah Wannabe Pictures ada hubungannya dengan Wannabe Game Studio(?) Dani kemudian membuka amplop tersebut dan terkejut melihat isi dari amplopnya.
Isi dari amplop tersebut adalah naskah singkat dari film berjudul 'My Stupid Boss', Dani sadar bahwa ini adalah naskah singkat yang akan dibuat oleh Iwan, dengan penasaran Dani kemudian mulai membaca naskah tersebut.
Awalnya, Dani tidak begitu serius membaca naskah tersebut. Namun beberapa saat kemudian mukanya bertambah serus, ia kemudian tersenyum dan beberapa saat kemudian ia tertawa
Setelah ia selesai membaca naskah tersebut, mukanya terlihat sangat serius seperti sedang menimbang sesuatu, tangannya bergetar memegang naskah tersebut lalu ia berdiri dari kursinya
ia menyadari apa yang Iwan katakan sebelumnya adalah benar! Naskah ini dapat mengubah image nya di industri layar lebar apabila ia memerankan pemeran utama pada film tesebut, dan ini adalah peran yang sangat dibutuhkan oleh Dani saat ini!
Dani membaca ulang naskah film tersebut untuk memastikan pemikirannya. Semakin ia baca naskah tersebut, ia semakin gelisah sendiri. ia harus mendapatkan peran utama pada film ini! karena ia adalah seorang aktor yang terjun lama di dunia entertainment, ia tahu bahwa film tersebut pasti akan sukses!
__ADS_1
Dani salut dengan keberanian Iwan dengen memberikan Dani naskah ini dengan cara seperti itu. Apabila Dani jahat, ia hanya perlu mengetik ulang naskah tersebut dan membuat film nya sendiri. Tetapi Dani bukanlah orang yang seperti itu.
Dani mencari kontak Iwan pada naskah tersebut, tetapi ia tidak menemukannya. Dani memungut kembali amplop dari naskah tersebut di tempat sampah dan menemukan sebuah alamat pada amplop tesebut yang ternyata tidak terlalu jauh dari cafenya
Dani melihat catatan dibawah alamat tersebut yang bertuliskan 'Datang sebelum hari sabtu' dan Dani melihat tanggalan di smartphone nya sekarang adalah hari Jum'at. Dani menghela nafas lega dan bersyukur bahwa dirinya masih sempat untuk menghadiri casting film My Stupid Boss dan untungnya ia menemukan naskah tersebut sebelum hari sabtu
---
Sabtu, Vanue casting My Stupid Boss
Hari ini adalah hari terakhir casting film My Stupid Boss, Iwan dan Rara telah mendapatkan aktor dan aktriss yang cocok untuk memerankan sebagian besar peran dalam film My Stupid Boss. Tetapi, hingga saat ini mereka kurang puas dengan beberapa aktor yang ingin memerankan Bossman
Iwan menghela nafas panjang mengingat Dani yang cocok untuk memerankan Bossman
"Udahlah broo, aku tau, pasti kamu mikirin Dani buat main di film kamu kan?," ucap Sugeng sembari menepuk bahu temannya itu dari belakang
"Hmm? Dani? Dani siapa mas Sugeng?," tanya Rara yang sedang bosan mendengar ucapan Sugeng sembari menoleh ke arahnya
"Dani Martadinata, tau nggak kemarin lusa, malemnya kan kami nongkrong di cafe dekat sini, ternyata pemiliknya aktor pendatang yang pernah dianggap bakalan sukses, Dani Martadinata. Iwan terus nawarin Dani buat main film ini, buat meranin jadi Bossman," ucap Sugeng menjelaskan kejadian yang mereka alami dua hari yang lalu
"Menurutku Dani yang paling tepat buat meranin Bossman, dia aktingnya bagus dan dia mau ngerubah image nya yang dianggap cuma jual tampangnya yang ganteng tanpa ada skill. Win win solution buat kita dan dia, bener nggak?," ucap Iwan mengungkapkan pendapatnya
"Hmm, ia siih, aku juga nganggep Dani Martadinata nggak seburuk yang diomongin sama para nitizen, dia cuma sial aja dapet film jelek. Dan dapet julukan pembawa sial film yang ia peranin. Emangnya kamu nggak takut Wan film kita akan gagal?," tanya Rara kepada Iwan
"Alaahh, kamu percaya aja sama yang begituan," ucap Iwan sembari menggelengkan kepalanya.
Tepat setelah mereka selesai mengobrol, seorang pria masuk ke dalam ruangan yang membuat Iwan terkejut atas kedatangannya.
[Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak like ya]
__ADS_1