
Iwan kemudian berfikir game smartphone apa yang akan dibuatnya pertama kali, ia tiba - tiba teringat tentang kemalangan burung yang menabrak tiang listrik tadi itu sama seperti game yang akan viral nanti yaitu Flappy Bird!, desain grafis sederhana dan mekanisme permainan yang tidak terlalu rumit membuat game tersebut mudah dimainkan dan yang paling penting tidak akan menghabiskan dana dalam pembuatan game ini.
Kemudian Iwan mengambil secarik kertas kosong baru untuk menulis rencana pembuatan bisnis game studio. Pertama untuk modal awalnya, ia harus menyewa tempat untuk kantor yang bisa muat beberapa orang. Paling tidak Iwan membutuhkan 2 orang, 1 orang untuk Graphic Designer, dan 1 lagi sebagai programmer nya. Dia tidak perlu mencari orang yang berpengalaman untuk membuat game ringan seperti Flappy Bird.
Dan jika hanya dibutuhkan 2 orang saja, tentu tidak akan memerlukan kantor yang luas di awal operasional usahanya, dia hanya perlu menyewa ruko yang paling tidak hanya seharga Rp15.000.000,- per tahunnya di daerah yang tidak strategis.
Kemudian dia juga memerlukan komputer yang berkualitas untuk menunjang kinerja karyawannya, paling tidak budget nya Rp10.000.000,- per komputer dengan tablet drawing untuk graphic designer dan dual monitor untuk programer, jadi jika di total bisa habis Rp20.000.000,-
Jika di totalkan semuanya, untuk modal tahap awal yang harus dikeluarkan Iwan sebesar Rp35.000.000,- sekarang harus juga dia pikirkan biaya operasional bulan pertama.
Untuk gaji karyawan setidaknya Rp2.500.000,- per orang dan biaya listrik, air kantor setidaknya menghabiskan Rp1.000.000,- perbulan, jadi untuk biaya operasional bulan pertama sebesar Rp6.000.000,-
Jika di jumlahkan modal tahap awal dan biaya operasional bulan pertama setidaknya Iwan menghabiskan uang sebesar Rp41.000.000,- dan uangnya hanya tersisa Rp5.100.000,- sebagai dana darurat seandainya dibutuhka sewaktu - waktu.
Iwan sendiri puas dengan idenya untuk mendirikan bisnis game studio. Apabila rencananya kali ini berhasil, maka bisnis ini akan mendatangkan uang terus menerus ke depannya. Semua ide game yang belum ada di pasaran sekarang sudah ada di benaknya berkat kehidupan sebelumnya.
ia kemudian mencari cara bagaimana mencari karyawan yang tentunya dengan pertimbangan sesuai dengan budget yang dimilikinya. Ia tidak mungkin memposting lowongan kerja di facebook sebab dirinya hanya seorang remaja tentu akan sangat memakan waktu lama mencari orang yang sesuai dengan kriterianya.
Tempat yang harus ia kunjungi adalah, tempat dimana banyak orang dengan skill yang memadai akan tetapi tidak meminta gaji tinggi, sudah tentu tempat itu adalah kampus universitas.
Iwan berencana mengunjungi salah satu kampus yang ada di Jogja ketika sudah ada waktu luang. Akan tetapi langkah awalnya yang harus dia lakukan adalah mencari lokasi ruko untuk kantornya kemudian mengurus legalitas bisnisnya dalam bentuk CV, agar di kemudian hari jika perusahaan nya menjadi besar dia tidak direpotkan dalam perubahan manjadi PT.
Tidak terasa waktu begitu lama Iwan lalui selagi membuat perencanaan, hari sudah mulai menggelap, dia baru menyadari bahwa sudah jam 7 malam, dia lemas perutnya lapar. ia pun turun ke bawah untuk makan malam dan kembali lagi ke kamarnya.
__ADS_1
Ketika dirasa tenaga nya sudah pulih dia melanjutkan perencanaan nya, membuat design Flappy Bird seperti gambarnya, mekanisme level, mekanisme permainannya dan lain - lain yang bersangkutan. Ketika sudah dirasa ngantuk Iwan langsung tidur tanpa memaksakan diri untuk begadang.
---
Keesokan hari nya, Iwan melakukan aktifitas pagi seperti biasanya dan bersiap - siap untuk berangkat sekolah, dia pun memberikan kabar ke Sugeng tentang perencanaan bisnisnya.
"Geng, aku udah buat rencana nih buat ide usaha yang mau aku jalani," ucap Iwan pada Sugeng di tengah aktivitas mereka masing - masing
"Usaha apa jadinya yang mau kamu buka Wan?," tanya Sugeng
"Game broo! Game Studio, aku sudah buat kerangka kerjanya semalem, sederhana aja sih jadi dengan dana yang aku miliki sekarang pun yang penting mencukupi," jelas Iwan pada Sugeng.
ia kemudian menjelaskan tentang pasar luar negeri yang lebih banyak pengguna smartphone dan kelebihan game mobile di handphone kedepannya kepada Sugeng.
"Hmm.. kedengarannya bagus sih Wan! aku baru sadar potensi besar usaha kamu ini. Jadi game apa yang mau kamu buat di awal ini?," tanya Sugeng pada Iwan
"Game yang ringan aja, yang penting bisa dimainkan setiap orang dan bisa dimainakan di setiap smartphone, namanya Flappy Bird, jadi di gamenya kita harus mengontrol burung jelek naik turun melewati tiang - tiang dan mendapatkan skor....," Iwan pun masih terus menjelaskan konsep game Flappy Bird pada Sugeng.
Sugeng yang mendengarnya pun pada awalnya tertarik, tapi lama kelamaan dia menyadari sesuatu dan memotong penjelasan dari Iwan.
"Waan, bukannya kalo mainin game beginian orang malah cepet bosen, nggak akan main berjam - jam dong," potong Sugeng
"Iyaa Geng, emang game ini aku buat paling buat orang mainin selama 5 sampe 10 menit doang," jawab Iwan
__ADS_1
"Tapi aku nggak ngeliat ada nya potensi yang bagus dalam game model beginian Wan, siapa juga yang mau beli game bosenin gini?," tanya Sugeng.
"Ini gamenya free kok Geng, nggak perlu biaya buat maeninnya," jawab Iwan
"Lhaa? terus kamu bakal dapet penghasilan darimana kalo free?," tanya Sugeng dengan nada heran
"Dari iklan Geng, kamu juga nanti akan paham deh kalo aku jelasin lebih mendetail lagi, intinya kerangka kerja awal bisnis udah aku buat untuk game ini," jelas Iwan
"Tetep aja Wan, aku nggak liat potensi kalo game nya model beginian," respon Sugeng sambil menggelengkan kepalanya memperlihatkan ekspresi kurang puas.
Sugeng saat ini belum mengerti konsep free game, soalnya rata - rata game smartphone saat ini adalah berbayar. Mekanisme mendapatkan penghasilan dari iklan belum terlalu banyak diketahui sekarang. Karena mayoritas game jaman ini adalah offline.
Sebenarnya potensi utama game Flappy Bird ini bukanlah tentang cara bagaimana memainkannya tapi pada ranking leader boarnya. Ini membuat orang yang memainkan game Flappy Bird secara psikologisnya ingin memainkan game hingga mendapatkan skor tertinggi di leader board sehingga orang tersebut bisa memamerkannya.
Ketika ada seseorang yang mendapatkan skor tertinggi, tentu akan ada orang yang tidak mau kalah ingin menggantikan posisi tersebut dan akan berusaha memainkan hingga membalap skor tertinggi itu.
Apalagi dengan cara memainkan game ini yang hanya membutuhkan 1 jari saja dapat memudahkan siapapun yang ingin memainkan game ini tanpa belajar dan bisa dimainkan dimana pun.
Game Flappy Bird ini populer di kehidupan sebelumnya, memang hanya dimainkan 5 sampai 10 menit saja, tapi dengan efek psikologis yang ditimbulkan membuat orang memainkannya beberapa kali dalam sehari, bahkan dalam perjalanan di transportasi umum pun banyak orang yang memainkannya sembari menunggu sampai tujuan.
Hal itulah yang membuat game Flappy Bird populer. Semua kalangan mulai dari anak kecil hingga orang tua dapat memainkan game ini, ditambah saat ini maraknya orang yang bermain facebook, social media yang memonopoli tanpa saingan. Membuat game Flappy Bird dengan fitur pamer skor ke teman lewat facebook menjadi cepat dikenal banyak orang. Dengan beberapa pertimbangan ini, Iwan semakin yakin untuk membuat game Flappy Bird saat ini.
*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya
__ADS_1