Jenius Wan

Jenius Wan
Pelelangan


__ADS_3

    Iwan berbaring diatas kasur sembari memegang handphone nya membuka Blackberry Massanger, ia kemudian membuka profil Bella, dengan foto profil Bella di Menara Eiffel, Bella terlihat sangat anggun, tidak lupa Iwan mensave foto tersebut dan mulai menchat Bella.


    Iwan : Bell?


    Iwan : Sibuk nggak?


    Bella : Engga Waan, aku lagi nyantai aja nih nonton TV


    Iwan : Besok bisa nemenin aku nggak?


    Bella : Emm... sorry Wan, besok aku harus ngehadirin acara lelang di Hotel Mangkubumi, next time aja yaa Wan (emoticon maaf)


    Iwan : Lelang bunga dan tanaman hias yang diselenggarain sama keluarga nya Rose anak 3B IPA bukan?


    Bella : Iyaa betul Wan, kok kamu bisa tau?


    Iwan : Hehehe... kebetulan banget nih, besok aku juga mau kesana, makanya mau minta temenin kamu ke acara pelelangan itu, tadi aku sama Sugeng nitip bunga Tulip untuk diikutsertakan lelang besok. Tapi aku malah lupa minta kontak Rose.


    Bella : Emmm?.. yaudah kalo gitu besok berangkat bareng aja. kamu jemput ditempat biasanya yaa.


    Bella : Rose 3B IPA : XXXXXX (contact information)


    Iwan : Makasih banyak Bell (Emot senyum merona)


    Bella : Iyaa sama - sama.. Yaudah kamu istirahat jangan tidur kemaleman yaa, besok acara mulai jam 8


    Iwan : Siaapp bu boss!


    Bella yang tadi nya sedang menonton TV, ia seketika melamun tidak fokus dengan apa yang di tonton karena chattingan dengan Iwan, ia sebenarnya bingung dengan kebetulan yang dibilang oleh Iwan di chat barusan. Apa bener Iwan mengikutsertakan bunga nya di pelelangan, atau hanya sekedar alasan dia saja karena aku tolak ajakan nge-datenya? Setelah cukup lama melamun, Bella berfikir, lebih baik langsung saja konfirmasi ke yang bersangkutan.


    Bella : Heii sisstt

__ADS_1


    Rose : Iya sist


    Bella : Gimana persiapan acara besok?


    Rose : Lancar, tumben kamu ngechat aku malem malem begini Bell, ada apa?


    Bella : Iya, aku cuma penasaran sama bunga dan taneman hias yang bakal di lelang besok.


    Rose : Hehehe.. pasti kamu nggak akan nyangka deh, kalo bunga utama besok yang di lelang itu punya pdkt an kamu


    Bella : Ohh yaa? Emangnya bunga apa?


    Rose : Bunga Tulip


    Bella : Okay.. See you


    Rose : Bye~


    Iwan jelas tahu sifat Bella yang satu ini, oleh karena itu dia tidak terburuu - buru menjalin hubungan dengan Bella, ia hanya bisa perlahan - lahan agar Bella mengenal dirinya lebih dalam lagi.


---


    Keesokan harinya...


    Iwan bangun tidur pagi dan melakukan aktivitas olahraga rutin seperti biasanya. ia kemudian meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menghadiri acara lelang.


    Kedua orang tua Iwan kaget dan sedikit senang karena Iwan sudah mulai mau mencoba berbaur dengan kelompok orang - orang sukses.


    Ayah Iwan diundang oleh keluarga Rose untuk menghadiri acara lelang tersebut, tetapi karena ia sibuk dengan rencana investasi perumahan dan kawasan bisnis di kawasan merapi. Jadi dia ingin meminta Iwan untuk menggantikannya menghadiri acara tersebut, tetapi hari ini malah Iwan sendiri yang berinisiatif untuk menghadiri acara lelang, maka dengan senang hati dirinya mengizinkan Iwan sekaligus mewakili dirinya ke pelelangan tersebut.


    Mamah Iwan memberikan undangan untuk masuk ke acara lelang tersebut kepada Iwan dan mentransfer uang sejumlah Rp2.000.000,- untuk ikut tawar menawar jika ada bunga yang anaknya sukai.

__ADS_1


   Setelah mendapat izin dari kedua orang tuanya, Iwan naik ke lantai dua, untuk membersihkan diri dan bersiap - siap untuk menjemput Bella, ia mengenakan kemeja putih dan celana panjang berwarna navy. Iwan kemudian mengambil sepatu pantofel formalnya yang jarang ia pakai dan mulai menyemir sepatu tersebut sampai mengkilap. Iwan tidak lupa mengambil jas nya di lemari, kemudian berjalan menuju garasi.


    Dengan mengendarai mobilnya, Iwan menuju pertigaan tempat menjemput Bella sebelumnya, karena jarak rumah Bella dengan Hotel Mangkubumi tidak terlalu jauh, jadi cukup cepat perjalanan sampai ke hotel tersebut. Karena ini acara formal, tidak lupa Iwan mengenakan jasnya sebelum turun dari mobil.


    Bella mengenakan gaun biru, dilehernya terpasang kalung berlian yang membuat Bella semakin anggun, membawa handbag bermerek di tangan kirinya.


    Mereka berdua terlihat sangat serasi dan menarik perhatian banyak orang, Iwan dan Bella kemudian memasuki loby dan bertanya lokasi pelelangan kepada resepsionis hotel. Setelah mereka tahu acara pelelangan diselenggarakan di lantai paling atas, mereka menaiki lift, setibanya di venue hotel paling atas, Iwan dan Bella menunjukkan undangan masing - masing kepada penyambut tamu, setiap undangan hanya boleh digunakan perorangan.


    Alasan Rose tidak memberikan undangan kepada Iwan karena dia tahu, kalau keluarga Iwan mendapatkan undangan acara pelelangan tersebut dari keluarganya.


---


    Iwan dan Bella memasuki venue yang berupa ballroom raksasa seluas 100 meter persegi, dengan posisi meja mengelilingi panggung yang berada di tengah ballroom. Ini mengingatkan Iwan dengan panggung catwalk di luar negeri yang sering dipakai untuk acara fashion show. Mereka berdua meregistrasikan nama mereka dan mendapatkan nomor peserta lelang untuk ikut dalam tawar menawar.


    Didalam ballroom tersebut sudah hampir penuh, Iwan dan Bella kemudian menuju meja nomor 8, kemudian duduk bersebelahan dan mulai mengobrol ringan sambil menunggu acara dimulai. Tidak lama kemudian, lampu ballroom meredup dan lampu sorot menyala ke arah panggung. Seorang wanita cantik berambut panjang mengenakan gaun merah berjalan ke tengah panggung.


    "Good morning ladies and gantleman, selamat datang di acara Pelelangan tanaman hias dan bunga Indonesia tahun 2010! Saya Dania sebagai pembawa acara hari ini akan menemani anda selama acara berlangsung. Acara pertama adalah sambutan dari Yogyakarta Regional Manager Sneijer Group, kita sambut nona Rose Sneijer!!," ucap pembawa acara


    *prok... prok... prok... prok*


    Suara tepuk tangan bersautan di seluruh ballroom tersebut, tepukan paling bersemangat tentu dari para pria muda yang ingin mengenal lebih dekat nona muda keluarga Sneijer ini.


    "Banyak juga yaa yang mau ngedeketin si Rose, yang ngedeketin kamu banyak juga nggak Bell?," tanya Iwan iseng setelah melihat antusiasme para pria muda.


    "muhumuhu, kenapa nanya? penasaran?," ejek Bella sembari menyengir.


    "hehe.. gapapa kok nanya aja, ngomong - ngomong aku baru tau kalo si Rose dari Keluarga Sneijer," ucap Iwan


    "Ho'oh, dia dari Keluarga Sneijer, keluarganya sudah mengakar lama di Indonesia dari masa penjajahan dulu. Kabarnya kakek buyut Rose adalah pedagang pas zaman VOC, kemudian setelah berakhirnya penjajahan kakek buyut Rose memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ketika Indonesia di jajah untuk kedua kalinya, kakek buyut Rose membantu pejuang Indonesia melawan penjajah dengan cara menyuplai persenjataan, makanan dan pakaian. Keluarga Sneijer termasuk keluarga yang membantu Indonesia merdeka. Walaupun dari segi bisnis mereka hanya peringkat tengah, tetapi dalam segi kekuatan politik, mereka sangat berpengaruh. Makanya keluarga mereka termasuk top 3 di Yogyakarta," jelas Bella panjang lebar.


    Iwan disamping Bella hanya mendengarkan saja dengan serius menyerap informasi dari Bella.

__ADS_1


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya


__ADS_2