JODOH DI SURGA

JODOH DI SURGA
#10


__ADS_3

Entah, Hafiza tiba-tiba merasa ia yang terlihat seperti asing di tempat itu. Seharusnya ia menjadi dan diperlakukan sebagai ratu oleh orang-orang, lebih-lebih keluarga Raka. Ia mulai merasa semua orang yang ada di sana lebih memihak kepada Kasni. Menyambut hangat Kasni, seolah-olah wanita itu adalah korban penzaliman. Ia merasa, saat ini orang-orang mungkin menuduhnya sebagai perempuan perebut suami orang. Seorang perempuan yang menjadikan sebab hancurnya rumah tangga Raka dan Kasni.


Pikiran Hafiza bertambah kacau, tapi tak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Raka yang ia harapkan hadir di tempat itu untuk menenangkannya, entah pergi kemana. Mungkin ia takut.

__ADS_1


Ia mulai berfikir Raka tidak seperti yang ia bayangkan. Dan kini ia merasa sendiri dan merasa tak diperhatikan orang-orang, terutama keluarga Raka. Ia merasa tidak istimewa lagi, seperti yang ia rasakan sebelum Kasni muncul.


...*****...

__ADS_1


Sementara itu, di tempat berbeda. Faris masih mengurung diri di kamarnya. Baru saja ia menerima telpon dari salah satu saudaranya, memberitahukan kepadanya bahwa ia akan ikut menghadiri akad nikah Hafiza dan Raka nanti malam.


Tapi pada akhirnya Faris memantapkan hatinya. Ia berusaha menguatkan dan meyakinkan dirinya bahwa ia tidak akan apa-apa. Ia harus tangguh. Ia terus menekankan pada dirinya bahwa Hafiza bukan untuknya, tapi untuk Raka. Itu ketentuan dari Allah. Tak boleh diprotes, dan ia memang tak punya hak untuk protes. Allah mengujinya mungkin untuk mempersiapkan dirinya menghadapi hidup yang di kehendaki-Nya. Saat ini mungkin waktunya untuk bersabar menghadapi kesedihannya, dan setelah itu akan ada saat dimana ia akan tersenyum bahagia. Karna itulah hidup. Bahagia dan sedih pasti datang bergantian. Hidup di dunia bukanlah surga yang mutlak, yang hanya ada bahagia dan kesenangan.

__ADS_1


Dan mungkin sudah waktunya ia mencari wanita lain. Tentunya bukan mantan istrinya, walaupun terdengar kabar bahwa wanita itu ingin kembali kepadanya. Sudah waktunya ia bangkit dari keterpurukan beruntun. Belajar dari masa lalu, memperbaiki apa yang salah, agar kelak tak terpeleset lagi. Mungkin ini adalah cara untuk mengajari hatinya kuat menghadapi perpisahan dan rasa kehilangan. Ada baiknya ia keluar mencari angin segar. Mungkin ke pantai pavoritnya, siapa tahu Tuhan mempertemukannya dengan seseorang yang bisa jadi penghibur hatinya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2