
"Sepi Mas di sebelah. Apa mereka ga ada di rumah? "
"Entahlah, " Jawan Imran sembari setengah berbaring dan membaca bukunya.
Ammar sudah tidur dengan nyenyak. Karena kelelahan keliling kota akhirnya dia tepar duluan.
"Mas besok Wahyu ngajak untuk ngurus Paket C. Tapi aku belum menyiapkan berkasnya gara-gara kejadian siang tadi. "
"Ya udah, pagi besok aja di siapkan berkasnya. "
"Oiya, hampir lupa. Pak RT Mas harus lapor tentang aku yang baru datang dan perlu mengurus surat kepindahan. Bikin KK baru katanya. "
"Terimakasih Salwa. Nanti besok Mas antar kamu. "
...▼△▼△▼△▼△...
"Mau kemana Salwa? Rapi sekali! " Tanya Bu Midah saat melihat Salwa sudah rapi dengan baju kemeja putih dan rok hitam.
"Anu Bu, ke sekolah. Mau daftar Paket C. "
"Lo, kirain kamu sudah lulus. Kok bisa ngambil Paket C, kenapa sekolah yang kemaren? "
"Salwa dulu pesantren Bu, jadi ga ada ijazah negerinya. "
"Oh iya ya. Jadi susah kalo mau kerja atau kuliah ya. "
"Iya betul Bu. Bu Sri ... " Salwa mencoba mengorek apa yang terjadi semalam. Karena kontrakan Bu Sri terlihat sepi.
"Anu Sal. Bu Sri pulang kampung. Dia pergi sama anaknya. Sedangkan Pak Gus nya ya entah pulang kemana, kamu kemaren kan ada disini ya. "
"Iya Bu. "
" Pak Gus itu kedapatan punya istri simpanan. Ketahuannya gara-gara hp Pak Gus tidak terkunci. Ya namanya juga mau ketahuan. "
"Oh iya Bu. Sudah dulu ya Bu. Saya berangkat. Itu Mas Imran sudah nungguin. " Salwa pun langsung berlari ke Imran yang sudah menunggu dengan sepeda motor bututnya.
"Kenapa lama? " Tanya Imran
"Bu Midah tadi menceritakan tentang Pak Gus. "
"Oh," Imran hanya mengeluarkan kata itu saja dan melanjutkan pergi.
Hari ini semuanya berjalan dengan baik, semuanya aman. Salwa juga diterima untuk sekolah Paket C. Tidak muluk, karena memang Salwa anak yang cerdas. Selagi Salwa sekolah, Ammar bersama Imran di toko.
"Jujur Mas, saat Mas keliling jualan roti dulu itu apa memang sudah punya toko ini atau memang jualan keliling? "
"Oh itu, memang jualan keliling. Dulu ada 1 orang yang jualan keliling. Tapi dia sudah berhenti. Karena pulang kampung. Bertepatan diminta untuk pengantaran ke kampung kamu. "
"Oh jadi begitu. "
"Bulan depan akan ada pendaftaran CPNS. Doakan Aku ya Salwa. Aku mau daftar, siapa tahu lulus. "
__ADS_1
"Memangnya Mas ngambil jurusan apa? "
"Aku lulusan PGSD Sal, nanti jadi guru SD. Jadi kalo itu lulus, toko roti ini bisa dijalankan oleh wahyu sekalian ku awasi sesekali. "
"Aamiin, semoga Mas lulus. "
"Setidaknya aku memikirkan sekolah Ammar nanti begitu pula kamu. "
"Iya Mas. Kamu fokus saja belajar untuk menghadapi test CPNS itu. "
"Iya Sal, Doakan ya. "
Imran langsung memeluk Salwa. Ia berharap impiannya menjadi CPNS lulus. Setidaknya ia bisa mendapatkan gaji tetap.
...▼△▼△▼△▼△...
1 tahun kemudian.
Salwa sudah lulus Paket C, dan dia sekarang sedang kuliah Ilmu tarbiyah di sebuah Universitas semester 1 sebagai anak baru . Sedangkan Imran ia lulus CPNS di sekolah SD yang berjarak sekitar 15 menit dari rumah kontrakan mereka.
Toko roti tetap jalan, sekarang ada 2 karyawan. Wahyu jadi kepala karyawan karena sebagai orang kepercayaan Imran.
Mereka menjalani hari-hari dengan sederhana. Mereka masih berusaha untuk mencukupi kehidupan mereka. Dari awalnya tukang roti sekarang menjadi PNS. Suatu keberkahan yang patut di syukuri oleh Salwa.
Sekarang Ammar sudah sekolah TK. Tiap pagi Ammar diantar ke TK, begitu pula Salwa yang sedang kuliah. Pulang nya baru naik angkutan umum. Setiap hari mereka jalani dengan penuh rasa bahagia.
Pagi hari kelam.
"Itu yang nganter kamu, kakak kamu ya? " Tanya seorang Kakak tingkat dikampusnya Salwa.
Salwa hanya tersenyum, lalu ia berlalu begitu saja. Ia merasa tidak ada kepentingan untuk menjawabnya, apalagi ia tidak terlalu kenal dengan kakak tingkat tersebut.
Setelah Salwa berlalu. Temannya si pria itu meledek. "Cieee dicuekin. Ada zaman now, anak gaul di kampus ini akhirnya dicuekin sama cewek angkatan baru. Akhirnya ga mempan juga tampang lu man. "
"Enak aja. Aku belum melancarkan aksi ku. "
"Idiiihhh. Udah, ngaku aja kalo pesona mu sudah hilang Firman. "
Firman mendengus marah dan jengkel diejek temannya. Dia adalah anak kampus yang terkenal badung dan playboy.
"Dia jurusan apa sih? "
"Tadi aku lihat dia belok ke kanan Man, ilmu tarbiyah. Wah pantas Man kamu dicuekinnya. Anak Relegius. Mana ada modelan kamu jadi incaran dia. Dia itu pasti cari tipe kaya ustad gitu. Pakai jenggot, pakai celana cingkrang terus pakai peci. La kamu... Jeans robek dilutut, ada anting ditelinga, rambut disemir, ada tatto lagi di bahu mu. Jauh Maaannn. "
"Eh, Bagi Firman Digantara tidak ada kamus beda tipe. Setiap wanita pasti dapat ku pikat. "
"Okeh, taruhan lagi ya! "
"Berapa, wani piro? "
"1 minggu, jika kamu bisa menaklukkannya. Kita patungan kasih kamu 1 juta. Kalo kamu ga bisa, kamu yang traktir kita naik ke atas 1 juta. "
__ADS_1
"Okeh. Deal! "
"Deal!!!! "
Tanpa sepengetahuan Salwa, ia dijadikan taruhan oleh Firman with the gang. Firman the play boy di Universitas ini. Ia adalah kaka tingkat Salwa tapi beda jurusan. Firman mengambil jurusan Ekonomi. Sudah puluhan cewek dikampus ini dijadikannya pacar secara bergilir dari berbagai jurusan. Sekarang Salwa menjadi incarannya.
"Salwa, tadi ku lihat kamu di ajak bicara sama Kak Firman ya? "
"Hah, yang mana Mirna. Aku ga tahu? "
"Ya ampun. Yang tadi didepan saat kamu turun dari sepeda motor. "
"Oh itu, iya. Tapi ga terlalu ku dengar. Aku langsung aku lewatin aja. "
"Bagus, hati-hati itu Sal sama orang itu. Katanya dia playboy. "
"Haha, santai saja. Lagian dia ga tahu siapa aku. "
"Yee. Memangnya kenapa dengan kamu. "
"Ga papa, yuk masuk. Dosennya sudah datang. "
Salwa tidak memberi tahu ke semua temannya jika ia sudah menikah dengan Imran. Karena memang tidak ada yang bertanya. Bukan malu, tapi karena ia merasa tidak harus menjelaskan dirinya. Ia hanya fokus kuliah lalu pulang untuk berbakti kepada suaminya Imran dan merawat Ammar. Tidak pernah terfikir akan hal lain.
Saat pulang kuliah. Salwa lagi menunggu angkutan umum bersama temannya Mirna. Tiba-tiba sebuah motor gede datang menghampirinya. Tidak lain adalah Firman Digantara.
"Hay... Kenalkan aku Firman Digantara. Tadi kita berpapasan waktu di depan kampus. Kamu anak Tarbiyah ya? "
"Iya, Salam kenal juga. "
"Nama kamu siapa? "
"Dia Salwa, aku Mirna. " Mirna senyum senyum sendiri. Rupanya Mirna sudah kesemsem dengan paras tampan Firman yang memang diatas rata-rata. Salwa hanya diam, dia lebih tertarik memandang kedatangan bus umum.
"Oh itu Bus nya. Nya udah ya. Mari. " Salwa menarik Mirna yang masih memandang Firman. Firman melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan dengan senyumannya yang paling manis.
Mirna yang ditarik Salwa pun sudah duduk di bangku Bus dan masih memandangi Firman.
"Duuhh gantengnya..., " gumam Mirna. Sedangkan Salwa tidak ingin memperhatikan Firman.
"Uuuhhhh... Sepertinya target ini agak sedikit susah, tapi dia cantik," Gumam Firman tersenyum.
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
__ADS_1
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗