Jodoh Kilat Pengganti

Jodoh Kilat Pengganti
Bab. 26 Wanita Iblis


__ADS_3

"Aaaahhhh, " teriak Imran sambil bertukuk ke lantai. Kedua tangannya ke atas kepala.


"Ada apa ini? " teriak Pak Somad melengking saat melihat menantu nya sudah ambruk ke lantai di bekap 2 orang bertubuh kekar dengan memakai baju hitam. Satu orang menodong kan pistolnya ke kepala Imran.


Seseorang berbaju hitam memakai rompi anti peluru datang memasuki rumah dan beberapa anak buahnya lagi.


"Maafkan kami Bapak karena membuat keributan di rumah Anda. Perkenalkan saya Supriyanto dari satuan reserse narkoba. Pria ini adalah Kacung alis Imran, dia buronan sebagai kurir narkoba. Apakah dia keluarga Bapak? "


"Apa, kurir? Astaghfirullah... Kau bajingan Imran. "


"Ampun Pak... "


"Pak, mungkin Bapak salah orang. Dia suami saya tidak seperti itu. " Salwa menarik tangan Imran seakan ingin menjauhkannya dari belenggu 2 orang kekar itu.


"Cepat geledah dia. " perintah komandan mereka.


Pak Somad langsung menarik Salwa dari tubuh Imran. Ia merasa tak sudi anaknya masih lengket di tangan najis Imran.


Dengan sigap mereka memborgol Imran dan mencari tas ransel Imran. Setelah mendapatkannya, mereka langsung membongkar tas itu.


Benar saja, 3 bungkusan kecil berklip berisi seperti garam berwarna putih.


"Dapat Komandan. 3 paket. Sekitar 3 gram "


"Bukti sudah disita, cepat ringkus dia. "


4 tangan kekar mereka meringkus Imran yang telah pasrah dan tidak berdaya. Dia merasa malu karena tepat di hadapan Salwa dan Ayah mertuanya. Baru saja Imran di bawa beberapa langkah dari ruang tamu menuju pintu keluar.


"Tunggu Pak! " Pak Somad mencegah mereka.


"Maaf Pak, jika anda menghalangi. Maka Anda -"


"Beri kesempatan Saya bicara dengan Imran Pak. "


"Baik lah. " Komandan memberikan kode kepada 2 orang kekar tadi.


"Imran, jatuh kan talak kepada Salwa sekarang! " perintahnya tegas.


"Tapi Pak! "


"Cepat, masa kau tega melihat dia kau tinggalkan menderita mengharap kurungan mu lepas yang tidak pasti, setidaknya ia tidak dituntut akan hutang mu. Cerai kan dia. Jatuhkan talaknya. " tunjuk Somad kepada Salwa yang masih menangis.


"Jangan Pak. " Salwa terisak.


"Cepat! " ulang Pak Somad.

__ADS_1


"Baiklah. Aku jatuhkan talak kepada Salwa Hanifah Binti Abdul Somad. Sekarang kau bebas dariku Sal, " ucap Imran nanar. Dia tertunduk lesu.


Para tetangga menonton, seperti ajang hiburan tontonan gratis saat penangkapan Imran. Anak kecil berkumpul bersorak kegirangan. Salwa hanya dapat memeluk Ibunya dengan erat. Tangisnya membasahi kerudung Ibunya.


Setelah Imran masuk kedalam mobil dan mereka menghilang dari pandangan. Para tetangga masih saja bergosip dan menonton di pekarangan.


"Pergi... Bubar! Semuanya Bubar! Tontonan kalian sudah habis. Asal kalian tahu, dia adalah mantan mantu saya. Jangan sebut namanya lagi di rumah ini. " Somad mengibaskan tangannya untuk menghalau para tetangga nya agar bubar. Dia sangat marah sekali, wajahnya seakan dicuci dipermalukan oleh mantu pilihannya sendiri.


Somad masuk ke dalam rumah melewati Salwa yang masih berpelukan dengan Ibunya.


"Sudah Salwa. Percuma kau tangisi orang bajingan seperti dia. Menyesal aku nikahkan kau dengannya. Cuih... Sekarang kau janda. Kau dengar dia menjatuhkan talak. Ingat Salwa. Kau sudah janda. "


Salwa langsung masuk ke kamarnya dan berbaring berpeluk bantal. Ia menangis sejadi-jadinya. Sekarang statusnya adalah Janda.


1 tahun menikah dan sekarang sudah menjanda. Predikat yang tidak ingin sama sekali ia punyai. Rosmiati masuk ke dalam kamar Anaknya.


"Nak, tidak mengapa Janda. Dari pada kau harus terbelenggu seumur hidup bersama orang yang tidak tepat. Apa salah nya Janda, kau janda terhormat. Buktikan itu. Mungkin banyak orang mengatakan Janda itu nakal, gatal, pengganggu rumah tangga orang. Sehingga konotasinya seakan jelek. Buktikan Nak, hargailah diri mu sendiri sebelum kau menghargai orang lain. "


Rosmiati mengusap punggung Salwa. Ia berikan curahan kasih sayangnya. Ia berharap dapat membuat anaknya lega.


...■□■□■□■□■...


Salwa kembali ke kontrakan, namun bukan kembali untuk menempati. Tapi dia pindah. Tentu saja Somad dan Rosmiati tidak mengizinkan lagi tinggal di sana. Pasti ujung-ujungnya mental anaknya bakal dipertaruhkan. Apalagi mengetahui anaknya sudah janda, takutnya para orang yang merasa ada sangkutan dengan Imran akan menghantui Salwa terus menerus.


"Iya Bu, maaf kan Salwa ya Bu jika ada salah khilaf. "


"Tetap berhubungan di Wa ya Salwa. Kalo perlu atau ke daerah ini jangan sungkan untuk singgah. "


"Inggih Bu. Sepurane ya Bu. "


Setelah berpamitan, Salwa pun pergi. Tidak banyak yang ia angkut, hanya 2 tas besar saja. Untuk alat elektronik dan lain sebagainya ia tinggalkan. Dan kunci akan ia serahkan dengan Fatma kaka iparnya. Karena Ibu mertuanya Hayati keberatan jika harta Imran di ambil alih Salwa.


"Nah sekarang kamu ngekost disini. Ada ibu penjaganya, jadi lengkap. Tinggal prabot mu saja yang di beli. " Rosmiati memberi ancang-ancang di kost Salwa yang baru.


Sengaja mencari kost saja agar lebih ringkas dan ada penjaganya. Bagi perempuan yang sendiri tidak baik untuk menyewa 1 rumah untuk tinggal sendiri. Sudah banyak ada kasus perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan.


Di kota besar ini Somad sangat memikirkan keselamatan anaknya.


"Ingat ya Salwa. Kau harus selalu menghubungi kami. Apapun itu, masalah apapun sekecil apapun bicarakan saja dengan kami. Kami meski jauh, tetap mengkhawatirkan mu. Kami selalu mendoakan mu. Semoga kelar kuliah mu dan kamu jadi orang sukses.


"Terimakasih doanya Pak, Ibu. Salwa janji akan selalu cerita. "


"Ya sudah, baik-baik ya. Kami pamit pulang. "


Somad dan Rosmiati pulang ke kampung setelah memastikan Anak mereka nyaman di kost yang baru. Setidaknya jauh dari orang-orang toxic seperti di lingkungan kontrakan terdahulu.

__ADS_1


Ting Tong...


Sebuah pesan masuk ke handphone Salwa.


"Salwa. Aku mantan ibu mertua mu. Masih kau save kan nomor aku ini. "


"Inggih Bu, ada apa ya Bu? "


"Jangan lupa, meski kalian sudah bercerai. Kembalikan uang Imran. "


"Hah, uang apa sih Bu? "


"Ya uang selama kamu kuliah, kamu harus ganti. Kembalikan kepada ku. Masih syukur aku nagih uang kuliah saja. "


"Enak saja ya Bu. Itu sudah janji Mas Imran. Mana bisa dikembalikan. Bukankah saat pengadilan sudah di bagi harta gono gini nya. Lalu ibu mau apalagi sih. Meski di bagi, perabot di rumah tidak aku bawa. "


"Pokoknya kembalikan, uang buat kuliah mu itu bukan termasuk nafkah. Pokoknya kembalikan. "


"Enak saja Bu. Harusnya aku yang ganti rugi sama kalian, aku keguguran. Aku tersiksa karena anak ibu. Jika Ibu ingin duit itu. Ayo kembalikan juga nama baik aku, kembalikan juga keperawanan ku. Ganti kan status Janda ini menjadi perawan, apa Ibu bisa? Tidak, kan! "


Tidak puas ketikan, Salwa meradang dan mengirim voice note kepada mantan Ibu mertua nya yang laknat itu.


"Heyyy, dasar wanita setan. "


"Ibu yang Iblis! "


"Kau ini berani melawan ya, dasar miskin. Berani ya kamu mengata-ngataiku Iblis. "


"Lah, bukannya ibu duluan yang bilang aku setan. Ya Ibu Iblis. "


"Kurang ajar. "


"Nanti aku transfer. Setelah itu jangan ganggu aku lagi. "


"Aku tunggu, awas saja. Percuma pake kerudung, mulut seperti pelacur. "


"Ibu tidak sadar, padahal sampeyan itu germo nya. "


Salwa menghempaskan handphone nya ke kasur. Dia sangat kesal, baru kali ini dia kasar dengan orang tua. Ia benar-benar jengkel dan mantan mertuanya itu. Ia mematikan handphonenya dengan sengaja.


"Huuhhh kurang ajar Mantan mertua ku itu. Dasar iblis, coba dekat bakal aku injak wajahnya, " umpat Salwa.


"Ya ampun. Jiwa brutal ku keluar, ternyata aku bisa memaki juga, hahaha. " setelah meluapkan rasa. Salwa tertawa lepas.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2