
Hari perayaan pelantikan Fir. Malam itu, sebuah pesta yang meriah sedang berlangsung. Banyak tamu yang berdatangan. Fir mengenakan baju jas yang elegan dan maskulin.
"Malam ini kau sangat tampan Sayang, Aku jadi takut kamu keluar nanti banyak mata wanita yang memperhatikan mu. " Salwa sedikit manyun, dia memalingkan wajahnya setelah memasangkan dasi di leher suaminya.
Fir langsung tersenyum, dan mengambil dagu manis istrinya dan mengarahkannya tepat di posisi berhadapan dengan wajahnya.
"Hey... Jangan risau. Kau pasti tahu hati ku hanya untukmu. Dan kamu juga cantik sayang, Tiada yang melebihi kecantikan mu hari ini. " Elus Fir ke pipi Salwa dengan lembut. Ia kecup perlahan dahi istrinya.
"Oiya. Besok adalah perayaan pernikahan kita. Kau pastinya sudah mengundang semua teman di kampus bukan? "
"Ooh tentu saja. Itu wajib ku lakukan agar para anak buah mu tahu bahwa aku lah permaisuri mu. Bahkan orang yang ku benci turut ku undang, biar mereka semua tahu aku sudah bahagia bersama mu. "
"Iya sayang, Gitu dong. Istri Fir sang legenda Geng motor. "
"Alah. Lebayyy abisss... "
"Permisi Den, Non, Bapak memanggil kalian. Para undangan sudah mulai berdatangan di bawah. "
"Terimakasih Minah, " Ucap Fir dengan senyum yang full terkembang. Jika anak indihome eh, maksudnya anak yang mempunyai indra ke enam. Ia bakal melihat bunga-bunga bertebaran di samping tubuh Fir karena saking bahagianya.
Mereka berdua keluar bak putri dan pangeran, bibir mereka selalu berhiaskan senyum yang menawan. Para undangan kagum saat memandang mereka yang tengah turun di tangga.
"Selamat Firman, kau sudah menjadi direktur utama. " Para rekan bisnis Hans memberikan selamat kepada Fir.
"Terimakasih Pak. Silahkan anda nikmati pesta ini. "
"Aku tidak menyangka, kebahagian ini sangat luar biasa. Double Fir, " ucap Hans dengan rasa bangga.
Acara malam bertabur kebahagian berlangsung sangat megah dan riang. Mereka semua larut. Namun Fir dan Hans tidak sadar disisi ruangan lain ada seseorang yang sedang merencakan sesuatu untuk mereka.
Salwa duduk bersama para undangan wanita dan bercengkrama.
"Salwa, ceritakan dong bagaimana pertemuan kamu dengan Fir? Kok bisa sih kenal dengan Fir? " tanya salah satu undangan yang memang umurnya tepaut sama dengan Salwa.
"Iya nih, kami juga mau tahu. Kok bisa kenal sama anak konglomerat. "
"Eeh tenang, dia ga pakai jampi-jampi. Aku saksinya! " Jawab seorang perempuan di belakang mereka. Para wanita yang bergerembun di hadapan Salwa langsung menoleh ke belakang mereka untuk mencari sumber suara tadi.
"Mirna! Akhirnya kamu datang. Kenalkan, dia adalah sahabat ku. Oiya, pertemuan aku dengan Fir tidak lepas dari pengawasan dia. Kami 1 kampus. "
"Fir yang mengejar-ngejar dia. Sampai-sampai aku yang kewalahan. Salwa mah orangnya cuek! " jawab Mirna dengan santai.
"Okeh. Sudah dulu ya, silahkan dinikmati hidangannya. Ayo Mir, kamu pasti belum makan kan. Mari aku tunjukkan hidangannya. " Salwa menarik Mirna meninggalkan gerombongan para undangan yang julid setengah mati.
__ADS_1
"Pelan-pelan Sal. Kalo aku kesandung, nanti make up ku pada ke tempel ke lantai. "
"Hehe, sorry. Aku terlalu semangat ya? "
"Ember... Aku ambil piring dulu. "
"Untung kamu datang. Capek aku meladeni mereka, mereka kaya polisi aja. Mengintrogasi ku. Mereka seakan heran gitu aku jadi istri Fir. " Salwa meletakkan jarinya ke dagunya dan berfikir heran.
Tiba-tiba sebuah tangan mendorong kepala Salwa. "Lu yang telmi. Ga usah mereka, aku juga heran. Kok bisa kamu menaklukkan Kak Fir. Dia lo, banyak cewek yang ngejar dia. Tapi syukur deh, Kak Fir kepentok kamu Sal. Hehe, kan aku jadi kena imbasnya juga. "
"Maksud nya? "
"Ga ada yang berani gangguin aku dikampus. Sebelumnya sih, beeehhh. ga usah ditanya. Terus.... "
"Terus apa Mir? " tanya Salwa penasaran. Mirna menatap Salwa dengan senyum-senyum malu. Dan lalu ia menunjuk ke kumpulan pria.
"Bian? "
"Dia jadi pacar aku, mantan aku kemaren ketahuan selingkuh. Aku hempas sampah, malah dapat barang yang oke. "
"Kalo bisa jangan pacaran deh Mir! " saran Salwa.
"Iya, aku sudah beri tahu dia juga. Kalo mau serius harus datang melamar ku. Terus katanya dia oke Sal. Aku bakal menyusul kamu jadi seorang istri. Ya Allah... "
"Serius kamu yakin Mir? "
"Iihh selamat ya Mirna, " Mereka berpelukan dengan bahagia.
"Salwa, Fir memanggil mu, dia ingin bicara katanya di ruang kerja. " Seorang perempuan mengatakan itu kepada Salwa.
"Oke, terimakasih. Mir, aku pergi dulu ya nyusul Suami ku. "
"Baik lah Sal. " Mirna langsung melanjutkan makannya bersama Bian. Dan dia menikmati suasana malam pesta ini.
...■□■□■□■□■...
Salwa pergi ke lorong dan menaiki anak tangga, dia menuju ruang kerja. Sempat terlintas dalam benaknya, karena dia merasa aneh saja.
"Aneh banget sih Fir, masa mau bicara penting saat pesta begini. Bukannya bicara dengan para undangan. Tapi ya sudahlah, mungkin ada yang benar-benar penting. " Benak Salwa. Namun ia tetap melangkahkan kakinya menuju ruang kerja.
Perlahan ia buka pintu ruang kerja yang tertutup dan ia masuk dan mencari Fir.
"Fir... Dimana kamu? Sayang? Katanya mau bicara, kok kamu sembunyi? " Salwa meninggikan volume suara nya untuk memanggil suaminya.
__ADS_1
Ia perlahan masuk dan mencari ke sekeliling ruang kerja yang lumayan luas dan banyak lemari yang bersusunkan rak-rak buku.
Clik
Suara kunci pintu yang terkunci.
"Hah, Mas Fir? " Tanya Salwa dengan cepat berbalik ke arah pintu keluar. Namun bola matanya langsung terbelalak terkejut. Karena yang ia temukan bukan lah sosok Fir.
"Anda siapa? Apakah anda ingin bertemu Fir? " Tanya Salwa gugup. Suaranya bergetar, namun ia mencoba menenangkan hatinya dan meredam getaran suaranya. Karena ia tidak ingin rasa takutnya sampai ketahuan.
"Tidak, aku ingin bertemu kamu. Salwa, istri Fir. Kenalkan aku, Aku Nando. Aku tersinggung, begitu cepat kau melupakan aku. Kita kan pernah bertemu di butik. " Nando menjelaskan dengan senyum dan menghalangi pintu keluar.
"Hai, salam kenal Nando, maaf bukan begitu maksud ku. Tapi aku disini mencari Mas Fir, Apa kau bertemunya. "
"Oh itu, Maaf Salwa. Sebenarnya aku lah yang memanggil mu kesini. Aku ingin bertemu dengan mu langsung, karena aku mengagumi kecantikan mu. Tapi,... Ku dengar kau seorang Janda yang dinikahi Fir. "
Mendengar itu, tangan Salwa langsung bergetar. Ia tidak bisa lagi menutupi rasa takutnya. Ia langsung menelpon Fir, ia mencoba menghubunginya.
"Kau jangan khawatir, Fir tidak akan mengangkat telpon mu. Karena hapenya ditangan ku. " Nando mengacungkan handphone Fir di tangannya.
"Hah, kok bisa ditangan mu. " Semakin terkejut Salwa melihat handphone suaminya di tangan orang lain.
"Jadi kau benar seorang janda kan, jadi... Apa benar kamu duluan yang merayu Fir? Aku juga bisa kau rayu Salwa Sayang! " Ucap Nando meraih tangan Salwa dan merampas handphone Salwa dan melemparnya hingga terhempas dan membentuk dinding.
"Lepas..., Ku mohon Lepas. Fir akan membunuh mu jika kau berani macam-macam dengan ku! " teriak Salwa dan berontak dalam pelukan Nando.
"Hahaha Fir Membunuh ku?? Dia tidak akan tahu jika aku mencicipi istrinya terlebih dahulu. Aku tidak akan meninggalkan bekas. " Nando menyeringai, dia semakin beringas memeluk Salwa.
Plakkk...
Sebuah tamparan keras ke pipi Nando dan membuat pipinya merah dan bibirnya meneteskan darah.
Nando mengusap bibirnya dan semakin menunjukkan emosinya yang membara.
"Kau, wanita brengsek ya. Sini, sekarang aku tidak akan lembut. Karena kau ingin kekerasan, " Ucapnya sembari mengejar Salwa yang terlepas dalam pelukannya. Salwa menangis menghindari kejaran Nando, ia berteriak memanggil nama Fir dan melempar segala macam benda yang ia bisa lempar ke tubuh Nando agar tidak mendekatinya.
Amarah Nando semakin memuncak, ia sangat marah dan langsung menangkap Salwa.
"Haaap... Akhirnya kau ku tangkap. "
Tangkapan Nando tepat sasaran, dengan segera ia menarik kerudung Salwa sehingga lolos dari kepalanya. Rambut Salwa yang hitam indah pun terurai.
"FIIIIRRRRRRRRRRRRRRR.... " Teriak Salwa dalam tangisnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
Jangan lupa like dan koment