Jodoh Kilat Pengganti

Jodoh Kilat Pengganti
Bab. 55 Adu mekanik


__ADS_3

Di ruang kelas.


Salwa dan Mirna asyik mengobrolkan berbagai hal macam yang tengah viral sekarang, dari skincare bahkan fashion terkini. Masih di jam mata kuliah. Tapi karena dosen mereka berhalangan hadir. Maka jam mata kuliah mereka kosong. Meski kosong tidak diperbolehkan bagi semua mahasiswa keluyuran tidak karuan. Mereka semua asyik bersenda gurau, ada juga yang tengah tidur dipojokan. Dan ada juga yang sedang bermesraan. Apalagi pacaran baru seumur jagung.


"Mana kelas Salwa Hanifah? " seorang perempuan berkerudung ungu menanyakan kepada mahasiswa yang tengah duduk dibawah pohon.


"Salwa, oh disana. Kelas 3 A. " Tunjuknya ke arah kelas paling ujung.


"Maaf anda sia... "


Belum juga ia menyelesaikan pertanyaannya. Perempuan itu sudah menyelonong pergi. Tatapan heran dan kebingungan dari mahasiswa lain menghiasi wajah-wajah mereka tatkala melihat raut perempuan itu seperti babi kepanasan.


BRAKKK... Suara pintu terbuka dengan keras. Seluruh mata tertuju ke depan pintu dan memandang tubuh perempuan yang sedang berkacak pinggang. Dia letakkan tasnya di ataa meja mahasiswa di depannya. Lalu ia menuju Salwa.


"Mba Maryam? " ucap Salwa berdiri karena merasa mengenal.


Tanpa berucap, tangan Maryam langsung merenggut kerudung Salwa. Dia tarik sampai hampir copot. Ia tampar Salwa sengan sekuat tenaga.


"Dasar perempuan gila! "


"Mbak Maryam, apa maksud mu ini? Hentikan!!! " teriak Salwa sembari mencoba melepas renggutan tangan Maryam di kerudungnya.


"Hey, datang-datang langsung main tangan, dasar kera. Lepas tidak! " Teriak Mirna mencoba melerai dan menengahi.


Semua mata terkejut dan terbelalak. Bahkan para lelaki di kelas itu seperti patung pancoran tak berkutik.


"Heyyy... Kalian kenapa diam, tarik wanita ini. Salwa lagi hamil! " teriak Mirna membuyarkan lamunan mereka. Setelah mendengar itu, para lelaki itu langsung menarik wanita itu menjauhi Salwa. Meski ia masih berontak dan ingin kembali mencabik cabik tubuh Salwa.


"Kurang ajar, Kau perempuan iblis. Ku fikir kau wanita terhormat.. Nyatanya menggoda suami ku! "


"Cuuuiiihhhh... Hahahaha. Menggoda maksud mu? " Balas Salwa sembari mengeluarkan darah diujung mulutnya karena bekas tamparan keras Maryam.


Seorang lelaki mengenali wajah Maryam dengan segera berlari ke kantor dosen. Setelah beberapa lama derap langkah datang.

__ADS_1


"MARYAM! " teriak Hilman melihat istrinya sedang di pegang beberapa lelaki.


"Lepas! " ia berontak dari tangan-tangan pengunci tubuhnya. Para mahasiswa langsung melepas kuncian tangan mereka ditubuh Maryam tatkala Hilman memanggil nama perempuan penyerang tadi.


"Apa?? Apa kau terkejut ? Apa kau tidak menyangka aku bisa seperti ini Hah??? Aku muak dengan tingkah mu, acuh mu, bahkan uring-uringan mu yang tidak jelas. Sudah lama aku mengukur kesalahan ku, ternyata!!! Kau memang lelaki bejad Hilman. Wanita itu kan yang kau idamkan, wanita itu kan yang mengisi mimpi setiap malam mu. "


Mata Hilman langsung memerah saat mendengar ocehan istrinya. Dia menggenggam tangannya.


"Pantas saat pernikahannya, kau seperti kura kura dalam perahu, berpura-pura tidak tahu. Dan kau tampakkan kesedihan mu dihadapannya. Apa kau mengimpikan tidur dengannya ? Dasar lelaki sama saja! Cetek sekali otak mu. Dan kau juga Salwa, dasar pelacur. Kau masih saja menemui lelaki yang bersuami dibelakang suami sah mu! "


"MARYAM HENTIKAN! "


"Apa? Apa aku salah? Apa aku yang kau.... "


PLAK....


Sebuah tamparan keras menghentikan ocehan mulut Maryam.


"PULANG. Jangan sampai aku berkata yang tidak kau fikirkan..! " teriak Hilman kepada Maryam setengah mengancam.


Dengan berat hati Maryam keluar dengan melengus begitu saja bahkan tanpa permintaan maaf. Dia pergi dengan wajah angkuhnya. Beda sekali dengan tampilan wajahnya saat pertama berjumpa yang penuh kesantunan dan lembut.


"Maafkan aku Salwa, aku tidak menyangka akan seperti ini. Maafkan Maryam istriku. " Hilman membungkuk untuk meminta maaf kepada Salwa.


"Baiklah, ku maafkan, didik istri mu agar tidak mudah percaya hal yang belum pasti. Dan pastikan nama ku tidak tercela karena fitnahan keji ini. "


"Baik Salwa. Dengarkan semuanya, Ini hanya kesalah fahaman saja. Tidak terjadi apa-apa aku dengan Salwa. Hanya kekurangan ku dalam mendidik istri. Maafkan aku dan istri ku! " ucap Hilman dan langsung pergi menyusul istrinya. Entah apa lagi yang terjadi di tempat parkiran.


Selidik punya selidik, kata para mahasiswa mereka bertengkar kembali di parkiran dan lebih memanas.


"Apa kau tidak apa-apa Sal? " tanya Mirna sembari melihat ke wajah temannya.


"Baiknya kau ke UKS saja Salwa, atau pulang saja. Kau pasti syok berat. " Sahut teman Salwa yang lain.

__ADS_1


"Terimakasih perhatiannya. Aku baik-baik saja kok. "


"SALWA! " Suara Pria berteriak di depan pintu membuat ruang kelas menjadi tegang.


"Fir... Kok kamu disini! " Salwa terkejut.


"Pak Dwi memberi kabar, Apa kamu tidak apa-apa sayang? Apa ini perbuatan Istri Hilman. Kurang ajar! Aku akan melayangkan gugatan, Pak Dwi hubungi Pak Johan. Dia pengacara Handal. Tak ku biarkan dia menyakiti istri ku. " Fir dengan geram melihat keadaan Salwa mencoba melampiaskan amarahnya.


"Ssssttt... Sudah Fir, aku baik baik saja kok. Tidak usah dilaporkan. Ini hanya kesalah fahaman saja. Mending kita pulang saja ya Fir. " Rayu Salwa kepada Fir dan menenangkan gemuruh amarah di dadanya.


...■□■□■□■□■...


"Apa kata dokter? Apa dede bayi baik-baik saja? " Tanya Fir khawatir.


"Lah, tadi kan kamu dengar sendiri. Lihat nak, ayah mu jadi amnesia. " Elus Salwa ke perutnya dengan mengadukan sifat Fir yang penuh kekhawatiran.


"Hehe, aku nge blank Sayang. Aku sedih kamu diginikan. Apa perlu aku sewa bodyguard ya untuk kamu. Kayanya itu perlu deh. "


"Astaghfirullah... Segitunya kamu Sayang, ogah ah. Malu aku. Memangnya aku princess gitu. Pakai pengawal segala. Kan ada Pak Dwi. "


"Lah iya, kamu kan Ratu ku, jelas harus ada pengawal. Kalo kaya pak Dwi, menghadapi cewek kaya tadi aja udah pingsan. Tadi aja nelpon aku dia udah ngos-ngos an kaya berlari 500 meter gitu. "


"Yee Den mah lebay, Pak Dwi kan kaget lihat Non digitukan, Siswi disana laporan ke bapak. Tangan langsung gemetar Non. Maaf ya Non, bapak bingung mau nolongnya gimana tadi. Makanya langsung telpon Den Fir aja sudah, " ucap Pak Dwi sambil menyetir mobil.


"Hahaha tu kan, Pak Dwi aja sampai gemetaran gitu. Fix... Kita sewa pengawal khusus untuk kamu. "


"Ya Ampun. Ogah ah. Malu tahu.... Itu bikin aku gak leluasa. Malah kesana-kesini pasti dibuntuti. Ogah, ogah... Mending ga usah kuliah. "


"Eehh jangan gitu. "


"Tunggu,... Ini kan berita tentang kampus kita! " tunjuk Salwa ke layar mobil mereka. "


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2