Jodoh Kilat Pengganti

Jodoh Kilat Pengganti
Bab. 49 Di rayu atau merayu


__ADS_3

"Mirna, Bian, jangan sungkan ya. Tambah makannya... Oiya mana Salwa? Dari tadi aku tidak melihatnya" Tanya Fir kepada mereka yang duduk sangat menikmati hidangan.


"Mmmm,... Bukannya tadi mau bertemu kamu di ruang kerja? Kan kamu sendiri yang nyuruh dia kesana," ungkap Mirna dengan enteng, masih dengan suapan makanannya.


"Masa sih, ga ada Mir. Aku ga ada nyuruh apa-apa ke dia. Kata siapa? " Fir memastikan, dia mulai gusar. Bian langsung berdiri dan menghentikan makannya.


"Sepertinya ada yang tidak beres! " ungkapnya seraya mengkreyitkan alisnya ke atas.


Mendengar itu, dengan cepat Fir langsung berlari ke atas menuju ruang kerja dan disusul oleh Bian dan Mirna.


"Loh, kenapa mereka berlarian. Ada apa sih? Minah, ada apa dengan mereka? " tanya Hans kepada Minah. Ia bingung melihay mereka bertiga berlari dengan panik ke atas.


"Aah, Maaf Bapak-bapak. Saya mau ke atas terlebih dahulu. " Hans pamit dan langsung menyusul ke atas. Tapi belum sempat naik ke tangga, sebuah tangan dengan lembut menghentikan Hans.


"Hans, sudahlah. Biarkan mereka. Itu lihat, para undangan datang. Kan tidak lucu jika tuan rumah tidak menyambut dan menemani," ucap Melinda menarik tangan Hans dengan lembut.


Seorang wanita masuk ke dalam rumah, dandanannya sangat anggun. Dengan rambut sebahu dan riasan yang cantik dia tersenyum melihat ke sekitar, mata Hans langsung berbinar melihat sosok wanita yang sudah lama tidak bertemu.


Dengan cepat Hans melepaskan pegangan Melinda dari tangannya, ia meninggalkan Melinda begitu saja.


"Hans tunggu. " Melinda berjalan dengan cepat dibelakang Hans.


"Kau akhirnya datang, Aku menunggu kedatangan mu Yola. Anak kita sudah menikah. " Hans dengan senyum bahagia menyambut wanita yang ternyata adalah Ibu nya Fir. Bertahun-tahun Hans menunggu dan memberikan kabar, baru ini lah yang menggugah hati Yola untuk datang.


"Ternyata kau masih bersama Melinda, kalian memang pasangan serasi, " Ucap Yola dengan ketus. Ia berlalu begitu saja dengan wajah angkuhnya. Sedangkan Melinda hanya senyum -senyum begitu saja saat disinggung seperti itu.


"Fir berada di atas, kau duduk saja disini dulu. Aku akan memanggilkan Fir, Mel temani Yola." Hans memberikan tempat duduk kepada Yola tapi tidak untuk Melinda. Hans pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kenapa kau datang Yola? " Tanya Melinda seakan mengejek.


"Apa kau tidak mendengar, anak ku menikah. Sudah jelas aku harus datang. Kau kan bukan ibu kandungnya. "

__ADS_1


"Kau tidak diharapkan oleh Fir. Dia kan sangat membenci mu! " ucap Melinda ketus dan mencibir.


"Kita lihat saja. Meski kau sudah bersama Hans, Fir tetap anak kandung ku. Kau hanya lah gundik nya Hans. Kau boleh berebut suami ku, tapi tidak anak ku."


...■□■□■□■□■...


Fir berlari menuju ruang kerja, sesampainya di sana. Ia mendapati pintu ruang kerja yang tertutup rapat. Namun terdengar sayup sayup suara tangis dan memanggil namanya.


"FIIRRRRRRRRR.... TOLONG.... " Teriak Salwa dengan keras, namun suaranya seakan tercekik karena terlalu sering berteriak. Akhirnya suaranya semakin mengecil, dia menangis sambil menahan Nando yang semakin beringas ingin membuka kancing bajunya.


Dengan sekuat tenaga Fir menghantamkan bahunya ke daun pintu untuk mendobrak. Namun pintu nya yang terlalu kuat, sehingga malah bandan Fir yang terpental. Bian datang dan mencoba mendobrak bersama dengan Fir.


BRAAAKKK


Pintu terbuka dengan terpaksa., Mata Fir langsung memerah saat melihat Salwa yang sudah tidak memakai kerudung lagi sedang di bawah Nando.


"Kurang ajar kau! " teriak Fir dan langsung berlari meringkus Tubuh Nando yang sudah setengah terbuka dan menampakkan dada bidangnya.


Salwa langsung dipeluk Mirna dan dibantu untuk menutupi bajunya yang penuh koyakan. Mirna langsung mengambil kerudung Salwa yang terlepas.


"Dasar bajingan, " Ucap Fir dengan sangat kesal.


"Kenapa? Apa kau kesal janda gatal mu ku icip, " ucap Nando sembari menyeka darah di bibir dan hidungnya bekas pukulan mereka.


"Dia wanita terhormat, aku tidak akan tinggal diam. Ingat itu Nando. " Fir ingin melayangkan pukulannya kembali.


"Tunggu Fir! " Hans datang melerai mereka dan menghentikan Fir.


"Ayah! Nando mencoba menodai ku, " ucap Salwa dengan isak tangisnya.


"Apa? Apa maksud nya ini? " Hans bingung dengan kejadian yang terjadi dihadapannya.

__ADS_1


"Tidak Pak Hans. Dia bohong, dia lah yang pertama menggoda ku dan tiba-tiba Fir datang dan memukuli ku dengan Temannya. "


"Ada apa ini? Nando? Kalian apakan Nando ku? " teriak Pak Boga menghampiri anaknya.


"Papa, mereka mencoba main hakim dan menjebak ku. Istri Fir menggoda ku. Katanya, dia jatuh cinta kepada ku. Maka dari itu aku tergoda, saat kami bercumbu. Tiba-tiba Fir datang dan menghajar ku. "


"Kaliaan ! Aku tidak terima anak ku jadi begini. Hans, ingat baik-baik. Kerja sama kita akan terancam gagal jika anak ku tidak mendapatkan keadilan. " Ancam Boga kepada Hans.


"Bohong dia Ayah, percayalah. Aku tidak berbohong. Fir percayalah kepada ku. Aku tidak mungkin menggodanya, " ucap Salwa sambil terisak-isak menjelaskan kepada Fir dan Hans agar mempercayainya.


"Perempuan itu yang memanggil ku kesini, dia bilang dia akan membicarakan bisnis. Dia akan merayu Fir agar menerima rancangan usulan ku kepada perusahaan. Nyatanya sesampai di ruangan, dia merayu dengan janjinya agar memuaskan nafsunya. "


Hans terdiam, dia seakan merasakan dejavu yang pernah ia alami bersama Yola. Persis namun tidak sama. Dahulu Melinda memberikan foto-foto yang terlihat mesra antara Yola dan orang lain. Namun ia sangat percaya dengan Melinda dan terlanjur memakan mentah-mentah informasi dari beberapa lembar kertas foto itu dan Kakek Fir langsung mengusir Yola dari rumah. Meski pun Hans tidak menikah sampai sekarang, dia seakan tersadar kenapa begitu persis kejadian ini semua.


Mendengar mulut bajingan Nando, Salwa semakin menangis. Ia mencoba meraih tangan Fir dan menciumnya. Namun Fir langsung melepasnya.


"Fir... Ku mohon percayalah kepada ku. " Salwa menangis.


Mirna menangkap tubuh Salwa yang lunglai karena lemas sehabis bertarung dengan kuat demi mempertahankan marwahnya.


Fir tidak memandang wajah Salwa, Wajahnya merah padam. Matanya menyorotkan amarah, tangannya ia kepal dengan kuat. Hans mendatangi Fir untuk meredamkan amarah anaknya.


"Fir, Apakah... "


"Maaf Pak Boga, Kerja sama antara kita, kita batalkan saja. Aku tidak menerima bekerja sama dengan orang yang akan menodai istriku. Dan kau Nando, tunggu laporan polisi yang akan datang ke rumah mu. "


"Kau Fir! Ku bilang istri mu yang menggoda ku. Apa kau tidak mendengar ku? "


"Apa kau lupa Nando, Ruangan ini ada Cctvnya. Mari kita bertemu di meja hijau. Pergi kalian berdua dari sini, atau kalian ingin diseret dari sini agar semua tahu! " Ancam Fir dengan sangat marah.


Mereka berdua langsung ciut dan pergi meski terpincang-pincang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


Jangan lupa Like dan Koment


__ADS_2