Jodoh Kilat Pengganti

Jodoh Kilat Pengganti
Bab. 28 Nasib Na'as atau Nasib Baik


__ADS_3

PRAAANKKK... Suara kaca jendela yang pecah.


Seseorang menerobos masuk melalui jendela. Ia langsung menarik tubuh Guntur dari atas Salwa dan meninju nya. Mereka berdua saling bergumul dalam perkelahian.


Tubuh Guntur terhenyak di depan lemari setelah mendapatkan satu tendangan di perutnya. Dia mengerang kesakitan.


"Aarggghhhhh... Heheh, apa kau marah wanita mu ku cicipi. " Meski kesakitan dia masih terkekeh.


"Dasar bajingan. Meski aku berandal, aku tidak pernah menyentuhnya sekalipun. "


Salwa meringkuk di sudut di balik sofa, ia berlindung setelah merapikan jubah dan jilbabnya yang tersingkap. Dia menangis ketakutan.


Tok tok tok.


"Buka! " Teriak beberapa pria di luar pintu.


Pintu pun terbuka dan 2 orang satpam datang.


"Itu Pak, dia telah melakukan percobaan pemerkosaan. Segera tangkap dia. Aku sudah menghubungi polisi. Kami serahkan kepada kalian. "


"Baik. Terimakasih! " dengan segera 2 satpam itu meringkus Guntur.


"Kau. Singkirkan tangan kalian. Dia berbohong. Aku telah di godanya. Dia wanita murahan. "


Ocehan Guntur tidak didengarkan. Dia mengoceh tidak karuan sampai ia di bawa menjauh pergi.


"Kau baik-baik saja? " Tanyanya kepada Salwa, dia mencoba memberikan tangannya untuk Salwa raih. Namun dia tidak menggapainya, ia terlalu takut.


"Aaakhhh! " Salwa berteriak. Dia merunduk ketakutan. Dia tidak berani melihat siapa yang berada dihadapannya, ia masih merasakan dalam. Ketakutan.


"Tenang Salwa. Ini aku, " jawabnya pelan dan duduk bersila di hadapan Salwa. Ia menunggu ketenangan Salwa.


"Kau sudah aman, dia sudah ku hajar dan akan dijebloskan. Tenang saja, kau aman bersama ku. "


Mendengar kata-kata itu, Salwa mencoba membuka matanya dan melihat siapa pria yang telah menyelamatkannya. Perlahan, dia memandang sebuah mata coklat di balik wajah oriental dengan rambut panjangnya yang berkilau.


"FIRMAN! " Ucap Salwa terkejut.


Sebuah senyuman tersungging di wajahnya yang membuat Salwa tenang. Dan itu membuat Salwa menghamburkan pelukan terimakasihnya kepada Firman, ia lupa siapa Firman yang jelas bukan muhrimnya. Ia terlalu bahagia dia diselamatkan.


"Salwa... Sal? " tanya Firman sembari mengguncang tubuh Salwa.


Tubuh Salwa lemas tak berdaya, namun kesadarannya pun lambat laun menghilang. Dengan segera Firman menggendong Salwa.


Sore hari. Di sebuah rumah megah.


Salwa mulai sadar, dia memandang kesekeliling kamar yang ia tinggali. Sebuah kamar dengan banyak poster rock and roll dan otomotif. Sebuah kamar cowok.


"Mba nya sudah sadar? Alhamdulillah. Ini Mba minum dulu. "


Seorang perempuan dengan rambut dicepol dengan baju seperti seragam membawa baki teh hangat, susu hangat dan beberapa kue.


"Dimana aku, siapa anda? "

__ADS_1


"Saya Minah, Pembantu disini. Den Firman membawa Mba nya kesini karena Mba nya tadi pingsan. Silahkan diminum dulu biar tenaga Mba nya pulih. "


Pembantu yang bernama Minah itu berdiri mengawasi Salwa yang mencoba meminum susu hangat. Dia sangat memperhatikan gerak gerik Salwa dan senyum senyum sendiri.


"Mana Firman nya Bu? "


"Ehh jangan panggil Ibu. Panggil saja Minah, "


"Jangan, Ibu kan lebih tua dari saya. Kalo panggil nama itu artinya tidak hormat. "


"Ga papa. Yang lain panggil nama juga. Kebiasaan disini Mba. Atau panggil Mba juga bisa. "


"Kenapa Minah? " tanya seorang pria yang masuk dengan mengingat rambutnya ke belakang.


"Fir.... " suara Salwa lirih.


"Kamu sudah sadar? Syukurlah, maaf ya aku terpaksa membawa kamu ke rumah ku. Karena aku tidak tahu kamu tinggal dimana sekarang. " Fir duduk di ujung kasur menghadap Salwa yang menikmati susu hangat.


Firman lalu melirik Minah, memberikan kode untuk segera menyingkir dari kamar nya. Minah pun sadar dan langsung tersenyum pergi.


"Kamu ga papa kan? "


Salwa mengangguk pelan. "Pak Gun? "


"Tenang saja, dia sudah diurus oleh satpam dan pengacara keluarga ku. Dia bakal dijobloskan ke penjara dengan tuntutan pelecehan. Tenang saja, Rektor kampus juga akan memecatnya. "


"Hah? Kau yakin? "


"Harus seperti itu, dia adalah orang jahat. Kenapa? Apa kau ingin mengkasihaninya, apa kau Gila? "


"Hahaha, tenang saja. Itu urusan ku. Yang salah tetap salah. Yang benar tetap benar. Jangan takut ada aku. "


"Terimakasih Fir. "


"Mulai sekarang, aku akan menjadi pengawal mu! "


"Apa? " Salwa terkejut dengan inisiatif Fir.


" Kenapa? Apa kau tidak tahu Guntur itu bisa saja meneror mu. Jadi handphone mu harus terhubung dengan ku. Aku harus tahu di mana kamu berada. "


"Ba- baik lah. " Salwa tidak bisa menolak karena memang ia juga merasakan takut. Apalagi tidak ada salahnya percaya dengan Fir. Karena dia lah penolongnya dan selama mengenal Fir tidak pernah macam-macam dengannya.


Salwa merasa tidak nyaman berlama-lama berada di rumah Fir, lalu dia berinisiatif untuk segera pergi.


" Kak Fir, aku mau pulang saja. Aku rasa pusing ku sudah hilang dan aku merasa baik-baik saja. " Salwa menurunkan kakinya dari kasur tempat ia berbaring. Fir hanya memandangi Salwa saja. Tidak mencegah ataupun membantahnya.


Salwa langsung berdiri baru saja ia menginjakkan telapak kakinya di lantai. Ia merasakan rumah itu bergoyang seperti gempa.


"Kak Fir, apa sekarang sedang gempa? " tanyanya sembari mencari pegangan. Tangannya meraba mencari tumpuan, Fir langsung menyambut tangan Salwa. Salwa terhanyut dan dipeluk Fir dengan kuat.


"Kau terlalu egois untuk memaksa tubuh mungilmu, sedangkan badan mu masih belum kuat. Apa kau tidak nyaman berada di tempat ku? Sekarang, berbaring lah dulu. Dokter keluarga ku akan datang sebentar lagi. "


Fir langsung merebahkan tubuh Salwa di kasur kembali. Dia mengangkat kaki Salwa dan menyelimutinya. Salwa hanya terpejam dan mengkrenyitkan dahinya untuk menahan rasa pusingnya yang teramat dahsyat.

__ADS_1


Fir meraba wajah Salwa. Ia mengelusnya pelan. "Apa kau sadar Sal? " tanyanya memastikan.


"Iyaa, Singkirkan tangan mu Fir, " Jawab Salwa lirih dan masih saja bisa terdengar ketus saat tangan Fir mengelusnya.


"Maaf, aku fikir kau pingsan lagi. " Senyum Fir dengan segera mengangkat tangannya.


"Permisi, Den ini Dokternya sudah datang. " Minah datang mengabarkan kedatangan dokter.


"Mari Dok. Periksa dia. Dia pingsan dan... "


"Apa dia calon mu Fir? Kau sangat khawatir sekali. " Goda Dokter itu. Ya! Dokter itu seperti keluarga juga karena memang beliau sudah sangat mengenal dengan keluar Fir yang berlangganan dengannya.


"Ssttt... Mau nya begitu Dok. Tapi aku belum berani bilang kepadanya, " Bisik Fir ke telinga Dokter itu.


"Hahaha, kau harus cepat jika kau tidak mau kehilangannya. " cubit dokter ke perut Fir.


"Aauuuu... "


"Aku mau lihat seperti apa sih gadis yang mencuri hati mu. "


Dokter itu pun masuk dan mendekati Salwa. Dan menyapa serta mencoba memeriksanya.


"Hemmm... Kau sudah lama kenal dengan Fir? " tanya Dokter kepada Salwa.


"Hah, maksudnya. Oh kenal dengan Kak Fir. Baru saja, mungkin sekitar 1 semester. "


"Ohh. Pantes... "


"Pantes kenapa Dok? " tanya Salwa bingung.


"Bukan, Si Fir..." Dokter itu tersenyum ke arah Fir.


"Oiya, Kamu harus memperhatikan asupan makan mu. Asam lambung mu meningkat. Gastritis. Makanya kamu mengalami Vertigo. Fir, kamu belikan obat ya, aku akan beri resepnya. "


"Lalu Saya bagaimana Dok? Apa saya harus rebahan saja. saya mau pulang. "


"Tenang, setelah minum obat. Vertigo mu hilang. Jika merasa baikan, kamu bisa beaktifitas kembali. Cukup istirahat ya. "


Dokter pun pamit dan menggandeng Fir.


"Kau pintar juga ya memilih. "


"Fir gitu loh! " Fir menggandeng bahu dokter seperti teman sebaya.


"Fir! " tegur Ayahnya karena geram melihat kelakukan Fir memperlakukan orang yanh lebih tua tidak semestinya. Fir pun langsung terkejut dan mengangkat tangannya dari bahu Dokter.


"Maafkan Fir Dok, dia memang sedikit berandal. Siapa sakit? " Tanya Ayah Fir penasaran.


"Haha santai Hans santai... Yang sakit calon mantu mu Hans. Sudah dulu ya Hans, aku harus segera ke klinik ku. Pasien ku menunggu." Dokter tertawa dan menepuk pundak Ayah Fir dan berlalu pergi.


"Apa maksud nya Fir? " Wajah Ayahnya bingung terlihat tegang saat mendengar kata ''calon mantu".


BERSAMBUNG

__ADS_1


Maafkan author yang baru up. Karena anak Author sakit. Doakan cepat sehat ya. Terimakasih.


Jangan lupa kasih like, vote dan gift. Jangan lupa juga tinggalkan komentar bukti jejak kalian di novel ku. 😊💐


__ADS_2