Jodoh Kilat Pengganti

Jodoh Kilat Pengganti
Bab. 42 Masa Lalu yang kembali hadir


__ADS_3

Pagi hari yang cerah.


Salwa melihat pemandangan di balik kaca mobil yang sedang membawanya pergi ke kampus. Hari ini dia diantar oleh sopir pribadi keluarga Hans. Karena Fir masih dalam masa pemulihan, sehingga ia tidak bisa pergi ke kampus bersama.


"Non sudah sampai. Kata Pak Hans nanti telpon saya lagi kalo mau pulang. Jangan naik bus lagi. "


"Iya Pak Sopir. "


"Panggil Pak Dwi Non. "


"Oke Pak Dwi. Nomor ponsel Pak Dwi sudah aku save ya. "


"Saya pamit Non. "


"Iya."


Dari kejauhan Mirna rupanya melihat Salwa diantar mobil, dia langsung menghampirinya dan langsung menggandengnya.


"Gimana lamarannya? Kok kamu ga ada menghubungi aku sih. Jahat banget kamu. "


"Bukan gitu Mir, ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan. Ada cerita suka dan dukanya juga. "


"Ayo cerita, tapi kok kamu bisa diantar pakai mobil itu? " Mirna semakin cerewet ingin mengetahui cerita Salwa yang sudah berhari-hari tanpa kabar. Datang-datang malah keluar dari mobil mewah dan pakai sopir segala.


"Nah itu juga akan aku ceritakan. Yang sabar ya sahabat ku... " Salwa memencet hidung Mirna yang setengah mancung.


"Ihhh jangan pegang-pegang hidung ku dong, ini aset nih. " Mirna langsung menepis tangan Salwa.


"Yeee ga bakal berubah. Kecuali kau habis oplas. Hahaha. " Cubit Salwa di pipi sahabatnya dan langsung berlari.


"Heyyy awas kamu Sal, baru saja datang kau sudah bikin aku .... Aawass Sal. " Mirna yang mau mengejar Salwa terhenti karena melihat Salwa yang berlari mau menabrak seseorang.


BRAAKKK.


"Auuuuu... Sakit. Hati-hati dong jalan. Punya mata ga sih? " perempuan itu berteriak kesakitan dan langsung mengumpat untuk menghardik Salwa .


" Oh maaf aku tidak sengaja ,Apa kamu tidak apa-apa? " Salwa langsung bangkit dan mau menolong namun dia terdiam karena ia melihat orang yang dia tabrak adalah sahabatnya yang dulu waktu di pesantren yaitu Zahrana .

__ADS_1


" Kamu Zahrana ,Ngapain kamu di sini !?" tanya Salwa.


" Oh kamu Salwa! Bagaimana kabarmu sekarang ?Apakah ini tempat kamu kuliah? kulihat kehidupanmu sekarang sudah sangat baik! Ternyata bisa ya kamu kuliah padahal kan kamu di keluarkan dari Pondok, " ucap Zahrana dengan sedikit Ketus dan sombong, wajahnya pun sedikit mencibir kepada Salwa seakan-akan dia sangat meremehkan keadaan Salwa sekarang.


" Kamu jangan macam-macam ya Zahrana. Aku tidak mau berurusan lagi denganmu. " Salwa menghindar dan menjauh.


Mirna langsung menghampiri Salwa, " Salwa kamu tidak apa-apa , Apa kau mengenalnya, Sepertinya dia mengenalmu ?" tanya Mirna yang melihat mereka mengobrol dengan sangat akrab . Terlihat Zahrana masih memandang mereka, Sesekali Mirna menengok ke belakang melihat Zahrana.


" Sudahlah Mir, tidak usah pikirkan wanita itu .lebih baik kita sekarang masuk kelas saja .sebentar lagi dosen pasti akan datang. " Salwa langsung menarik tangan Mirna menuju ke kelas .


Di dalam kelas.


Ternyata mata kuliah pertama diberikan oleh dosen Hilman . Pada saat mata pelajaran itu mata Hilman tidak pernah lepas dari memandang Salwa. Dan tentu saja itu membuat risih Salwa . Setelah semua pelajaran itu telah selesai . Hilman meminta Salwa untuk diam di kelas . Dan tidak ada pilihan lain Salwa pun harus mengikuti perintah dari dosennya yaitu Hilman .


" Salwa , kamu yakin menolakku kemarin ?apa kamu telah lupa bahwa Aku sangat mencintaimu. "


"Cukup Hilman , pada saat itu, Itulah jawabanku dan Sekarang pun tetap jawabannya aku tidak bisa menerimamu ."


" Kenapa Salwa ? lagi pula kamu sudah janda, Apa kamu tahu, Tidak semua orang bisa menerimamu sebagai seorang janda ,hanya aku yang bisa menerimamu ,aku benar-benar masih mencintaimu Salwa. " Hilman langsung meraih tangan Salwa dan menggenggamnya penuh erat.


"Harusnya kamu sadar aku sudah merendahkan diriku untuk memintamu kembali. Apa kamu tidak tahu kamu akan menjadi wanita yang terhormat jika menjadi istriku . Kau akan menjadi Umi dan penerus Pesantren Kiayi Ahmad. Dan anakmu pun pasti akan menjadi penerus dan pemimpin pondok."


" Gila kamu Hilman! Aku tidak Sudi kamu jadikan istri keduamu dan hanya untuk menjadikan aku sebagai penghasil keturunanmu saja. " Salwa menghempaskan tangan Hilman ke angin dia meninggalkan Hilman keluar dari dalam kelas.


"Kalau istri pertama ku ceraikan, kamu jadi istri ku satu-satunya, bagaimana? Apa kau merubah keputusan mu itu? " tanya Hilman penuh harap.


"Astaghfirullah, tega kamu begitu dengan istrimu. Kau sama saja menjadikan aku pelakor Hilman. Cukup, aku tetap pada pendirian ku. Maaf Hilman. " Salwa langsung melangkah pergi meninggalkan Hilman.


" Dasar wanita tidak tahu diuntung, Janda tapi jual mahal." hardik Hilman serta memukul tangannya ke meja .


Salwa yang masih di pintu mendengar hardikan Hilman itu langsung berbalik ." Percuma kau belajar ilmu agama , akhlakmu masih tidak mencontohkan seorang yang berilmu. Baiknya kau belajar dulu cara menghormati seorang wanita! " ucap Salwa dan setelah itu dia pergi meninggalkan Hilman yang terdiam di dalam kelas.


Karena mendengar nasehat dari Salwa, Hilman tidak dapat menerima itu. Iya pun mengejar Salwa .


" Tunggu ,tunggu Salwa ....! " teriak Hilman . Namun teriakan Hilman tidak digubris oleh Salwa . Ia mengumpat dan marah-marah sendirian. Salwa mempercepat langkahnya untuk menghindari perselisihan bersama Hilman . Salwa sangat mengetahui sifat Hirman ,Hilman adalah orang yang tidak bisa terima jika Ia tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Salwa sangat ingat apa yang ia lakukan pada saat Zahrana memfitnahnya , Hilman begitu mudah membuangnya . Berkaca pada itu semua Salwa tidak ingin itu terjadi kembali .


Salwa bersembunyi di balik dinding dan mengelus dadanya , Ia Mencoba bersabar atas kelakuan Hilman kepadanya . Ia sangat ingin sekali mengatakan kepada Hilman dengan lantang . Bahwa ia sudah menjadi istri sah Firman . Namun karena ia masih nikah siri , Ia tidak sanggup untuk mengatakannya . Yang ada , pasti Hilman akan mengolok-oloknya kembali .

__ADS_1


Baru saja menenangkan dirinya duduk di tangga, ada tangan menyentuh di bahunya.


"Aah... " Salwa berteriak histeris karena Iya sangat terkejut .


" Ngapain kamu di sini Sal ?" tanya Mirna .


" Ya Allah , kamu Mir . Bikin kaget saja . "


" Kamu kok kayak di dikejar hantu saja. Sal... Sal. Kamu janji ya ceritakan yang kemarin ," lagi Mirna kepada Salwa .


" Ya ampun Mir aku juga baru ambil nafas ini. Kamu malah minta ceritakan lagi. ya udah ,dengar nih .kemarin itu Fir kecelakaan . "


"Apa ,Lalu gimana dong lamarannya? gagal dong! "


"Justru karena gagal itu ,Fir akhirnya dirawat aku pun dan keluarga ikut juga sampai ke rumah sakit .ternyata di situlah kesepakatan dari kedua belah pihak keluarga akhirnya aku dan Fit dinikahkan !"


" Apa!!! yang benar? Jadi sekarang kamu ini adalah istri Fir! pengantin baru dong! "


Salwa hanya menganggukkan wajahnya dan tersenyum tersipu malu .


" Cie yang pengantin baru! gimana tadi malam? berarti malam tadi malam pertama dong!!! "


" Jangan keras-keras, Nanti ketahuan orang. "


"ya nggak apa-apa ketahuan kan kalian memang nikah sudah sah ! "


"Ya bukan gitu Mir ,ayah mertua nanti akan merayakannya. Sekarang ini pernikahan kami masih Siri, suratnya pun belum diurus . Setelah Fir sembuh baru akan kami urus. "


"Oh iya , Hampir lupa menceritakannya kepada kamu. Ternyata Cewek yang kamu tabrak tadi itu dia akan bekerja disini sebagai pustakawan di kampus kita. "


" Apa ! " wajah Salwa sangat terkejut bola matanya membelalak seperti bola pingpong .


" Kenapa Salwa? Memangnya kau mengenalnya? Siapa dia ? " tanya Mirna penasaran . Karena Mirna melihat ekspresi Salwa yang sangat terkejut dan tidak senang akan kehadiran wanita itu .


BERSAMBUNG


Jangan lupa, Like, Subcribe dan Vote

__ADS_1


__ADS_2