
chitt,,,,, yang sangat keras itu terdengar sangat keras tiba-tiba Bug... seorang gadis terpental hingga cukup jauh.
seorang, pria keluar dari dalam mobilnya.
iya langsung menghampiri gadis tersebut yang kini sudah bersimbah darah di bagian wajah nya saat kecelakaan itu terjadi tidak ada seorang pun yang melewati jalan itu karena ia pukul dua dini hari.dan jalan di guyur hujan deras, Daniel segera menolong wanita tersebut membawa nya ke rumah sakit terdekat.
sesampainya di sana ia langsung bergegas mengangkat tubuh wanita itu dan berteriak minta dokter untuk segera menangani nya.
mereka yang mengenal Daniel, langsung bergegas menolong wanita yang kini di gendong nya .
"silahkan tidur kan di sini tuan, dan sebaiknya anda tunggu di luar biar pasien cepat di tangani"
ucap seorang perawat wanita yang kini langsung memberikan pertolongan pertama di susul oleh Dokter, jaga saat itu juga.gadis itu langsung di tangani, dengan baik.tapi tiba-tiba saja Dokter yang tadi membawa gadis itu keruang operasi karena pasien mengalami luka parah di bagian kepala dan lengan bagian kiri nya patah tulang.
"Maaf tuan kita harus segera mendapatkan donor darah karena kebetulan golongan darah gadis itu termasuk golongan darah langka ya itu AB negatif,,, dan harus sesegera mungkin karena pasien terlalu banyak kehilangan darah"
ucap perawat yang baru saja menghampiri nya.
"Ambil darah saya kebetulan, darah saya AB negatif juga dan segera lah, lakukan tindakan "
kata Daniel,
saat itu pula Daniel, langsung mengikuti perawat untuk di ambil darah nya,
setelah selesai Daniel pun di suruh perawat tersebut agar jangan bangun dulu dari rebahan nya karena perawat itu melihat kondisi Daniel yang kurang istirahat.
dan dugaan itu benar adanya Daniel, baru saja kembali dari kantor nya saat itu karena harus menyelesaikan, pekerjaan nya, saat itu juga agar dia bisa kembali secepatnya ke Kanada, mengurus perusahaan yang ada di sana .
Daniel Stevano Abraham, adalah seorang pengusaha sukses di bidang pertambangan, iya anak pertama dari tiga bersaudara.usianya kini 32 tahun,tapi iya sudah mencapai kesuksesan di usia nya yang sangat muda yaitu usia 25 tahun setelah lulus S2 nya di London Inggris, dan saat ini sudah satu bulan Daniel, kembali ke tanah air tepat nya di hari saat ibu nya meninggal, karena penyakit kronis yang di deritanya,Adik Daniel, yang Dua mereka adalah anak kembar dan jarak usia Daniel dengan adik nya adalah lima tahun.
Shelomita, dan Sheila, adalah gadis yang sangat cantik dan baik hati keduanya selalu kompak, dalam hal apa pun, tapi sayang nya setelah, ibu mereka meninggal sebulan yang lalu mereka kini seperti kehilangan arah dan tujuan hidup Shelomita, yang kini tengah bekerja sebagai guru tari, di sebuah sekolah ternama di Jakarta sering mengurung diri begitu pun dengan Sheila, pekerjaan sebagai guru seni lukis di sekolah yang sama.sering melukis kan kesedihan nya di kampas .
Dua jam sudah, dari setelah darah nya di ambil sekarang jam menunjukkan pukul 05:00 dan Gadis itu pun sudah keluar dari ruang operasi,,di ikuti oleh dokter dan dua orang perawat, karena sebagian dokter lagi sudah kembali ke ruangan nya.
"Daniel,kini menelpon, asisten pribadi nya untuk membawakan baju ganti dan beberapa barang yang di butuhkan nya saat ini setelah sebelumnya menjelaskan prihal kecelakaan nya itu kepada sang Asisten, tidak sampai satu jam seorang pria tampan datang menghampiri Daniel yang sedang duduk termenung, di kursi tunggu di luar ruangan dengan sedikit noda darah di kemeja putih nya karena kebanyakan darah perempuan itu mengenai jas dan celana nya itu.
"tuan anda tidak apa-apa"ucap Rudi, sang asisten .
"Aku tidak apa-apa hanya saja wanita itu terluka parah dan tangan kirinya mengalami patah tulang"
jawab Daniel yang sangat merasa bersalah,
"apa kau sudah menemukan identitas wanita itu di TKP"
tanya Daniel lagi terhadap Rudi.
"saya menemukan ini tuan"
jawab Rudi sambil memberikan tas kecil milik si korban, Daniel pun dengan sangat hati-hati ia langsung membuka tas tersebut dan untungnya semua masih lengkap ada dompet dan juga ponsel dan buku Diary,milik gadis tersebut, Daniel langsung membuka Dompetnya dan iya mengambil KTP,milik korban.
Nama:Ardina Aurelia.
umur:25 tahun
Agama: Islam
Alamat:xxxxxxx Jakarta
pekerjaan:xxxxx
Tanda pengenal nya tidak cukup jelas yang jelas hanya lah tiga itu tadi, atau karena Daniel kurang mengerti tentang alamat yang tuliskan di sana.
"tuan, apa yang akan ada lakukan sekarang, apa anda ingin menghubungi keluarga nya, atau bagaimana, tapi sebaiknya anda sekarang membersihkan diri dulu, rasanya bau darah itu menyengat sekali"
tanya Rudi yang di akhiri dengan kata perintah bukan nya tidak sopan tapi dia ingin muntah dengan bau amis darah yang ada di baju Daniel,
Daniel pun menurut karena ia juga sedari tadi menahan rasa bersalah nya.
__ADS_1
iya kini sudah membersihkan diri di kamar mandi ruang perawatan , Ardina, setelah selesai ia pun bergegas keluar dari kamar mandi ruangan tersebut.
"Apa gadis ini akan segera siuman, karena aku masih harus berangkat ke Kanada sekarang juga"
tanya Daniel.
"Saya kurang tahu bos sebaiknya Anda tanyakan pada dokter nya saja, dan kalo bos mau berangkat, berangkat lah biar saya menyuruh orang untuk mengurus nya di sini"
ucap Rudi, sambil bergegas keluar untuk mengambil sarapan pagi untuk mereka berdua, sementara Ardina yang masih belum sadar kan juga hingga saat ini pengaruh obat bius nya belum habis
"saya tahu saya salah tapi saya sudah berusaha bertanggung jawab untuk pengobatan mu, tapi saya minta maaf karena pekerjaan yang tidak bisa di tunda saya terpaksa harus meninggalkan mu saat ini dalam keadaan begini saya mohon maaf kan saya jika kamu butuhkan sesuatu atau bantuan apapun, tolong hubungi no saya dan di kartu ini ada uang lima ratus juta no pin nya aku tulis di ponsel kamu sekaligus maaf aku mengambil nomor ponsel mu tanpa izin untuk berjaga jaga jika ada sesuatu kedepan nya nanti.
Daniel menulis sebuah surat yang di titipkan kepada seorang perawat suruhan nya untuk di berikan kepada nya saat Ardina siuman nanti ia juga menugaskan perawat tadi untuk membantu merawat Ardina, hingga sembuh total, setelah itu Daniel bergegas pulang dan menyiapkan semuanya tidak lupa juga iya berpamitan dengan kedua adiknya, saat itu juga.
"Shelomita dan Sheila jaga diri ya bang Dan,, pergi dulu ingat hubungi Abang jika ada apa-apa."
Daniel pun pergi di antar oleh Rudi ke bandara.
🌹💖💖💖🌹
setahun berlalu dari semenjak kejadian itu Daniel, Baru bisa kembali ke tanah air setelah bisnisnya semakin berjaya di sana.kini ia sudah berada di Mension, Abraham.
"bang Dan, kenapa?,,Abang baru kembali sekarang, apa Abang tidak rindu dengan Bunda, di sini "
tanya Shelomita, yang kini tengah memeluknya erat saking rindu nya terhadap kakak satu-satunya itu.
"Abang terlalu sibuk satu tahun belakangan ini sayang bukan nya Abang tidak rindu kalian, Oya Sheila di mana ko tidak menyambut Abang sih Sayang?"
tanya Daniel yang kini sedang mengistirahatkan, tubuh nya di sofa.
"Sheila, tadi bilang mau kerumah teman, baru nya yang sempat menolongnya waktu di jambret, oleh preman pasar"
sontak Daniel,kaget karena hal berbahaya hampir menimpa sang adik bungsu nya itu.
"Apa,lalu siapa orang yang sudah menolong Sheila, itu ?,, laki-laki atau perempuan"
tanya Daniel.
ucap Shelomita.
"Siapa nama nya kalau boleh tau?"
ucap Daniel yang masih sangat penasaran.
"Namanya Ardina,kalo gak salah"
sontak Daniel, membulat kan mata nya iya tidak percaya,nama dan ciri wanita yang di sebut oleh Shelomita, mirip dengan wanita yang dulu iya tabrak, Daniel pun bergegas kedalam kamar nya saat ini ia mengisyaratkan tubuhnya kini yang sudah lelah.ke esokan hari nya iya sudah berangkat ke kantor, untuk meninjau kembali perusahaan yang selama satu tahun lalu.dan saat ini ia sedang sangat sibuk tiba-tiba saja datang ketiga sahabat nya yang di sebut trio keladi,
masing-masing bernama Vero , Arya, Gusti.
mereka berteman sedari masih di dalam kandungan, dan itu artinya,umur mereka tidak jauh hanya berbeda hari doang kekompakan orang tua mereka,patut lah di acungi jempol.hingga anak mereka kini seperti bayi kembar tapi beda.
"Hay bro,kapan Lo balik dari Kanada, cie ila sombong iya kan sob... dia itu pulang pergi tanpa pamit seperti jelangkung"
ucap Arya yang langsung dapat tatapan mata tajam, dari Daniel kini,
"Sorry bro, tapi kenapa meski selama itu pergi nya tau gak kalo si Vero sudah punya Gebetan baru, di tempat tongkrongan kita bos iya gak Vero"
ucap Gusti.
"hmmm belum jadi gebetan sih tapi akan segera, do'akan saja semoga kali ini dia bertekuk lutut di hadapan ku,secara Lo berdua pasti tahu gimana sulitnya mendekati itu cewek, orang nya sih murah senyum nya tapi sayang sekali sentuh bogem melayang cewek barbar"
ucap Vero menjelaskan.
"Bisa gak kalian jangan berisik,aku sedang menyelesaikan pekerjaan ku, memang nya kalian tidak ada pekerjaan apa jam segini sudah nongkrong di kantor ku.
"pekerjaan sih selalu ada tapi gak harus juga terus sibuk karena, kita juga perlu memanjakan tubuh kita juga, dan satu lagi cari wanita yang mau nikahin kita, masa sudah berumur begini masih tetap menjomblo"
__ADS_1
ucap Arya.
"kalau kalian sadar ya buruan nikah"
ucap Daniel.
"hmmm dia sendiri gak sadar hahahaha"
ucap Gusti.
setelah di putuskan malam ini mereka bikin janji kumpulan di klub malam xx setelah jam 8 malam, mereka kompak datang ke sana.dan saat ini ruang VVIP,lah yang kini sedang jadi tongkrongan mereka.tidak lama setelah itu datang seorang wanita, dengan nampan berisi sebotol wine, dan dua buah gelas, iya menuangkan minuman ke arah gelas itu dengan sangat hati-hati,
"Hay sayang, kamu gak pentas hari ini, apa karena aku ada di sini hmmm"
Vero, berniat mencolok pipinya Ardina namun naas tangan nya lebih dulu di pelintir kebelakang oleh Ardina saat ini.
"ahhhhhh,,, ampun, deh ampun aku gak lagi-lagi, aku tidak akan menyentuh mu lagi"
ucap Vero yang meringis menahan sakit.
"terimakasih, nanti biar teman saya yang mengantar minuman nya"
ucap Ardina yang kini tengah, berjalan ke arah pintu.
Daniel yang sedari tadi memperhatikan, wanita itu dia ingat dengan wajah wanita itu benar-benar wanita yang pernah ia tabrak tapi ada satu hal yang buat iya kagum adalah ketangkasan nya membela diri.
"Apa wanita itu yang kalian katakan tadi siang"
tanya Daniel,
"ya kau benar dan kini ia akan pentas"
jawab Gusti,
"kalo begitu ayo kita pindah ke luar"
ucap Arya dan kini dia langsung bergegas keluar masih di tempat ternyaman yang selalu mereka tempati.
semua nya keluar saat ini, dan benar saja Ardina kini sedang menjelma menjadi DJ... sungguh sangat keren, penampilan nya yang sedikit tomboi, itu sangat menarik hati, pria yang melihat nya.
"kau adalah wanita pertama yang bisa membuat ku kagum pada mu"
gumam Daniel dalam hati.
semakin larut malam semakin, meriah suasana di klub malam tersebut, dan ada satu hal yang menarik perhatian pengunjung kini seorang polisi,Gagah menghampiri, Ardina, mereka sempat mengobrol dan seketika itu Ardina, mengikuti, polisi tersebut.
Daniel, yang kini, menghampiri mereka berdua pun bertanya,
"maaf, Nona kalau saya boleh tau ini ada apa ya
ko anda berbicara dengan pak polisi ini?"
ucap Daniel.
"Ada apa emang nya sah-sah saja bukan jika aku ngobrol bareng pak polisi"
ucap Ardina, yang kini menatap Daniel.
"tidak masalah sih aku cuma mau tanya doang takut nya ada hal serius"
ucap Daniel lagi.
"owh begitu, tidak ko dia adalah teman ku,kami biasa' mengobrol di saat luang seperti sekarang ini ya kalo dia gak sibuk benarkan Dre?"
jelas Ardina yang di akhiri pertanyaan pada temannya itu.
"Apa sih Rel ,,, gak penting banget harus di jelaskan segala"
__ADS_1
jawab, Andreas yang kini sedang memandang ke arah Ardina.
Daniel, langsung mengepalkan tangan, dan kini dia juga pergi meninggalkan mereka ke meja bar tersebut, dan memesan sebotol minuman dengan alkohol tinggi,ia merasa kecewa karena Ardina, bersikap cuek padahal harusnya iya sadar kalau mereka belum berkenalan ya walaupun Daniel, mengenal nya,tapi tidak untuk Ardina saat ini.makanya wajarlah kalau dia cuek.