Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
cinta atau ambisi


__ADS_3

"terimakasih, aku akan baik-baik saja kok"ucap Alex.


"kak, bisa aku bicara sebentar dengan Alexia"ucap Tora.


"baiklah tapi jangan lama-lama dia harus segera minum obat"ucap Andres.


"aku akan membantu nya minum obat kakak tenang saja"ucap Tora, Medina pun hanya tersenyum, dia tau maksud dan tujuan Tora saat ini.


"ayo, sayang kita kembali ke hotel kasihan Alexander menunggu kita di sini sudah ada Tora yang akan segera menyembuhkan nya"ucap Medina yang langsung menggandeng suaminya, dan menyuruh Andres dan Deswita pergi.


setelah. mereka pergi suasana terasa hening hingga Tora, langsung membuka obat dan berniat memberikan itu pada Alexia.


"aku bisa sendiri"ucap Alex.


"jangan memaksa kan diri"ucap Tora yang kini mendekat dan memasukkan beberapa obat ke mulut Alexia.


"aku bilang, aku bisa sendiri"ucap Alexia, yang kini menahan rasa pahit di mulut nya itu.


"Alexia aku mohon menurut lah"ucap Tora sambil memberikan nya air.


Alexia langsung meminum air putih tersebut setelah itu dia mengipas-ngipas Lida nya yang ia julurkan karena rasa pahit yang mendera Lida nya itu saat ini.


"minum lah biar cepat hilang rasa pahitnya"ucap Tora.


Alexia meminum air putih itu hingga habis tapi rasa pahitnya tidak mau hilang Tora yang melihat itu pun langsung mencium bibir Alexia dengan lembut dan masukkan lidah nya membelit lidah Alexia yang kini berusaha berontak namun tidak di lepaskan juga oleh Tora Karena dia menahan tengkuk nya itu.


sampai mereka kekurangan oksigen akhirnya Tora, melepaskan ciuman tersebut.


"apa yang kamu lakukan Om, kamu itu selalu seperti ini, sesuka mu"ucap Alexia yang kini memalingkan wajahnya.


"aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu Sayang, aku sangat merindukan mu, dan aku sudah tidak tahan lagi jauh dari mu, rasanya aku menyesal telah membiarkan mu pergi saat ini, aku kira kamu tidak akan pernah menjauh dari sisi ku setelah aku menerima perjodohan itu, tapi kamu ingkar janji"ucap Tora yang kini menatap penuh kesedihan.


"Om, harus berapa kali aku bilang kita tidak akan pernah bisa bersama kita adalah keluarga, dan kamu juga"ucap Alexia terhenti saat Tora membekap mulutnya dengan ciuman yang kembali Tora lakukan.


"Om...!""teriak Alexia.


"aku bilang cukup Alex, aku tidak ingin dengar apa pun lagi saat ini, kamu harus kembali tinggal di sisiku, mulai saat ini"ucap Tora tegas.


"kamu sudah gila Om, kamu kira aku wanita yang tega menyakiti hati wanita lain jangan gila Om, aku juga wanita bisa merasakan rasa sakit yang sama"ucap Alexia.


"aku tidak terima penolakan besok aku akan mengurus kepindahan mu kemari"ucap Tora.


"Om,ini hidup ku aku punya hak untuk hidup bebas, dan memilih pasangan hidup, kenapa Om lakukan itu pada ku?"ucap Alexia.


"kamu tidak punya pilihan lain, saat ini atau pun nanti, aku yang memutuskan"ucap Tora,sambil meninggalkan ruangan tersebut dia menelpon istrinya itu pulang duluan dia sedang merawat pasien, Tora berbohong kepada istrinya itu.


Tora pun bergegas menuju kafe restoran ia ingin membeli makanan kesukaan Alexia tapi Tora tidak tau kalau Alexia saat ini kabur dia diam-diam keluar dari rumah sakit, dan pergi manaiki taksi sampai di Mension ia buru-buru mengambil jaket ponsel dan kunci mobil dia pergi saat ini juga ke kota Bandung,di ikuti oleh empat Bodyguard nya.


Alexia, memberikan pesan tersebut pada semu sahabat dan keluarga nya agar tidak cemas, sementara Tora saat ini begitu prustasi dan memukul-mukul tembok begitu kerasnya.


Tora pun terduduk,di lantai, dia merasa tidak berguna lagi saat ini wanita yang selama ini di jaga nya dengan sangat baik kini tengah menjauh dari nya.


"tidak kah kau merasakan perasaan yang sama dengan ku"ucap Tora.


Medina yang saat itu mendatangi rumah sakit tempat cucunya di rawat kini dia membantu Tora berdiri dan mengobati luka di tangan nya, Medina tau anak dari adik ipar nya itu begitu terluka.


"momm... kenapa rasanya sesakit ini"ucap Tora.


"kau ini laki-laki sayang kau kalah hanya dengan penolakan, dimana anak mommy yang gagah dan sangat menjaga wibawa nya itu"ucap Medina.


"momm... aku begitu mencintai lexia... apa pun yang ingin mommy katakan saat ini aku tidak mau tau pokonya aku tidak ingin dia jauh dari ku, aku sangat mencintai nya momm...hiks hiks hiks"ucap Tora di sela tangisnya.


"Tora, mommy tidak akan melarang mu jatuh cinta, pada siapa pun, tapi harus kamu pikirkan, posisi Alexia saat ini, dia adalah keponakan mu, dan kamu sudah memutuskan untuk milih menikah dengan jodoh mu saat ini,maka kau harus lepaskan salah satu nya"ucap Medina.

__ADS_1


"momm...kakak juga saudara sepupu, tapi mereka hidup bahagia hingga saat ini dan bahkan memiliki putra dan putri tapi mereka tidak di permasalahkan"ucap Tora.


Medina pun duduk di samping Tora, dan mengelus punggung Tora yang tertunduk masih menangis.


"kamu tau mommy, sebenarnya tidak akan pernah menyetujui, pernikahan mereka dulu bahkan mommy hampir membunuh kedua nya, mommy, menikah kan mereka karena mereka sudah terlanjur bertindak jauh, mommy tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menikahkan mereka"ucap Medina.


"momm... kalau aku dan Alexia sudah melakukan hal yang sama bagaimana"ucap Tora.


"tidak Tora, mommy tau itu tidak akan pernah terjadi"ucap Medina tegas.


"tapi mommy,kami sudah melakukan nya saat di villa"ucap Tora berbohong saat itu tidak sampai terjadi hanya pemanasan tidak sampai membobol gawang karena Alexia pingsan.


"Tora, mommy, tidak akan tertipu, mommy tau dengan semua kejadian saat itu, kamu pikir mommy membiarkan rumah itu di tinggali Alexia begitu saja tanpa pengawasan, jangan sampai kamu melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat mommy tidak suka"ucap Medina sambil tersenyum, Medina mungkin bisa menerima Tora jatuh cinta pada Alexia, tapi tidak akan membiarkan,hal bodoh terjadi lagi sebelum ada ikatan resmi.


"mommy, apa mommy tega, membiarkan aku seperti ini momm?"ucap Tora.


"Tora, mommy sudah bilang, jangan lakukan hal bodoh, kamu sudah punya istri dan dia sangat cantik, dan berprofesi sama dengan mu kenapa harus memaksakan perasaan mu yang sangat salah itu"ucap Medina.


"karena aku sangat mencintai nya"ucap Tora.


"jangan bodoh nak...itu bukan cinta tapi ambisi"ucap Medina.


"terserah mommy mau bilang apa cinta dan ambisi atau apapun itu, yang pasti aku akan terus berjuang untuk mendapatkan Alexia"ucap Tora tegas yang kini meninggalkan Medina, yang hanya bisa tersenyum ternyata, Tora begitu mencintai cucunya itu tapi Medina tidak ingin mencegah atau menghalangi perasaan mereka, hanya satu yang Medina tidak harapkan adalah cucunya menderita karena cinta bodoh mereka berdua.


🌹💖💖💖🌹


dua hari sudah Alexia di rawat di Bandung dia berada di dalam perlindungan Oma nya itu hingga tidak ada siapapun yang bisa menemuinya sembarangan bahkan villa tersebut di jaga ketat, dan di Jakarta entah kenapa Tora semakin di sibukkan setelah pulang dari pelosok negeri, selama dua bulan.


tadi nya Tora akan mencari Alexia ke Bandung, tapi entah kenapa pekerjaan nya begitu padat bahkan dia juga kurang istirahat saat ini.


setelah kembali ke Mension milik nya, dia kini berendam di bathtub, untuk merilekskan otot-otot nya yang tegang setelah seharian penuh bekerja.


"Hanny, apa kamu sudah pulih, kenapa harus memaksa pergi saat kamu sedang sakit sekali pun, kamu juga tetap menghindari ku, aku sungguh menyesal karena pilihan ku, aku membuat mu, begitu terluka, dan kini bahkan kau menjauh dari ku, apa kau tau rasa nya sangat menyakitkan dan apa perasaan mu sama seperti ini dulu"ucap Tora lirih.


"Ahhhhhh... sayang kamu tau tidak aku bisa mati jika kamu terus-terusan menjauhiku aku lebih baik mati saja"ucap Tora,sambil menangis.


Tora yang seorang dokter sedari dulu dia tidak suka menyentuh minuman keras, sekali pun dia berada di tengah pesta mungkin dia hanya akan mencicipi nya sedikit untuk menghargai rekan nya, saat itu, tapi sekarang bahkan sudah menghabiskan dua botol wine, yang di pesan nya lewat pelayan Mension nya tersebut.


seminggu berlalu setiap pulang kerja Tora kini mampirk ke club malam, dia ingin menghilangkan rasa sakit di hati nya walau pun hanya sejenak dia bahkan tidak pernah perduli dengan istrinya di rumah, karena Rania juga bukan tipe wanita yang akan setia menunggu nya di rumah sejak sebelum menikah Rania adalah wanita yang tidak pernah suka kesepian dia selalu punya tongkrongan bersama teman-teman kuliah nya yang berbeda profesi tersebut, seperti saat ini dia tengah berkumpul bareng sahabat nya,di kafe dia bahkan sangat dekat dengan teman pria nya saat ini peluk cium bukan hal aneh buat mereka berdua walaupun di muka umum.


"sementara itu, di Bandung Alexander kini tengah gencar menyuruh anak buahnya untuk menyusup kekediaman Alexia tepat nya villa tersebut,namun sayang anak buah Medina tidak bisa membiarkan penyusup masuk saat ini.


"Alexander, pun kini, kembali berpikir jika tidak bisa mendekati Alexia di rumah nya, Alexander bisa minta bantuan pihak kampus kebetulan rektor universitas tersebut adalah teman dekat Ayah nya, dia akan meminta rektor kampus tersebut mengundang Alexia ke ruangan nya dengan sebuah alasan yang cukup kuat berhubungan dengan jurusan yang kini sedang di pelajari nya.


Alexia pun pergi memenuhi undangan rektor tersebut, dan langsung menuju ke dalam ruangan nya saat ini.


tiba,di sana Alexia di kejutkan dengan kedatangan Alexander di ruangan tersebut sedang pura-pura membaca koran.


"bapak memanggil saya"ucap Alexia yang kini cuek.


"iya ada yang saya ingin bicara kan saat ini, dengan mu mohon tunggu sebentar bapak akan mengambil sesuatu yang tertinggal ucap rektor tersebut.


"Alexia pun duduk di sofa tersebut bersebelahan dengan pria yang ingin di hindari nya.


"pintu pun tertutup rapat dan terkunci dari luar mereka semua berjaga di luar orang suruhan Alexander saat ini tidak membiarkan siapapun masuk.


"Hanny, lama tidak bertemu apa kabarmu?"ucap Alexia.


"aku baik tolonglah mulai saat ini, jangan panggil aku, dengan sebutan itu, aku bukan kekasih kamu kita sudah putus sejak sebelum aku ke Jakarta"ucap Alexia tegas.


"siapa yang memutuskan hubungan di antara kita, aku tidak pernah mengakhiri hubungan ini"ucap Alexia.


"tuan Alexander yang terhormat, aku yang memutuskan untuk tidak memiliki hubungan dengan mu, karena kamu adalah pria beristri"ucap Alexia lantang.

__ADS_1


sontak, ucapan Alexia membuatnya menarik tangan Alexia dan kini tubuh Alexia jatuh tepat di atas Alexander.


"aku tidak akan pernah terima itu harus berapa kali, aku katakan dia bukan istri ku dia adalah wanita korban ke egoisan paman mu sendiri"ucap Alexander, yang kini menatap wajah Alexia lekat.


"aku tidak perduli sebelum kamu bisa membuktikan nya langsung di depan mata ku sendiri"ucap Alex, yang kini mencoba melepaskan, diri dari pelukan dan cengkraman tangan Alexander.


"kamu perlu bukti nyata kalau aku belum pernah melakukan hal seperti itu dengan siapa pun, baik'lah akan aku buktikan saat ini juga padamu"ucap Alexander yang hendak membuka, sabuk yang kini ia kenakan.


"Alex, hentikan apa kamu sudah tidak waras"ucap Alexia, berteriak.


"bukan nya kamu perlu bukti heeuh itu kan yang kamu ucapkan kenapa saat ini kamu malah menolak nya"ucap Alexander.


"aku minta bukti, tentang hubungan mu dengan istri mu itu"ucap Alexia sambil berjalan menuju pintu, dia memijat kepala nya yang terasa pening.


"siapa yang berani mengunci pintu ini buka atau kalian akan tau akibat nya"ucap Alexia yang kini menatap horor, dia bahkan punya telinga yang sangat peka ia tau di luar ada banyak orang.


"jangan bilang aku kejam jika kalian tidak membuka pintu ini"Alexia langsung menendang pintu kayu jati yang kokoh itu dengan sekali tendangan,Pitu itu hancur seketika, Alexander pun mematung saat ini, bahkan dirinya pun belum tentu bisa melakukan hal tersebut.


orang yang berada di balik pintu pun beberapa orang ada yang terluka mereka pun menyerang Alexia bersamaan, tapi Alexia hanya melakukan tendangan memutar mereka semua roboh terkapar di lantai,satu kaki menginjak leher bodyguard yang punya tubuh lebih kekar dari yang lain nya,sambil berkata.


"jangan pernah menguji kesabaran, ku aku bisa memperlakukan kalian tergantung seperti apa kalian memperlakukan ku, jangan di kira air yang tenang tidak ada bahaya di dalam nya kalian masih ku ampuni untuk kedua kalinya akan ku ratakan kampus ini dengan tanah agar jadi kuburan orang-orang yang tidak berguna seperti kalian,tunjuk Alexia pada seluruh bodyguard, Alexander.


sementara rektor kampus tersebut berdiri gemetaran bahkan hingga pipis di celana.


Alexia pun pergi meninggalkan mereka, dan kembali ke kelas nya saat ini tidak ada yang berani berkomentar ataupun bergosip di belakang nya, bahkan dosen pun tetap fokus menjelaskan materi yang ia berikan sementara itu Alexander kini ,duduk dan mengganti kerugian para bodyguard nya pergi, setelah di perintahkan Alexander untuk mengobati mereka sendiri.


Alexander kini masuk kedalam kelas dimana Alexia sedang fokus pada materi yang di berikan oleh dosen killer tersebut.


Alexander duduk di kursi, samping Alexia, dia menatap wanita super itu lekat.


"ada apa lagi, jangan ganggu orang sedang belajar"ucap Alexia yang tidak ingin melakukan kekerasan pada orang yang masih di anggap nya baik.


"Alex, aku ingin kita bicara, please aku tau aku salah, tapi aku melakukan itu karena kamu tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan mu"ucap Alexander tulus.


"kamu jangan salah paham, Alex,aku tidak ingin di ganggu saat aku sakit semingu ini, saat aku sehat kamu tidak aku batasi untuk berkunjung bukan bahkan anjing penjaga ku pun masih memberikan mu izin masuk, tapi saat,dua Minggu kebelakang aku sedang kurang sehat"ucap Alexia memberikan pengertian.


"aku ngerti Hanny, maaf kan kecerobohan ku"ucap Alexander di buat semanis mungkin.


"ya ampun Alexander apa usia mu masih ABG kenapa wajah mu imut sekali apa kamu mau aku beri hadiah"ucap Alexia menyeringai.


"aku mau Hanny mana hadiah nya"ucap Alexander.


"ini, kebetulan rasa nya gatal belum mendapatkan mangsa"ucap Alexia yang langsung membuat wajah Alexander berubah kembali serius.


"Hanny, aku tunggu di mobil jangan lupa temui aku,satu lagi Samat belajar Sayang ku muachhhh"ucap Alexander, yang langsung mencium puncak kepala Alexia, tidak perduli orang-orang di sekitar nya, wajah Alexia bersemu merah entah senang atau marah yang pasti tidak ada seorang pun yang berani melirik nya.


setelah bubar kelas, saat itu juga Alexia meminta bodyguard nya mundur dan pulang membawa mobilnya saat ini dia masuk kedalam mobil Alexander seperti yang di minta pria itu, Alexander pun langsung melaju menuju rumah pribadi nya saat ini juga dan tidak lama mereka pun sampai di rumah tersebut.


"Alexa... mau ngapain kemari rumah siapa ini"ucap Alexia yang masih bingung.


"masuk lah dulu kamu akan tau"ucap Alexander.


saat keduanya masuk, dia langsung di sambut oleh gadis kecil saat itu juga yang memanggil nya Daddy dan ada rasa sakit yang kini di rasakan Alexia hati nya seperti di cubit.


"dadd... bukan kah sudah ku bilang aku belum siap kehilangan mu, saat ini jadi kenapa kamu egois seperti ini dengan membawanya kehadapan ku"ucap Ema.


"Ema, mau tidak mau kamu harus segera menerima kenyataan"ucap Alexander.


"sudah cukup"ucapan Alexia, yang langsung berlari pergi meninggalkan perdebatan di antara mereka.


"Hanny tunggu kamu harus tau semua nya dengan jelas"teriak Alexander yang menghentikan langkah Alexia seketika itu.


"apa aku tidak di takdir kan untuk memiliki pendamping hidup kenapa tuhan selalu membuat ku terjebak di pilihan yang sangat rumit seperti ini, sudah cukup Alexa...aku tidak ingin mendengar kan apa pun lagi dan mulai saat ini tolong jangan temui aku lagi"Alexia pun pergi berlari dengan air mata yang mengalir deras, sekuat apapun dirinya dia masih memiliki hati seorang wanita yang penuh kelembutan.

__ADS_1


__ADS_2