
malam pun tiba,kini Deswita sudah menggunakan piyama tidur nya, semetara Andres yang punya kebiasaan tidur tidak mengenakan apapun kecuali bokser membuat Deswita menelan Saliva nya dengan kasar.
"Kak,, bisa tidak, jangan telanjang aku malu melihat nya" ucap Deswita.
"Hanny kenapa harus malu, nanti juga kamu pasti akan melihat isinya" ucap Andres menggoda Deswita.
"ahhhhhh,, aku tidur di kamar tamu saja kalo begitu, silahkan kakak tidur sendiri" ucap Deswita.
"jangan coba-coba Keluar dari kamar ini kalo enggak kita putus saja" ancaman Andres berhasil menghentikan langkahnya Deswita.
Deswita pun kembali ke,atas ranjang nya dia langsung memeluk bantal guling dan menutup wajahnya dengan selimut sementara Andres menarik guling dan juga selimut nya dia melempar itu ke sembarang arah Deswita hanya pasrah.
Andres , kemudian memeluk tubuh Deswita dengan erat dia memejamkan mata nya.
"kak, aku masih kedinginan boleh kita gunakan selimut " ucap Deswita.
"tidak jika kamu kedinginan, sebaiknya peluk aku dengan erat" ucap Andres.
"tapi masih dingin" ucap Deswita.
"mau aku hangatkan" ucap Andres sambil menatap wajah Deswita.
"caranya?" ucap Deswita.
"kita bercinta saja bagaimana"goda Andres padahal dia sendiri punya prinsip tidak akan melakukan itu, sebelum menikah.
"kau gila, apa kata suamiku nanti" ucap Deswita tanpa pikir panjang.
"memang siapa calon suami mu, kamu tidak ingin menikah dengan ku,hemm,,ia begitu" ucap Andres yang kini bangkit berdiri dan berjalan.
Deswita langsung berlari mengejar Andres dan langsung memeluk nya dari belakang.
"calon suami ku itu kakak, jadi jangan pergi" ucap Soraya,sambil terisak.
"aku tidak akan pernah pergi ko kecuali jika kamu sudah tidak menginginkan ku lagi,lepas aku akan mengambil selimut yang baru" ucap Andres.
"tidak cium dulu,biar aku tenang" ucap Deswita.
Andres pun membalikkan badannya nya dia memberikan ciuman mesra di bibir Deswita sampai terbawa suasana Deswita pun merasakan desiran aneh di tubuh nya darah nya seperti mengalir deras dan rasa panas menjalar ke seluruh tubuh.
Deswita tidak sadar Andres kini sudah mengecup leher dan tulang selangka nya tangan Andres masuk kedalam piama atas Deswita dan meremas buah apel merah tersebut, hingga Deswita sadar.
"stop kak,,, jangan lakukan itu" ucap Deswita melepaskan tangan Andres.
"WITA,,, sekali ini saja biarkan ini terjadi Ok, aku janji tidak akan kebablasan aku hanya sampai di sini" ucap Andres menunjukkan arah dadanya.
"tidak kak,,,itu tidak boleh, Ok" ucap Deswita yang pergi kekamar mandi untuk membasuh wajah nya.
"hmm,,, Ok" ucap Andres yang langsung mengambil selimut baru, Andres pun langsung berbaring di ranjang empuk tersebut menunggu Deswita yang belum juga keluar dari kamar mandi.
saat Deswita keluar Andres langsung mengajak nya tidur dan mereka pun tidur nyenyak, sampai pagi hari tiba, Andres yang sudah bangun sejak tadi ia masih pura-pura merem.
Deswita pun membuka matanya,ia melihat Andres masih memejamkan mata.
"kak,, bangun ini sudah pagi" ucap Deswita.
"morning kiss dulu baru aku bangun ucap Andres.
"baiklah, muachh muachh muachh"Deswita pun langsung, bergegas masuk kedalam kamar mandi di susul Andres yang akan mandi bareng tapi beda ruangan, Deswita di bathtub sementara Andres di ruang shower, bathtub Deswita memiliki gorden jadi tidak perlu takut kelihatan.
sementara itu yang duluan selesai adalah Andres Deswita masih asik berendam dalam busa sabun aroma terapi tersebut.
"Hanny, aku sudah selesai"ucap Andres.
"duluan saja aku masih betah" ucap Deswita
"boleh aku lihat hmm"ucap Andres menggoda Deswita.
"silahkan saja lagian tubuh ku tidak kelihatan" jawab Deswita balik menantang.
"tidak bisa di lihat tapi bisa di raba bukan" ucap Andres di depan pintu kamar mandi.
"ahhhhhh pergi sana aku tidak mau dengar kata mesum mu itu" ucap Deswita.
Andres pun terkekeh geli, dia bisa menebak bagai mana ekspresi wajah Deswita saat ini.
akhirnya mereka pun sudah bersiap untuk berangkat ke airport, setelah sarapan dan Deswita meminta asisten nya untuk menghendel urusan pekerjaan kantor nya selama Deswita di Indonesia.
__ADS_1
mereka pun kini telah menaiki,jet pribadi milik Deswita, peninggalan Cleo yang masih sangat terawat dengan segala pasilitas mewah di dalam nya.
setelah hampir menempuh perjalanan yang sangat melelahkan mereka pun tiba di bandara Sukarno Hatta, pesawat nya mendarat dengan sempurna, saat ini .
Deswita dan Andres pun keluar dengan bergandengan tangan, Deswita Sangat takut kehilangan Andres laki-laki yang selalu bertahan di hati nya itu.
"Hanny saat sampai rumah ingat lepaskan tanganmu itu aku belum bisa memberi tahu mommy, tentang kita" ucap Andres.
"baiklah, rasanya aku ingin waktu berhenti agar kita tetap seperti ini" ucap nya lirih.
"Hanny, jangan sedih setelah pulang bekerja kita masih bisa bersama asal kamu rajin ke apartemen milik ku" ucap Andres.
"baiklah, sayang,tolong cium aku, sebelum kita sampai di rumah" ucap Deswita.
tentu saja Sayang.
kebetulan kaca mobilnya, Andres gelap mereka juga tidak menggunakan sopir karena Andres pergi sendiri ke sana.
mereka pun saling menautkan bibir mereka hingga beberapa menit lamanya, Andres bahkan melakukan hal yang di hindari Deswita ya itu meremas dua buah apel merah tersebut hingga Deswita lolos mendesah tapi tidak sampai lima menit, ponsel Andres berbunyi dan ia langsung terperanjat, saat melihat nama pemanggil di ponsel nya.
"halo, mommy,ia ini aku sudah di mobil dengan nya saat ini mommy mau bicara " ucap Andres.
"nanti saja buruan kemari mommy sudah rindu Deswita" ucap Medina.
"Ok,momm..." ucap Andres langsung menutup ponselnya.
"mommy,tau kita sudah tiba" ucap Deswita, yang di jawab anggukan oleh Andres.
"kak, aku ingin kembali saja" ucap Deswita.
"kau ingin terus jauh dari ku" ucap Andres.
"tapi, mommy tidak akan pernah mengijinkan kita bersama" ucap Deswita.
"kita bisa lakukan jalan pintas jika itu terjadi" kau tidak perlu takut.
"baiklah Hanny terserah kamu saja,eummm ahhh eummm" mereka pun kembali menyatukan bibir mereka dan setelah itu mereka langsung bergegas menuju Mansion, Daniel.
sesampainya di sana Deswita di sambut pelukan hangat oleh Medina dan Daniel dengan ciuman bertubi-tubi di wajah putri nya itu, hingga saat ini mereka masih memeluk putri nya itu dengan penuh rindu.
" hemm,,itu perkara mudah Daddy, dia tidak akan pernah bisa menolak ku" ucap Andres penuh percaya diri.
"syukurlah kalau begitu, kamu juga harus membujuk,adik mu ini untuk tinggal di sini mengurus perusahaan milik Daddy " ucap Daniel meminta tolong.
🌹💖💖💖🌹
malam pun tiba Deswita kini sedang gelisah karena, saat ini,ia sangat merindukan Andres.
💌 Deswita"
Hanny, kamu tidak kangen aku apa?"
💌 Andres"
tentu saja aku kangen sayang sabar ya besok pagi aku akan segera menjemput mu Hanny, muachh.
💌 Deswita"
aku kembali saja ke Rusia jika kita tidak tinggal bersama, aku lelah menanti!"
💌 Andres"
jika kamu kembali hubungan kita akan segera berakhir"
💌 Deswita"
kamu selalu mengancam ku Hanny, kamu beneran serius gak sih cinta sama aku jika tidak baik lah, aku akan pergi"
💌 Andres"
itulah sifat kamu yang selalu jadi pembangkang aku tidak suka"
💌 Deswita"
baik lah jika kamu beneran gak suka jangan pernah temui aku lagi karena besok pagi pun aku pastikan kamu tidak akan melihat ku lagi!"
💌 Andres"
__ADS_1
Hanny aku mohon jangan pernah lakukan itu, baiklah-baiklah aku minta maaf, kepada mu"
Deswita tidak membalas pesan Andres lagi.
iya benar-benar merasa marah saat ini, bahkan tanpa sadar Andres menangis.
"Hanny, aku ingin segera menikah dengan mu,agar aku bisa tenang tapi itu tidak mungkin mommy kita tidak akan setuju, bahkan jika lama-lama kita terus begini bukan tidak mungkin akan ada yang terluka di antara kita" gumam nya lirih.
sementara itu Daniel masih penasaran bagaimana Andres bisa membujuk anak gadis nya yang sangat keras kepala tersebut.
mereka semua tidur tenggelam dalam mimpinya,begitu juga dengan Andres yang kini tertidur pulas di kamar nya hingga pagi tiba Andres masih bermalas-malasan di kasur empuk nya itu sampai seseorang membuka pintu, kamarnya dan langsung memeluk nya dengan erat.
wanita itu bukan Deswita melainkan Rindu.mantan kekasih Andres saat masih kuliah dulu.
"kamu, ngapain kamu kemari hmm,lepas deh kita sudah tidak punya hubungan apa pun" ucap Andres yang kini langsung di mendorong tubuh Rindu.
"Hanny, please kita kembali jadian lagi aku mohon aku sangat mencintaimu karena itu lah aku tidak bisa jauh lama-lama dari mu" ucap Rindu.
rindu kini kembali memeluk, Andres hingga saat wanita yang berdiri di depan pintu kamar nya menjatuhkan, nampan yang ia bawa semua jatuh berhamburan di lantai.
"Hanny, semua ini tidak seperti yang kamu lihat" ucap Andres sambil mendorong wanita itu.
Deswita langsung berlari menuruni tangga saat ini Deswita Sangat hancur saat melihat wanita tersebut sedang memeluk tubuh Andres yang hanya menggunakan bokser seperti biasanya.
"Hanny, please jangan seperti ini, aku tidak ada hubungan apa pun dengan nya, dia mantan ku saat kuliah dulu, aku juga tidak tau tiba-tiba saja dia datang kesini dan langsung memeluk ku" ucap Andres sambil menggenggam erat tangan Deswita.
"apa pun itu aku tidak ingin mendengar nya lagi, silahkan, lanjut kan dan seperti yang kau mau semalam kita sudah resmi putus, aku akan pergi dan Takan pernah kembali, selamat, untuk cinta kalian" Deswita berusaha melepaskan cekalan tangan Andres, tapi Andres malah memeluk erat tubuh nya tidak hanya sampai di situ Andres membawa tubuh Deswita ke dalam kamar tamu.
"lepas, aku tidak mau lagi di sentuh kamu, aku tidak sudi" ucap Deswita yang langsung mendorong dada bidang Andres namun Andres tidak kalah cepat dia membalikkan tubuh, Deswita menahan nya,di atas ranjang ia mengikat tangan Deswita dengan syal yang di gunakan oleh nya.
Deswita menangis saat Andres merobek seluruh baju yang di kenakan nya Andres dengan buasnya merenggut mahkota Deswita saat ini, hingga Deswita menjerit saat itu dia menangis antara sakit hati dan cinta .
Andres baru selesai melakukan itu setelah berkali-kali, iya menumpahkan kecebong dirahim Deswita.
"aku terpaksa melakukan hal ini Hanny aku tidak mau kamu pergi dari hidup ku, walaupun semua ini akan merenggut nyawa ku, aku tidak perduli yang pasti aku mencintaimu" ucap Andres yang kini melepaskan ikatan di tangan Deswita dan langsung menyelimuti tubuh nya ia mengecup kening Deswita lembut.
"hiks hiks hiks,,, kenapa kamu harus lakukan ini, kenapa tidak bisa bicara baik-baik, aku sudah kotor hiks hiks hiks"Deswita menangis lirih.
"Andres memeluk tubuh, Deswita, dia berkata aku akan menemui mommy dan Daddy saat ini juga" ucap Andres.
"tidak, aku mohon jangan, sebaiknya biarkan aku pergi kembali ke Rusia saja dari pada aku harus kehilangan nyawa mu"ucap Deswita.
"aku rela mati asal kamu bahagia" ucap Andres
"bagaimana aku akan bahagia jika kau mati, aku mohon jangan lakukan itu" ucap Deswita yang kini memeluk erat tubuh Andres.
"baiklah kita akan begini sampai akhir hayat kita, jika itu yang kamu mau" ucap Andres.
"aku akan pergi nanti Sore" ucap Deswita.
"baiklah pergi lah jika kamu tidak ingin melihat ku hidup lagi" ucap Andres.
"apa maksudnya kata-kata mu Hanny, aku tidak ingin kau berkata seperti itu" ucap Deswita.
"percuma, aku hidup jika kita masih harus berpisah" ucap Andres .
"aku melakukan itu agar kau selamat dari amukan mommy, percaya lah"ucap Deswita.
tiba-tiba,pintu,kamar nya di dobrak dari luar Medina melotot melihat mereka berdua berada di atas ranjang, dengan keadaan tanpa busana hanya tertutup selimut.
"Deswita, Andres apa yang kalian lakukan!!!"""teriak Medina murka.
"mommy, semua ini salah ku" ucap Deswita.
"tidak momm... aku yang salah maafkan aku aku mencintai adikku" ucap Andres.
"bangun kalian berdua " ucap Medina yang masih menatap nya tajam.
mereka pun bangun Andres yang masih menggunakan bokser kini duduk di tepi ranjang begitu juga Deswita, yang menutupi tubuh nya dengan selimut.
"apa kalian punya otak heuhhhhh dimana otak kalian, kalian itu adik kakak, kalian benar-benar buat mommy kecewa kenapa kalian lakukan hal segila ini heuhhhhh mommy tidak habis pikir, kalian ini sudah dewasa bukan anak ABG, apa kalian tidak pernah berpikir bagaimana masadepan kalian nanti nya" ucap Medina
Medina tidak memberikan mereka pukulan atau pun tamparan, Medina tidak akan tega melakukan itu, Medina memang sangat marah tapi ini sudah terjadi, saat ini semua anggota keluarga sedang berkumpul, membicarakan masalah ini awalnya semua marah tapi tidak ada gunanya nasi sudah menjadi bubur, mereka pun akhirnya di nikahkan.
walaupun mereka masih mendapatkan kemarahan Medina dan seluruh keluarga, tapi Andres dan Deswita bersyukur, karena mereka sudah resmi bersama.
kini mereka tinggal di apartemen milik Andres sementara sebagai rasa bersalah Deswita ia mengurus perusahaan milik Daniel.
__ADS_1