
malam ini, Medina, terus mengorek informasi dari sumber terpercaya nya saat ini, dia sendiri sudah tidak tahan menahan amarahnya atas rasa sakit hati dan penderita yang belum bisa pergi dari kehidupan nya, sebelum semua nya terbalas kan.
ke esokan malam nya perempuan itu, datang karena undangan dari media yang di sampaikan oleh kakak nya saat ini Medina tengah menyamar menjadi seorang wanita yang miliki wajah cacat, dan memakai topeng, untuk menutupi kemiripan dia dengan kedua orang tuanya, yang di bunuh oleh wanita tersebut dan komplotannya.
Medina duduk di ruang VVIP, dia sedang berhadapan dengan wanita iblis itu.
"ternyata wanita seperti kau pemilik club' ini berapa ??wanita yang kau butuh kan" tanya wanita iblis itu.
"aku hanya butuh kamu seorang untuk memuaskan hati ku" ucap Medina dengan tenang.
"aku bukan lesbi, dan aku juga wanita normal,namun sayang pria yang sangat aku inginkan telah pergi dari dunia ini" ucap nya sedikit nada sedih.
..."hmmm, aku tidak masalah memakai wanita normal saat ini, seperti nya mebih menantang "ucap Medina sambil mendekat ke arah wanita jahat tersebut...
"kau, sudah tua tapi tubuh mu ini tetap mempesona"ucap Medina.
Medina merangkul pinggang wanita iblis itu berlagak seperti wanita menyimpang saat ini.
Medina membawa beberapa borgol di tangan nya saat ini, untuk memborgol lengan dan kaki nya, wanita iblis itu.
sementara anak buah Medina yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu sudah bersiap di kamar sebelah ruang VVIP itu memiliki kamar khusus untuk di buking setelah Sheila di nyatakan koma dulu.
"hey, kamu mau apa aku wanita normal" teriak, wanita jahat itu yang kini tengah berbaring di atas meja panjang dengan borgol di tangan nya saat ini, Medina lantas mengusap, gunung kembar milik wanita itu dan sedikit mendorong nya kuat, saat wanita itu sedikit mengaduh kesakitan,satu lagi borgol terpasang di tangan nya lalu Medina, memborgol kedua kakinya wanita itu.
Medina tersenyrum puas sambil megang gunting untuk merobek semua baju nya wanita itu.
"hey kau, wanita sialan aku itu tidak suka main dengan kasar seperti ini, kenapa kau merobek baju ku," ucap nya berteriak.
"biar kita bisa menikmati nya sayang" uncap Medina berbisik di telinga wanita itu yang kini menelan ludah nya kasar.
"mari kita bermain di kamar itu, saat ini aku tidak mau ada yang melihat nya" bisik Medina.
Medina pun mendorong meja itu ke dalam kamar yang sudah di buka oleh beberapa anak buah laki-laki nya saat ini.
"kalian sudah siap" kata Medina sambil mendorong, meja yang sangat berat bahkan wanita biasa tidak akan mampu mendorong itu sendiri.
"siap,ratu Medina" ucap mereka patuh.
__ADS_1
"baiklah, silahkan kalian nikmati hidangan nya" ucap Medina.
"kau siapa sebenarnya dan apa mau mu" ucap wanita jahat yang saat ini tengah di jamah oleh sepuluh anak buah nya Medina saat ini ******* jeritan itu memenuhi ruangan itu, Medina hanya jadi penonton wanita itu meronta minta di lepaskan,namun tidak ada yang menggubris nya, mereka terus saja menjamah tubuh nya bergiliran, Medina mulai merasakan kepuasan tersendiri kini dendam sang ibu sedikit terbalaskan dan Medina menyaksikan itu tanpa belas kasih, hanya ada api dendam yang menyelimuti nya hingga keseluruh ubun-ubun.
"kau ingat dosa mu,dua puluh tahun yang lalu, sekarang, kamu akan rasakan semua api dendam yang membara yang kau sulut dua puluh tahun yang lalu, apa kau ingat dengan kedua pasangan yang kau Aniaya,dua puluh tahun lalu hingga kau menyisakan tangis kepedihan, yang kamu tanam kan di hati kedua anak yang kau bunuh ayah ibunya dengan sangat keji heuhhhhh...kau ingat sekarang" Ucay Medina yang mencengkram rahang wanita itu hingga terdengar suara tulang remuk
wanita itu menjerit kesakitan jiwa iblis Medina kini telah muncul Maya merah menyala, dengan sadisnya dia mematahkan kedua tangannya, wanita yang terkulai lemah setelah di gilir oleh sepuluh orang anak buah nya Tersebut.
"kau ingat keluarga yang sempat kau,bantai bertahun lalu,ada satu kesalahan yang kau tidak sadari,kau membiarkan kami hidup, dan aku lah yang akan membalas kan rasa sakit yang di derita oleh ayah dan Bunda ku, sekarang kamu adalah orang terakhir yang akan merangkak minta kematian di kaki ku,dan rasakan ini" Medina mematahkan sebelah tangan nya lagi wanita itu menjerit kesakitan yang teramat dalam hingga melihat dosa-dosa nya di masa lalu.
"maaf kan aku nak,,, aku khilaf saat itu, tadinya aku hanya ingin menodai kesucian ibu mu tapi semua orang ku lepas kendali" ucap nya sambil merintih menahan sakit.
"andai maaf mu bisa mengembalikan orang-orang yang sangat aku cintai, dan rahim ku membaik maka tidak akan ada, rasa sakit yang menyiksaku seperti saat ini,kau pikir, setelah menyaksikan kekejaman kau saat itu, aku baik-baik saja, aku sudah melewati empat kali kematian, dan dendam ku yang terus membuat ku bertahan hidup selama ini" ucap Medina.
wanita itu sudah menangis minta pengampunan, dan Medina mengambil pisau yang sangat tajam dan berkilau, saat ini.srttttt...medina menyayat leher, wanita iblis itu, saat itu juga wanita itu sudah tak bernyawa lagi.
"ayah,,,, Bunda,,,,,kini dendam mu sudah terbalaskan, aku bahagia untuk kalian biar aku yang mempertanggung jawabkan dosa-dosa yang tercipta dari dendam ku selama ini, semoga kalian bisa tenang" teriak Medina kencang,namun tidak ada yang mendengar itu karena ruang itu kedap suara.
"beres kan mayatnya, seperti biasa, aku akan pergi menebaskan semua wanita tahanan nya saat ini" ucap Medina yang langsung pergi dari situ.
Medina melangkah dengan cucuran air mata, dia rela menjadi pendosa untuk membalas dendam atas kematian, kedua orang tua nya dan kakak perempuan satu-satunya hingga menyisakan Andres, yang malang.
Medina masuk tanpa permisi tanpa, membuka gerbang iya naik dan melompat padar yang tinggi menjulang tersebut seperti,tupai yang bertubuh ringan, semua penjaga di sana, mulai menghadang nya, Medina hanya tersenyum miring, kearah mereka.
"ternyata kita kedatangan, tamu tak di undang untuk santapan, kita malam ini" ucap Ketu bodyguard nya saat ini.
" baik lah jika kamu bisa menyentuh ku aku akan memuaskan mu" teriak Medina.
"baik lah itu perkara mudah, sekali"....
🌹💖💖💖🌹
saat ini Medina tengah sibuk bertarung dengan mereka semua puluha laki-laki berwajah seram bertubuh kekar penuh dengan tato di tubuh mereka, saat ini Medina meng Hajar mereka sendirian, dan Medina cukup tangguh saat ini sudah puluhan orang tumbang tak berdaya jiwa iblis nya kembali nampak, Medina saat ini menggunakan sebilah pisau lipat untuk melawan mereka satu persatu mereka tumbang dengan luka sayatan di leher dan di tusukan di dadanya,kini tersisa dua orang pria yang lumayan tangguh iya membawa senjata tajam dan sebuah pipa besi saat ini, saat Medina hampir di pukul tiba-tiba Andrea dan tim kepolisian datang menembak kaki mereka .
"aku tidak terlambat bukan adik ipar" ucap Andrea tersenyum, kearah Medina,sambil mendekat.
"Andrea awas" teriak Medina sambil mendorong tubuh Andrea jleb..... sebuah pisau menusuk dada bagian kiri Medina yang hampir menembus jantung Andrea melotot lagi-lagi Medina menyelamatkan nyawa nya dari kematian.
__ADS_1
"dorr,,,dor,,dor,, tembakan dari tim nya Andrea kearah para penjahat yang selama ini mereka intai,para polisi itu sangat kagum dengan Medina, yang selalu bisa melawan musuhnya sendiri an.
"Medina... bangun Medina, kamu harus bertahan hidup untuk anak mu dan andres... bangun Medina"teriak Andrea sambil menangis ia tidak merasa risih dengan tim nya saat ini, dia hanya perduli dengan Medina.
Medina membuka matanya perlahan sambil bicara terbata-bata.
"Andrea bebaskan mereka semua bina semua wanita yang ada di dalam sana, jangan biarkan mereka terus-menerus berbuat dosa, dan satu lagi jika aku mati saat ini tolong lindungi Deswita dan bilang pada istri mu terimakasih,atas kasih sayang nya selama ini untuk ku juga untuk anak kita berdua mungkin ini terakhir kali nya aku bertarung dengan maut aku akan menyerahkan diri ku saat ini, dan sampai kan maafku untuk suami ku Daniel permintaan terakhir ku, tolong kuburan aku di tengah-tengah ayah dan Bunda ku" Medina berbicara terbata-bata, dan akhirnya, Medina tak sadar kan diri tim yang berada di sana semua mengheningkan cipta.sebelum Andrea berteriak.
"apa kalian tidak dengar heuhhhhh cepat bebas kan mereka semua dan panggilkan ambulans secepatnya, Medina bangun adik ku, maaf kan aku yang selalu menjadi beban untuk mu, kamu berkali-kali menyelamatkan aku dan tim ku selama ini, bangun lah seberat apapun kesalahan mu kami akan pasang badan untuk membela mu" teriak Andrea yang kini menangis histeris.
ambulans pun datang membawa Medina beserta Andrea saat ini, di sepanjang jalan nafas Medina mulai melemah Andrea terus-terusan memanggil Medina.
Andrea menghubungi Sheila istrinya, dan Sheila adik ipar Medina saat ini, dia menangis di balik panggilan nya saat ini.
sesampainya di rumah sakit Medina langsung di bawa keruang operasi saat ini,tim dokter terbaik yang selalu ada untuk menolong Medina saat ini mereka tengah berjuang di dalam sana, pisau yang kini menancap di dada Medina melukai jantung nya Dokter hanya berusaha, untuk yang terbaik berusaha menolong Medina, sekuat tenaga semampu mereka karena Tuhan lah yang menentukan, walau keadaan Medina semakin melemah, mereka terus bekerja keras.
Sheila, yang baru mengetahui apa yang di lakukan Medina selama ini dia sangat terkejut, setelah Andrea bercerita tentang semua nya saat ini, Medina masih berjuang di dalam sana, melewati hidup dan mati, Sheila menelpon Daniel yang kini sudah selesai melakukan operasi untuk mencegah dirinya agar tidak menghamili istri nya itu.
Daniel begitu terkejut dan baru saja dua hari ia melakukan operasi tersebut saat ini ia bergegas pulang, Daniel terus-menerus memanggil nama istrinya itu dalam hati.
"bertahan lah sayang, aku sangat mencintaimu dan aku tidak bisa kehilangan mu, aku di jalan Medina bertahan lah sayang ku bertahan, aku mohon" gumam Daniel dalam hati nya.setelah berjam-jam,di ruang operasi tersebut kini operasi telah selesai tinggal menunggu Medina siuman, dan kalau tidak siuman juga, besok pagi berarti Medina akan mengalami koma, atau bahkan tidak akan sadar selama nya saat ini.
ke esokan pagi nya, semua dokter masih terjaga menunggu hasil, operasi Medina, saat ini tidak ada satu pun yang berani tertidur semalaman, mereka terjaga, Sheila yang kini meninggalkan anak mereka di rumah bersama dengan ayah Andrea yang menjadi saksi hidup dari kejadian tersebut,ia kini tengah menjaga ketiga cucunya itu.
"sayang, pulang lah kasihan si kecil, pasti dia membutuhkan asi saat ini" ucap Andrea dengan lembut, Sheila yang sedang bersandar di dada bidang Andrea kini menatap wajah Andrea.
"yank... anak kita masih punya banyak stok ASI di kulkas, aku lebih takut kalo Medina tidak kembali bangun kasihan adikku yang satu ini begitu menderita nya selama ini memastikan keselamatan kita semua di balik kepedihan nya selama ini, dia selalu memikirkan nasib orang-orang di sekitar nya saat ini, dan aku yang menjadi kakak-kakak nya selama ini sangat lemah bahkan tidak bisa melindungi dia, hanya dia yang selalu menjadi perisai dari setiap misi yang kita jalani selama ini, aku sangat takut kehilangannya"Sheila menitikkan air mata.
"kak,,, aku tidak tahu apa yang terjadi selama ini pada kak, Medina tapi yang pasti dia itu wanita yang tangguh selama ini, semoga dia cepat siuman dan kembali ke sisi kita semua" ucap adik ipar Medina.
Daniel pun mendarat di bandara Sukarno Hatta, setelah hampir dua puluh jam lebih di pesawat, Daniel, tidak tahu istrinya koma, saat ini semu orang menangis saat ini,di luar ruangan ICU, saat ini.
Daniel, sampai saat semua orang tengah menangis sesenggukan,ia langsung bertanya.
"ada apa kenapa kalian menangis?" ucap Daniel.
"kakak,,,kak, Aurel koma dan saat ini, dia detak jantung nya melemah, cepat temui dia kak" ucap Sheila yang membuat langkah kaki Daniel gontai,
__ADS_1
"tidak sayang, maafkan aku, aku yang salah selama ini, aku tidak pernah membantu mu melewati hal tersulit dalam hidup mu, aku mohon bangun lah sayang, aku tidak mau kau lemah seperti ini, bangun sayang bangun, maaf kan aku, aku tidak ada di sini selama dua Minggu ini,andai saja aku tidak pergi,maka semua ini tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan membiarkan mu mengalami semua ini, kembali,lah"Daniel menangis sesenggukan, tiba-tiba Medina,detak jantung nya kembali normal saat ini, meski belum siuman.
"sayang,kau mendengar ku saat ini cepat lah kebali sadar, aku ingin mendengar semua kisah mu, muachh" ucap Daniel