
setelah selesai, menonton film di jam sebelas malam Alexia dan sahabat nya bubar menuju kamar nya masing-masing, Sementara Alexia di tarik oleh Alexander ke arah dinding dia mencium bibir Alexia begitu penuh ***** entah kenapa Alexander merasakan perasaan yang tidak menentu malam ini hingga ciuman itu beralih ke leher, namun tidak berlangsung lama karena soraya langsung menghentikan nya.
Alexander menatap nya sayu iya begitu penuh harap malam ini ia begitu tidak bisa menahan hasrat lelakinya pada Alexia namun Alexia menolak nya, dan akhirnya Alexander pun pamit pulang dia tidak ingin memaksakan kehendak nya, pada wanita yang sangat di cintai nya.
setelah kepergian Alexander,kini Alexia memberikan diri nya di dalam bathtub ia berendam padahal ini, sudah larut malam.
"aku, harus bagaimana"ucap Alexia.
Alexander pun melakukan hal yang sama, dengan mandi air dingin di kamar mandi nya itu.
setelah selesai mereka pun tidur dengan nyenyak.
sementara itu di dalam kamar Alexia merasakan ada yang menimpa perutnya.
saat Alexia membuka mata nya dia melihat wajah pria yang beberapa waktu lalu tidak di temui nya, ya dia adalah Tora.
"Om, kamu di sini kapan datang"ucap Alexia yang langsung melepaskan tangan Tora dari perutnya saat ini,namun bukan nya lepas pelukan nya semakin erat dia pun hanya bisa pasrah entah kenapa dua orang pria yang hadir di hati nya itu dia tidak bisa bertindak kasar pada kedua nya.
"Om, tolong lepaskan, aku mau mandi, hari ini aku ada kuliah pagi"ucap Alexia.
"sebentar lagi sayang, aku hanya butuh sebentar saja biarkan seperti ini"ucap Tara.
"hemmm..."ucap Alexia sudah malas untuk berdebat.
seperti nya Tora semakin terlelap dalam mimpi nya pagi ini dia pun berhasil melepaskan tangan Tora yang melingkar di perutnya itu.
Alexia pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan mendi lalu ia bergegas menuju room closed.
tanpa Alexia sadari kini Tora sudah ada di belakang nya, dan memeluk nya erat.
"Om,lepas aku mau pakai baju"ucap Alexia.
"Hanny, aku sangat merindukan mu please untuk hari ini saja kamu tidak usah kuliah"ucap Tora yang kini mengecup pundak Alexia.
"Om, jangan lakukan itu Alex mohon"ucap Alexia lembut.
"kenapa Hanny, aku sangat mencintaimu dan kita memiliki rasa yang sama apa aku salah"ucap Tora yang kini langsung membalikkan badannya.
"Om,ini sudah terlalu salah aku adalah keponakan mu, dan satu lagi kamu sudah,eummm,,, eummm ahhh hahh... hahhhh,bisa tidak Om, tidak melakukan itu lagi apa aku terlihat seperti wanita penggoda heuhhhhh"ucap Alexia marah karena Tora selalu mencium bibir nya tanpa izin, sementara bukan nya bahagia bisa di perlukan seperti itu, dia malah tersakiti oleh perasaan nya yang begitu menyiksa.
"aku tidak suka kamu bicara seperti itu lagi"ucap Tora.
"baiklah tapi bisa kah Om berjanji untuk pergi meninggalkan ku, sendiri , untuk selamanya"ucap Alexia sambil menatap wajah Tora yang merah padam karena penolakan Alexia saat ini begitu melukai hati nya.
Tora pun menarik lengan Alexia saat itu juga di lemparkan nya tubuh Alexia ke atas ranjang nya, dan Tora langsung mengungkung nya saat itu juga.
"Om,lepas aku tidak ingin berbuat kasar aku mohon lepas"ucap Alexia.
"kenapa Alex, kamu tidak bisa berbuat kasar pada ku, jika kau tidak mencintai ku seharusnya kamu bisa membunuhku bukan ini Alex ambilah"Tora memberikan pisau yang begitu tajam seperti shilett.
"ayo, Alexia, jika kau tidak pernah memiliki rasa cinta untuk ku ayo bunuh aku saat ini juga sebelum aku merenggut kesucian mu saat ini juga"ucap Tora.
"jangan Om, aku mohon jangan pernah lakukan itu, aku masih harus kuliah dan aku tidak akan pernah bisa hidup lagi jika Om melakukan itu pada ku,lebih baik aku mati saja"ucap Alexia yang kini bercucuran air mata.
namun Tora semakin mengujinya dia mencium bibir dan bagian leher nya hingga meninggal beberapa titik bekas kemerahan saat ini Alexia hanya menangis tapi Tora melanjutkan nya hingga ke dua gunung kembar milik nya itu yang masih sangat kenceng.
"Om aku mohon hentikan!!!"""ucap Alexia sambil mendorong tubuh Tora yang kini langsung terpental ke belakang Tora jatuh terduduk.
"kenapa sayang apa sudah ada orang lain yang berhasil merenggut nya"ucap Tora semakin memancing emosi Alexia.
"kalau ia kenapa Om mau apa heuhhhh"ucap Alexia menantang Tora.
"kalau benar seperti itu kenapa harus takut kita bisa melanjutkan nya aku bahkan tidak permasalahkan semua itu"ucap Tora yang kini langsung kembali mengungkung nya namun seketika tubuh nya di tarik dan di berikan bogem mentah oleh Alexander.
"kau berani-berani nya menyentuh kekasih ku"ucap Alexander.
"cuihh... kekasih kau bilang apa kau tidak berpikir, dengan anak dan istri mu yang saat ini menunggu mu di rumah"ucap Tora sinis.
"hahahaha seharusnya ucapan itu berlaku untuk mu, Aku tidak memiliki siapa pun dan satu hal lagi jika kalian mau bertanggung jawab maka seharusnya adikmu lah yang harus bertanggung jawab karena putri ku itu hasil dari hubungan gelap.mereka..."ucap Alexander membongkar kebusukan Toriq yang mencampakkan wanita yang telah di hamili nya.
"apa??? maksud mu"ucap Tora.
"tanyakan pada adik mu itu bagaimana dia mencampakkan wanita yang sudah di hamili nya beruntung wanita itu bertemu aku dan putri nya kini menjadi putri kesayangan ku jika tidak mungkin kedua nya tidak akan selamat mungkin saat itu hanya akan ada penyesalan"ucap Alexander.
"bagaimana bisa, seperti itu?"ucap Alexander.
"apa kalian bisa bicara di luar aku harus bersiap untuk ke kampus pagi ini"ucap Alexia.
__ADS_1
mereka pun keluar dari kamar Alexia dan Alexia langsung berganti pakaian saat itu juga dia menggunakan baju yang menutupi seluruh bagian leher nya saat ini dengan jins berwarna hitam dia menggulung rambut nya ke atas setelah selesai menggunakan mekup tipis yang semakin menampakkan wajah cantik nya kini dia pun turun hampir bersamaan dengan, Lima sahabat nya di sana sarapan sudah tersaji sementara Tora dan Alexander masih mengobrol dengan serius, Alexia tidak mau memperdulikan itu setelah selesai dia langsung berangkat dengan kelima teman nya dengan mengunakan dua mobil.
Alexander pun menyusul dengan mobilnya saat ini dia menghentikan laju mobil Alexia saat itu juga dan meminta nya turun.
"ada, apa lagi Alexa, aku sudah terlambat"ucap Alexia sedikit kesal.
"aku yang akan mengantarkan mu ayo, masuk "ucap Alexander.
🌹💖💖💖🌹
setelah beberapa menit di perjalanan kini mobil Alexander terparkir cantik di parkiran kampus tersebut, saat Alexia hendak turun Alexander menarik lengan Alexia hingga langsung berhadapan dengan Nya.
"apa lagi Alexa aku sudah sangat terlambat"ucap Alexia beralasan.
"turun kan bagian leher mu itu aku ingin lihat, apa yang di lakukan pria sialan itu"ucap Alexander marah
"Alexa, sebaiknya kita putus saja dari pada harus seperti ini aku merasa aku tidak pantas untuk mu"ucap Alexia yang kini merasa rendah karena perbuatan Tora walau tidak sampai merenggut kesucian nya.
"apa.... yang kamu katakan sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu, aku hanya ingin kan dirimu separah apapun
bajingan itu memperlakukan mu"ucap Alexander, yang kini menatap lekat ke,arah Alexia.
"aku sudah terlambat"ucap Alexia yang langsung bergegas namun lagi-lagi Alexander menarik nya ke hadapan nya dia langsung mencium bibir Alexia dengan kasar nya ada rasa kecewa di hati Alexander, kenapa setiap kali ada masalah Alexia selalu menyuruh nya untuk putus, hingga terakhir Alexander melembutkan ciuman nya itu dan memberikan gigitan kecil di bibir bawahnya kini Alexia pun membalas nya tapi tidak lama dia langsung melepaskan nya.
"Alexander, aku sudah terlambat"ucap Alexia sambil menatap pria yang selalu memberikan rasa nyaman itu.
"baiklah Hanny nanti pulang kuliah aku jemput"ucap Alexander sambil mengelus pipi wanita yang sangat di cintai nya.
"baiklah"ucap Alexia tidak ingin debat.
"hati-hati sayang belajar yang giat agar kita secepatnya bisa menikah"ucap Alexander yang kini menghidupkan kembali mesin mobil nya dan melaju perlahan meninggalkan Alexia yang masih berdiri melihat mobil tersebut pergi.
"aku, tidak tau Alexander,hati mu begitu tulus tapi aku ragu untuk maju terus kedepan bersama mu, aku takut mengecewakan mu"ucap Alexia dalam hati.
"woyy... bengong aja ayo masuk"ucap Steven.
"ya... Ayo"ucap Alexia sambil meniti anak tangga.
"Alex, apa yang terjadi pagi ini"ucap Ririn.
"kamu tau sendiri Om ku itu begitu posesif selama ini dia melarang ku untuk dekat dengan pria lain selain sahabat ku"ucap Alexia.
"ya... begitu lah"ucap Alexia.
"Alex, gue lihat Om Lo itu ada perasaan lebih deh sama Lo"ucap Audrey.
"hemm,,, ya itulah kenapa dia tidak ingin aku dekat dengan siapapun, tapi aku sudah berusaha menjauh itulah kenapa aku memilih kuliah di sini, aku tidak mau terjebak di dalam ke egoisan dia,biar bagaimanapun dia itu Om gue"ucap Alexia.
"hemmm, apa istrinya tau itu"ucap Steven.
"tau, bahkan lebih dari tau tapi seakan tidak ingin mengalah meski mereka di jodohkan, dan Om gue secara tidak sadar mengiyakan permintaan gue untuk segera menikah sebelum dia benar-benar menyadari kalau dia memiliki rasa cinta sama gue, tadinya gue mau ke Rusia tapi gue gak mau jauh dari kalian tapi jika itu tidak juga berakhir gue terpaksa akan segera pergi"ucap Alexia lesu.
"Alexia apa pun keputusan yang Lo ambil gue yakin itu lah yang terbaik dan kita pasti dukung ko terus"ucap Ririn.
"tapi, kalau Lo,mau ninggalin Om Tora mending Lo kasih gue saja Alex secara ya om Lo itu ganteng bingits... dan gue mau jadi yang ketiga "ucap Dwi... yang kadang amsurd.
deg... jantung Alexia langsung merasa seperti di cubit dia sendiri begitu mencintai Tora tapi dia tetap tidak akan pernah bisa bersama dengan nya, Alexia tidak ingin merusak hubungan apapun yang ada saat ini.
"sudah-sudah,ini sudah di kelas masih mau bergosip"ucap Steven menengahi.
tiba-tiba, ponsel Alexia ada notifikasi pesan, yang masuk.
"💌 sayang,, aku tunggu di rumah jangan pulang larut aku ingin bicara"pesan dari Om Tora.
"✉️ aku ada kegiatan bareng sahabat ku sore ini dan aku pulang larut jadi tidak usah menunggu ku"balas Alexia.
"💌 tidak, pokonya kamu harus cepat pulang kalo tidak kamu akan tau akibat nya"ucap Tora.
"✉️ aku tidak janji"jawab Alexia datar.
akhirnya ponsel Alexia pun di matikan dia tidak ingin mendapatkan gangguan apapun hari ini hati nya sudah cukup lelah terperangkap dalam dilema, Tora yang saat ini sedang sangat kesal dia pun melempar ponsel tersebut,ke atas ranjang Alexia.
"momm... maaf kan aku jika aku tidak bisa menahan semua nya aku sangat mencintai nya"ucap Tora.
akhirnya jam perkuliahan pun selesai kini Alexander sudah berada di parkiran mobil menunggu Alexia dia bahkan di kerumunin oleh para gadis centil yang minta no ponsel atau sekedar minta berfoto bersama, dari kejauhan Alexia yang melihat itu langsung bergegas menuju mobilnya yang kini di bawa oleh Ririn.
belum sempat Alexia membuka pintu mobilnya tangan nya sudah di pegang oleh Alexander, saat ini dan di tarik nya menuju mobilnya begitu saja hingga para gadis itu semua melirik tidak suka pada Alexia.
__ADS_1
"masuklah sayang ku"ucap Alexander yang kini membuka pintu mobilnya untuk Alexia.
"terimakasih"ucap Alexia datar dan langsung masuk lalu Alexander pun menutup pintu nya.
selama perjalanan Alexia hanya terdiam dan melihat kearah jalanan, Alexander yang melihat itu,ia langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"kenapa berhenti apa sudah sampai"ucap Alexia.
"kamu lihat saja"Alexander menjawab dengan dingin nya.
"ada perlu apa kamu menghentikan mobil mu di sini apa ada yang ditunggu"ucap Alexia, tidak mengerti.
"tanyakan itu pada diri mu sendiri"ucap Alexander.
"aku,emang nya kenapa dengan ku"ucap Alexia datar.
"kenapa sedari tadi kamu diam saja, apa ada yang salah dengan ku"ucap Alexander.
"tidak semua nya baik-baik saja"ucap Alexia tidak mau jujur.
"masih tidak bisa jujur"ucap Alexander.
"apa sih, aku lelah jika kamu tidak ingin mengantar ku pulang aku turun saja naik taksi"ucap Alexia yang hendak membuka sabuk pengaman nya.
"apa aku pernah bilang begitu"ucap Alexander.
"sudah lah Alexa, aku sedang tidak ingin berdebat"ucap Alexia yang kini terlihat murung.
"ikut aku ke kantor ku sekarang juga"ucap Alexander yang langsung tancap gas tidak sampai sepuluh menit mereka pun sudah sampai,mobil Alexander di ambil alih oleh asisten nya setelah dia turun bersama dengan Alexia yang kini di rangkulannya sambil berjalan masuk semua pegawai memberikan hormat.
mereka pun menaiki lift khusus untuk Presdir tersebut menuju lantai teratas gedung perkantoran tersebut, tepat di lantai tiga puluh Alexander berhenti dan melangkah masuk menuju ruangan nya.
"duduk lah Hanny, aku ada pekerjaan, kamu bisa pesan apa pun yang kamu inginkan"ucap Alexander.
hampir tiga puluh menit Alexia menunggu di sofa hingga ia pun tertidur saat ini, Alexander pun berjalan menghampiri wanita cantik yang kini tengah tertidur di atas sofa nya.
"kamu benar-benar lelah sayang ku, sebaiknya kita pindah ke dalam saja"ucap Alexander yang langsung membawa Alexia ke tempat istirahat nya saat ini.
"istirahat lah sayang , aku ada meeting sebentar lagi"ucap Alexander yang kini bergegas meninggalkan ruang istirahat itu dan berjalan keluar kini asisten nya sudah menunggu untuk meeting sebelum pergi Alexander, meminta sekertaris nya untuk membelikan makanan untuk kekasih nya itu saat dia bangun tidur nanti.
Alexander pun pergi ke ruang meeting dan saat ini mereka tengah fokus membahas tentang proyek pembangunan hotel terbaru yang akan segera di rampungkan karena sudah mulai di bangun enam bulan lalu.
setelah selesai meeting Alexander langsung kembali ke dalam ruangan nya dan di lihat nya Alexia belum juga bangun itu artinya dia belum makan siang Alexander langsung meminta sekertaris nya memesan makanan dan Alexander masuk ke dalam ruang istirahat nya.
"sayang bangun lah ini sudah sore kamu belum makan apa pun dari tadi"ucap Alexander.
"aku lelah aku mau tidur saja"jawab Alexia yang kini langsung menutup mata kembali.
"sayang sebentar saja makan dulu setelah itu kita pulang agar kamu bisa istirahat dengan nyaman"ucap Alexander membujuk Alexia supaya makan.
"aku lelah dan sedang tidak ingin pulang"ucap Alexia.
"baiklah aku tidak akan mengantar mu pulang tapi kamu harus makan dulu"ucap Alexander yang kini mengangkat kepalanya Alexia dan di baringkan nya di paha nya.
"Alexa... jangan terlalu baik pada ku, aku takut jika suatu hari nanti kamu akan kecewa, aku tidak ingin itu terjadi"ucap Alexia.
"aku mencintaimu sayang jadi apa pun yang terjadi nanti, aku akan tetap meneguhkan hati ku,pada mu"ucap Alexander.
Alexia pun bangun dia langsung duduk dan menatap wajah pria tampan tersebut.
"Alexander, bisa kah aku minta sesuatu pada mu"ucap Alexia.
"apa itu sayang"ucap Alexander sambil memegang kedua pipinya gadis di hadapannya.
"tolong nodai aku saat ini juga, aku sudah putus asa"ucap Alexia yang langsung mendapat gelengan kepala dari Alexander.
"tidak sayang ku aku hanya akan melakukan itu setelah kita resmi menikah"ucap Alexander.
"kalau begitu tolong tinggalkan aku, sekarang juga, aku tidak ingin menyakiti mu"ucap Alexia yang langsung berdiri hendak meninggalkan Alexander.
"sayang, ada apa dengan mu, coba ceritakan semua nya"ucap Alexander yang menahan nya sambil memeluk erat tubuh Alexia dari belakang.
"sudah lah Alexa... tidak akan pernah ada yang mengerti hidup ku"ucap Alexia yang kini berusaha melepaskan pelukan itu.
"sayang please aku tidak tau masalah yang terjadi padamu"ucap Alexander.
"sudah lah Alexa kita akhiri saja sampai di sini"ucap Alexia yang kekeuh minta putus.
__ADS_1
"lihat aku Alex... aku tidak ingin kan itu kita akan selalu bersama"ucap Alexander.
"tidak, Alexa selamat tinggal"ucap Alexia yang langsung berjalan namun dengan sigap dia meraih tubuh Alexia dia menarik paksa Alexia dan mendorong nya ke atas ranjang saat itu juga.