
seminggu kemudian Vano datang ke Kanada sengaja untuk menemui Shelomita, yang saat ini tengah berada di sana dan Vano, pun berniat untuk menikahi Shelomita saat itu juga, dengan pernikahan yang sakral dan hanya mereka berdua dan saksi juga wali pernikahan saat ini.
Shelomita, yang kini baru pulang mengajar ia tersenyum saat melihat wajah Vano, saat ini.
"sayang, kamu sudah kembali" ucap Vano, yang di balas senyuman oleh Shelomita.
"iya kak, aku baru pulang tadi ada acara di sekolah jadi aku harus mengajar sangat lama" jawab Shelomita.
Vano langsung memeluk Shelomita dan memberikan sebuah kecupan di bibir nya saat ini.
"kak,,, aku belum mandi baru habis ngajar rasanya sangat lengket" kata Shelomita.
"tidak apa-apa, aku tetap suka ko..." yasudah kamu mandi lah dulu setelah itu kita cari makan,di luar" kata Vano.
" kak, aku lelah setelah mandi aku ingin tidur di kamar saja, kalau kakak mau ikut silahkan kan aku pergi ke kamar dulu ya kak... ucap Shelomita.
..."baiklah sayang, nanti aku nyusul,ada yang harus kita bicarakan saat ini" ucap Vano...
Shelomita tersenyrum kearah Vano saat.
iya pun bergegas menuju kamar nya dan Shelomita langsung memberikan diri nya saat itu juga.
Vano, langsung bergegas ke dalam kamar Shelomita, yang kini tengah memakai kimono mandi nya, dan rambut basah yang di lilit oleh handuk saat ini.
"ehmm...eumm..dehem Vano langsung memeluk Shelomita dari belakang iya mengecup tengkuk Shelomita dari samping.
"kak,,, jangan begini, aku belum pakai baju lepas kak..." ucap Shelomita yang menahan desahannya, saat kedua tangan Vano bergerak nakal di dua gundukan sintal milik Shelomita.
"sayang ayo kita menikah saat ini juga, aku sudah menyiapkan semuanya, di hotel ku sebentar lagi selesai, jangan biarkan aku terus menerus melakukan dosa " ucap Vano yang kini tengah mencumbu bibir Shelomita.
"tolong tunggu aku aku ganti baju dulu kak...ok sabarlah" Shelomita pun pergi ke room closed . untuk memakai baju nya.
setelah selesai ia turun dan pergi ke tempat Vano yang kini tengah menunggu nya, saat ini juga, karena Vano sudah bersiap untuk pergi ke tempat pernikahan mereka saat ini juga.
"sayang kamu sudah siap, untuk masadepan kita" ucap Vano.
"siap...kak, ayo" kata Shelomita.
__ADS_1
mereka pun bergegas menuju hotel tersebut dan saat ini hotel yang baru beroperasi selama satu bulan ini, tengah hangat jadi perbincangan pasalnya pemilik hotel akan melangsungkan pernikahan.
saat ini berita itu sampai ke seluruh keluarga dan Vano yang dapat kemarahan dari kedua keluarga bukan karena tidak setuju tapi mereka menikah diam-diam siang ini setelah ijab selesai di lakukan, mereka langsung menginap di kamar hotel milik Vano yang sudah di dekorasi begitu indah nya .
dengan taburan bunga mawar dari pintu masuk dan sampai di atas ranjang Shelomita yang menggunakan gaun terindah yang Vano siapkan satu Minggu yang lalu.
hasil rancangan dadakan dari desainer kondang yang ada di negara itu dengan bayaran yang pantastik, Vano kini merasa puas karena wanita yang sangat ia cintai kini terlihat sangat menakjubkan, saat ini.
"sayang kamu begitu cantik, malam ini, apa kau suka dengan gaun ini" tanya Vano.
"sangat,kak...sangat suka sekali terimakasih kak, aku ingin berfoto dengan gaun ini kak, rasanya seperti mimpi" kata Shelomita yang berbinar-binar pandangan mata nya saat ini Vano begitu bahagia iya pun menyuruh fotografer,handal saat ini juga masuk kedalam kamar hotel mereka.
Vano mengabadikan setiap momen dengan Shelomita di kamar itu yang masih menggunakan gaun pengantin Tersebut.
"sayang apa kamu puas" tanya Vano..
" puas sayang terimakasih, muachh" ucap Shelomita sambil mengecup bibir suaminya itu, sontak saja Vero memberi isyarat untuk mereka yang ada di sana segera pergi dan langsung memeluk istrinya itu dan mencium bibir Shelomita dengan sangat lembut dan panas.
Vano, yang kini sedang berada di atas ranjang dengan pelukan erat istri nya itu perlahan tapi pasti Vano sudah membuat istri nya mengerang nikmat di bawah Kungkungan nya, saat itu juga walaupun belum melakukan hubungan intim tapi Vano dan Shelomita, perlahan melakukan itu malam pertama itu terjadi berulang ulang, dalam satu malam.
lain Shelomita lain pula adiknya Sheila yang kini tengah berbadan dua, kehamilan nya yang sudah menginjak Minggu ke lima,membuat Tommy kerepotan karena ngidam dan morning sicknes yang berlebihan.
Tommy mengerjakan tugas kantor nya di rumah karena kini ia sedang cuti di rumah sakit, Tommy ingin memani istrinya selama masa ngidam nya itu, iya datang ke rumah sakit saat ada keadaan yang tidak bisa di tangani oleh yang lain nya.
Tommy dengan sabar dan telaten merawat istrinya itu, Sheila kadang kala seharian tidak mau kau dari Tommy dan harus selalu berada dalam dekapan suaminya itu, Tommy hanya tersenyum manis, saat itu terjadi jujur saja pernikahan yang baru menginjak usia tiga bulan itu seharusnya di habiskan nya masih dalam tahap berbulan madu, tapi karena benih yang di tanamkan oleh Tommy bibit unggul jadi inilah yang terjadi istrinya kini hamil dan Tommy harus bersyukur.
di kediaman Daniel sang kakak karena malam pun telah berganti pagi saat ini Medina tengah menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang akan bekerja Medina juga pergi meeting hari ini karena dia sudah di izinkan kembali bekerja, mengurus perusahaan yang selama ini di urus oleh Daniel.
Medina melakukan itu karena ia merasa kesepian di rumah kalo harus menunggu sampai suaminya pulang ke rumah, karena di rumah sangat lah sepi dan kalau dia pergi ke club setiap hari Daniel akan sangat murka kepada nya.
"sayang kamu kekantor kan hari ini, aku ada meeting bersama klien dari luar saat ini di cafe dan mungkin bakal seharian penuh soalnya bukan hanya satu dua orang yang hadir hari ini tadi nya aku ingin meeting di kantor tapi lihat nanti saja, kalau di kantor mungkin akan butuh waktu lebih lama lagi" kata Medina.
"aku sebenarnya tidak ingin kamu bekerja lagi Hanny tapi karena kamu memaksa jadi aku tidak bisa menolak lagi, kenapa tidak berobat saja di luar negeri sayang aku sangat ingin memiliki anak kembali agar kau tidak perlu bekerja biar aku saja yang bekerja lagian uang ku masih utuh Hanny gak akan habis untuk anak cucu kita nanti" ucap Daniel, lirih ya Daniel sangat ingin memiliki anak lagi karena saat Deswita lahir dia tidak merasakan menjadi suami yang sempurna.
🌹💖💖💖🌹
meeting berakhir hingga jam sembilan malam setelah dua kali istirahat untuk makan kini Medina meregang kan otot-otot nya.
__ADS_1
beberapa menit kemudian dia menyalakan ponsel nya kembali dan betapa terkejutnya nya Medina saat ini, dia melewatkan puluhan panggilan yang datang dari suaminya saat ini.
Medina langsung menelpon Daniel namun tidak di angkat berkali-kali pun ia mencoba menghubungi nya saat itu.
"angkat yank... maaf kan aku tadi aku lupa menghidupkan kembali ponsel ku." gumam Medina dalam hati nya.
Medina pun berjalan melewati lorong lalu masuk ke dalam lift dan langsung bergegas turun ke lantai bawah sesampainya di parkiran ia langsung bergegas masuk mobilnya dan langsung tancap gas, saat itu juga Medina melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan karena jalan kosong Medina sampai dengan sangat cepat.
sesampainya di dalam rumah Medina langsung masuk kedalam kamar nya, dilihat nya kamar nya dalam keadaan gelap, Medina memencet tombol saklar lampu dan saat ruangan nya menyala terang di lihat nya Daniel sedang duduk di sofa menatap tajam ke arah nya.
" Bagus, ya jam segini baru kembali apa kau lupa perjanjian nya, kamu harus pulang lebih awal dari ku, apa kau lupa heuhhhh" Daniel sangat marah karena merasa di abaikan.
"sayang,maaf aku kira meeting nya gak akan selama ini mereka bilang CEO baru nya tidak pernah mau bekerja sama dengan mereka jadi pas aku kembali mereka seperti orang yang kehausan minta di kasih air dengan berbagai alasan yang mereka katakan" ucap Medina sambil duduk di atas pangkuan Daniel dan mencium bibir suaminya itu, dengan lembut Daniel awal nya tidak membalas nya tapi lama kelamaan,ia terbawa suasana karena Medina menggerakkan bokong nya di bawah sana Daniel pun sudah dalam mode on, dan semua itu tidak bisa terelakkan lagi malam panas itu terjadi berulang kali hingga tubuh Medina terasa tidak bertenaga lagi.
mereka pun tertidur pulas tanpa mandi sama sekali, Medina sudah tidak punya tenaga lagi bayangkan saja setelah meeting selama seharian hingga seperempat malam berlanjut lagi meeting penting bareng suami nya hingga jam satu malam,mana ada yang wanita yang tahan dengan yang di lakukan oleh Medina seorang, hasil pelatihan nya selama ini tidak sia-sia Medina punya kekuatan lebih di atas cewek lain pada umumnya.
pagi hari nya Medina belum bangun juga beruntung hari ini adalah hari libur mereka, jadi Medina bisa istirahat untuk memulihkan tenaga nya.
"sayang, bangun lah mandi dulu, setelah itu sarapan dan nanti kau bisa tidur lagi,hari ini aku mau mengajak mu ke dokter yang aku rekomendasi kan dulu, iya dari luar negeri" ucap Daniel.
"kak... sudah lah aku lelah mendengar permintaan mu jika kamu ingin anak lagi pergilah nikah lagi dengan wanita yang sangat baik agar dia bisa memberikan keturunan sebanyak seperti yang kau mau ok, aku tidak akan pernah melarang nya" Medina tidak memperhatikan tatapan tajam dari Daniel yang sangat marah mendengar hal itu dari istri tercinta nya itu.
kalau Daniel tidak benar-benar mencintai nya mungkin, saat itu Daniel akan melakukan apa yang di usulkan oleh istrinya itu, tapi Daniel tidak pernah mau karena baginya hanya Medina lah yang boleh ada dalam hidup nya sampai kapan pun.
"sudah selesai omong kosong nya, cepat pergi mandi, aku tidak suka penolakan" kata Daniel tegas.
"aku tidak omong kosong kak,,, kamu tau sendiri aku tidak bisa memiliki anak lagi, tapi jika kamu sangat menginginkan nya kau bisa mendapatkan nya dari wanita lain, aku hanya memberikan solusi untuk mu"ucap Medina yang kini menatap suaminya namun seketika pandangan nya langsung di palingkan kearah lain, karena Medina merasa tercubit hati nya saat melihat tatapan penuh amarah dari suaminya itu.
"masih belum puas, dengan omong kosong mu itu heuuhh, kamu pikir aku laki-laki yang bisa pergi ke wanita lain saat aku ingin kan yang tidak bisa ku dapat kan dari dirimu begitu,kau tidak tahu aku terluka oleh kata-kata mu tadi kamu begitu menganggap ku rendah seperti itu" kata Daniel pelan tapi penuh penekanan di dalam nya.
"ak.. aku hanya ingin kau bahagia, karena kamu tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari ku aku bisa pergi dengan tenang saat kau sudah mendapatkan nya"ucap Medina lirih.
"kau pikir aku akan bahagia dengan semua yang kau usulkan heuhh aku bahkan mengorbankan adikku sendiri demi mendapatkan kamu apa kau tahu itu, walau tanpa sengaja aku telah mengorbankan Shelomita,agar aku bisa meraihmu walaupun jalan yang ku pilih adalah sebuah kesalahan hingga aku harus kembali kehilangan mu lagi, aku tidak ingin yang lain Medina aku hanya ingin kan kamu" kata Daniel tegas.
"tapi kak,, aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan rahimku tidak bisa mengandung anak lagi jika itu di paksa kan maka kematian ku yang akan kau dapat kan, apa kau mengerti heeuh" ucap Medina sambil menangis.
"jika kamu ingin aku mati cepat baik lah tidak masalah aku akan melepaskan pengaman itu saat ini juga aku akan ke dokter seperti yang kau mau saat ini juga" Medina pun bangkit dari ranjang nya saat itu juga dan bergegas menuju kamar mandi, sebenarnya Medina tidak bisa hamil bukan karena dia sudah tidak benih dalam rahimnya tapi akan sangat berbahaya jika ia mengandung lagi dalam waktu dekat ini karena luka Robek kan yang tidak beraturan yang dia dapat kan dari sayatan pisau yang hampir tidak tidak beraturan, hingga merenggut nyawa nya saat itu setelah Deswita berhasil di keluarkan.
__ADS_1
Daniel mematung di tempatnya nya saat ini ia tidak sadar ucapan nya akan membawa bencana pada istrinya itu,kalau sampai Medina melepaskan pengaman itu.
Daniel menyusul istri nya ke dalam kamar mandi, saat ini ia langsung memeluk istrinya itu, dan meminta maaf atas perkataan nya saat tadi, namun Medina tetap kekeuh akan pergi ke dokter untuk melepaskan alat yang selama ini di pasang di dalam perut nya sebagai alat kontrasepsi,agar iya tidak kembali hamil kalau pun hamil butuh waktu sepuluh tahun lagi untuk memastikan tidak ada masalah dengan rahim nya dan akan kembali kuat untuk mengandung lagi, itu lah yang di katakan oleh Cleo, yang kata nya saran dari dokter.yang di katakan pada Cleo entah lah mana yang benar.