
hari ini Daniel, sengaja meliburkan diri nya dan meminta Medina untuk terus, bersama dengan nya, karena selama ini Medina terlalu sibuk dengan, pekerjaan nya hari ini Daniel, ingin memiliki waktu luang dengan istri nya itu.
Medina, yang sudah bersiap untuk pergi ke kantor, saat ini di cegah Daniel, untuk keluar rumah, karena ia ingin selalu bersama dengan sang istri di hari libur nya.
"sayang, aku, melarang mu keluar hari ini, karena, aku ingin terus bersama dengan mu, seharian ini" ucap Daniel.
"kak, hari ini aku ada mithing penting, please ijinkan aku keluar, karena saat ini ada klien penting dari,Dubai dan saat ini aku sudah hampir terlambat kak" ucap Medina,memelas.
"tidak sayang aku tidak mau kamu pergi, saat ini, aku ingin kau temani aku di sini" ucap Daniel.
"kak,,, aku mohon sebentar saja paling cuma tiga jam habis itu aku janji, sama kakak, aku akan pulang cepat, dan kalo enggak,gini aja kakak ikut aku mithing hari ini, setelah itu kita jalan-jalan ke mana saja kakak mau" ucap Medina.
"aku hanya ingin di rumah bersama dengan mu melewati waktu sebagai suami istri, dan aku juga, ingin kita segera memiliki, anak lagi agar kamu tetap di rumah biar aku yang mengurus perusahaan, nanti nya" pinta Daniel dengan penuh penekanan di dalam nya.
"aku, pikir kan lagi ya sayang tapi hari ini aku, benar-benar harus, pergi aku mohon please'izin kan aku pergi, kalau begitu kakak antar aku saja kesana" ucap Medina lagi masih dengan bujukan agar suami nya, tidak lagi marah, dan memberikan nya izin.
"baiklah, aku ngalah, aku yang akan antar kan kamu pergi, dan ingat jangan pergi terlalu lama, jika tidak kamu tahu sendiri akibat nya" ucap Daniel tegas dan sedikit mengancam.
Daniel pun bersiap ia,di bantu Medina, dengan menggunakan mobil sport milik Daniel,kini dia telah berhasil datang tepat waktu,di sebuah restoran mewah, di lantai dua yang khusus di peruntukan bagi para pengusaha, yang ingin mithing di sana atau mengadakan pesta ulang tahun, tempat nya sangat luas dan nyaman, dengan arsitektur modern,entah siapa pemilik restoran ini, yang pasti Medina tidak tau kalo pemiliknya,kini ada di samping nya, semua pegawai, membungkuk saat melihat tuan nya,namun Daniel memberi kode agar mereka bersikap biasa saja.
"sayang, kamu mau ikut masuk atau tunggu di sini saja?" tanya Medina.
" aku ikut" ucap Daniel.
kebetulan, mereka juga baru datang saat Medina, akan duduk ia pun langsung berdiri kembali dan menyambut klien, penting tersebut,sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"helo tuan apa kabar?...maaf baru bisa menemui anda saat ini saking padatnya jadwal yang saya miliki" ucap Medina.
"halo, Nona manis, kabar saya sangat baik tapi, saya sedikit kecewa karena anda baru bisa menjumpai saya saat ini, saya telah rugi milyaran,dolar untuk menuntaskan misi tersebut, tapi tidak masalah uang bukan lah hal yang sulit bagi saya" ucap seorang pebisnis muda terganteng saat ini versi majalah bisnis.
saat mendengar kata misi, Daniel, langsung menarik tangan istrinya dan membawa pergi Medina ke luar ruangan tersebut.medina langsung bertanya.
"Kak,, ada masalah apa kamu tiba-tiba saja,tarik aku, heeuh"
"ayo pulang jangan lanjutkan obrolan itu, aku tidak suka kau berbisnis dengan nya, apalagi saat ini, yang kau bicarakan tentang misi berbahaya, aku tidak izin kan itu terjadi lagi" ucap Daniel yang saat ini masih berjalan menarik tangan Medina.
"jangan salah paham kak,, itu bukan misi yang seperti dulu, dan kamu tahu sendiri aku sudah berhenti, sejak lama sekali.aku tidak melakukan itu lagi" ucap Medina sambil menghempaskan,tangan Daniel, saat ini Daniel langsung menatap nya tajam.
__ADS_1
"owh begitu caranya, kamu bersikap, pada suami mu sendiri dan bersama mereka kau begitu lbut dan penuh perhatian, baik kalau kamu merasa terganggu, aku akan pergi saat ini juga" Daniel, bergegas pergi,namun Medina menghentikan langkahnya.
"Kak, bukan begitu aku tidak bermaksud untuk melakukan itu, tapi tangan ku sakit apa kamu tidak sadar kamu sedari tadi menggenggam erat pergelangan tangan ini" ucap Medina.
Daniel, segera berbalik dan melihat tangan, Medina.
"maaf kan aku sayang aku tidak sadar, jujur aku tidak suka orang lain menyentuh mu" ucap Daniel, dan saat ini ia langsung memeluk istrinya itu.
" Kak, sekali ini saja aku mohon, temani aku mithing, Ok" pinta Medina.
"Baiklah sayang, tapi ingat jangan sentuh dia lagi" tegas Daniel.
"aku janji my love" ucap Medina sambil mengecup bibir Daniel, yang kini tersenyum pada istrinya itu.
mereka pun kembali duduk di tempat semula dan Medina meminta maaf karena obrolan nya harus di jeda, setelah itu ia memperkenalkan Daniel, pada klien nya itu.
"maaf tuan tadi ada sedikit problem, tapi tidak, terlalu serius silahkan di lanjutkan, perkenalkan ini suami saya" ucap Medina.
mithing pun berlalu, saat ini Daniel dan Medina tengah mampir kesebuah butik terkenal, Daniel sengaja mengajak Medina, kesana hanya untuk membeli beberapa lingerie, yang di inginkan oleh Daniel sendiri, sebenarnya Medina menolak kalo harus menggunakan itu, iya tidak pede karena,ada beberapa berkas luka di bagian tertentu, yang belum sepenuhnya hilang karena harus menunggu waktu lama untuk menghilangkan bekas nya iya tidak mau operasi plastik untuk memperbaiki itu, karena Medina punya cara sendiri untuk menghilangkan nya, itu selalu iya lakukan sejak dulu.
"Sayang, aku malu kalau harus menggunakan itu, karena aku tidak pede menggunakan nya" ucap Medina.
semua, orang yang ada di sana sangat kagum pada pasangan yang begitu serasi itu, yang satu cantik paripurna, yang pria sangat tampan dan gagah juga berwibawa.
"tuan,maaf apa,barang nya jadi di beli soalnya saat ini kami hanya punya itu semua limited edition, dan akan lama, lagi keluar nya" ucap pelayanan itu.
"tolong di urus aku beli semua nya" ucap Daniel tegas.
"baiklah, tuan semuanya total Duaratus juta" ucap pelayan tadi,sontak Medina ternganga, iya bukan tidak tahu harga dan kualitas barang hanya saja iya orang yang sangat tidak suka pborosan walaupun, iya punya banyak uang, menurut Medina lebih baik uang itu di sumbangkan,ke tempat yang membutuhkan dari pada menghambur-hambur kan untuk hal yang kurang penting.
"sayang, jangan keterlaluan deh,lebih baik kamu sumbangin uang sebanyak itu untuk orang yang sangat membutuhkan, karena, saat ini masih banyak orang yang kesusahan di luar sana" ucap Medina sambil duduk di sofa butik tersebut.
"hmmm sayang,kapan lagi aku memanjakan istri ku yang cantik, ini sudah lah urusan sumbangan, aku sedari dulu tidak pernah melupakan didikan dari ayah ibu ku" ucap Daniel, Medina yang mendengar kan itu hanya menarik nafas panjang dan langsung menatap suaminya, itu.
"sayang aku tau aku tampan tapi jangan menatap ku begitu, atau aku tidak bisa mengendalikan, nya saat ini juga" ucap Daniel yang langsung membuat Medina melotot dan bergegas meninggalkan nya.
🌹💖💖💖🌹
__ADS_1
"sayang hey tunggu, aku hanya bercanda, tapi aku juga serius aku tidak bisa menahan diri jika melihat mu memandangi ku seperti itu"Daniel, yang kini tengah di, abaikan oleh Medina hingga ke parkiran mobil.
"sayang, tunggu" pinta Daniel yang kini, tengah meraih tangan Medina.
"kak,, aku lelah aku ingin pulang dan beristirahat,di rumah" kata Medina .
"baiklah ayo kita pulang, sekarang"dan Daniel pun membuka pintu mobil, untuk istrinya itu lalu ia berjalan menuju pintu sebelah nya dan langsung masuk lalu menghidupkan mesin.
"sayang,pasang dulu sabuk pengaman nya, jangan di biasakan begitu" ucap Medina.
"pasangin, aku mau kamu yang memasang nya untuk ku" mendengar perkataan Daniel yang manja membuat Medina langsung bergerak ke arah nya, dan Daniel menahan tubuh Medina ia langsung mencium bibir istrinya itu, dan ******* nya lembut bibir yang terasa manis tersebut.
"eummm,,sa sayang kamu itu keterlaluan deh aku malu tau ini tempat umum, dan tidak seharusnya kamu melakukan hal itu di sini" ucap Medina berucap pelan karena wajah Daniel dan Medina sangat,lah dekat.
"tidak masalah lagian kita sah melakukan itu,di mana pun kita pasangan suami istri, bukan, orang lain" ucap Daniel santai.
"ya udah terserah,kalo begitu pasang sendiri,sabuk pengaman nya" Medina langsung duduk, kembali ke tempatnya, sementara Daniel, tersenyum melihat istrinya yang saat ini sedang kesal menurut nya Medina itu sangat lah cantik apa lagi kalau seperti ini rasanya makin ngegemesin, dan ingin sekali Daniel cepat sampai, di Mension nya, agar bisa segera, membawa istrinya ke pelukan nya.
Daniel, pun langsung tancap gas hanya butuh waktu lima belas menit, iya sudah sampai saat ini,di Mension miliknya itu,ia turun dan bergegas, membuka pintu mobil nya, untuk Medina, dan. begitu terkejut nya Medina saat ini, iya langsung di gendong ala bridal style, oleh Daniel yang kini membawa istrinya masuk kedalam Mension di ikuti pelayan yang membawakan tas belanja an milik Medina.
"tolong letakkan, paper bag nya di meja itu dan segera lah keluar" ucap Daniel yang kini membawa, Medina ke atas ranjang.
mereka pun saling menautkan, bibir mereka dan ciuman itu semakin membuat mereka terhanyut dalam nafsu yang membuat mereka serasa terbang ke awan Daniel,kini sedang, memanjakan istri nya itu dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan, entah sudah berapa lama mereka melakukan penyatuan itu dan kini mereka pun mengerang bersamaan,lalu Daniel memeluk tubuh istrinya itu sambil berbaring,di samping Medina, saat ini ia mengelus perut istrinya itu dan berkata.
"cepat lah tumbuh sayang Daddy sangat menginginkan mu untuk tumbuh di sini, Daddy ingin merasakan rasanya jadi ayah yang sempurna, karena kakak mu lebih memilih Nenek, angkat nya dari pada tinggal dengan Daddy" perkataan, Daniel, sontak membuat Medina, berurai air mata, dia sebenarnya tak tega mendengar ucapan Daniel, saat ini tapi yang dia ucapkan saat ini memang benar adanya, bahkan Medina sempat membayangkan,kalau saja dulu Daniel tahu Medina, mengandung anak nya, pasti ia akan sangat berbahagia,namun sayang semua, hanya kenangan pahit yang telah berlalu, saat ini Medina berharap Deswita selalu baik-baik saja dan segera bisa kembali tinggal bersama mereka karena Medina ingin, keluarga mereka kembali utuh.
Daniel, mencintai Medina dengan sepenuh hati, hingga ia bisa menerima keadaan, Shelomita yang kini sedang mendapat perawatan di rumah sakit.ya Shelomita depresi berat saat tahu suaminya adalah seorang mafia kejam, dan hampir menghabisi Medina yang ia bela saat pertempuran itu terjadi, karena ia tau, Medina mengandung keponakan nya, saat Medina di seret oleh suaminya itu kesebuah ruangan.
saat Medina,di lukai oleh suaminya itu, Shelomita, sangat syok, bahkan ia tidak mampu berkata, apa-apa saat melihat Medina yang terluka parah berbalik melawan dan membunuh suami Medina, dengan sangat kejam ya itu menyayat leher, suaminya tersebut hingga langsung mati di tempat saat itu juga.
"Shelomita, maafkan, aku bukan nya aku tidak punya hati, tapi itu adalah pembalasan, bagi nya yang telah keji melakukan itu terhadap kakak perempuan ku dulu sehingga keponakan ku, harus kehilangan ibunya, hingga saat ini.
"Shelomita, hanya menutup wajahnya, dan menangis histeris, dan menggeleng kan kepalanya, sementara Medina yang hampir kehabisan darah ia langsung, memberikan sinyal darurat dan tidak menunggu lama tim penyelamat, datang dan membawa Medina, tapi Medina meminta Shelomita,di bawa bersama nya.
Shelomita yang sudah terdiam dari tangisnya kini dia hanya terduduk seperti patung, dan menatap, kosong .
sesampainya di rumah sakit Medina langsung menjalani operasi, untuk menolong bayi yang ada di perutnya saat itu dan Medina di nyatakan meninggal, sesaat sesudah bayi nya di keluarkan, tim dokter yang menangani, Medina yang langsung memberikan pertolongan lanjutan namun Medina tidak bangun lagi tapi saat,dokter selesai menjahit bekas operasi Caesar dan beberapa luka,di tubuh Medina,detak jantung Medina kembali hadir, Cleo yang sedang di rundung kesedihan karena putri angkat nya sekaligus orang kepercayaan nya telah tiada, bahkan saat itu ia sedang menggendong bayi yang akan suster masukkan kedalam inkubator, ya Cleo menemani Medina di saat itu di dalam ruangan operasi,atas permintaan nya sendiri setelah berdebat hebat dengan tim dokter saat itu, Akhirnya mereka memberikan izin, karena Cleo mengancam akan meratakan rumah sakit tersebut bila dia tidak di izinkan untuk menemani, Medina saat operasi sesar tersebut.
__ADS_1
Medina bisa melewati masa kritisnya, setelah dua Minggu iya di rawat, dan Sheila selalu mendampingi, mereka berdua, termasuk mengurus kebutuhan Deswita bayi yang saat itu terlahir prematur.