Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
selamat dari maut


__ADS_3

Ardina,kini sudah hampir tidak sadarkan diri, namun ia berusaha bangkit dia tiba-tiba teringat pesan terakhir dari seorang sahabat dekat saat, mereka di karantina dulu semenjak, di tugaskan membunuh komplotan Mapia, yang saat itu kabur ke Inggris,saat itu dia pergi dengan sepuluh orang teman nya, termasuk Sheila, sahabat nya, yang sangat mirip dengan Sheila,adik dari Daniel.


"Medina, aku ingin kau menjadi wanita terkuat, di dunia yang penuh kebencian ini, kamu sudah seperti adik,bagiku kau adalah semangat yang aku miliki sedari pertama kita bertemu maka jangan sia-sia kan pengorbanan ku ini bangkit lah Medina ayo bangkit, lawan mereka, untuk ku dan jangan pernah biarkan, mereka menghabisi mu karena kamu satu-satu ya harapan bagi kami semua di sini.kita harus pulang dengan selamat, apa pun yang terjadi, dan kita akan bisa hidup normal setelah ini, bangkit lah Ratu singa ku"


itulah kata terakhir yang ia katakan, saat Sheila masih sadar, sebelum ia koma selama tiga tahun ini, Sheila mengorbankan diri nya untuk melindungi, Medina, yang kini tengah menangis sambil memangku,tubuh Sheila, yang berlumuran darah akibat puluhan peluruh berdarah di tubuh nya.


Medina, tidak pernah ingin kan itu terjadi, tapi Sheila, yang selalu memberikan kasih sayang di saat mereka selalu bersama di tempat karantina, dulu dia sudah seperti kakak yang teramat baik bagi nya,di saat dia sakit atau terluka, di kala, menjalankan misi maka, dia orang pertama yang akan datang untuk mengobati luka itu, dia tidak pernah membiarkan, orang lain menyentuh nya sebelum dia, dan dia sangat telaten mengurus Medina, yang sedang sakit termasuk menyuapi iya makan.


Medina, saat ini sadar sepenuhnya,ia kini seperti mendapatkan kekuatan yang tidak pernah orang tahu dari mana datangnya, Medina, bangkit iya menghajar kedua orang terkuat yang bertahan di situ dan lagi, lagi dia menang tapi, saat dia akan pergi dari tempat itu tiba-tiba saja, ada perlu yang menyambar bagian dada, kanannya itu iya yang sedang memapah, Andrea, yang sudah hampir mati itu terjungkal bersamaan dengan Andrea ke arah belakang, saat posisi iya terlentang, kepalanya sudah di todong pistol, yang kini menempel di kening nya, Medina, sempat ingin menyerah tapi lagi-lagi dia mengingatkan, kata-kata Sheila, iya pun bangkit, dengan cara menendang bagian ************ pria tersebut, mungkin pria itu tidak sadar posisi nya yang berada di depan Medina, akan memudahkan, Medina, untuk melawan, dan saat ini pria tersebut terjungkal ke belakang, sambil memegang sesuatu yang mungkin saja pecah gara-gara tendangan maut dari nya Andrea,kini sudah tidak sadar kan diri dan Medina makin kesusahan, menyeret nya dengan dada yang terus menerus mengeluarkan darah segar, Medina,kini berdiri dan mengangkat,tubuh Andrea, sempoyongan, dengan langkah sedikit di seret, iya berhasil keluar, dan saat baru saja ia mendarat kan kaki nya di luar bangunan tersebut mungkin jarak satu setengah meter tiba-tiba saja meledak dan keduanya terpental jauh oleh radiasi ledakan tersebut, Medina mu yang belum sempat menyelamatkan, Sandra dan mengambil,barang yang menjadi inti dari misi itu kini ia berpikir pasrah, sekali pun ia akan di habisi oleh ketua nya, nanti karena gagal menjalankan misi nya, yang terpenting sekarang adalah bagaimana ia bisa menyelamatkan, Andrea, yang kini sedang di pikul bak karung beras oleh nya, iya bahkan tidak perduli dengan rasa sakit yang hampir merenggut nyawa nya, Medina, sudah sampai di pesisir pantai iya di kagetkan oleh penglihatan nya semua tim nya berada di sana menyambutnya, dengan senyum kemenangan, dan Sandra yang akan ia selamat kan juga sedang menunggunya di sana sudah ada ,kapal besar yang kini menunggu mereka,di sana Ratu Cleo, pun muncul, menyambut nya.


"kemari lah anak ku, kamu memang yang terbaik, dan akan di nobatkan sebagai ratu kedua setelah ku"


ucap Cleo, yang merentang kan kedua tangannya,ke arah Medina,kini Medina, melepaskan, Andrea, yang kini di ambil alih oleh tim nya, dan Medina, juga sempat berkata sesuatu sebelum ia tidak sadar kan diri.


"Jangan, jauhkan Andrea dari ku apa pun yang terjadi, aku ingin melihat nya baik-baik saja sebelum ajal ku tiba"


Medina pun pingsan semua yang ada di sana segera, menolong nya dan membawa kedua nya, masuk kedalam kapal dan mengobati mereka dengan Dokter yang sudah di siapkan, sejak mereka menjalankan misi, dan Cleo, selalu mendampingi Medina, dan Andrea, sesuai keinginan, Medina Andrea berada, di dekat nya, sampai akhirnya, Medina di kirim kerumah sakit yang begitu besar di ibukota, dengan nama samaran nya kini dan di, awasi dengan ketat oleh, Cleo dan anak buahnya, lagi-lagi Cleo harus, menanggung kesedihan , karena Medina, juga koma, dan hanya Medina, yang menjadi andalan, nya kini ia adalah anak buah terkuat yang dan multi talenta, yang ia miliki, namun kini lagi-lagi dia harus menunggu, entah kapan, Medina akan bangun lagi, dan saat Cleo, sedang meneteskan air mata, tiba-tiba saja, iya mendengar kabar kalo Sheila, sudah bangun dari koma nya, dan anehnya, lagi Sheila, baik-baik saja ia tidak pernah menunjukkan bahwa dia baru terbebas dari maut kondisi pisik nya pun tidak mengalami gangguan apapun, dan ia langsung turun, dan menanyakan keberadaan Medina, gadis kecil yang sangat ia rindukan, setelah beberapa tahun ia mengalami mimpi panjang nya.


"Dimana Medina,ku saat ini kenapa dia tidak, menemui ku di sini?"


ucap Sheila, yang kini menatap heran pada anak buah nya, yang selalu setia jika menjalankan misi bersama dengan nya.


"Dia koma, dan saat ini sedang,di rawat di ibukota, Ratu Cleo, juga ada menjaga nya di sana" ucap anak buah nya.


"tidak, semua itu tidak mungkin dia adalah wanita tangguh, tidak mungkin dia akan menyerah, antar kan aku ke sana dan jangan biarkan, dia sendiri an tanpa aku"


pinta, Sheila kepada anak buahnya.


Sheila sudah lebih dari satu bulan ia tertidur di alam bawah sadar nya, Andrea, yang selalu hadir menemani nya bersama dengan Sheila,kini ia berbicara kepada Sheila untuk minta izin sebentar saja berbicara berdua terhadap Sheila, yang kini sedang terbaring koma, Sheila pun mengizinkan Andrea berbicara berdua dengan Medina.


"baiklah, aku akan segera keluar, sekarang, sebaiknya, jangan bicara hal yang membuat dia sedih, ingat itu"


ucap Sheila, terhadap Andrea.

__ADS_1


Sheila, pun keluar, dari kamar rawat inap yang kini di tempati oleh Medina.


"Aurelia, apa kamu tidak ingin bangun untuk melihat apa yang aku dapat, saat menjalani misi kita waktu itu, aku sengaja menyimpan ini,di dalam bokser yang aku kenakan saat itu, sebelum aku menemui mu di ruangan terakhir, saat kita baku hantam dulu, cepat lah bangun dan lihatlah ini sebelum siapa pun,tau dan, mengambilnya, dari ku"


ucapan Andrea, seperti obat yang langsung berfungsi ke jiwanya yang saat ini sedang tertidur, tiba-tiba saja, Medina kini menggerakkan jari telunjuk nya perlahan tapi pasti ,ia membuka matanya, dan Andrea langsung mencium tangan Medina dan memeluk nya erat .


"Aurelia kau sadar,oh betapa senangnya aku saat ini kamu tahu aku sangat takut melihat mu saat itu, saat terakhir aku tidak sadarkan diri, di sana"ucap Andrea antusias .


"Andrea, kau ingin membunuh ku, aku hampir kehabisan nafas tau!"


ucap Medina, yang kini memanyunkan bibirnya sedikit.


"iya-iya maaf, aku bahagia karena, saking semangatnya, bisa melihat kamu kembali sasar, dan sebagai hadiah nya ini adalah target misi kita saat itu, dan aku hadiah kan kepada mu, Ratu kedua ku"


ucap Andrea yang kini, sedang berlalu imut seperti orang yang sedang melamar.


Medina, juga terkejut karena Sheila,kini sudah selamat dari maut dan kini berada di hadapan nya.


🌹💖💖💖🌹


Medina, kembali bekerja seperti biasa nya, begitu pun dengan Andrea, kembali bekerja, seperti biasa nya, mereka kadang berkumpul di sebuah klub tempat Medina bekerja kini, dan jangan di tanya soal Daniel yang sudah dua bulan tidak mendapatkan kabar dari Medina, wanita yang sempat memporak porandakan hati nya saat ini, dia sedang berada di ruang VVIP di klub tersebut, hampir setiap hari ia mencari Medina di sana namun tidak juga,di temukan nya.


saat ini Medina, sedang berada di podium, tempat nya, menjalankan tugas sebagai DJ,, yang sangat profesional, di dampingi Sheila, sebagai rekan satu profesi nya,kini di karena kan, Sheila ingin melindungi, Medina, dari kejaran musuh yang mungkin akan menjadi kan nya target selanjutnya.


saat,para pengunjung berjoget dengan gaya mereka masing-masing, tiba-tiba Daniel, mendatangi Medina,lalu memeluk nya erat, Sheila yang berhasil menjauh kan Daniel dari dekat Medina, kini iya membawa Daniel kesebuah ruangan, dan mengintrogasi, nya namun baru saja setengah, pertanyaan tiba-tiba Medina, muncul di hadapan mereka, dia berkata.


"KA dia bukan musuh kita, dia kakak dari teman ku yang saat itu aku ceritakan pada mu"


ucap Medina, yang kini tengah melepaskan ikatan, yang membelenggu tangan dan kaki Daniel dari sebuah kursi tersebut.


Medina, pun kini sudah berhasil melepaskan Daniel dari, ikatan itu,ia meminta izin kepada Sheila untuk, berbicara berdua dengan Daniel.


"KA, aku izin berbicara dengan nya dulu,barang sebentar saja,kakak bisa istirahat dulu di ruangan kakak, aku aman ko"

__ADS_1


ucap Medina, pada Sheila.


"baiklah, sayang tapi hati-hati ingat hubungi aku jika dia macam-macam!"


jawab Sheila yang kini tengah berjalan keluar meninggalkan nya, ya ini adalah klub milik Sheila yang sengaja ia dirikan untuk, memberikan pekerjaan terhadap wanita yang kurang beruntung, di dunia ini dia memang menjual minuman keras tapi tidak menjual sesama nya,malah dia lah yang melindungi mereka, jika pun ada wanita nakal di klub nya, itu adalah, pendatang ilegal yang pasti bukan dia yang mengadakan nya.


saat ini Medina, sedang berdua bersama Daniel, yang kini berada didalam ruangan tersebut, Daniel tidak berhenti menatap Medina, yang kecantikan nya sangat menggoda walau tanpa polesan mekup tebal hanya mengenakan bedak tipis dan sedikit olesan lipstik, tipis yang semakin membuat nya terpesona.


"maaf kalo boleh aku tau kenapa kakak' tiba-tiba saja memeluk ku tadi?"


tanya Medina.


"Medina Aurelia Agatha, aku mencintaimu, dan aku sangat merasa bersalah karena aku meninggalkan mu waktu itu saat kau, masih belum sadarkan diri, di rumah sakit karena insiden kecelakaan malam itu, aku sedang terburu-buru, untuk pulang karena harus, pergi ke Kanada saat pagi tiba, tapi di tengah perjalanan, aku tidak sengaja menabrak seorang wanita, yang kini berada di hadapan ku, aku jatuh hati pada mu, Medina"


kata-kata Daniel, sontak membuat, Medina bengong tidak percaya bukan karena pernyataan cintanya Daniel terhadap nya melainkan, karena, Daniel mengetahui nama asli nya dan yang tahu itu hanya empat orang saja selain almarhum kedua orang tua nya, yaitu, Cleo, Sheila dan Andrea.


"Dari mana kakak tahu, nama ku, dan jika pun kakak tahu jangan pernah panggil nama itu di tempat sembarangan, karena akan mengundang bahaya, saat ini, nanti dan selamanya, dan untuk apa yang terjadi dulu, aku sudah melupakan nya, dan sudah memaafkan mu karena saat itu kau sudah berusaha untuk bertanggung jawab, dan merawat ku hingga sembuh, tapi soal perasaan, aku tidak bisa menerima itu semua di karena kan aku tidak ingin kau dalam bahaya dan siapa pun itu orang nya aku tidak bisa menerima mereka masuk dalam hidup ku, termasuk aku sengaja tidak menemui adik mu karena, takut membahayakan, Sheila,adik mu jadi tolong sampaikan maaf ku pada nya, dan aku mohon berikan hati mu pada gadis yang tepat dan tidak seperti aku yang mungkin akan membahayakan jiwa mu dan keluarga mu nanti"


ucapan, Medina membuat Daniel menggeleng kan kepalanya, dan kini ia tengah, menatap sayu kepada Medina, sambil mendekat ke arah Medina.


" Medina, aku tidak bisa menjauh dari mu, dan aku sangat mencintaimu, kamu sekarang tahu itu, dan saat ini, aku tidak akan berarti dan menyerah untuk mencintai kamu, Medina please, jangan menolak ku, Medina aku janji akan melindungi mu dan mengeluarkan mu dari belenggu yang selama ini mengikat hidup mu, dan aku akan lakukan apapun supaya kamu aman, dan bisa menjalani hidup dengan normal"


ucap Daniel yang kini memeluk Medina, yang sedang terharu mendengar kata-kata Daniel, saat ini, selama ini tidak ada seorang pun, yang berkata akan berjuang untuk masa depan nya kelak yang mereka inginkan adalah tubuh molek nya, itu dan tidak ada satu pun yang mendapat kan nya, karena sebelum mereka mendekat, Medina sudah lebih dulu menghajar nya seperti pada Vero saat itu, tapi tidak untuk Daniel, Medina tahu Daniel orang yang tulus, namun sayang semua tidak akan terwujud karena Medina, bukan lah wanita biasa yang,bisa hidup normal seperti kebanyakan wanita lain di luar sana. Daniel kini memeluk Medina dengan erat, dan berkata.


"Aku, akan terus berjuang untuk bisa membahagiakan mu setelah kau terbebas nanti bersabar lah dan ingatlah,bahwa aku ada untukmu"


ucapan Daniel sontak membuat Medina menitikkan air mata, dan Daniel yang melihat itu iya langsung menghapus air mata itu, dengan jari nya, dan kini ia mengecup bibir Medina sekilas.


"pergilah jika saat ini kamu sedang sibuk, semoga malam ini, kamu bisa memikirkan apa yang aku katakan tadi setidaknya aku akan menunggu mu dan tidak akan memaksa,mu menjawab sekarang, dan yang ingin aku katakan adalah I love you so much, Hanny muachh"


lagi-lagi Daniel mencium bibir Medina, tapi Medina tidak menolak itu,jujur saja ia sudah mencintai Daniel, semenjak ia melihat nya saat di restoran, bersama kedua adiknya, dan ia juga sudah lebih dulu tau tentang, siapa orang yang menabraknya waktu itu.dan saat membaca surat dari Daniel yang ia titipkan pada perawat yang di bayar oleh nya untuk merawat Medina, hingga sembuh.


"KA, aku tidak tahu apa yang harus aku jawab padamu saat ini atau nanti tapi, aku harap kau bisa mengerti posisi ku yang tidak akan pernah bisa terlepas dari semua ini mungkin untuk selamanya, dan kuharap kau tidak egois, mempertahankan rasa cinta itu untuk wanita yang salah seperti aku, ini dan aku hanya bisa berdoa semoga kamu mendapatkan jodoh terbaik bukan wanita dari kalangan, biasa seperti mu, dan semoga kamu bisa hidup lebih bahagia lagi"

__ADS_1


ucap Medina yang kini tengah melepaskan tangan diri dari pelukan Daniel.


__ADS_2