Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Pesta pertunangan


__ADS_3

"aku ingin lihat gau apa?? yang kamu beli* ucap Tora.


"aku beli dua gaun untuk pesta ulang tahun teman ku malam ini" ucap Alexia.


"apa-apaan ini gaun ini terlalu kurang bahan aku tidak suka kamu pakai ini, sebaiknya tidak usah pergi" ucap Tora tegas.


"aku sudah beli, dan harus nya yang tadi di ambil istri mu itu sudah lah toh ini cocok untuk pergi ke club malam Oma" ucap Alexia bersikukuh.


"apahhhh... club' tidak-tida, kamu hanya boleh pergi jika dua syarat itu di penuhi" ucap Tora.


"hahh...syarat tidak aku tidak mau mengikuti syarat yang om berikan" ucap Alexia.


"ya sudah tidak usah pergi" ucap Tora tegas.


"Om,ini hidup aku, dan aku bukan anak kecil lagi aku tau mana yang baik dan mana yang salah" teriak Alexia yang jengah dengan sikap pria yang selama ini di hindari nya.


"sudah besar, owh ternyata sudah besar dan bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk, apa yang menurut mu baik itu berpakaian seperti,pe****r heuhhhhh iya" ucap Tora, kasar ia hanya tidak ingin keponakan nya berubah jadi tidak karuan.


"hiks hiks hiks,,om kejam Om sama kan aku dengan pe****r" ucap Alexia.


"Hey,itu kenyataan nya wanita yang selalu berpakaian kurang bahan begini itu adalah wanita seperti itu"ucap Tora tanpa merasa bersalah.


"terserah kamu mau bicara apa pun, aku tidak akan lagi mau mendengar kan nya, sekarang sebaiknya Om tinggal kan aku sendiri, jika kau ingin aku pergi ke pesta pernikahan kalian, aku akan datang, tapi jika Om tidak pergi juga sorry aku tidak akan datang"ancam Alexia yang kini pergi meninggalkan Tora di dalam kamar nya dia berlari ke taman belakang rumah nya,ia menangis sejadinya di sana Tora langsung pergi tanpa mencari tahu keberadaan, Alexia karena memang dia di telpon oleh Rania.


Tora, juga membawa gaun dalam paper bag itu dan membuang nya ke tong sampah di pinggir jalan dia tidak mau keponakan nya rusak, Sementara itu jam menujukan pukul tujuh malam itu artinya pesta sebetar lagi akan segera di mulai, Alexia sudah berdandan, walau ia tau Gaun hilang dan dia tau siapa yang menghilangkan Nya.


Alexia, pun menggunakan gaun hitam dengan bagian punggung terbuka lebar dia tampak lebih cantik dan elegan, saat ini, Alexia datang dengan empat orang pengawal nya saat itu yang mengikuti nya kemana pun dia pergi atas permintaan Andres yang tau putri nya akan pergi ke club' milik ibunya itu.


sesampainya di sana semua sahabat nya, sudah menyambut nya,di sana ada beberapa orang yang di kenal nya sebagai pebisnis muda yang mengikuti acara pesta ulang tahun Wina, yang tak lain adalah dua orang kakak nya.


acara begitu meriah saat ini di suguhkan beberapa hidangan dan juga minuman beralkohol dan non alkohol.


club',ini di buking oleh seorang teman Andres yang tidak lain adalah ayah dari Wina jadi tempat ini di tutup untuk umum selama pesta berlangsung.


kini, Alexia tengah menikmati, hentakan musik dia dan Kawan-kawan nya berjoged ria dalam keadaan mabuk berat bahkan dia sudah tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka saat ini, pengawal nya pun mbawa dia pulang,ke Mension nya,atas perintah Andres.


sesampainya di sana Alexia di bawa Andres masuk kamar nya kebetulan Deswita kini tengah terlelap, dia kelelahan setelah bercinta dengan nya tadi.


"sayang, sekali ini Daddy izinkan kamu begini tapi besok-besok tidak lagi Daddy khawatir dengan kondisi tubuh mu" ucap Andres sambil melepaskan Haigh heels nya itu.


tanpa mengganti gaun putri nya terlebih dahulu dia pun langsung menyelimuti tubuh Alexia dan mengecup puncak kepala nya.


setelah itu Andres pun keluar dari kamar nya menuju kamar miliknya, saat ini di lihat istrinya baru dari kamar mandi.


"bagaimana dengan Alexia apa dia sudah pulang" ucap Deswita.


"sudah Hanny,baru saja" ucap Andres.


"anak itu keterlaluan" ucap Deswita.


"Hanny jangan marahi dia, saat ini dia sedang merasakan kesepian setelah Tora memiliki calon tunangan, dia langsung menjauh dari Om nya itu agar mulai bisa terbiasa dan kita harus menghargai itu"ucap Andres.


"kau dan Tora selalu memanjakan nya, jadi nya dia tidak bisa kesepian dulu aku hanya sendiri tapi bisa hidup sampai saat ini" ucap Deswita.


"sayang kamu dan Alexia berbeda, dia tidak pernah berpisah dari orang di sekelilingnya tidak seperti kamu sejak lahir sudah di tinggal kan oleh mommy dan tinggal bersama Oma Cleo, jadi kamu akan terbiasa dengan itu, bedah dengan Deswita yang tidak pernah jauh dari kita pasti akan manja dan butuh waktu untuk berpisah dari kita"ucap Andres.


"terserah kamu saja Daddy yang pasti jangan melarang ku untuk mendidik nya dengan keras aku tidak ingin dia jadi anak yang cengeng"ucap Deswita.

__ADS_1


"jangan terlalu keras momm... aku tidak mau putri kesayangan ku seperti kamu yang dingin dan cuek biarkan dia menikmati hidup nya" ucap Andres.


"owh jadi aku dingin dan cuek begitu lalu, kenapa kamu jatuh cinta pada ku" ucap Deswita yang menatap tajam pada Andres.


"aku mencintaimu apa adanya, sayang ku, dan aku tidak mau kau di miliki oleh orang lain cukup aku saja yang memiliki mu muachhhh" ucap Andres yang selalu bisa meluluhkan hati Deswita seberapa pun marah nya dia.


"hehehe, Daddy memang yang terbaik, tapi awas saja kalau kau melirik wanita lain, setelah aku tua nanti" ucap Deswita.


"memang nya kita masih muda apa,heumm dasar, cantik-cantik ko pikun " ucap Andres yang langsung mendapat kan cubitan dari, istrinya itu.


"umur boleh, empat puluh tahun tapi aku masih seperti ABG di luaran sana, jadi kamu tidak usah, macam-macam Daddy ucap nya serius.


"iya,deh, iya istri ku ini memang sangat cantik itulah kenapa aku tidak kehilangan cinta ku ini semakin bertambah, ngomong-ngomong boleh tidak aku, minta lanjutkan yang tadi" ucap Andres menyeringai.


"tidak Daddy besok aku akan pergi meeting di luar pagi-pagi sekali" ucap Deswita.


"ya kan besok pagi sekarang masih jam dua sayang ku" ucap Andres.


"tidak pokonya sekali tidak tetap tidak, Deswita pun langsung bergegas menuju ranjang nya dan kini dia sudah di dalam mimpi nya lagi, hingga pagi menjelang kini mereka tengah sibuk mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor nya.


sementara Alexia masih setia memejamkan mata nya saat ini saking ngantuk nya bahkan berkali-kali, panggilan telepon pun di abaikan oleh nya, yang tak lain dari Tora yang meminta dia pergi ke butik saat ini juga, untuk persiapan gaun untuk pesta pertunangan nya saat ini.


🌹💖💖💖🌹


tepat jam sembilan pagi, Alexia baru bangun dan dia langsung bergegas ke kamar mandi, dan memberikan diri sambil berendam di bathtub, dengan busa aroma terapi di dalam nya yang kini menyelimuti tubuh saat ini.


Deswita, pun beranjak dari bathtub untuk membersihkan tubuh nya di ruang shower saat ini karena dia sudah merasa lapar maklum saja semalam ia lupa mengisi perut nya dengan, makanan dia malah mengisi nya dengan minuman.


setelah selesai berpakaian, dia pun turun, saat ini dia menuju meja makan di sana ada pelayan yang selalu setia menunggu Nona muda nya itu untuk sarapan.


"apa Daddy dan mommy sudah berangkat ke kantor" ucap nya lagi.


"baiklah, aku ingin sarapan,salad buah di campur roti, tawar ok" ucap Alexia itu adalah kebiasaan nya jika telat sarapan dan juga segelas susu, yang biasa dia minum di setiap pagi hari.


tiba-tiba, Tora, sudah masuk ke dalam rumah nya saat ini, dia langsung menarik Alexia membawanya ke kamar nya lewat lift.


"Om, ada apa sih, aku baru mau sarapan,ini udah laper banget"ucap Alexia yang melepaskan genggaman tangan Tora yang sangat kuat tapi tidak berhasil.


"aku sudah hilang kesabaran, dan aku akan membatalkan pertunangan ku jika kau terus bersikap dingin pada ku"ancam Tora.


"kenapa harus, dan siapa yang bersikap dingin dengan mu, aku bingung aku baru selesai mandi saat tadi bangun tidur langsung turun ke bawah lalu kapan aku bersikap dingin, aku semalam pulang larut jadi aku tidur hingga siang ini, dimana salah ku, dan aku minta jangan bawa-bawa aku kedalam urusan percintaan kalian Om, aku bukan siapa-siapa" ucap Deswita jengah dengan sikap Tora yang selalu menuduh nya mengabaikan dirinya.


"aku sudah menelpon mu dari pagi tadi untuk mengambil gaun yang sudah ku belikan untuk mu tapi kamu malah tidak membalas pesan ku atau telpon dari ku, apa sih mau mu"ucap Tora sangat marah.


"please deh Om, orang lagi mabuk berat mana sadar ada telpon, aku bahkan tidak mendengar suara apapun aku benar-benar pulas tertidur" ucap Alexia.


"aku tidak mau tau kau sekarang ikut dengan ku untuk mencoba gaun mu atau aku batalkan pertunangan nya" ucap Tora tegas.


"tidak-tidak Om pergi saja ke hotel nanti aku pasti datang saat ini aku ingin sarapan dan istirahat dulu, suruh saja mengantarkan gaun nya kemari" ucap Alexia.


tiba-tiba saja telpon nya berdering dan itu adalah panggilan dari Sheila yang menunggu nya di hotel, acaranya begitu mewah hingga di gelar dari jam empat sore hingga tengah malam nanti, sebagai rasa syukur untuk kejelasan bahwa anak nya tidak seperti yang mereka bicarakan,jam satu siang ini mereka mengadakan konferensi pers, untuk mengumumkan berita pertunangan mereka yang akan di gelar di hotel milik keluarga nya.


sementara itu, Alexia yang masih enggan untuk hadir dia bahkan belum sekalipun melihat gaun yang Om nya berikan setengah jam yang lalu melalui kurir nya.


kini, Alexia pun meminta Steven untuk menemani nya. ke pesta pertunangan Om nya itu.


Untung saja Steven bersedia pergi dengan nya ia bahkan menyamakan penampilan nya dengan dress yang akan di kenakan oleh Alexia saat nanti malam.

__ADS_1


Alexia, pun pergi ke butik langganan nya dan langsung mencoba gaun yang sudah di pasang kan dengan stelan jas, mahal yang mereka beli saat ini, Deswita lagi-lagi mengunakan Gaun sampai mata kaki dan Haigh heels nya yang senada wana merah marun tanpa tangan dan di bagian punggung nya terbuka.


jam menunjukkan pukul empat sore itu artinya acara pertunangan nya, sudah di lakukan dan ada satu hal yang mbuat Alexia semakin tidak bersemangat kini dia benar-benar kehilangan sosok pria yang selalu mengerti akan diri nya


"Alex..


kau sudah siap" ujar Steven saat ini di telpon, dia menunggu di depan garasi.


"aku akan segera bersiap masuklah dulu tidak akan lama ko, hanya setengah jam" ucap Alexia, yang kini tengah menatap cermin dia memoles mekup, tipis yang natural tapi terlihat sangat mempesona, dan dengan, rambut yang di tata rapih di gulung ke atas dengan menyelipkan jepit rambut kecil ber tahtakan berlian yang berkilau sangat cantik di sorot sinar lampu, Deswita pun membawa tas tangan dalam genggaman nya saat ini dan dia berjalan menuju, lantai bawah.


Steven begitu takjub dan terpukau melihat penampilan Alexia, saat ini hingga terbengong.


"ayo kita berangkat" ucap Alexia.


"owh, Ok Ayo, oya Alex,,, kamu cantik sekali malam ini" ujar Steven sambil berjalan beriringan dengan Alexia.


"terimakasih kamu juga tampan dan kita akan jadi pusat perhatian seperti layaknya pasangan kekasih, kita harus seperti itu" ucap Alexia.


"owh baiklah-baiklah" ucap Steven langsung setuju.


sesampainya di hotel benar saja dari pertema dia keluar mobil Sudah menjadi sorotan para tamu undangan dan juga wartawan yang di undang saat ini mereka sangat heboh bertanya-tanya tentang mereka berdua yang tampak elegan, dan saat ini mereka langsung menemui Tora yang kini menatap kagum tapi tangan nya terkepal erat karena Alexia datang dengan pria lain, dan menggunakan pakaian terbuka di bagian punggung mulusnya, siapa pun pasti akan menelan ludah melihat saat melihat bagian tubuh putih mulus bak porselen kini terpampang nyata di hadapan semua orang.


"selamat ya Tante, Om, aku ikut bahagia dengan pertunangan kalian"ucap Alexia.


"terimakasih"ucap Rania tersenyum bahagia, sementara Tora menatap Alexia dengan tatapan yang sulit di artikan.


Alexia pun langsung meninggalkan mereka bersama dengan Steven saat ini dia pun menyuruh Steven menunggu sambil menikmati hidangan yang tersedia dia bergegas menuju toilet tanpa di sadari nya kini ada yang mengikuti nya, dibelakang.


sesampainya di toilet, Alexia langsung menutup pintu tersebut dia menangis sesenggukan dengan air keran yang mengalir deras.


dia pun segera membasuh muka nya, dan merapikan mekup nya,lalu keluar, saat dia keluar sebuah tangan menarik nya membawanya ke sebuah kamar, dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


"sudah berapa kali aku katakan jangan memakai baju kurung bahan seperti ini aku tidak ingin orang lain menatap mu dengan tatapan lapar" ucap Tora yang kini menatap nya tajam.


"Om, sudah ku bilang berapa kali, aku tidak suka di atur dan ini gaun pesta apa salahnya kenapa tidak bilang saja jika aku tidak boleh menghadiri pesta kalian agar tidak menggangu aku juga tidak akan datang ucap, Alexia yang kini menatap sendu, Alexia bangkit dan kini berjalan menuju pintu keluar,namun tangan nya di tarik kasar dan kini tubuh nya di tahan di dinding.


Tora,kini ******* bibir Alexia dia tidak tau dengan perasaan nya sendiri dia tidak ingin Alexia di miliki oleh orang lain, ciuman itu semakin berutal kini menuju ke leher Alexia yang saat ini tengah berontak, tiba-tiba ketukan pintu kamar nya terdengar sangat nyaring.


ciuman itu pun berakhir, Tora berbisik," kamu hanya milikku dan sampai kapan pun tidak akan pernah ada yang bisa memiliki mu"ucap Tora berbisik di telinga Alexia yang kini masih menangis.


Tora pun bergegas menuju pintu dan membukanya ternyata seseorang yang mengantarkan jaket milik nya dari kamar nya di lantai atas.


"terimakasih "ucap Tora sambil kembali masuk .


"rapikan diri mu dan pakailah ini untuk menutupi tubuh mu, aku akan keluar dan jika kamu masih ingin berada di pesta ini gunakan itu, tapi jika tidak ya terserah kamu saja, ingat ucapan ku tadi aku tidak suka bermain-main.


Tora pun pergi keluar dan, meninggalkan Alexia yang kini mematung Alexia menghubungi Steven untuk menjemput di depan kamar tersebut dia akan kembali pulang melewati pintu lain.


Steven pun tiba dia tersenyum lebar pada Alex saat ini karena dia baru saja menemukan gadis yang sangat cantik di tempat pesta dia bahkan bertukar nomor saat itu.


Alexia, pun senyum di paksakan saat ini dan dia pun berjalan pergi meninggalkan hotel tersebut tanpa pamit terlebih dahulu pada semua nya mata Tora menatap. kepergian mereka dari lorong satunya sambil mengepalkan tangannya.


Alexia pun bergegas pergi menuju rumah dengan Steven sebagai sopir nya.


Alexia diam tanpa kata dan saat Steven bertanya dia hanya menjawab bahwa dirinya sedang tidak enak badan padahal dia sedang terluka dengan sikap Om nya yang egois saat ini.


salah kah jika, Alexia takut kehilangan sosok yang mengerti dirinya saat ini, tapi ternyata Tora pun membalas perasaan nya, tanpa sepengetahuan Alexia,Tora begitu egois dia juga tidak ingin melihat nya bersama orang lain bahkan sifat nya lebih posesif dari pada pasangan kekasih, apa itu bisa di bilang cinta atau hanya perasaan takut yang sama, mereka takut kehilangan satu sama lain nya.

__ADS_1


Alexia pun kini duduk menyendiri di kamar nya semenjak pulang dari pesta tersebut dia bahkan tidak turun untuk sekedar makan malam atau pun mengisi perut saat ini dia hanya memiliki kebingungan dengan mereka berdua, hingga Alexia berusaha untuk menjauh dari Tora dia akan meminta izin untuk tinggal di rumah buyut nya tempat masalalu Oma nya di Bandung untuk melanjutkan pendidikan nya di sana hingga kuliah nanti.


tapi Deswita tidak mengizinkan nya sebelum dia lulus SMA, setelah itu baru dia akan bebas mau kuliah di mana pun.


__ADS_2