Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
kepulangan Alexia


__ADS_3

Ya, gadis tersebut adalah Alexi yang baru pulang dari Jerman setelah lulus kuliah, dia langsung bergegas menuju mobilnya, yang sudah di persiapkan sebelum kedatangan nya di sana banyak orang yang mengagumi kecantikan nya, hingga tanpa sadar ada seorang wartawan yang mengambil gambar nya, dia mengira itu adalah selebriti papan atas dari luar.


Alexia pun tidak lama sampai di Mension, milik Deswita dia di sambut oleh mommy dan Daddy nya saat itu, setelah lima tahun tanpa pernah kembali ke tanah air kini Alexia begitu rindu dengan kedua nya.


"putri ku sayang, akhirnya kamu kembali Daddy dan mommy sangat merindukan mu, kenapa tidak pernah kirim kabar sayang"ucap Andres yang kini memeluk dan menggendong putri nya itu seperti anak kecil saja, begitulah Alexia di mata Andres baginya putri nya itu tetap lah gadis kecil kesayangan nya.


"Daddy, aku sangat merindukan mu dan juga mommy"ucap Alexia yang kini mencium pipi mommy nya yang duduk di samping Daddy nya sambil memeluk, dia.


"kalau kangen kenapa baru pulang?"ujar Deswita pura-pura cuek.


"di sana aku terlalu sibuk belajar momm...!!!"ucap Alexia sambil nyengir kuda.


"belajar keluyuran yang ada"kata Deswita, sengaja menggoda putri nya itu.


"terserah mommy, yang pasti mommy tau segalanya kan yang sering ngikutin Alex, kemana-mana orang-orangnya mommy"ucap Alexia.


"kapan mommy tidak menyuruh mereka kok"ucap Deswita tanpa rasa bersalah.


"Daddy, kapan Daddy bisa ngajarin mommy, jujur"ucap Alexia sambil manyun saat menoleh kearah ibunya.


"sudah dari dulu Sayang mommy mu saja yang teramat nakal dan tidak mau mendengar kan Daddy"ujar Andres sambil melirik penuh cinta pada Sang istri.


"owh, begitu rupa Nya...."ucap Alexia sambil tersenyum mengejek mommy nya itu.


Alexia pun pergi ke kamar nya, yang sudah lama ia tinggal selama lima tahun itu keadaan kamarnya masih tetap sama tidak pernah berubah, saat ini kabar kepulangan Alexia terdengar hingga ke Bandung,para sahabat nya yang sudah lima tahun itu tinggal di Bandung kini berniat pulang ke Jakarta untuk menemui Alexia yang sangat mereka rindukan.


sementara itu di sebuah rumah sakit, seorang dokter tengah menatap nanar, kearah tv yang ada di ruangan istirahat nya, kemunculan Alexia di TV, membuat Dokter tersebut menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit, bagaimana tidak Tora begitu tersiksa saat dia mengetahui bahwa perkataan Alexia lima tahun yang lalu adalah sebuah kebohongan, yang membuat dia jadi pengecut.


Ya, pria tersebut adalah Tora,si dokter tampan berusia 35, tahun usia matang tidak mengurangi ketampanan nya, hingga saat ini dia juga sudah di karuniai dua orang putra kembar dari Rania, yang saat ini berusia 4 tahun.


Tora, pun meninggalkan rumah sakit dia begitu merindukan wanita yang masih bertahta dalam hati nya tersebut ingin rasanya, dia memeluk dan mencium, agar rasa rindunya terobati namun sayang di tengah perjalanan, dia harus mengalami kecelakaan, saat itu dia menjadi korban tabrakan beruntun dan harus segera di larikan ke rumah sakit.


Sheila, yang sudah paruh baya tersebut, langsung pingsan saat mendengar berita kecelakaan yang menimpa putra bungsu nya itu.


Tora,kini masih berada di ruang operasi, setelah dokter menyatakan, bahwa ada beberapa bagian tulang rusuk nya yang patah akibat, benturan keras yang di alami nya, setelah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya, akhirnya operasi berhasil berjalan lancar,di sana sudah ada Deswita juga Alexia yang menunggu bersama dengan Sheila dan Tommy, sementara, itu Andres sedang sibuk mengerjakan pekerjaan, setelah nya dia akan segera menyusul.


sementara itu kini Tora, yang terbaring di atas ranjang rumah sakit baru keluar dari ruangan operasi terlihat beberapa dokter dan perawat mendorong ranjang tersebut menuju ruang ICU, untuk perawatan selanjutnya karena kondisi Tora masih dalam keadaan keritis.


Torik, yang baru datang dari kota Bandung, dengan istrinya Ema, dan juga putri nya yang kini sudah berusia sepuluh tahun, mereka pun menghampiri, ruang tersebut walaupun belum bisa masuk pihak keluarga masih menunggu hingga Dokter mengizinkan mereka menjenguk nya.


Rania, yang saat ini baru kembali dari luar kota setelah mengunjungi kedua orang tua nya,kini dia hanya menangis di pelukan Sheila, yang kini tengah memeluk nya.


"sabar ya sayang, Tora pasti bisa melewati ini"ucap Sheila.

__ADS_1


"aku takut momm... bagaimana jika Tora sampai pagi, anak-anak masih sangat membutuhkan nya, saat ini hiks hiks hiks, aku sangat takut momm..."Rania, pun kini melirik ke arah Alexia yang pura-pura tidak perlu dan sibuk dengan ponselnya nya, padahal hati kecilnya terasa sesak.


"momm... aku pulang dulu ya,ada teman-teman ku, datang dari Bandung, Oma Tante Om aku pamit dulu,lain kali e kembali"ujar Alexia yang sudah tidak tahan menahan rasa sakit,di dadanya rasanya terlalu sesak, saat ini seberapa pun kuat, nya Alexia melupakan Tora, tapi rasa itu tidak mau pergi mungkin saat ini lah waktu yang tepat bagi nya, untuk bisa melepas kan, semua nya setelah tau Tora sudah memiliki putra kembar, dari Rania Alexia beranggapan bahwa,kini Tora pun sudah melupakan nya.


Alexia tidak menoleh lagi, saat ini dia berjalan menuju ke luar rumah sakit dia sudah di jemput oleh sopir, yang akan mengantarkan nya ke Bandung, saat itu juga Alexia melarang sahabat nya menemuinya saat ini karena dia sendiri yang akan pergi ke Bandung.


hanya, beberapa jam kini Alexia sudah berdiri di villa, milik Omah nya itu, dan kini dia pun masuk, saat akan membuka pintu tiba-tiba pintu itu pun terbuka dan.


"kejutan......"ucap Steven, yang kini menggunakan,topi ala anak yang sedang berulang tahun, mereka meniup terompet, seperti tahun baru saja mereka menyambut dengan sangat meriah.


Bandung, pukul sembilan malam,kini mereka baru, selesai makan malam,di sebuah kafe restoran, yang biasa dulu mereka kunjungi, Alexia,kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang menjadi pengunjung di sana, dia adalah wanita yang paling cantik walaupun penampilan nya sedikit tertutup dengan jaket, kulit berwarna hitam dan topi putih tersebut ia menggunakan celana jins panjang berwarna hitam, tapi itu semakin menonjol kan kecantikan nya.


semua orang mengira Alexia adalah selebritis terkenal, yang tengah menyamar, maklum saja setelah selesai, makan dia kembali menggunakan masker nya saat ini.


"kawan-kawan, kita ke club malam yu, aku sedikit butuh hiburan saat ini"ucap Alexia.


"tapi Alexi, club tersebut sudah lama tidak menerima kunjungan kita, kamu tau sendiri setelah kejadian tersebut, club itu di usut oleh pihak berwajib,di karenakan orang' yang dulu di larikan kerumah sakit, meninggal tidak lama setelah kepergian mu"ujar Steven.


"iya Lex...untung saja tuan Alexander ,mau membantu kita jadi kita terbebas dari tuntutan"kata Mikha.


"ikut gue saja siapa yang berani ngehadang kita mereka pun akan habis"ucap Alexia yang kini, tengah beranjak dari duduknya ia langsung melangkah kan kaki nya saat itu dan pergi keluar setelah Steven membayar semua makanan,di kasir tersebut.


mereka pun pergi seperti biasanya dengan mobil mereka masing-masing, setelah Alexia pergi mereka memang jarang pergi bersama, mungkin bisa di hitung pakai jari.


sesampainya di club malam tersebut,kini mereka di hadang oleh beberapa bodyguard yang menjaga pintu masuk tersebut, tapi Alexia langsung, melumpuhkan mereka, semua.


"dengarkan gue, ya para anjing penjaga,Lo semua mungkin bisa,menghadang mereka saat gue tidak ada bersama dengan mereka, tapi asal Lo, semua ingat gue bakal ngeratain tempat ini dengan tanah jika gue mau"ucap Alexia, yang sudah memberikan pelajaran sopan santun pada sepuluh orang bodyguard, yang di pekerjakan di sana.


saat seseorang, memberitahu kan, kedatangan Alexia kepada pemilik club malam tersebut, tiba-tiba dia langsung datang menyambut mereka semua, mungkin dia takut dengan ancaman Alexia saat ini.


"Hi... Alexia apa kabar lama tidak bertemu, kamu kemana saja"ujarnya sambil tersenyum di paksakan karena sedikit takut jika Alexia menghancurkan tempat nya itu.


"kabar gue baik, tapi ada satu hal yang buat mood, gue rusak saat gue mendengar club'malam ini melarang kehadiran saudara gue, apa Lo sudah bosan beroperasi"ujar Alexia menatap sinis.


"tidak, Alexia ada sedikit kesalahan teknis saat itu saat Lo pergi dari kota ini, mereka pasti sudah menceritakan"ujar pemilik club tersebut.


akhirnya setelah mereka di persilahkan masuk Alexia dan kawan-kawan nya kini tengah sibuk menuang minuman Alexia pun menenggak beberapa gelas minuman beralkohol tinggi tersebut, semua orang melirik.


saat mereka tengah asik minum di ruang VVIP tersebut kini,pemilik club tersebut memberitahu seseorang bahwa Alexia sudah kembali, dan kini berada di club milik nya, dan pria tersebut langsung menutup ponselnya, dia langsung bergegas menelpon seseorang untuk menyiapkan jet pribadi milik nya,agar segera sampai di Indonesia tepat nya.


kini jam menujukan pukul satu malam mereka pun kembali, ke villa setelah membayar minuman pesanan nya itu setelah itu langsung pulang dengan mobil mereka, masing-masing dan tertidur pulas di kamar mereka masing-masing.


ke esokan pagi nya Alexia pun kembali pamit untuk ke Jakarta karena masih harus menepati janji nya untuk mengurus perusahaan milik keluarga nya itu.

__ADS_1


Alexia pun pergi dengan mobilnya saat ini, dia pun tertidur pulas selama di perjalanan pulang setelah sampai mension akhirnya sopir pun membangunkan nya.


setelah turun Alexia memilih untuk segera masuk ke dalam kamar nya untuk mandi dan ia akan kembali beristirahat rasanya dia malas,mau ngapa-ngapain, tapi setelah badan nya segar Alexia kini langsung turun dan memakan makan siang nya setelah itu dia pun kembali ke kamar nya,di ambilnya laptop miliknya, dan dia sibuk dengan laptop nya itu entah sedang mengerjakan apa yang pasti butuh waktu lama setelah Alexia fokus dengan barang kesayangan nya itu.


hampir dua jam lebih Alexia berkutat dengan laptop nya saat itu, sebelum suara ponsel mengganggu nya dia pun bangkit dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


📱"halo, Omah...ada apa?"ucap Alexi.


📱"sayang, apa omah bisa minta tolong sama kamu heumm?"ucap Sheila terjeda.


📱"minta, tolong apa omah??"ucap Alexia bingung.


📱"tolong datang kerumah sakit, Omah mohon kasihanilah om mu yang tidak sadarkan juga dan kini memanggil-manggil nama mu"ucap Sheila.


📱"kenapa harus, Alex, Oma di sana kan juga ada istrinya, dia pasti bisa membantu suaminya agar cepat sadar dia kan Dokter"ucap Alexia.


📱"sayang Omah, mohon kasihanilah Omah, Dokter bilang hanya orang yang dia panggil di alam bawah sadar nya yang bisa membantu nya"ucap Sheila.


📱"hmmm... baiklah-baik, Alexia kesana"ucap Alexia mengalah dia pun berganti pakaian tidak lupa menggunakan masker saat ini dia tancap gas menuju ke rumah sakit.


sesampainya di sana, Sheila dan Rania, menyambut nya, dengan memohon, Rania bahkan minta tolong semua demi kedua anak nya Deg.... jantung Alexia terasa sakit, namun dia berekspresi seperti biasa saja.


"baiklah aku akan masuk kedalam"ucap Alexia yang kini masuk dan langsung duduk di samping Tora.


"bangun lah, aku sudah datang memenuhi panggilan mu,mau sampai kapan kamu berbaring terus di sini anak dan istri mu sudah menanti mu"ujar Alexia dingin, menahan rasa sakit nya, melihat orang yang di cintai nya,kini terbaring lemah.


"Alex,,,,,"panggil Tora lirih, dan suara itu begitu menyayat hati.


"Om, aku di sini bangun lah kau bisa, hidup dengan baik selama aku pergi, bahkan saat ini kau pun sudah memiliki, anak yang tampan mirip seperti dirimu"ucap Alexia tanpa sadar air mata nya menetes ke tangan Tora dan itu berhasil membuat Tora menggerakkan tangan nya perlahan, tidak menunggu lama akhirnya Tora pun membuka mata perlahan.


"Alex,sa sayang kamu sudah datang"ujar Tora yang sedikit terbata-bata.


"ya, aku datang menengok keadaan mu,tunggu jangan dulu banyak bicara aku akan memanggil dokter"ucap Alexia namun tangan nya di genggam oleh Tora.


"jangan pergi, tetap lah di sini aku tidak ingin kau pergi lagi"ucap Tora sambil berlinang air mata.


Alexia yang melihat itu pun dia langsung berkata.


"aku hanya pergi untuk memanggil dokter biar kamu cepat di periksa setelah itu aku akan kembali"ucap Alexia mencoba tersenyum pada Tora, padahal dia akan kembali dia tidak bisa lama-lama dengan laki-laki tersebut dan itu bisa menggoyahkan ketegaran nya saat ini.


"apa kamu janji?"ucap Tora lirih.


Alexia tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya, Alexia pun pergi,keluar ruangan dan menyuruh Sheila dan istrinya masuk dia pergi begitu saja dari rumah sakit, dengan rasa sakit yang di tahan nya.

__ADS_1


Tora pun di periksa oleh dokter setelah itu dia langsung di pindah ke ruang perawatan VVIP, untuk masa pemulihan, tapi ada satu hal yang kini mengganjal di hati Tora Alexia tidak menepati janji nya, yang menemani nya saat ini adalah istri dan mommy nya itu.


__ADS_2