Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
hampir terjadi


__ADS_3

setelah kembali dari jalan-jalan, Alexander mengantar Alexia kerumah nya,ia pun keluar dari dalam mobil berlari kecil menuju pintu samping untuk membuka pintu mobil agar Alexia bisa merasakan perlakuan romantis nya saat ini.


dan di susul oleh kedatangan mereka semua saat ini ada sepasang mata yang menatap tajam kearah Alexia dari arah balkon rumah nya itu, saat ini ya dia adalah Tora yang kini mengepalkan tangannya.


Alexander pun telah kembali ke Mension nya, saat ini Sementara Alexia sedang mandi di kamar mandi, Alexia tidak tau kalau Tora menunggu nya di dalam kamar nya saat ini Alexia langsung keluar menggunakan kimono mandi nya dan berjalan menuju room closed.


"mau sampai kapan lagi kamu tidak pernah memperdulikan aku Alex,aku sudah kehilangan kesabaran, jangan salah kan aku jika aku berbuat kasar pada mu"ucap Tora lantang.


Alexia, tidak menggubris nya dia tetap melanjutkan menggunakan pakaian nya di dalam sana setelah selesai dia pun keluar, dan mengeringkan rambut nya dengan hairdryer, saat ini.


Tora merebut alat itu dengan kasar saat Alexia tidak menoleh ke arah nya, Alexia melotot karena kaget Tora membanting pengeringan rambut tersebut ke dinding.


"Om, apa yang Om lakukan aku hanya punya satu itu dan rambut ku masih sangat basah"ucap Alexia yang langsung berjalan hendak menarik handle pintu,namun tubuh nya di tarik Tora dan di dorong ke atas ranjang.


"Om... kamu sudah gila ya, apa sih apa Om sudah gila, apa sebenarnya mau Om?"ucap Alexia berteriak.


"aku, mau kamu, menikah dengan ku aku mau kamu jadi istri ku dan selamanya hanya milik ku"teriak Tora.


"Om,itu tidak mungkin Om, sudah miliki istri dan ingat kita adalah keluarga jadi semua tidak akan pernah terjadi"ucap Alexia


"aku tidak perduli itu Alex, sampai kapan pun yang aku mau hanya kamu"ucap Tora sambil menindih tubuh Alex, dia mencium bibir Alexia kasar dan mbuka kancing baju atas nya saat ini dengan begitu kasar nya Tora mencumbui seluruh bagian tubuh atas Alexia hingga meninggalkan jejak kepemilikan saat ini, Alexia hanya menangis dia tidak bisa berbuat kasar pada orang yang di cintai nya saat ini dia hanya memohon agar di lepaskan namun Tora semakin membabi buta, Alex tidak berdaya dia pun pingsan, sebelum Tora merenggut harga diri nya.


Tora yang melihat itu dia langsung menghentikan aksi nya saat itu juga, dia langsung mencoba menyadarkan Alexia, Tora khilaf saat ini karena dia takut Alexia dimiliki oleh orang lain.


sementara, Tora kembali merapikan pakaian Alexia yang berantakan akibat ulah nya saat itu juga.


"sayang bangun aku tidak melakukan apapun yang kamu takutkan"ucap Tora dia memeluk Alex setelah mengoleskan minyak aromaterapi ke hidung nya Alexia.


tidak lama Alexia membuka mata Tora pun mencium kening Alexia.


"Om, lepas"ucap Alex sambil melepaskan tangan Tora yang kini melingkar di perutnya.


"sayang jangan marah, aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin seperti ini, aku mohon biarkan seperti ini tidur lah kamu pasti lelah iya kan sayang"ucap Tora lembut.


Alexia pun mencoba memejamkan mata nya tapi dia tetap gelisah saat ini dia juga tidak tenang dalam tidurnya saat ini Tora yang melihat itu langsung membalikkan tubuh nya Alexia menghadap nya dan membenamkan wajahnya di dada bidang nya.


akhirnya Alex tertidur hingga pagi menjelang, saat dia membuka mata dia melihat pria yang di cintai nya saat ini berada di hadapan nya dia masih memejamkan mata nya, saat ini.


Alexia meraba bagian wajah Tora hingga ke bagian hidup nya sungguh pahatan yang sempurna, Tora ada sosok pria tampan, dan gagah dia begitu setia dan sangat baik, tapi sayang dia bukan miliknya, Alexia langsung menyingkirkan tangan nya saat ia tersadar dia langsung melepaskan pelukan Tora namun bukan nya lepas tapi malah semakin erat.


"Om,lepas, aku tau Om sudah bangun"ucap Alex.


"morning kiss dulu Hanny"ucap Tora.


"tidak"ucap Alexia tegas.


"baiklah tetap lah seperti ini kamu bahkan tidak akan bisa pergi kemana pun"ucap Tora.


"Om, kamu itu egois"ucap Alexia.


"aku, egois bukan nya kamu yang egois, jelas kita saling mencintai tapi kenapa kamu melepaskan aku begitu saja untuk orang lain"ucap Tora menatap tajam.


"lepas"ucap Alexia tidak mau memandang mata Tora.


"tidak akan sampai kamu mengakui perasaan mu yang sebenarnya"ucap Tora.


"aku mencintai Alexander, dia satu-satunya yang aku cintai bahkan aku rela tinggal jauh dari orang tua ku hanya untuk dirinya"ucap Alexia tegas.


"tatap aku Alex aku tau kamu berbohong"ucap Tora tidak Kalah tegas.


"aku tidak mau"ucap Alexia.


"aku tau kamu pergi karena kamu kecewa dengan ku yang memilih wanita lain untuk aku nikahi makanya kau pergi jauh kau begitu egois Alex aku tau semua nya"ucap Tora yang masih menatap wajah Alexia yang kini enggan untuk menatap nya.


"semuanya tidak benar, aku pergi karena Alexander dia yang sangat mencintai ku, dan dia beg.."


"diam...!!! jangan sebut lagi nama pria beristri itu di depan ku"ucap Tora yang mengetahui rahasia tentang Alexander.


"apa maksudnya kata-kata mu itu dia belum pernah menikah, semua orang tau itu termasuk ibunya"ucap Alexia.


"kau bilang ibunya, Alexander sudah tidak memiliki ibu dan yang kau sebut ibu adalah wanita simpanan ayah nya, dia yang menentang hubungan Alexander dengan setiap perempuan itulah kenapa dia diam-diam menikah di luar dan apa kamu tau dia sudah memiliki anak perempuan usia tiga tahun"ucap Tora yang sangat mengejutkan bagi Alexia, yang kini menangis dia meratapi nasibnya yang sangat tidak beruntung saat ini.


"aku tidak akan pernah percaya"ucap Alexia yang langsung melepaskan tangan Tora dengan sangat kasar.


"kau tidak percaya dengan ucapan dan bukti ini silahkan, tapi kamu harus lihat ini, dan satu lagi dia adalah rekan bisnis Torik"ucap Tora tegas.


Alexia pun pergi ke kamar mandi, dia, mengunci pintu saat ini dia mengisi bathtub untuk merilekskan otot yang yang terasa tegang, cucuran air mata, nya terus membasahi pipinya, Alexia lagi-lagi harus tertipu dengan perasaan yang namanya cinta.


"aku mungkin tidak di takdir kan untuk bisa mencintai dan dicintai, dan aku harus menutup hati ku"ucap Alexia dalam hati, perlahan tapi pasti Alexia menenggelamkan wajahnya seluruh tubuh nya di bathtub tersebut hingga ia hampir kehabisan nafas baru lah dia muncul kepermukaan.

__ADS_1


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


siang ini di kampus, Alexia fokus dengan materi yang kini di berikan oleh dosen killer tersebut, Alexia memang tidak pernah main-main saat belajar dia ingin secepatnya lulus agar dia bisa menyusul Oma nya ke Rusia.


hari demi hari ia lewati dengan menghabiskan waktu nya untuk belajar dia bahkan jarang mengikuti sahabat nya untuk sekedar mencari angin segar di luar sana, sorenya dia habiskan waktu di perpustakaan dan malam nya dia kembali tidur itu yang terus Alexia lakukan, hingga semua sahabat nya heran.


saat ini, Alexia sedang mengeringkan rambut nya, menggunakan hairdryer yang di berikan oleh Tora pengganti yang telah rusak, Tora pun sudah kembali dari Bandung tanpa sepengetahuan Alexia Tora di pindah tugas ke pelosok daerah dengan istri nya saat ini.


"Alex,,,ada tamu yang mencari mu"ucap Ririn.


"siapa?"ucap Alexia.


"tuan Alexander"ucap Ririn.


"bilang saja aku sudah tidur"ucap Alexia.


"tapi Alex.."ucap Ririn terjeda saat pintu kamar di buka paksa oleh Alexander.


"mau sampai kapan kamu menghindar dari ku"ucap Alexander.


"aku tidak menghindari siapapun hanya lelah dan ingin tidur, dan satu lagi aku tidak terima tamu di rumah ku lagi"ucap Alexia dingin.


"kamu berubah Alex...ada apa coba jelaskan"ucap Alexander.


"aku masih diri ku yang dulu tidak ada yang berubah"jawab Alexia dingin.


"Alex,,, kita harus bicara"ucap Alexander.


"tidak ada yang harus di bicarakan tuan Alexander,di antara kita tidak ada hubungan apa-apa"ucap Alexia tegas.


"apa maksudmu?"ucap Alexander, dengan nada tinggi.


"aku tidak punya hubungan dengan suami orang, apa lagi dia sudah memiliki seorang putri"ucap Alexia.


"omong kosong"ucap Alexander.


"apa yang ku ucapkan semua omong kosong tuan"ucap Alexia yang kini memberikan semua bukti, kehadapan Alexander.


"semua sudah jelas, silahkan keluar pintu nya anda masih tau kan jalan keluar nya"ucap Alexia.


"kau keliru Alex dia.."


"dia adalah istri mu yang tidak pernah di akui oleh keluarga besar mu dan itu putri kalian namanya keyra..."ucap ucap Alexia tegas.


"apa"ucap Alexia tidak percaya.


"ya, dan orang yang datang padamu tiga Minggu lalu dia adalah Kakak Torik om kamu"ucap Alexander.


"Ahhhhhh... aku tidak ingin dengar apa-apa lagi kalian semua sudah benar-benar membuat kesabaran ku habis persetan dengan semua nya aku tidak mau dengar alasan lagi hiks hiks hiks"Alexia ambruk di lantai dia menangis.


hidup nya seakan di permainkan oleh takdir, saat ini dia tidak ingin mendengar kan apa-apa lagi sudah cukup pusing di buatnya.


"Alexia, aku tau kamu jatuh cinta dengan Tora Om mu sendiri tapi dia sudah menikah dan itu tidak bisa di pungkiri"ucap Alexander.


"aku tidak ingin dengar apa pun, pergilah aku mohon"ucap Alexia.


"Alex, aku mohon buka hatimu lihat lah dunia ini bukan hanya ada satu pria, yang mencintai kamu, berikan aku kesempatan aku akan membuat mu bisa melupakan nya, aku akan mengganti cinta nya dengan cinta ku "ucap Alexander yang kini mendekap erat tubuh Alexia.


"aku mohon untuk saat ini tinggal kan aku sendiri, aku butuh waktu untuk sendiri, aku tidak ingin berpikir aku lelah"ucap Alexia.


"baiklah, aku akan pergi, tapi Alex, jika suatu hari kamu berubah pikiran aku akan dengan senang hati menerima mu di sisi ku karena aku mencintaimu"ucap Alexander sambil mengecup puncak kepala Alexia.


dua bulan berlalu Alexia sama sekali tidak pernah berubah hari-hari nya di isi dengan belajar dan mau tidak mau kelima sahabat nya juga mengikuti kegiatan Alexia, saat ini.


"Alex,,, boring nih...ayo kita cabut club malam sudah dua bulan lebih kita seperti ini"ucap Audrey.


"kalian saja aku lelah mau pulang"ucap Alexia.


"yah gak seru donk, kenapa lexia... aku perhatikan selama ini kamu seperti sedang ada masalah kenapa coba ceritakan biar kami tau"ucap Steven.


"woy, suamiku,Lo jangan so tau deh mana ada masalah dalam hidup gue, yang ada hidup gue itu penuh ketenangan"ucap Alexia Sambil tersenyum menutupi kekacauan dalam hati nya.


"anjrittt... sebagai suami kalian semua gue tau ya istri gue yang bermasalah jadi gue nanya Lo istri bungsu ku"ucap Steven.


semua nya kini terbahak-bahak tertawa.


"yu cabut nonton, kita" ucap Alexia yang langsung bergegas menuju mobilnya saat ini


"Ok, let's go..."ucap semua nya kompak.

__ADS_1


setelah lima belas menit mengemudi tibalah mereka di parkiran Mall saat ini mereka pun naik ke lantai lima, menuju gedung bioskop yang ternyata sudah mulai banyak antrian.


saat mereka melewati tempat makan, tiba-tiba Alexia melihat Alexander sedang bercengkrama dengan istri dan putrinya tersebut mereka begitu bahagia, Alexia pun melanjutkan perjalanan nya, saat itu Alexander di sapa oleh, kelima sahabat Alexia namun Alexia tidak melirik nya semua seakan tidak terlihat.


"Daddy, mereka siapa"ucap wanita yang bernama Ema.


"mereka teman junior Daddy di club malam"ucap Alexander dengan santai nya matanya menatap kepergian Alexia yang sama sekali tidak menoleh ke arah nya.


"tuan putri anda sangat cantik, dan menggemaskan"ucap Meka sambil mengelus puncak kepala keyra.


"tentu dia adalah princess yang sangat ku sayang"ucap Alexander yang sama sekali kurang fokus.


Alexia pun menghubungi Steven, memberitahu nya dia sudah masuk duluan kedalam gedung tersebut.


"sial,,, istri bungsu ku sudah masuk duluan ke dalam ayo, kalian mau nonton apa terus di sini "ucap Steven.


"iya suamiku"ucap mereka lantang sontak semua orang menatap heran ke arah mereka dan Steven hanya tersenyum canggung.


"Daddy, dia punya lima istri"ucap Ema.


"tidak mereka itu sahabat karib yang kadang bicara nya kelewat, apa kamu mau ikut nonton?"ucap Alexander.


"Daddy saja aku masih ada kerjaan di butik nanti, sebentar lagi pulang bareng keyra..." ucap Ema.


" ya sudah aku gabung bareng mereka sekalian ada yang ingin di bahas"ucap Alexander sambil mengelus puncak kepala keyra.


"Ingat jangan pulang larut keyra selalu menunggu mu"ucap Ema.


"baik,,,"ucap Alexander.


tiba lah ia dalam gedung tersebut dia, duduk di samping Alexia saat ini.


Alexia bukan tidak tahu Alexander ada di sampingnya hanya saja dia tidak mau perduli, cukup sudah apa yang dia lihat tadi dia tidak ingin masuk kedalam hubungan yang akan membuat nya rugi.


"Alex... tolong peluk aku, aku sangat takut"ucap Ririn.


"gila, aja gue cewek normal"ucap Alexia yang menepis tangan Ririn.


"tega banget sih kamu ahhhhhh"bisikkan Ririn di akhiri oleh jerit ketakutan saat suasana mencekam di tambah lagi tangan Steven yang dingin habis memegang minuman dingin sengaja menyentuh bagian leher Ririn.


semua orang terkejut dan menatap ke arah nya saat ini Alexia tertawa terbahak-bahak dia tidak perduli orang mau bicara apa.


"sialan Lo"ucap Ririn menimpuk tangan Steven.


"Lo kan minta di peluk ya biar normal ya gue aja yang meluk"ucap Steven.


"woy... berisik "protes mereka, semua.


ke enam sahabat itu pun kembali tenang, sementara Alexander sedari tadi memperhatikan Alexia yang kini kembali fokus kedepan layar.


tiba-tiba ponsel nya bergetar dan dia langsung pamit keluar sama lima sahabat nya itu, tanpa memperdulikan Alexander.


sesampainya di luar.


"πŸ“±ya...hallo Daddy,how are you ?"ucap Alexia.


"πŸ“± Daddy baik-baik saja Sayang, gimana kabar kamu?"ucap Andres.


"πŸ“± aku baik Daddy jangan khawatir,Oya Daddy kapan Daddy kemari"ucap Alexia manja.


"πŸ“± Daddy sangat sibuk sayang, sebaiknya kamu yang pulang mommy juga sedang sakit saat ini"ucap Andres.


"πŸ“± hahhhh... mommy sakit dadd... tumben biasa' mommy tidak pernah sakit"ucap Alexia heran ya karena mommy nya itu selalu jaga kesehatan,di setiap waktu.


"πŸ“±sayang, kamu lupa mommy itu manusia bukan robot"ucap Andres sambil terkekeh, karena tau ekspresi wajah putri nya itu yang selalu mengejek sang ibu walau semua orang tau dia sangat menyayangi Deswita.


"πŸ“±hemm... aku lupa kukira mommy masih robot petarung, hehehe"ucap Alexia.


"πŸ“± dasar putri gak ada ahlak, mommy sumpahin punya suami ganteng baru tau rasa, jika kamu tidak kembali kamu akan kehilangan kesempatan bertemu Alexander kakak mu dan juga Oma dan opa"ucap Deswita yang merebut posel, dari suaminya.


"πŸ“± Watt... Alexander pulang, mommy gak bercanda bukan, aku heran Oma sama opah ikut-ikutan pulang jangan-jangan mommy nakal ya, dan bakalan di hukum Oma,atau mommy punya anak lagi, ahhhhhh tidak-tidak aku tidak mau punya adik cukup aku anak kesangan Daddy tidak..."ucap Alexia konyol berteriak dan langsung menhempas tubuhnya di atas kursi depan tempat antrian tiket.


"πŸ“±hehh,anak nakal bicara' mu semakin ngaco mommy tidak hamil mommy hanya pura-pura sakit agar mommy bisa bertemu Oma dan opa kamu"ucap Deswita.


"πŸ“± yeyyy... dasar manja sudah tua juga masih manja kualat baru tahu rasa, aku telpon Oma aja agar dia pulang ke Bandung bukan kerumahnya mommy"ucap Alexia, yang langsung menutup ponselnya.


tiba-tiba,dering itu kembali Alexia langsung mengangkat nya.


"πŸ“± iya ada apa lagi,momm... aku sedang nonton mommy ini berisik tau gak"ucap Alexia sedikit kesal.

__ADS_1


"πŸ“± pulang saat ini juga atau mommy seret kamu paksa, bagaimana"ucap Deswita tegas.


"πŸ“±owh ya ampun, mommy Titi yang sangat kejam, bagaimana bisa anak gadis yang cantik ini di seret kaya tahanan saja, lagian sebentar lagi malam tidak takut apa, putri nya di culik"ucap Alexia.


__ADS_2