Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
bersikap dingin


__ADS_3

sesampainya di villa kini Alexia langsung masuk ke dalam kamar nya ia bahkan mengunci pintu nya dan semua sahabat nya bingung.


"Alex, kamu kenapa heuhhhhh, coba cerita sama kita"ucap Meka.


"gue hanya ingin istirahat kalian tenang saja gue gak kenapa-napa ko!!!"ucap Alexia berteriak.


"baiklah Lo istirahat saja, kita akan makan malam, jika kamu lapar aku akan bawakan kesini"ucap Meka namun tidak ada jawaban.


mereka pun turun bersama dan makan malam seperti biasanya, setelah itu mereka pun tertidur, saat sepi Alexia yang baru selesai membersihkan diri,kini turun ia mengambil air putih di dalam kulkas, dan membawanya balik ke dalam kamar.


Alexia pun merenung di dalam sana dan dia tidak bisa memejamkan mata nya sedikit pun, saat ini dia hanya meneteskan air mata, saat ada harapan dengan hubungan nya dengan Alexander akhirnya itu hanya jadi harapan palsu, Alexia tau Ema mencintai Alexander.


hari ini Alexia tidak ingin pergi ke mana pun bahkan ia enggan untuk keluar kamar, Alexia mendarat kan bokong nya di pembatas balkon, saat ini dia pun merenung di sana, saat ini, Sementara kelima sahabat nya mereka sedang sibuk menyimak penyampaian materi yang di berikan oleh dosen killer tersebut.


ponsel Alexia berdering, beberapa kali,namun ia tidak memperdulikan nya, saat ini dia enggan untuk melakukan hal lain selain duduk menyendiri.


tok..tok..tok...


suara pintu itu di ketuk oleh pelayan yang di pekerjakan oleh Medina khusus untuk mengurus mereka di remah megah itu yang di sebut villa karena jarang ada yang berkunjung ke sana.


"Nona,di bawah ada yang mencari Anda"ucap pelayan tersebut.


"bilang saja aku sedang ti ingin di ganggu, dan jangan terima tamu sembarangan"ucap Alexia berteriak dari arah balkon.


"tapi Nona, dia menolak untuk pergi sebelum Nona bersedia menemui nya"ucap pelayan tersebut.


"aku tidak perduli "ucap Alexia yang kini langsung mendarat kan bokong nya di sofa ia menyalakan laptop nya dan melihat cctv ruang tamu,di sana tidak ada siapapun.


"mungkinkah dia sudah pergi"ucap Alexia yang kini, berdiri hendak keluar kamar nya dia sedikit merasa lapar karena belum makan dari kemaren siang, ya dia akan lupa satu hal itu jika dia sedang emosi.


Alexia pun turun dan pergi menuju lantai bawah menggunakan lift, saat ini dia pun langsung bergegas menuju meja makan di ikuti oleh pelayan, saat dia akan menyentuh makanan nya, tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di pipinya, dan Alexia langsung menoleh.


"pagi Hanny"ucap Alexander yang langsung duduk di kursi samping soraya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


soraya cuek saja dia memakan sarapannya setelah itu dia langsung minum jus yang di sediakan untuk nya, setiap pagi.


"Hanny, aku ingin mengajak mu ke Mension, Bunda merindukan mu"ucap Alexander.


"tidak, aku sudah, memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini"ucap Alexia.


"tidak,itu tidak akan terjadi, aku sangat mencintaimu, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kapan pun"ucap Alexander.


"terserah"ucap Alexia yang kini langsung pergi meninggalkan Alexander.


Alexander menarik Alexia sedikit kasar kedalam dekapannya, dia membenamkan, wajah nya di ceruk leher Alex.


"lepas, aku sudah bilang kita sudah berakhir"ucap Alexia sambil melepaskan diri dari Alexander.


"kamu begitu kecewa Alex hanya dengan melihat hal yang tidak nyata, harus berapa kali lagi aku jelaskan dia bukan istri ku, dan apa lagi yang harus aku lakukan?"ucap Alexander.


"tidak ada, yang perlu kamu lakukan karena aku sudah menutup pintu hati ku, untuk siapapun, silahkan pergi dari rumah ku sebelum Oma ku bertindak kejam pada mu"ucap Alexia.


"please Alex beri aku kesempatan jangan lakukan ini pada ku"ucap Alexander yang kini berdiri di hadapan Alexia, dia tidak ingin wanita nya menolak apa yang di inginkan oleh nya, dia begitu jatuh hati pada Alexia.


"percuma, Alexander biarpun aku menerima cinta mu aku juga tetap di takdir kan untuk pergi jauh dari mu, jadi semua nya akan sia-sia saja"ucap Alexia.


"aku tidak perduli sejauh apa pun kamu pergi aku akan tetap setia kepada mu"ucap Alexander.


"percuma Alexander, aku tidak akan pernah kembali lagi kemari Oma, sudah memutuskan aku harus ikut dengan nya dan menetap di sana"ucap Alexia memberikan pengertian.


"baiklah, kita akan menikah sekarang juga, agar kau tetap bersama dengan ku di sini"ucap Alexander.


"tidak Alexander tidak semudah itu semua butuh proses dan seluruh keluarga ku tak akan setuju jika aku menikah sebelum pendidikan ku selesai dan aku juga harus berlatih lebih keras lagi jadi aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu, jangan sia-sia kan hidup mu, kamu punya masa depan yang indah di luar sana Sementara hidup ku, sudah di atur oleh Oma ku sendiri, keluarga kami tidak ada yang sebebas kalian melakukan apapun sesuka hati,kami punya tanggung jawab yang lebih besar untuk masadepan kami"ucap Alexia.


"aku tau keluarga mu adalah keturunan mafia ia kan Alexia aku yakin, Oma mu akan bisa menyetujui pernikahan kita, saat itu tiba aku akan bergabung dengan kalian"ucap Alexander.


"Alexander, kamu keliru keluarga ku, tidak seperti yang kamu bayangkan kami bukan mafia tapi kami punya tanggung jawab yang harus benar-benar di jalani dengan sungguh-sungguh dan tidak bisa di abaikan"ucap Alexia yang kini menuju ruang latihan dia pun berolahraga sebentar setelah itu dia langsung mengambil pistol dan menembak seluruh papan yang digerakkan oleh mesin secara acak dan dalam hitungan detik semu selesai dengan tepat sasaran, Alexander begitu kagum.


Alexia langsung bergelayun di pipa besi dia melakukan gerakan naik turun otot-otot nya nampak saat ini setelah itu ia langsung bergegas ke ruang memanah dan setiap busur Alexi pun memanah semu sasaran dengan tepat, sementara Alexi menghentikan latihannya kini ia menemui Alexander.

__ADS_1


"kamu beruntung kamu orang pertama yang di izinkan masuk ke ruangan ini oleh ku bahkan senjata rahasia di setiap ruangan ini tidak mau menyakiti diri mu, aku sendiri yang selalu masuk kemari bahkan sahabat ku saja tidak satu pun yang tau tapi kamu tau apa yang harus kamu lakukan bukan"ucap Alexia.


"Hanny, sudah berapa lama kamu melakukan hal ini?"ucap Alexander.


"sejak usia ku 5 tahun, aku tidak sebebas yang di pikiran menjadi putri seorang Deswita tidak lah mudah, dia bahkan bisa menghukum ku lebih kejam dari ini"ucap Alexia.


"Hanny, apa selalu harus seperti ini"ucap Alexander.


"entah lah tapi Oma, juga sudah melarang mommy untuk tidak mendidik ku seperti ini, tapi dia tetap kekeuh aku harus seperti dirinya"ucap Alexia.


"Hanny, apa kamu tidak pernah protes, dari dulu"ucap Alexander.


"aku, tidak pernah protes tapi mommy, bilang aku hanya punya dua pilihan hidup seperti ratu atau aku bisa bebas seperti ini, tapi aku harus terus seperti ini"ucap Alexia.


"heumm bagaimana jika kamu bilang ingin menikah"ucap Alexander.


"Oma, bilang aku harus bisa menaklukkan hati mommy, karena siapapun tidak bisa menentang keputusan mommy kecuali Oma, tapi Oma ingin aku berdamai dengan mommy saat ini, bahkan Daddy pun tidak pernah bisa menang berdebat dengan mommy"ucap Alexia.


"aku akan membantu mu"ucap Alexander.


"seberapa pun kamu membantu aku tidak akan bisa, berhasil aku akan seperti ini terus atau aku ikut Oma, ke Rusia, aku akan bisa bebas tapi aku kehilangan mereka semua" ucap Alexia.


"aku akan melamar mu"ucap Alexander.


mereka pun akhirnya keluar, dari, tempat tersebut Alexia pamit, untuk membersihkan diri yang sudah berkeringat banyak setelah olah raga rutin.


Alexander menunggu di bawah sambil menikmati secangkir kopi jujur saja dia kagum dengan wanita yang bermental baja tersebut, dan saat ini, dia bertekad akan, membantu, membebaskan nya dari aturan nya keras nya.


tidak lama kelima sahabat nya, saat ini datang mereka membawa beberapa kantong belanjaan , dan saat ini mereka ikut bergabung dengan Alexander yang sedang fokus pada ponsel nya.


"tuan Anda di sini, kebetulan sekali,mari kita makan bersama dengan kami"ucap Steven.


"aku seddang menunggu, Alexia bersiap hari ini mau jalan-jalan, saat ini"ucap Alexander...


mereka pun tersenyum setelah itu mereka menuju meja makan, dan makan bersama tidak lama Alex, pun turun dari tangga menuju ke lantai satu dimana mereka berada.


"Alex, makan bareng yu"ucap Steven.


"nonton saja yu" ucap Meka.


"penakut, juga,ayo aku tantang sampai malam kita nonton di sini saja"ucap Alexia.


"Ok,,,!!!""ucap semuanya.


"Ok,gue masak dulu untuk makan bebeb gue..."ucap Alexia.


Alexander pun tersenyum mendengar Alexia bicara seperti itu, dia pun langsung bergegas menuju dapur saat ini dia membuat sup daging sapi, dan membuat masakan lain nya Alexia.


setelah selesai dia pun membawa masakan nya dan di hidangkan di meja makan sangat cantik setelah selesai dia pun mengajak Alexander makan.


"Alexa.. kemarilah aku sudah masak untuk kita berdua"ucap Alexia.


"baiklah sayang,,,"ucap Alexander yang langsung berjalan menuju meja makan Alexia langsung memberikan piring berisi lauk pauk setelah itu di mberikan semangkuk SOP, yang sangat segar.


"sayang ini sungguh lezat kamu juga pintar masak,aku,sangat suka bagaimana kalau kita menikah saja"ucap Alexander di sela makan nya.


"heumm semudah itu ya"ucap Alexia sambil. tersenyum.


"kenapa lagi, nikah itu hal yang mudah tinggal kamu niat atau enggak nya"ucap Alexander.


"Alexander, maaf bukan aku menolak aku belum siap menjalani nya, semua itu butuh mental yang kuat aku belum cukup umur juga untuk itu jadi jika kamu ingin menikah sesegera mungkin lebih baik dari yang lain saja ok"ucap Alexia.


"aku hanya ingin menikah dengan mu"ucap Alexander.


"kalau begitu kamu tunggu lima tahun lagi"ucap Alexia.


"baiklah"ucap Alexander.


mereka pun selesai makan kini semua nya sudah masuk ruangan, bioskop di villa itu, saat ini Medina membuat ruang khusus saat ini, dia tau cucunya suka nonton film.

__ADS_1


"hmm, film ini gak seru ganti ucap Alexia.


"ya,ini filem romantis tau"ucap Meka.


"Ahhhhhh,kaya punya pacar saja Lo, kasihan kali"ucap Alexia.


Alexander, pun memegang tangan Alexia dia membawanya ke samping tempat duduk nya, Alexia pun duduk di samping, Alexander menggenggam tangan Alexia.


"Hanny, mau nonton film apa"ucap Alexia.


"aku terserah mereka aku tau mereka bertiga itu penakut"ucap Alexia.


"heumm gimana kalau film ini"ucap, Alexander menunjukkan film pulgar, Alexia pun langsung memalingkan wajahnya, merah bak kepiting rebus.


"gila'kamu "ucap Alexia.


"kenapa, Hanny kita sudah dewasa"ucap Alexander.


"aku gak mau"ucap Alexia.


Alexander memeluk, Alexia dari samping, saat ini Alex, hanya buang muka karena malu.


mereka sibuk menonton, film sementara, saat ini Alexia malah melihat ke arah Alexander yang saat ini, dia langsung mencium bibir Alexia.


Alexa, pun memberikan cubitan pada perut Alexander.


"sakit sayang"ucap Alexia.


"suruh siapa macam-macam"ucap Alexia.


"aku hanya satu macam sayang"ucap Alexander.


"sayang kita keluar saja, aku mau nonton yang tadi saja"ucap Alexander.


"Alex, jangan macam-macam, aku tidak suka lihat seperti itu"ucap Alexia.


"kamu mau praktek, seperti nya menyenangkan"ucap Alexander.


"pergi sana praktek saja dengan istri mu itu"ucap Alexia.


"istri ku hanya kamu"ucap Alexander.


"jangan membual, Alex, kita bahkan baru kenal"ucap Alexia.


akhirnya, Alexia pun pergi ke luar tapi bukan untuk tinggal dia lupa belum menghubungi Oma nya, saat ini dia mengambil laptop, dan headset bluetooth, dia langsung menghubungi Oma nya yang kini sudah berada di Rusia.


"Hay Oma, bagaimana kabar Oma saat ini"ucap Alexia.


"Oma baik-baik saja, sayang ku, kalian sedang apa sepertinya ada orang asing di rumah Sayang"ucap Medina yang langsung membuat Alexia gelagapan.


"heumm ya Oma.. dia Alexander teman Alexia"ucap Alexia jujur.


"Alex, sayang Oma tidak melarang mu untuk berpacaran tapi ingat Oma tidak ingin kamu dapat masalah dengan semua itu"ucap Medina.


"tidak Oma, aku sangat berhati-hati, Oma tidak usah, khawatir"ucap Alexia.


"Oma percaya pada mu sayang, ingat jangan lupa pulang, pulang ke mommy mu dia protes, saat, ini sama Oma"ucap Medina.


"baiklah, Oma Minggu depan boleh"ucap Alexia.


telpon pun berakhir, setelah selesai, menelpon, Alexia berjalan menuju ruang bioskop dia membawa, cemilan sebanyak mungkin.


"sayang lama sekali dari mana?"ucap Alexander.


"aku nelpon, Oma dulu"ucap Alexia.


"owh"ucap Alexander.


mereka pun kembali nonton, film mereka pun meneruskan nonton film nya setelah adegan menyeramkan terjadi mereka pun pergi menjerit bersamaan saat itu, hanya Alexia, Steven juga Audrey yang anteng selain Alexander.

__ADS_1


"Alex... kamu tidak takut" ucap Ririn.


"tidak baru begitu saja taku, apalagi lihat yang nyata"ucap Alexia.


__ADS_2