Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Sheila


__ADS_3

merawat, Deswita di bantu Cleo saat itu, dan Cleo memutuskan untuk pindah ke pulau Bali, untuk melindungi, Deswita dari ancaman musuh yang mungkin belum, sepenuhnya bersih pikir Cleo, sambil mencari tahu seberapa , besar pengaruh yang di timbulkan atas penyerangan yang dilakukan oleh Medina, saat itu, hingga semua hasil penyelidikan menyatakan, pengaruh nya teramat besar karena Medina berhasil membuat komplotan musuh musnah hingga ke akarnya bahkan ada banyak pihak yang, berterimakasih atas apa yang di lakukan oleh Medina saat itu, termasuk warga sipil yang sering di rugikan oleh orang itu.


kembali,ke masa ini, semua sudah berlalu kini tidak ada lagi kelompok, pemburu dan di buru.semua orang hidup dengan damai seperti Sheila, yang saat ini tengah berbadan dua setelah menikah tiga bulan lamanya bersama Andrea, saat ini.


hari-hari yang mereka lalui saat ini penuh dengan kebahagiaan, dan Andrea, yang seorang polisi,ia bisa melakukan tugas nya dengan sangat baik bahkan tidak perlu mencemaskan, kondisi putra pertama nya hasil buah cintanya dengan meysha,dulu kini Andres telah tumbuh dengan baik di bawah asuhan Sheila,dan Sheila menyayangi nya seperti anak yang terlahir, dari rahim nya sendiri.


Andres, yang kini sudah kelas dua SD, setiap hari di antara jemput oleh, anak buah Sheila yang bekerja di club' miliknya.


Sheila, mampu menjaga kepercayaan yang di berikan oleh suaminya, saat ini, dan hal itu yang di kagumi oleh Andrea.


Andrea, tidak pernah mempermasalahkan, Sheila masih mengelola club malam tersebut karena Sheila masih mengikuti anjuran yang di terapkan oleh pihak berwenang, setidaknya club' itu di kelola dengan sangat apik dan di alih fungsi kan menjadi tempat bersantai nya para pengusaha dari kalangan elit, mereka menghabiskan waktu nya untuk sekedar berkumpul atau menikmati minuman, bersama teman mereka,di sana juga di sediakan ruang mithing, bagi para pengusaha yang, ingin menggunakan nya, music DJ yang mengalun keras tidak serta-merta membuat pengunjung bisa seanaknya berjoged sambil berbuat yang tidak-tidak, mereka harus mengikuti aturan yang di berlakukan.


mereka, bahkan sangat menikmati peraturan yang berlaku, karena mereka tahu orang-orang yang bekerja di sana bukan lah dari kalangan biasa, mereka tidak ingin cari masalah, dengan karyawan club' malam yang bisa sewaktu-waktu mematahkan mereka kalau mereka berbuat yang macam-macam, karena Sheila, menampung anak buah naya yang selalu setia menemani nya saat dulu ketika menjalankan misi nya.


sore, ini Andrea pulang bekerja langsung menemui istrinya yang sedang memasak, untuk menyambut kedatangan,sang suami yang telah lelah sepulang bekerja.


"sore,sayang kamu lagi masak apa?sih wanginya sampai tercium ke luar loh pas aku datang " kata Andrea.


"ini makanan favorit,Andres dan Daddy sudah jadi, aku sudah hampir satu jam memasak tinggal menatanya di meja, sayang" jawab Sheila.


"hmmm... Kamu memang sangat rajin, istri ku sayang, tapi ingat jangan terlalu lelah karena ada,buah hati kita di dalam sini, Oya! anak Daddy apa kabarnya? nya kamu hari ini sayang"


kata Andrea yang kini tengah berjongkok dan mengelus perut sang istri tercinta.


"aku baik ko Daddy mommy, menjaga ku dengan sangat baik seperti Daddy" jawab Sheila yang sengaja menirukan suara anak kecil.


"syukur lah kalo begitu, oya sayang Andres di mana,hmmm... aku belum melihat nya biasanya dia sibuk, menyambut ku saat aku pulang"tanya Andrea.


"dia sedang bobo di kamar nya setelah pulang sekolah iya langsung mengerjakan PR, nya lalu ketiduran,deh sape sekarang untung tadi pas belajar aku suapin makan siang nya mungkin karena kekenyangan juga jadi belum mau bangun.


" mommy,,,momm di mana aku sudah mandi, tapi bajuku belum ada" terdengar suara Andres memanggil, dan saat ini iya langsung turun dengan handuk yang melilit pinggang nya.


"sebentar sayang mommy lagi nyiapin makanan di meja, tunggu dulu ya tumben kamu udah mandi tanpa mommy temenin?" kata Sheila, yang langsung balik bertanya.


"aku tadi ngenes mommy,pas lagi tidur karena mimpi Daddy belikan begitu banyak Eskrim" jawab Andres Jujur.


"ya sudah mommy lanjut saja biar Daddy, yang bantu,kak, Andres ambilkan baju nya ok" Andrea yang sedari tadi hanya tersenyum melihat begitu perhatian nya Sheila kepada anak sambung nya itu,kini iya berjalan menuju ke arah tangga mengikuti langkah sang anak.


"Daddy,ko tadi Daddy bilang aku kakak,sih memang nya Ade bayi yang di perut mommy sudah lahir?" tanya Andres.


"belum sayang, tapi kamu harus terbiasa mulai saat ini, jadi nanti pas Ade lahir kakak sudah akan terbiasa, untuk panggilan itu" jawab Andrea yang menjawab rasa keingin Tahuan anak nya yang berusia delapan tahun tersebut.

__ADS_1


"owh, begitu ya Daddy" ucap Andres yang mulai mengerti.


"ya sudah beres,kan pakai baju nya sekarang segera turun, bilang mommy, tunggu Daddy mandi dulu sebentar" ucap Andrea yang kini, tengah berjalan. keluar kamar anak nya itu, dan berbelok kekamar,milik nya.


sementara itu,di kediaman Daniel,adik Daniel Shelomita,kini sudah di nyatakan sembuh total dari ganguan mental yang di alami nya Shelomita,kini sudah bisa terlepas dari obat, dan tidak perlu kontrol, tubuhnya pun sudah sangat segar seperti semula.


"hari ini, hari pertama ia menginjakkan kaki nya di rumah sang kakak, setelah lima tahun terakhir, berada di rumah sakit jiwa.


"selamat datang, kembali adikku tersayang, semoga hari mu menyenangkan, dan kakak ipar mu yang sudah mengadakan pesta penyambutan ini" ucap Daniel.


"terimakasih,kakak ipar, semoga kita akan selalu bersama dalam kebahagiaan, abadi" ucap Shelomita, yang kini di gandeng oleh Sheila,adik dari Daniel.


"sama-sama Shelomita, semoga kamu akan menemukan kebahagiaan, saat ini juga" ucap Medina, tulus.


Shelomita, membalas nya dengan pelukan.


mereka pun kini,makan bersama, saling berbagi canda tawa tidak ada,raut kesedihan atau penyesalan, dari ekspresi wajah Shelomita, yang ada rona ke bahagian, saat ini.


tanpa mereka ketahui, Shelomita,kini sedang jatuh cinta, kepada seorang dokter tampan yang selama ini menangani nya, yang selalu memperhatikan, nya lebih.


Dia adalah dokter Tommy, yang sudah bekerja lima tahun terakhir, dan Shelomita, adalah pasien pertama nya yang ia tangani dengan sangat baik dan penuh ketelatenan.


Tommy, yang mengantar Shelomita, saat ini ia ikut bergabung di meja makan, setelah masa pemulihan selama dua tahun ini, mereka sangat dekat bisa di bilang sudah berpacaran.


Tommy, berjuang untuk menyembuhkan, penyakit mental yang di derita oleh Shelomita selama tiga tahun terberat nya yang ia lalui, Tommy yang saat itu sangat iba melihat keadaan pasien yang selalu terkurung di dalam kamar khusus, karena halusinasi yang berkepentingan, dari saat itu ia memutuskan, untuk melepaskan Shelomita,di luar ruangan setiap hari dengan pengawasan ketat Shelomita tidak terlalu oper seperti pasien penyakit jiwa yang lain, nya dia hanya terdiam, tanpa kata dan pandangan nya kosong.


tapi sekali nya ia memejamkan mata,ia akan teriak histeris, dan meminta tolong.


🌹💖💖💖🌹


Dua Minggu, sudah Shelomita, tinggal bersama dengan Medina di Mension itu mereka bahkan menjalani hari-hari, nya dengan sangat akrab seperti layaknya nya,sodara kandung dan saat ini adalah hari weekend, bagi semua nya mereka berkumpul di taman belakang Mension yang sangat luas dan cantik di penuhi bunga-bunga, yang Medina sukai, dengan berbagai warna yang sangat menyejukkan hati, Medina memang wanita karir, dan dulu sebelum, iya terjun ke dunia bisnis pun saat menjalani hidup sebagai, pimpinan dunia bawah iya adalah wanita yang sangat unik,di balik jiwa iblis yang selalu hadir dalam dirinya, dan sipat nya yang sangat keras, dia sangat menyukai, bunga, iya bahkan rela memelihara bunga yang ada di apartemen milik nya.


"kakak, bunga di sini sangat terawat, siapa orang yang merawat nya?" tanya Shelomita.


"tentu saja, aku sendiri, aku sangat, suka bunga, bahkan tidak jarang aku membawa beberapa bunga dari berbagai negara, yang aku bawa setelah melakukan misi" jawab Medina.


" Oya,kak, kalo tidak salah kamu saat itu sedang mengandung anak pertama dari KA Daniel,lalu dimana dia, dimana keponakan ku itu" tanya Shelomita, yang sangat antusias.


"namanya Deswita, berkat kamu, yang menolong ku, saat itu , dia masih bisa lahir dalam keadaan selamat, dan sehat walaupun keadaan nya saat itu prematur, dan aku sepat kehilangan nyawa ku beberapa menit, setelah dokter mengeluarkan, Deswita dari dalam rahim ku" ucap Medina yang sontak membuat Daniel,kaget dan langsung memeluk istrinya itu, iya menangis dan sangat menyesal, semua nya yang terjadi.gara-gara dia yang bersekutu dengan mereka.


"sayang, maafkan aku, semua gara-gara aku, kamu begitu menderita, saat itu, dan mulai sekarang aku janji tidak akan pernah, melakukan hal yang sangat membahayakan mu, aku akan terus membahagiakan mu" kata Daniel yang kini memeluk erat tubuh istrinya itu.

__ADS_1


"Sheila, dari tadi kamu diam saja ada apa hmm...?" ucap Tommy yang berjalan ke arah Sheila,adik Shelomita dan Daniel tersebut,


"tidak apa-apa, aku memang tidak terlalu suka banyak bicara sedari mommy pergi dari dunia ini" jawab Sheila.


"ternyata kamu yang terlebih dahulu, mengalami, trauma, rupanya, kenapa tidak pernah melakukan pengobatan, misalnya datang ke dokter ahli terapi yang mungkin bisa menghilangkan, efek dari kesedihan" ucap Tommy.


"aku tidak merasa begitu, hanya saja aku kehilangan tempat ku berkeluh kesah yang terbaik dari segala yang sangat baik selain Allah" ucap Sheila.


"hmmm... begitu rupanya, sikapmu yang pendiam itu di karena kan kesedihan yang mendalam, tapi beruntung kau wanita yang kuat, jadi kamu bisa melewati ini" ucap Tommy lagi.


"Sheila, tolong bantu kakak, bawakan minuman, yang,ada di meja itu,kakak harus" pinta Daniel yang kini tengah duduk merangkul pinggang istrinya, yang kini duduk di sebelah nya.


"baik kak..." ucap Sheila.


saat ini mereka tengah menikmati, hasil masakan mereka, tadi.


siang pun berganti malam setelah seharian berada di Mension miliknya Daniel, Tommy kini pamit pulang, kepada Shelomita dan yang lain namun pandangan nya teralih pada karena saat, ini Tommy melihat Sheila, yang turun menggunakan hotpants, dan kaos kebesaran, dan tidak memakai bra,entah karena terburu-buru, atau memang kebiasaan nya setiap malam, yang pasti, Tommy terpana melihat, penampilan Sheila, dari atas sampai bawah, iya sangat lah cantik dan menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.


"KA Tommy, sudah mau pulang ya maaf aku tadi baru selesai mandi jadi saat BI Tini, memberitahukan,bahwa kakak, mau pamit pulang, aku buru-buru langsung kesini"ucap Sheila, yang tersenyum ke arah Tommy saat ini.


"tidak apa-apa aku pamit pulang dulu ya makasih untuk jamuan nya" ucap Tommy tulus sambil tersenyum ke arah Sheila, sementara itu, Shelomita hanya menatap intens ke arah Tommy.


"Shelomita, aku pulang dulu ya jangan lupa istirahat, dan berdoa semoga kamu mimpi indah muachh" Tommy mencium puncak kepala Shelomita, karena itu kebiasaan yang menjadi obat penenang bagi Shelomita.


Tommy, pun berlalu pergi, tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiran Tommy saat ini, kenapa wajah Sheila selalu hadir di ingatan nya.


"Sheila, wajah mu itu mengingat kan ku pada seseorang di masa lalu, yang pernah ada di hati ku, sampai saat ini, apa mungkin itu kamu" gumam Tommy yang ternyata, mengingat Sheila.


"flashback on"


belasan tahun yang lalu Sheila, sedang berlibur bersama keluarga nya di Kanada, tepat nya di sebuah villa keluarga yang sangat nyaman Sheila, saat itu pamit pada kedua orang tuanya, untuk pergi bersama dengan sepupunya yang kebetulan, sedang menunggu nya,di sebuah restoran mewah di daerah itu, dan saat itu Tommy juga ada di situ.


Sheila, yang langsung masuk ia tidak melihat seorang pelayan sedang membawa, meja troli berisi makanan untuk para tamu, VVIP, restoran tersebut.Saheila hampir terjatuh,namun ia di tahan oleh Tommy, yang saat itu terjadi mereka belum saling mengenal, Tommy, menopang tubuh Sheila saat itu.


Sheila, menatap orang yang telah menolong nya, dan sepertinya Tommy terpana melihat wajah Sheila, yang sangat cantik, dan memiliki senyum manis sampai beberapa menit Tommy masih menahan tubuh ramping itu dan saat, mereka tersadar Tommy, mengucapkan kata maaf, sementara di waktu yang bersamaan Sheila berterimakasih, pada Tommy.


semenjak saat itu Tommy, sering bertemu dengan, Sheila tanpa Sheila sadari Tommy, mengagumi kecantikan nya, dan sering mengikuti Sheila dan mengambil beberapa foto Sheila diam-diam memotret menggunakan gambar tersebut sebagai wallpaper, ponselnya.


Tommy, bahkan pernah mencium Sheila, saat ia tertidur di bangku taman,dekat taman bunga di sekitar villa, Tommy, duduk perlahan di samping Sheila yang terlelap saat itu ia langsung mencium bibir Sheila, perlahan, tanpa sepengetahuan, Sheila.


"flashback off"

__ADS_1


__ADS_2