
setelah kepulangan Deswita, saat ini mereka menggabungkan perusahaan mereka dan perusahaan itu di urus oleh Daniel dan Deswita, setiap hari mereka berada di satu ruangan sebagai pemimpin perusahaan.
hari-hari mereka, setiap hari di habiskan di kantor dan di sana juga ada tempat istirahat mereka setiap hari nya semua di lakukan di sana, mulai bekerja dan beristirahat kecuali malam mereka kembali ke apartemen.
Deswita, membuat makan malam sebagai mana layaknya seorang istri, Deswita melakukan itu sepenuh hati, begitu juga dengan Andres, dia selalu membantu istrinya jika dia tengah kurang sehat.
"Hanny, kamu istirahat dulu,besok kamu akan lelah karena ada meeting penting, aku panggil dokter ya sayang" ucap Andres.
"tidak Hanny aku baik-baik saja, setelah tidur pasti kembali sehat" ucap Deswita.
sementara itu, di Mension Andrea, putra putri nya,Andreas dan sang adik sedang sibuk belajar karena besok mereka mengikuti perlombaan di sekolah paforit nya.
"Daddy, do'akan kami agar besok kita bisa menenangkan perlombaan, dan jika kami menang aku dan Ade akan melanjutkan kuliah di Inggris, dengan beasiswa jadi Daddy tidak pernah, memikirkan buyaya kuliah kami nanti kami hanya ingin hidup mandiri" ucap Andreas.
"tentu saja anak ku, Daddy dan mommy selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian semua" ucap Andrea.
"terimakasih Daddy kami sangat menyayangi Daddy dan mommy" ucap mereka berdua.
sementara itu di Mension Daniel, dan Medina, tengah asik bercinta jangan tanya kan stamina mereka saat ini masih sangat enerjik, karena mereka berdua adalah pasangan suami istri yang sangat bugar karena selalu berolahraga bersama.
"Hanny, kamu itu semakin memuaskan, saat ini semakin hot " ucap Daniel yang sudah mengakhiri permainan nya, mereka pun tidur bersama.hingga pagi menjelang.
sementara Deswita,kini semakin parah keadaan nya dia bahkan tidak bisa bangun sampai saat ini, dokter pun datang karena Andreas menelpon nya.
"istri anda sedang mengandung" ucap Dokter tersebut hingga membuat nya langsung terbengong antara bahagia dan kaget.
Deswita pun tersenyum, Karena dia sangat bahagia, saat ini karena impian nya sejak kecil dia ingin punya anak dan merawat nya sendiri seperti saat permainan boneka, saat ia kecil Deswita selalu di larang bermain boneka saat itu karena Cleo hanya ingin dia melatih diri nya untuk menghadapi masadepan yang semakin keras.
"Hanny, owh aku bahagia banget" ucap Deswita.
"iya Hanny jangan lupa mulai saat ini kamu harus, lebih menjaga kesehatan mu" ucap Andres lagi.
Dokter pun memberikan resep vitamin untuk ibu hamil, dan obat sesuai dosis untuk orang yang sedang hamil.
sementara itu Andres langsung memberitahukan, kepada Daniel saat ini dan ia sangat bahagia karena keturunan nya kini mberikan nya cucu, untuk mereka di saat mereka sudah setengah hampir paruh baya.
Daniel, pun datang bersama dengan Medina saat ini mereka pun datang langsung ke apartemen rencana nya Daniel yang akan menggantikan posisi Deswita untuk saat ini,di kantor, mereka dengan Andres.
sementara itu Medina tengah merawat Deswita saat ini Deswita memiliki, semangat untuk segera sembuh.
"mommy, aku akan seperti mommy sebetar lagi, aku punya bayi dalam perut ku ini" ucap Deswita yang polos dengan urusan, tentang itu Deswita bahkan tidak tau posisi bayi itu tinggal nya di mana yang iya tau hanya cara berkelahi menembak dan memanah juga melukis dan mengurus perusahaan.
"kau benar sayang, aku akan jadi Oma dan mommy sangat bahagia dengan itu" ucap Medina.
Medina, memasak bubur dan menyuapi putri nya saat ini Medina menitikkan air mata, pasalnya dia tidak pernah melakukan itu selama ini, Medina hanya di sibuk kan dengan urusan nya dan berbagai pekerjaan, hanya Cleo
"mommy, kenapa menangis?" ucap Deswita.
"momm...merasa sedih karena kamu, tidak pernah mommy, urus selama ini mommy hanya di sibukkan oleh pekerjaan mommy, jadi mommy tidak bisa menjadi ibu sebagai mana mestinya, seorang ibu mommy, bahkan tidak pernah bisa menemani mu di saat-saat kamu tumbuh mommy sangat sedih" ucap Medina.
"mommy, aku sangat mencintaimu" ucap Deswita"dan aku tau mommy melakukan itu semua karena tuntutan hidup selama ini, hidup mommy sangat lah berat" ucap Deswita.
"iya sayang maaf kan mommy, mommy sangat mencintaimu tapi mommy tidak berdaya"ucap Medina.
obrolan pun, berakhir karena Deswita terpejam saat ini saking ngantuk nya, sementara Medina di bantu oleh para asisten Deswita membersihkan apartemen karena Medina tidak ingin ada debu sedikit pun agar tidak menggangu kesehatan putri nya dan calon cucunya.
sementara itu Daniel rapat hingga jam tujuh malam, ini dia baru pulang dan beristirahat saat ini di Mension nya, saat ini Andres yang baru pulang ke apartemen saat ini menyuruh Medina untuk kembali karena Daniel sudah pulang duluan.
"momm... pulang lah Daddy sudah pulang dari tadi, kasihan Daddy rapat nya sampai jam tujuh malam kasihan dia" ucap Andres.
"baiklah sayang mommy pulang dulu nanti kalo ada apa-apa telpon mommy ok" ucap Medina.
__ADS_1
"baiklah momm... Deswita sudah makan" sudah Sayang tadi mommy suapin, sekarang kamu bersihkan diri mu, mommy sudah buat kan makan malam untuk mu" ucap Medina.
"thank you,momm..." ucap Andres.
"mommy, pulang dulu besok pagi mommy kesini lagi" ucap Medina.
"baiklah momm.." Medina pun bergegas untuk pulang.
satu jam perjalanan saat ini Medina sudah sampai di Mension nya, saat ia masuk ke kamar nya saat ini, dia langsung memeluk Daniel yang sedang memejamkan mata, nya Karena lelah dia bahkan mencium bibir suaminya itu.
"Daddy, apa kau begitu lelah, hingga tak sadar jika aku ada di sini" ucap Medina tiba-tiba saja Daniel merangkul pinggang istrinya dan langsung membalikkan badannya yang berpindah posisi saat ini.
"sayang, aku sangat merindukan mu saat ini, setelah seharian, pergi jauh dari mu, aku tidak sanggup untuk berpisah dari mu mulai besok kamu harus ikut aku ke kantor" ucap Daniel.
"tapi Daddy, aku akan mengurus putri kita saat ini, dia lebih membutuhkan aku cucu kita juga " ucap Medina.
"yah,,,, Hanny kamu tega banget sih" ucap Daniel.
"jangan begitu Hanny, kamu harus ngalah masa opah, nya sendiri tidak mau ngalah" ucap Medina.
Medina saat ini sedang membujuk suaminya dengan olahraga malam, tanpa lelah saat ini Daniel tidak kenal lelah untuk urusan ranjang, dan itu adalah salah satu obat lelah nya.
ke esokan pagi nya seperti rutinitas biasanya Medina menjaga Deswita, Sementara Daniel pergi ke kantor Deswita.
πΉππππΉ
hari-hari, yang mereka lalui dengan kesibukan masing-masing Deswita kini sudah mulai membaik dan iapun kembali memimpin perusahaan.
Deswita yang tetap enerjik biar pun saat ini ia sedang hamil muda, Deswita sangat handal dalam urusan bisnis seperti didikan Cleo.
di Kanada Shelomita dan Vano tengah sibuk mempersiapkan kelahiran bayi nya, mereka sedang berada di rumah sakit, tepat nya di ruang bersalin.
"Hanny yang sabar ya ini untuk,buah hati kita" ucap Vano.
"iya, tapi rasanya sakit banget Hanny aku gak kuat,hiks hiks hiks hiks" ucap Shelomita.
"tidak sayang jangan bilang begitu itu tidak baik sabar sayang sebetar lagi ko, Ok ingat aku akan selalu ada bersama dengan mu sampai anak kita lahir dan sampai kapan pun" ucap Vano.
"hiks hiks hiks, aku sudah tidak tahan sakit "ucap Shelomita.
sementara itu di sana Vano hanya bersama dengan asisten nya saat ini ia pun langsung menyuruh dokter untuk mempercepat kelahiran putra nya saat ini karena dia tidak tega melihat istri, nya saat ini.
setelah dokter membawa Shelomita ke dalam ruangan operasi Vano tidak ikut ke dalam dia menunggu di luar ruangan.
setelah selesai operasi, saat ini Shelomita langsung pergi di bawa ke ruang perawatan Sementara bayi nya di bawa keruang perawatan bayi, Vano mengikuti istrinya saat ini, sementara asisten nya berjaga di ruang perawatan bayi sesuai perintah bos nya itu.
Shelomita saat ini, masih belum sadar sepenuhnya, saat ini Vano sedang menggenggam tangan istrinya itu, Vano pun setia mengelus puncak kepala istrinya saat ini.
sementara, itu di Indonesia, Tommy tengah beristirahat di ruangan nya di rumah sakit jiwa itu, sementara itu, Sheila sedang sibuk dengan kedua putra nya saat ini.dia sedang menemani mereka di dalam kamar nya.
"Daddy mana momm..."tanya Torik.
"Daddy, sedang bekerja sayang, kamu tidur sama mommy saja" ucap Sheila.
"momm... Daddy besok pulang kan aku mau jalan-jalan bareng Daddy" ucap Tora.
"iya sayang besok mommy, akan telpon Daddy biar pulang cepat" ucap Sheila.
"ok momm.. good night, muachh"ucap Tora dan Torik.
sementara setelah mereka tertidur Sheila me nelpon Tommy, saat ini mereka pun ngobrol.
__ADS_1
"π± malam Daddy" ucap Medina.
"π± malam Hanny apa kabarmu,heumm kenapa belum tidur?" ucap Tommy.
"π± aku merindukan mu Hanny anak-anak juga nanyain kamu terus dan besok juga mereka mengajak mu jalan" ucap Sheila.
"π±baiklah Hanny, nanti aku akan pulang lagian saat ini pasien sudah aman aku bisa minta tolong di ganti kan oleh dokter magang" ucap Tommy.
Tommy pun pulang, dan saat dia masuk kedalam kamar nya di lihat nya istrinya sedang membereskan pakaian nya,ke dalam koper Sheila ingin berlibur ke Kanada besok sekalian dia menengok kakak, nya yang sudah melahirkan bayi laki-laki yang di beri nama, Steven.
"Hanny, kamu sudah membereskan barang nya semalam ini,memang nya kita akan pergi ke mana hmm" tanya Tommy.
"Daddy, Kak Shelomita, menelpon katanya dia sudah melahirkan, dan aku ingin kita kesana sekalian kita berlibur" jawab Sheila.
"owh itu kabar baik sayang, baiklah besok, kita akan langsung pergi, ke sana, aku mau mandi dulu Sayang muachh" ucap Tommy.
setelah membersihkan diri, Tommy kini tengah duduk di ranjang nya padahal malam telah larut hanya saja Tommy ingin menunggu Sheila yang belum selesai Peking barang nya saat ini.
"Daddy, tidur lah istirahat saja ini sudah larut besok kita pergi jadi Daddy harus vit..." ucap Sheila.
"aku nunggu kamu saja Sayang,,"ucap Tommy.
Sheila pun mengalah dia langsung pergi ke ranjang nya dia langsung duduk di samping Tommy, dan Tommy pun merangkul Sheila dan Sheila pun menuruti Tommy, karena Sheila, pun berbaring di ranjang bersama dengan suami nya itu mereka pun istirahat, hingga ke esokan pagi nya, kedua anak mereka langsung, menyerbu, Tommy karena rindu dengan sang ayah.
"Daddy,,,," ucap Torik yang langsung menghambur ke atas tubuh Daddy nya itu.
"Daddy week up,,,"ucap Tora menarik-narik Daddy nya itu yang baru membuka mata karena terbangun saat kedua anak nya naik keatas tubuh nya.
"Hay,,boy Daddy masih ngantuk" ucap nya.
"tidak Daddy, kita akan ke rumah aunty, hari ini" ucap Torik.
"nanti Sore saja sayang Daddy masih ingin istirahat" ucap Tommy.
Tommy pun mengalah dan bangun dari tempat tidur nya saat ini,dia langsung bergegas bangun menuju tempat anak nya berada saat ini, Tommy pun sudah segar setelah mandi dia masih menggunakan pakaian santai saat ini.
"Daddy, sarapan dulu, aku sudah buatkan sarapan untuk kita semua" ucap Sheila.
"jagoan Daddy ayo kita sarapan, sayang nanti kita main ok" ucap Tommy kepada dua anak nya itu tidak sudah berusia 12 tahun itu masih sangat manja padahal mereka sudah mau masuk SMP.
"yah Daddy gak asik nih" ucap keduanya.
"sayang, gak baik kalau sarapan nya telat nanti bisa sakit lambung ucap Tommy.
mereka semua pun sarapan hingga kedua jagoan Tommy, selesai makan sarapan nya Tommy terus menunggu mereka yang,memang terbiasa jika makan itu lama biarpun, porsi nya sedikit jika tidak di suapin oleh Nanny nya.
mereka benar-benar manja dan masih polos walaupun otak mereka pintar bahkan kepintaran mereka di atas rata-rata,kalo soal urusan sekolah tapi saat di rumah mereka kembali seperti balita bahkan masih suka main mobil-mobil an dan juga sebelum tidur harus di kelonin dulu, tidak hanya itu mereka mandi masih di mandikan oleh Sheila karena anak nya tidak mau mandi sama kedua Nanny nya.
setelah selesai sarapan, Sheila, dan Tommy pun duduk bersama dengan kedua anak mereka, yang minta untuk pergi jalan-jalan, padahal hari ini mereka bakalan pergi jauh ke Kanada, untuk menengok sepupu mereka.
"Daddy,a ayolah kita jalan-jalan dulu,kemana ke asal pergi dengan Daddy aku dan Torik, senang" ucap Tora merayu sang Daddy yang kini bergelayut manja di leher sang Daddy.
"sayang kita akan melakukan perjalanan jauh kita akan ke Kanada, sebentar lagi, sebaiknya kalian istirahat biar nanti tidak kelelahan " ucap Tommy.
"yah Daddy gak asik nih aku, mau jalan di sini dulu kalo nanti terserah deh" ucap Tora.
"Ok,ayo tapi jangan kebablasan nanti mommy marah"ucap Tommy.
"itu gak mungkin Daddy, Tora jamin iya kan momm...momm,kan sudah janji kalau kita mau jalan bareng" ucap Torik.
"iya sayang" jawab Sheila,tentu saja Sheila tak akan pernah mau memarahi anaknya mereka adalah sumber kebahagiaan nya buah cinta mereka, yang sangat saling mencintai bahkan teramat cinta.
__ADS_1