
hari demi hari, Tora, lalui dengan Alexia, saat itu saat mereka masih belum menikah tapi kini Tora, masih amnesia dan yang dia ingat hanya Alexia, adalah istri nya.
sepulang nya Alexia, dari Singapura bersama sang suami, mereka langsung menuju Bandung, setelah menjemput kedua anak kembar nya tersebut, karena Andres, mengatakan bahwa Alexia, harus menjauh dari Tora, yang saat ini menganggap nya sebagai istri nya.
Alexander,tentu tidak akan pernah mengizinkan itu, dia langsung memperketat penjagaan mension nya, dan mengawal Alexia, kemana pun mereka pergi, saat ini, Andrea dan Andara, pun begitu bahagia saat ini karena berada di sisi mommy, dan Daddy nya.
"sayang, aku laper"ucap Alexia.
"baiklah, sayang ku, aku akan menyuruh mereka mempersiapkan semua nya saat ini juga"ucap sang suami yang langsung mencium bibir Alexia, sekilas.
"Andara, Andrea bobo yang anteng ya mommy turun dulu"ucap Alexia,sambil mencium kedua bayi, yang tertidur pulas belum lama ini.
Alexia pun turun menuju lantai bawah mereka pun duduk sambil menunggu menu yang sedang di siapkan oleh koki profesional yang di pekerjakan oleh Alexander untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, Alexia, yang baru saja melahirkan dan sudah dua bulan ini dia menyusui bayi kembar tersebut.
"sayang, bagaimana kalau kita pindah ke Singapura saja"ucap Alexander.
"aku terserah kamu saja sayang asalkan mereka bersama dengan kita"ucap Alexia, yang ingin membawa kedua anak nya bersama dengan nya.
"tentu saja Sayang,kali ini mommy, dan Daddy pasti mengijinkan nya, lagian disana juga sudah tersedia semua kebutuhan kalian, dan aku akan mengurus perusahaan di sana lebih fokus lagi"ucap Alexander.
"itu ide bagus Daddy"ucap Alexi yang kini tengah menatap wajah Alexander.
"sayang, aku sangat mencintaimu, tidak akan kubiarkan siapa pun merebut mu dari ku"ujar Alexander, yang kini mendekap erat tubuh Alexia.
"tuan nyonya, makan sudah siap"ucap pelayan membuyarkan kemesraan mereka saat ini.
"terimakasih"ucap Alexander.
mereka pun akhirnya, makan malam dengan lahap nya saat ini, hanya berdua sementara para pelayan dan pekerjaan lain nya di mension tersebut sudah makan terlebih dahulu,agar mereka selalu siap mengemban tugas yang diberikan oleh tuan rumah nya.
lain Alexander,lain pula Tora, yang saat ini tengah tertidur pulas akibat obat yang di berikan oleh istrinya meka , dia sudah sangat kesal karena telah memaksakan kehendaknya untuk menemui Alexia.
Meka, yang tadinya ingin mundur dari pernikahan tapi saat ini dia tertantang untuk menaklukkan hati Tora, walaupun Tora bahkan tidak pernah mengingat nya.
Sheila, Sangat sedih andaikan dulu dia mengijinkan Tora, untuk menikah dengan Alexia, mungkin kejadian nya tidak akan seperti saat ini, Alexia, adalah anak dari keponakan nya, dia tidak ingin hubungan keluarga di antara mereka rusak karena pernikahan, yang mungkin tidak selalu berjalan mulus, tapi yang terjadi sekarang bahkan lebih buruk dari yang Sheila , hindari hubungan keluarga nya hancur dan anak nya menderita berulang kali.
Sheila, memutuskan untuk membawa Tora, pindah ke Kanada, saat ini juga, dia tengah mempersiapkan keberatan mereka semua, termasuk Meka, Sheila, akan membawa serta istri Tora, kecuali Torik dan keluarga kecil nya saat ini yang akan terus berada di Indonesia.
sementara itu, di Rusia, Alexander, kakak, dari Alexia,baru mengetahui kenyataan pahit yang sangat membuat nya terpukul, istri ternyata selama ini berselingkuh dengan sahabat nya, bahkan saat ini ia memergoki mereka, tengah bercinta di hotel Alexander, langsung menghajar keduanya tanpa ampun hingga mereka kritis di rumah sakit saat ini.
Alexander, sudah mencoba bersabar, selama ini, dia selalu mengalah dan mengikuti keinginan,sang istri yang saat ini sudah mulai menjadi mantan istri nya, Alexander, tengah mengurus perceraian nya saat ini.
pria yang kini tengah frustasi, dia akhirnya, menghabiskan waktu nya di bar, dia bahkan sampai mabuk parah, saat ini, saat asisten nya membawa dia pulang.
Alexander, pun tidur dengan nyenyak setelah mabuk berat dia pun tak bangun lagi hingga pagi menjelang, Alexander,baru mengerejap kan mata nya.
kepala nya sedikit pusing saat ini dia tidak langsung bangun, dia langsung meminta pelayan untuk menyiapkan obat sakit kepalanya
setelah pelayan, memberikan apa yang diminta oleh nya, dia pun langsung bergegas menuju kamar mandi dia berendam di bathtub, dia merasa kangen dengan mommy dan Daddy nya.
"momm... Daddy... Alexander,lelah"ucap nya sambil meneteskan air mata, setelah kepergian kakek dan nenek nya, Alexander, hanya hidup sendiri di sana, bersama dengan orang kepercayaan nya.
Alexander, adalah seorang pria muda, yang seusia dengan Alexia, dia harus menanggung beban besar, perusahaan raksasa, keluarga dan juga beban rumah tangga nya yang kini sudah hampir selesai.
setelah merasa lebih baik Alexander, pun langsung membersihkan sisa busa di dalam tubuh nya saat ini.
satu jam kemudian, Alexander, sudah duduk di meja makan, setelah bersiap dengan stelan jas mahal nya dia hendak pergi ke kantor, saat ini di ikuti oleh asisten nya dari belakang.
"Benn... apa saja jadwal ku hari ini??"ucap Alexander.
"siang nya ada meeting penting dengan kelayen dari Jerman"ucap Benn.
"baiklah"ujar Alexander.
__ADS_1
setibanya di kantor Alexander langsung berjalan dengan tegasnya dan seluruh staf kantor yang memberikan hormat hanya di tanggapi dingin.
Alexander,memang pemimpin yang sangat tegas dia tidak suka ada sedikit pun kesalahan di sana karena tanggung jawab yang selama ini di pikul nya bukan beban biasa perusahaan yang di pegang nya adalah perusahaan raksasa turun temurun dari Cleo, dan Daniel.
sesampainya di ruangan nya, saat ini dia melihat seorang wanita yang tengah membersihkan ruangan nya, dan dia tidak terima itu di saat jam menujukan pukul sembilan pagi, mereka baru membersihkan ruangan Milik nya.
"siapa nama mu"ucap Alexander, dengan suara bariton nya, itu.
"maaf tuan na... nama saya Alice"ujar wanita itu gugup sambil memegang kain lap bekas membersihkan meja kerja nya Alexander.
"mulai detik ini kau dipecat"ucap Alexander.
"tu tuan tolong ampuni kesalahan saya,saya tadi terlambat karena ibu saya, masuk rumah sakit"ujar Alice.
"saya tidak bertanya hal itu, cepat pergi sekarang juga atau aku seret kamu keluar"ujar Alexander.
"tuan, apa ada yang salah dengan dia"tanya Benn, saat itu juga, yang heran dengan kemarahan nya terhadap wanita yang kini ada di hadapannya sedang menangis memohon kepada nya.
"tuan saya mohon beri saya kesempatan,saya sedang membutuhkan uang banyak untuk ibu saya yang saat ini sedang bsakit keras"ucap Alice, memohon di kaki Alexander.
"Benn, berikan dia uang sebanyak yang dia butuhkan tapi segera lah,usir dia dari ruangan ku"ucap Alexander.
"terimakasih tuan, tapi saya bukan pengemis, sekalipun saya harus kelaparan saat ini,saya tidak Sudi menerima pemberian tanpa kerja keras,saya bukan pengemis ,saya memang miskin, tapi saya masih punya harga diri,saya berani memohon untuk pekerjaan,saya pikir anda manusia yang memiliki hati nurani, saya hanya terlambat beberapa detik setelah membereskan pekerjaan saya, tapi anda memperlakukan saya seperti seorang penjahat, maafkan saya jika kata-kata saya menyinggung anda, saya juga berharap ini yang terakhir kali nya saya bertemu dengan orang seperti anda"ucap Alice, yang langsung pergi tanpa membawa peralatan bersih-bersih nya.
"hey,kau berani nya"ucapan Alexander, terputus begitu wanita tersebut,membanting pintu.
"kurang ajar,cari tahu semua tentang wanita itu"ucap Alexander, pada Benn, dan Benn, pun mengangguk dan segera keluar dari ruangan tersebut tapi langkah nya terhenti saat Alexander, berteriak memanggil nama nya.
"Benn...!!!"""teriak Alexander.
"iya tuan ada lagi??"tanya Benn, sedikit penasaran.
"kau bawa peralatan yang wanita itu tinggal kan sekarang juga"ujar Alexander, yang benar-benar diliputi amarah.
🌹💖💖💖🌹
Nama: Alice
usia:24 tahun.
dia anak tunggal dari kedua pasangan paruh baya tersebut, dan sudah lama ayahnya meninggal dunia karena sakit dia tidak meneruskan kuliahnya karena masalah biyaya, dan ibunya sakit-sakitan dan bahkan hingga saat ini tengah berbaring koma di rumah sakit.
ucap Benn, menjelaskan.
"jadi benar saat itu dia sedang sangat membutuhkan uang,lalu saat ini dia bekerja di mana"ucap Alexander.
"siang harinya dia bekerja di toko bunga, dan malam hari nya,di kafe sebagai pelayan"ucap Benn, jelas.
heumm... ternyata dia itu adalah gadis pekerjaan keras,pantas saja dia tidak ingin menerima uang yang aku berikan cuma-cuma"ucap Alexander.
"iya, tuan gadis ini adalah gadis yang baik, disaat wanita seusianya sibuk berpoya-poya dan menghalalkan segala cara, dia lebih suka bekerja serabutan, untuk memenuhi biyaya hidup dan juga perawatan ibunya, yang bahkan menunggak pembayaran nya, beruntung seorang dokter, yang iba pada nya, meminjam kan untuk biyaya pengobatan ibunya itu.
Alexander, tertenggun, dia saja yang selalu hidup berkecukupan jarang sekali memikirkan bagaimana keadaan, kedua orang tua nya saat ini,ada sedikit sentilan di hati Alexander.
"Benn, temui wanita itu bilang padanya, untuk menemui ku di rumah,aku tidak mau tau bagaimana cara agar dia datang tepat waktu"ujar Alexander.
"baiklah tuan saya permisi segera mencari nya"ucap Benn, yang kini langsung bergegas keluar dari ruangan milik Alexander.
"aku minta maaf, karena sudah memperlakukan mu dengan buruk saat itu ,"gumam Alexander.
Alexander, pun kembali ke rumah nya dia langsung bergegas menuju kamar nya, dan membersihkan diri setelah itu dia langsung kembali berpakaian rapi dan turun kebawah hendak menuju ruang kerja nya yang ada di rumah tersebut.
Alexander sibuk dengan laptop nya saat ini hingga suara pintu di ketuk seseorang dari luar.
__ADS_1
tok tok tok...
"masuk"kata Alexander.
"tuan,tamu anda sudah datang"ucap Benn, Alexander pun mengangguk lalu berdiri dari duduknya, saat itu juga"selesaikan pekerjaan ku, setelah itu susul aku kesan"ujar Alexander.
"baik tuan"jawab Benn,penuh hormat
Alexander pun berjalan menuju ruang tamu, dilihat nya seorang gadis tengah duduk sambil termenung saat ini.
"apa kabarmu Alice"ucap Alexander, dengan suara bariton nya.
"anda!!"ujar Alice, tidak percaya, karena Benn, tidak menyebutkan nama tuan nya.
"ya, aku kenapa kau kaget, dan kenapa tidak menjawab pertanyaan ku heuhhhh"ucap Alexander.
"kabar ku baik tuan seperti yang kau lihat"ucap Alicia
"apa kau tau kenapa aku memanggil mu kemari"ucap Alexander.
"tidak tuan"ucap Alice jujur.
"aku ingin mempekerjakan mu sebagai asisten pribadi ku di rumah ini,kamu bisa minta gajih berapa pun pada Benn, tapi aku ingin tanya dulu apa kau bisa memasak??"ucap Alexander.
sontak gadis itu tertawa terbahak-bahak melihat Alexander, yang kini heran melihat nya.
"aku sudah tidak butuh.pekerkaan itu karena ibuku baru saja meninggal"ucap Alice, yang langsung berdiri hendak keluar untuk pergi.
"aku minta maaf, saat itu suasana hati ku sedang kacau aku turut berduka cita atas meninggalnya ibumu"ucap Alexander.
"terimakasih"ucap Alice.
"tapi hidup terus berjalan, bukan nya kau ingin melanjutkan kuliah"ucap Alexander.
"aku sudah tidak berminat untuk melakukan apa pun lagi saat ini, biarlah seperti ini"jawab Alice .
"aku hanya menawarkan pekerjaan "ujar Alexander.
"terimakasih tuan,tapi aku sudah memutuskan untuk bekerja serabutan "jawab Alice.
Alice, akhirnya pergi, dia sempat berhenti dan menangis kala ingat sebulan yang lalu sebelum kepergian ibunya dan, saat itu dia sedang membutuhkan banyak uang tapi bukan uang yang ia dapatkan melainkan, pemecatan terhadap dirinya sendiri.
"aku benci kamu"ucap Alice,sambil berlari pergi dari rumah tersebut, dan langsung menaiki taksi.
Alexander, hanya bisa pasrah mungkin, dia yang sudah keterlaluan saat itu, Alexander, memerintahkan Benn, untuk membayar semua biyaya perawatan almarhum ibu Alice , dan menebus rumah Alice yang sudah di gadaikan, sebagai permohonan maaf.
Alice, bahkan terkejut, saat dia hendak mencicil biyaya rumah sakit yang sudah menunggak, tersebut malah mereka bilang sudah ada yang melunasi, begitu pun tentang rumah nya, seseorang datang dengan memakai jas mahal, dia bilang hutang pegadaian tersebut bilang sudah ada yang melunasi.
Alice,syok saat mengetahui semua itu akhirnya tertidur pulas, di sofa usang milik nya itu.
satu Minggu berlalu, saat ini Alice, dan Alexander, kembali bertemu namun saat ini di kafe tersebut.
"pelayan"kata Alexander.
Alice pun menghampiri nya dengan sikap profesional.
"ada yang bisa saya bantu tuan,???"
"saya pesan kopi dan cheese cake"u acap Alexander yang kini, sedikit tersenyum
"baiklah tuan, kalau begitu tunggu beberapa saat"ucap Alice,sambil beranjak pergi.
"harus kah aku memaksa mu untuk bekerja dengan ku"gumam Alexander yang sangat takut kehilangan sosok wanita yang berani melawan ya .
__ADS_1
tidak lama pesanan pun datang tapi bukan Alice yang mengantar kan nya , melainkan pelayan lain nya, sementara itu Alexander, mengepalkan tangannya saat melihat Alice, tengah mengantar makanan ke meja lainnya.
"Alice, segitu bencinya kah kau terhadap ku"ucap Alexander,sambil mengeratkan tangan nya saat ini.