
Medina, tidak juga kunjung siuman padahal ini sudah satu bulan lamanya Daniel bahkan bekerja, di rumah sakit sambil menjaga Medina setiap hari ia yang membersihkan,tubuh Medina dengan lembut, Daniel selalu mengajak nya bicara setiap hari nya, Daniel pun setiap hari selalu berkata kalau ia mencintai nya.
"sayang aku sangat mencintaimu, bangun lah mau sampai kapan, kamu terus bermalas-malasan terus ingat ada anak kita yang sangat merindukan mu saat ini" kata Daniel.
sementara itu di Kanada, Shelomita,sedang sibuk mengajar saat ini sementara suaminya sibuk di Indonesia saat ini, Shelomita sangat bahagia dengan pernikahan nya saat ini, karena ia menikah dengan pria yang menjadi cinta pertama nya dulu.
sementara di Indonesia, Sheila dengan kehamilan yang sudah memasuki bulan kelahirannya, saat itu dia sering bolak balik ke rumah, sakit karena mengirimkan pakaian Daniel dan menemani Daniel hingga sore tiba baru ia bisa pulang setelah Tommy, menjemput nya.
"kak,,, aku pulang dulu segera lah sadar kasihan kak,, Daniel saat ini lihat lah dia sudah seperti mayat hidup saat ini.
"kakak,sabar ya sebaiknya kakak istirahat lah yang cukup,agar setelah kak,,, Medina bangun kau akan baik-baik saja" ucap Sheila.
"Sheila kakak,,, ingin kau baik-baik saja, jaga kesehatan mu sebentar lagi kau akan melahirkan semoga semua di berikan kesehatan pulang lah dan beristirahat, kakak minta maaf karena kakak selalu merepotkan mu,kakak tidak tahu lagi, harus minta tolong sama siapa"ucap Daniel.
"bang kamu tidak perlu merasa tidak enak kami keluarga mu, sudah kewajiban kami membantu mu karena kamu juga tidak mungkin membiarkan kami begitu saja saat hal yang terjadi padamu, terjadi pada kita itulah artinya keluarga" kata Tommy.
"kau benar tapi saat ini adikku sedang mengandung, dan akan segera melahirkan seharusnya dia tidak berpergian ke luar sendiri an" kata Daniel.
"baik lah mulai besok jika Abang perlu apa-apa kamu cukup telpon aku" ucap Tommy.
sementara itu di, dalam sana Medina mulai menggerakkan tangan nya, saat ini.lalu matanya pun sedikit sedikit terbuka.saat ini Daniel yang baru masuk kedalam ia kaget melihat istrinya yang sudah sadar.
"sayang kamu sudah sadar, syukur lah sayang,muach" Daniel menangis dan memeluk istrinya saat ini.
"kak... kamu di sini bukan nya kamu baru pergi saat aku terluka" ucap Medina bingung.
"sayang kamu koma selama satu bulan ini, saat aku tau kamu terluka langsung bergegas pulang, saat itu juga" jawab Daniel.
"kak,,, aku koma,itu tidak mungkin aku baru selesai menghabisi wanita iblis itu" kata Medina.
"sayang kamu sudah tertidur panjang setelah misi mu selesai saat itu, karena luka robek menembus ke jantung mu" ucap Daniel.
sementara itu, di rumah Tommy saat ini Sheila sedang mengalami kontraksi saat ini.
"sayang kamu kenapa hmm" ucap Tommy yang melihat keringat mengalir deras di kening Sheila saat ini, dan Sheila pun terlihat menahan sakit.
"sayang rasanya sakit,perut ku aduh sakit sayang" ucap Sheila.
"sabar sayang aku ambilkan dulu perlengkapan bayi kita dan milik mu setelah itu kita pergi, ke rumah sakit" ucap Tommy yang langsung mengambil tas besar yang sudah di persiapkan saat ini, juga ia langsung membawa Sheila ke dalam mobilnya saat ini dan bergegas menuju rumah sakit, yang kini Medina di rawat di sana saat ini.
sesampainya di rumah sakit Sheila, langsung di bawa keu dalam, kamar bersalin, saat ini.
dan langsung di tangani oleh dokter kandungan yang akan membantu Sheila melahirkan saat ini.
__ADS_1
"nyonya Sheila, saat ini pembukaan nya sudah lengkap, dan sekarang tolong ikuti instruksi yang saya katakan saat ini"ucap dokter Ana.. saat ini.
" baiklah dok saya sudah tidak kuat rasanya sakit sekali" ucap Sheila, Tommy menggenggam tangan Sheila dan mencium puncak kepala istrinya.
"sayang kamu harus kuat ingat demi cinta kita saat ini yang akan menambah kebahagiaan kita saat ini" ucap Tommy menyemangati Sheila.
Sheila pun mulai mengeden kuat, sesuai instruksi dokter Sheila seperti mendapatkan kekuatan lebih saat Tommy berbicara pada nya saat ini.
tidak sampai lima belas menit seorang bayi tampan dengan berat tiga koma Lima kilo gram, tinggi limapuluh cm,lahir dengan persalinan normal, Tommy langsung mencium bibir dan seluruh wajah Sheila,ia bahkan menangis setelah itu dokter menyuruh nya mengadzani bayi tersebut, setelah di bersihkan saat ini.
Daniel yang mengetahui hal itu ia langsung bergegas ke kamar tempat Sheila di rawat saat ini.
"Sheila,,hiks hiks hiks, kenapa kau tidak mengabari kakak saat kau akan melahirkan, bagaimana keadaan mu sayang" Daniel memeluk, adiknya itu.
"kakak' aku baik-baik saja, apa kau tahu, keponakan mu sangat tampan" ucap Sheila.
"aku akan jadi Daddy nya" ucap Daniel.
"tentu saja kak,,, dia pasti sangat menyukai itu" ucap Sheila saat ini.
"tentu bang dia akan bahagia saat ini" ucap Tommy.
setelah Medina bisa bergerak dengan bebas saat ini, Daniel membawa Medina dengan menggunakan kursi roda, menemui Sheila yang kini tengah menyusui bayi laki-laki nya itu.
"kakak,ipar bagaimana bisa, kau sudah sehat tapi. tidak memberitahu kan aku saat ini " ucap Sheila.
"sayang, jangan lakukan itu, semua tidak akan aku izinkan,biar aku yang akan menggantikan mu di penjara" ucap Daniel yang langsung memeluk istrinya itu.
"kak...dosaku terlalu banyak, saat ini jadi kau tidak akan bisa menjalani itu semua sayang berbahagia lah, setelah aku di dalam tahanan berjanji lah kau akan hidup dengan baik bahkan aku harap kau bisa segera menikah lagi, karena mungkin aku tidak akan pernah kembali tolong jaga putri kita jangan biarkan dia tau tentang aku nanti nya" ucap Medina.
"tidak sayang tidak, aku akan membawa mu pergi ke luar negeri saat ini juga,agar kau tidak di di tangkap" ucap Daniel.
sementara itu Sheila menangis karena tidak tega melihat keadaan kedua nya yang masih tidak, bisa terbebas dari ujian hidup mereka.
"kak,,, jangan lakukan itu aku mohon, kasihanilah kakak ku saat ini" ucap Sheila memohon.
"Sheila, aku juga tidak ingin itu terjadi tapi perbuatan ku sudah melanggar hukum,biar bagaimana pun, aku harus mempertanggung jawabkan semua nya, aku titip suamiku, Carikan dia istri yang baik untuk nya saat ini" ucap Medina.
tiba-tiba, beberapa orang anggota polisi datang Medina, langsung, memberikan kedua tangannya untuk di borgol tapi tidak ada satu pun yang mau mesangkan itu, Medina pergi dengan Andrea yang mendorong kursi roda nya semetara Daniel menangis berlutut di lantai saat ini.
🌹💖💖💖🌹
Medina,kini tengah mendekam di tahanan, sementara dia menempati sel khusus, karena dia belum di sidang saat ini ponis pun belum di jatuhkan, karena berkas yang di butuhkan untuk melengkapi, laporan nya saat ini.
__ADS_1
sementara itu Daniel juga belum bisa di perbolehkan untuk membesuk media dua Minggu sudah, Medina di dalam tahanan saat ini.
keadaan Medina cukup buruk, tubuhnya mulai kurus bahkan dia menolak untuk makan, walau semua petugas memperlakukan nya dengan, baik karena Medina bukan seorang buronan bahkan jasa' Medina lebih besar untuk kepolisian yang selama ini selalu membantu mereka, setiap kali, menuntaskan misi.
Daniel yang mengetahui hal itu ia membuat surat permohonan, untuk bisa mengunjungi istrinya itu saat ini, dan Andrea juga rekan-rekan nya saat itu memberikan tanda tangan untuk memberikan dukungan bahkan jika bisa mereka rela pasang badan untuk membantu Medina supaya bebas.
Daniel pun mendapat kan izin, dari pihak kepolisian, saat ini Daniel menemui istrinya itu di dalam ruangan sebuah ruangan khusus.
saat Daniel melihat istrinya itu sangat menyedihkan, Daniel menangis sambil memeluk, erat tubuh Medina
"sayang, apa yang terjadi pada mu saat ini kenapa keadaan mu begitu, menyediakan hiks hiks hiks,,, aku tidak rela melihat mu begini aku akan melakukan apa pun untuk membebaskan diri mu, apa pun itu sayang ucap Daniel sambil terisak, sementara itu Medina hanya menangis dalam diam saat ini dia mengelus punggung Daniel saat ini.
"kak,, aku baik-baik saja, kuharap kau tidak menjadi laki-laki yang cengeng, saat ini, kamu harus lebih tegar dari ku bagaimana aku bisa kuat menjalani hidup ku disini jika kau sendiri tidak memberikan aku kekuatan untuk melewati semua ini, apa kau tahu tidak ada yang merasa nyaman, hidup di dalam jeruji, tapi semua harus melewati nya, karena semua perbuatan harus di pertanggung jawabkan" ucap Medina lirih.
"sayang, aku mohon hidup lah dengan baik apa pun yang terjadi, saat ini kamu tidak boleh menyiksa diri kau harus makan, jika aku tau kamu tidak mau makan lagi aku juga tidak akan makan sama seperti dirimu" ancam Daniel.
"kak,,, hidup lah dengan baik, jika bisa tolong berikan mommy yang baik untuk Deswita nanti karena aku tidak akan mungkin akan kembali lagi, dengan semua kasus yang aku lakukan bukan lah, hal yang ringan mungkin saja aku akan segera di jatuhkan hukuman mati atau di kurung seumur hidup, ku itu sama saja, aku tidak akan pernah pulang" ucap Medina yang langsung pergi meninggalkan Daniel masuk kedalam kedalam ruangan tempat nya menjalankan hukuman, saat ini.
"sayang aku mohon, jangan menyerah kau tidak bersalah sepenuhnya,andai saja waktu itu mereka mengusut nya hingga tuntas mungkin semua ini takkan terjadi, aku akan mencari cara agar kau bisa, kembali bebas" ucap Daniel.
setelah,dua bulan berlalu keadaan Medina semakin menyediakan, saat ini Andrea sudah mencoba, berbagai cara untuk bisa menghibur atau pun membujuk nya agar dia bersemangat untuk bisa melewati hal itu, mungkin orang yang tidak pernah, merasakan seperti yang Medina jalani saat ini, akan berbicara sesuka hati,tapi tidak dengan Andrea yang tahu aturan di dalam sana.
setelah dua bulan, berlalu berkas-berkas yang sudah lengkap dan sidang putusan akan di laksanakan saat ini Daniel yang datang di saat pagi, hari ia menemani istri nya di sebuah ruangan,sambil menyiapkan mental nya untuk menghadapi hukum yang akan di jatuhkan pada Medina saat ini.
"sayang aku harap, kamu bisa tegar apa pun yang nanti akan terjadi ingat kamu masih punya aku, yang akan berusaha sekuat tenaga, untuk bisa membebaskan diri mu" ucap Daniel.
"aku sudah ikhlas kak,, apa pun yang terjadi nanti, aku hanya punya satu permintaan, pada mu, jika aku di ponis hukuman mati, saat ini
aku ingin kau kembali menikah dan jalanni hidup mu dengan baik, aku akan bisa tenang menjalankan hukuman ini" ucap Medina.
"jangan katakan itu, aku sangat mencintaimu jika kau terus menerus berkata seperti itu, aku akan membenci diriku sendiri" ucap Daniel.
persidangan pun di mulai dengan seluruh dakwaan yang menjerat Medina saat ini sangat memberatkan nya, tapi dengan mengingat jasa yang di lakukan, Medina yang tadinya hukuman mati,kini jadi menjadi hukuman seumur hidup, tapi, pengacara, yang di sewa Daniel, saat ini mengajukan permohonan untuk menghadirkan saksi hidup satu-satunya saat ini.
hakim pun mengijinkan nya, saat itu juga.
"yang mulai perkenalkan nama saya Edi.. saya adalah, seorang tukang kebun di Mension milik keluarga Medina, saat itu,sore itu biasanya saya sudah pulang karena tidak pernah menginap di rumah itu,tapi tuan besar menyuruh saya untuk menginap, bahkan saya merasa heran, tidak biasanya dia sampai memohon kepada saya saat itu, saya pun menyetujui nya, dan saya tidur di lantai tiga,di kamar paling atas, saya saat itu sedang tertidur pulas hingga terdengar suara nyonya besar meminta tolong, dan saat saya turun kejadian tragis itu sedang terjadi nyonya sedang di perkosa tepat nya di perkosa beramai-ramai, saat saya akan membantu mereka saya sudah telat, leher nyonya dan tuan, sudah di sayat saat itu juga, saya bahkan sebelum itu tuan memberikan kode pada saya agar tidak keluar dan menyelamatkan nonna Medina, yang saat itu menyaksikan kejadian itu, dan saya sempat membekap, mulutnya Medina,agar tidak menjerit, untuk menyelamatkan mereka berdua saya menutup mulut mereka dengan lakban hitam yang saya temukan di atas nakas setelah itu saya menyeret mereka untuk pergi, ke kamar atas lewat tangga dapur, saat polisi datang kami hanya bisa berdiam diri sambil menahan tangis, saat itu, andaikan saya tidak melakukan apa yang tuan besar katakan mungkin, kedua anak nya juga akan ikut lenyap, makanya saat polisi menutup kasus itu dengan alasan perampokan, nona Medina sangat terluka, dan dendam itu tumbuh di dalam hati nya dia berjanji akan membalas apa yang telah di lakukan oleh mereka yang sudah membunuh kedua orang tua nya dengan sangat keji, itulah yang saya tahu yang mulia" ucap Edi ayah dari Andrea.
semua orang yang mendengar kesaksian Edi meminta Medina di bebaskan karena ia tahu Medina adalah korban,di balik pembalasan dendam yang telah ia lakukan.
"tenang-tenang semua di hadap kan tenang,sidang akan di putuskan satu Minggu lagi"ucap hakim agung.
Medina hanya menangis mendengar kesaksian Edi, yang selalu setia bekerja di Mension nya dulu.
__ADS_1
paman,,, aku sudah membalas kan rasa sakit, yang di alami oleh ayah dan Bunda ku, seperti yang mereka lakukan terhadap kedua orang tua ku" ucap Medina.
"iya sayang paman tahu, itu nak jika saja kau meminta bantuan ku untuk melenyapkan mereka,na agar kita bisa bersama-sama melewati hukuman itu, bahkan jika pengadilan mengijinkan, biarkan aku yang menggantikan posisi mu saat ini nak...agar aku bisa menebus rasa bersalah ku yang tidak bisa menyelamatkan mereka" ucap Edi sambil memeluk erat Medina yang sudah di anggap nya sebagai anak nya,itu.