
saat, ini malam semakin larut, Medina termenung di, balkon iya terbangun dari tidurnya nya saat ini, karena ia bermimpi meysha yang sedang bersusah payah melawan para, mafia yang saat itu menyandera mereka kejadian itu selalu hadir ketika peringatan hari kematian meysha.
Medina, sedang menangis saat ini dia masih tidak bisa terima, kematian sang kakak yang, sengaja mengorbankan diri untuk bisa menolong nya saat itu.
"hiks...hiks...hiks... kakak, aku merindukan mu, aku sudah berhasil membunuh nya semoga kamu bisa tenang di sana, aku sangat merindukan mu, dan aku sangat sakit kala mengingat kejadian itu, setelah dua tahun ini kini mimpi kejadian itu, datang kembali, aku tidak kuat kak,... aku lelah aku ingin hidup normal seperti saat kita kecil dulu" ucap Medina lirih.
Daniel, perlahan meraba sisi kiri ranjang iya berniat memeluk Medina, tapi dia kaget istri tidak ada perlahan ia membuka matanya, dia melihat kesekeliling kamar nya, tapi tidak ada saat melihat pintu kearah balkon terbuka Daniel langsung bangkit dari tempat tidur,dan bergegas menuju balkon, iya kaget melihat Medina sedang menangis.
"sayang, kamu di sini hmmm ... kenapa menangis ada apa coba ceritakan, sayang kalo ada masalah itu jangan di pendam sendiri"
"aku tidak apa-apa,kak.. hanya saja mimpi itu hadir kembali bayangan semua kejadian, tentang masalalu, itu terulang kembali, kakak ku, di bunuh dengan keji di hadapan ku sendiri.hiks...hiks...hiks hiks..."Medina kini berada dalam dekapan Daniel suaminya itu.
"sayang, aku tahu semua itu sangat lah menyakitkan, tapi cobalah untuk melupakan nya pelan-pelan.pasti kamu bisa" ucap Daniel yang kini membawa istrinya itu kembali ke tempat tidur nya.
"aku udah coba berulang kali, tapi rasanya sangat lah sulit setiap kali, akan datang hari peringatan kematian meysha aku selalu di hantui bayangan kejadian buruk itu terus menerus" kata meysha, setelah itu ia di berikan air putih oleh Daniel.
"kak, boleh aku minta minuman beralkohol,agar aku bisa sedikit melupakan itu semua, atau pilihan kedua obat tidur, aku saat ini tidak bisa memejamkan mata, semua itu aku bisa melihat nya dengan jelas,hiks... meysha lehernya di sayat pisau tajam dan dia sekarat saat itu juga hiks...hiks..hiks..." Daniel yang mendengar kan hal itu dia menyesal karena telah berkomplot dengan orang yang salah.
"kurang ajar, andaikan aku tau, saat itu pasti aku habisi dia" ucap Daniel.
"kamu tidak akan mampu sayang, dia terlalu kuat, bahkan hingga, hari kematian nya tiba aku , sendiri sudah hampir tidak bernyawa, dia menyayat perut buncit ku dengan pisau yang ia gunakan untuk menggorok leher meysha, saat itu aku kira aku dan Deswita, tidak akan pernah selamat, tapi ternyata Tuhan maha adil.saat Shelomita, memohon agar aku di lepaskan saat itu, dia lengah dan sedang berdebat dengan Shelomita, yang hampir di sakiti nya juga, aku bisa bangkit diam-diam tanpa sepengetahuan nya aku mengambil pisau yang aku bawa dan aku, pun menyayat leher nya saat itu juga bahkan darah itu, sampai mengenai wajah Shelomita, saat itu baru aku sadari bahwa Shelomita adalah istri dari iblis tersebut" kata Medina menjelaskan.
"aku yang salah sayang, aku bahkan tidak menyangka kalau dia berani menyakiti istrinya saat itu, mungkin kalau kamu tidak ada dia akan tetap membunuhnya.saat itu juga" kata Daniel.
"kamu benar kak, dia tahu kita memiliki hubungan, dan dia memanfaatkan,mu karena dia tahu, kamu menginginkan aku,maka dari itu mommy Cleo menyuruh ku menjauh dari mu di tambah lagi rasa, kecewaku saat itu begitu besar kepada mu karena kamu telah bersekutu dengan, iblis yang telah membuat ku kehilangan keluarga ku, pengganti ibu dan segalanya bagi ku, sebenarnya meysha tidak lulus di karantina, tapi aku yang meminta pada mommy Cleo, untuk terus melatih nya, dan permintaan ku di kabulkan hanya karena aku tidak ingin nyawanya terancam di luar sana, tapi aku salah dia justru.harus meninggal dengan cara mengenaskan, bahkan di saat sekaratnya pun aku tidak bisa menyentuh nya dan memeluk nya untuk terakhir kalinya, dia hanya merentangkan kedua tangannya, ingin meraih ku,hiks...hiks hiks..." Medina menangis kembali, iya tidak kuat menahan beban derita yang selama ini, menghimpit dada nya.
"sudah, lah sayang, jangan terus mengingat kejadian itu aku sangat sakit melihat kamu menangis" kata Daniel, yang kini memeluk erat istri nya itu.
sama halnya dengan Medina Sheila, pun mengalami hal yang sama, iya menangis sendirian, mengingat kejadian itu,sambil mengelus, putra dari meysha, ya itu Andres, karena Andrea tengah dinas malam saat ini.
Sheila, berkali-kali mengusap air mata nya yang mengalir deras,ia kini memeluk Andres, bahkan Sheila,merasa meysha ada di hadapannya nya saat ini.
"meysha, aku tau kamu hadir di sini, maafkan aku, karena telah mengambil Andrea dari mu aku janji, aku akan selalu membahagiakan mereka berdua, dan selalu menyayangi, anak mu, meysha andaikan dulu kau tidak menukar diriku untuk melindungi adik kita Medina, mungkin kau masih hidup bahagia bersama dengan Andrea, dan anak mu yang tampan ini, maafkan aku meysha maaf aku bukan teman yang baik bagi mu,hiks,,, hiks,,, hiks,,,"
bayangan meysha pun menghilang dari pandangan, Sheila Sheila kini tidur memeluk Andres, yang sangat ia sayangi.
ke esokan hari nya, mereka semua telah berkumpul di tanah lapang, yang luas tepat nya, di samping pohon, beringin tempat peristirahatan terakhir meysha, mereka berkumpul, bahkan Cleo sengaja datang untuk memberikan penghormatan, di hari kematian, meysha saat ini dia datang membawa Deswita Daniel yang menemui nya saat ini.merasakan kebahagiaan yang teramat sangat, bisa bertemu dengan anak nya yang kini sedang merentangkan kedua tangannya, minta di gendong.
"sayang Daddy, apa kabarnya sayang ku, muachh, muachh,muachh.... Daddy kangen pada mu, saat ini" ucap Daniel sambil langsung membawa kedalam mobilnya.
sementara itu Cleo Medina, dan Sheila kini tengah berdoa dan mengheningkan cipta, di samping pusara, meysha.
__ADS_1
"kak, meysha aku sangat merindukan mu, tapi aku berharap kau bisa tenang di sana karena dendam mu sudah aku balas kan aku sendiri yang meng eksekusi nya" kata Medina.
"meysha, aku yang sebenarnya bersalah padamu, andaikan saat itu, aku tidak mengikut sertakan,mu dalam misi saat itu kau pasti masih ada bersama kami saat ini.tapi rupanya takdir berkehendak lain, kamu harus menjadi pahlawan bagi kami.
🌹💖💖💖🌹
Daniel dan Medina,kini tengah berbincang dengan Cleo, mereka membahas soal Deswita, Daniel meminta Deswita, untuk tinggal dengan nya sementara karena Cleo tidak mengijinkan nya, jika berlama-lama dengan mereka, saat ini.
"mommy, sebaiknya Mommy tinggal di sini untuk sementara waktu mungkin Kak, Daniel merindukan putri kecilnya saat ini" ucap Medina.
"Medina, mommy mengijinkan Deswita tinggal tapi hanya dalam waktu satu bulan setelah itu ia harus kembali ke Rusia dengan mommy, mommy, tidak bisa meninggalkan, rumah terlalu lama, jadi mommy akan menjemput nya satu bulan lagi" jawab Cleo tegas.
"baiklah itu tidak buruk juga kan sayang" ucap Medina, yang kini meminta pendapat nya pada Daniel, suaminya itu.
"baiklah, aku setuju" jawab Daniel.
setelah kepergian Cleo saat itu Medina mengajak mereka berdua,ke kamar untuk tidur karena sudah larut malam.
"mommy, aku sayang mommy dan Daddy, Oma, bilang Deswita harus jadi anak yang kuat dan tangguh seperti mommy,agar Deswita tidak di remeh kan oleh manusia manapun" ucap Deswita polos.
"Sayang, Oma, ngajarin kamu apa aja,hmmm" tanya Medina .
Daniel, kesal karena Cleo mengajar kan, anak nya, pelajaran militer sedari dini,entah apa maksud dan tujuan nya saat ini yang pasti dia ingin Deswita seperti Medina.
"sayang jangan marah mommy, mengajar kan semua itu, agar Deswita bisa jaga diri.di negara yang maju itu pasti banyak kejahatan yang merajalela" ucap Medina membela Cleo, karena Medina tahu Cleo mendidik Deswita agar tidak menjadi wanita yang lemah.
"sayang tapi dia masih sangat kecil bahkan usia nya baru mau lima tahun?"ucap Daniel salah bicara usia Deswita baru mau empat tahun, saat ini tapi dia sudah mahir memainkan senjata,api melukis dan beladiri, karena semenjak, masih bersama dengan nya pun, Deswita sudah di ajarkan, cara menjaga diri, sedari kecil.
"usia anak mu baru menginjak empat tahun sayang, kamu sudah lupa baru sebentar di timgal juga" ucap Deswita yang kini mengecup bibir Daniel.
"maaf sayang aku lupa, Deswita sayang kamu mau punya Dede bayi gak, Daddy mau bikin nanti dengan mommy" tanya Daniel sengaja bercanda terhadap anak nya itu.
"Daddy, jangan bahas itu lagi, aku takut kamu kecewa karena rahim ku,dulu sempat terganggu entah akan bisa punya anak lagi atau enggak" ucap Medina.
"hmmm...kalo begitu besok kita periksa ok mommy" ucap Daniel yang tidak mau kalah.
saat, ini.mereka pun terlelap, sampai pagi hari mereka baru bangun, Medina buru-buru turun untuk menyiapkan sarapan, saat ini setelah ia membersihkan diri terlebih dahulu sebelum nya.
iya menyiapkan makanan paforit, Deswita dan suaminya ya itu,nasi goreng siput, Medina membuat nya dengan penuh cinta saat ini, iya menyajikan itu dengan penuh senyuman.
Setelah selesai memasak iya langsung membangun kan,suami dan juga anak nya.
__ADS_1
"Deswita, sayang bangun Daddy bangun.sudah pagi..Ayo mandi lalu sarapan bukan nya kita mau jalan-jalan hari ini" ucap Medina mengingat kan.
"owh Hanny Kiss me, please" ucap Daniel sambil menunjuk ke arah bibir nya.
"Daddy, jangan manja begitu deh mommy mau bantu Deswita mandi" ucap Medina sambil mendekat ke arah Deswita.
"sayang, Kiss me please Medina pun langsung mendekat kearah Daniel dan mengecup bibir nya Daniel, tapi jangan berharap, bisa cepat-cepat lepas karena tengkuk Medina di tahan oleh Daniel mereka bercumbu dengan durasi lumayan lama, karena Daniel tengah menginginkan Medina saat ini.
kini derama di pagi hari, sudah berakhir mereka sedang menikmati sarapan nya dengan tenang, Daniel yang sesekali menatap ke arah istrinya dengan penuh cinta iya sedang menahan hasrat nya, mati-matian karena ada sang putri yang kini duduk di samping nya.
"sayang, boleh gak kita ke kamar sebentar sebelum pergi" ucap Daniel.
"Daddy, jangan macam-macam deh katanya mau ngajak kita jalan-jalan saat ini"jawab Medina, yang tau dengan niat suaminya.
setelah selesai sarapan mereka bersiap pergi tapi Daniel hanya terdiam sedari berangkat dari rumah, mereka jalan ber empat dengan asisten yang membantu menjaga Deswita saat ini.
"sayang, kenapa, kamu diam terus, udah sampai kan ayo turun" tanya Medina heran sementara, Deswita sudah duluan turun bareng pengasuh dan di ikuti beberapa bodyguard nya yang mengikuti nya di mobil lain sedari tadi Cleo tidak melepaskan pengawasan terhadap cucu nya tersebut.
"sayang,ayo bicara, aku tau itu kamu Sulit menahan nya nanti sepulang dari sini aku janji deh ok sayang ku muachh" Medina langsung mengecup bibir Daniel.
"tapi janji ya jangan lama-lama di sini nya"kata Daniel yang baru menyahut.
"iya Daddy sayang sini deh aku peluk dulu biar semangat" kata Medina sambil memeluk suaminya itu.
tak, lama mereka pun keluar, dan saat ini mereka berjalan bergandengan, tangan tepat nya Medina bergelayut manja di lengan suaminya yang terus-terusan memandangi nya saat ini entah kenapa Daniel melihat, Medina saat ini seperti melihat bidadari yang sangat bercahaya, kecantikan Medina sungguh membuat, iya makin tergila-gila, kalau saja, Deswita tidak sedang bersama mereka sudah pasti Medina jadi bulan-bulanan Daniel saat ini.
Daniel saat ini tengah duduk menyaksikan istrinya berinteraksi dengan putri nya itu, iya membantu Deswita bermain lempar bola basket saat ini.
"sayang, mommy bantu ya" ucap Deswita.
"Daddy aku mau boneka yang di dalam boks itu" pinta, Deswita, Daniel pun kini bangkit dari duduknya, saat ini ia menuju mesin, pengambil boneka keberuntungan saat itu Daniel berhasil mengambil boneka tersebut, dan Deswita langsung, loncat-lonncat kegirangan.
"I Love you Daddy, ahhhhhh mommy Daddy dapat boneka yang aku mau"ucap nya sambil jingkrak-jingkrak .
"Daddy, kamu memang yang terbaik sayang" kata Medina,sambil menggenggam tangan suaminya itu.
mereka pun kembali pulang kerumahnya, setelah, lelah berbelanja dan jangan lupakan hal yang di minta Daniel tadi ia langsung, bergegas menuju kamar, sementara Deswita telah tertidur saat perjalanan pulang, kini Medina dan Daniel tengah menuntaskan,janji nya sebelum pergi berbelanja.
ya, Medina saat ini tengah, membayar janji nya pada Daniel, hingga waktu menunjukan pukul delapan malam, saat mereka baru selesai dengan pertempuran panas nya saat ini.
"makasih, sayang ku, aku sangat mencintaimu, saat ini nanti dan selamanya, semoga kita selalu bersama, selama nya bersama dengan anak-anak kita yang akan hadir sebentar lagi.
__ADS_1