Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
cinta Shelomita


__ADS_3

beberapa hari kemudian, setelah Shelomita,berada di Kanada, iya kini menjalani hari-hari nya, dengan melukis dan juga bersantai di rumah peninggalan kedua orang tua mereka Shelomita bahkan tidak berniat untuk mengurus perusahaan yang mereka miliki di sana saat ini karena ia merasa kurang mampu kalo harus langsung turun tangan memegang cabang perusahaan Tersebut.


dua hari kemudian, Shelomita sedang menikmati waktu ya di sebuah restoran yang memiliki kenangan tentang dia dan keluarganya dulu, saat dia sedang memainkan ponselnya tiba-tiba ada sebuah tangan kekar melingkar menutupi penglihatan nya sontak Shelomita merasakan kepanikan tapi tiba-tiba ia mengenali aroma parfum yang saat ini ia cium Shelomita pun berbalik ia begitu terkejut melihat sosok Stevano, yang kini tengah berada di belakang nya, laki-laki yang coba ia lupakan dan sengaja menghindari nya saat ini.


"Shelomita, apa kabar" ucap Vano yang kini duduk di hadapan nya.


"ya seperti yang kau lihat saat ini" jawab Shelomita dengan malasnya. saat ini.


"hmmm... aku tidak melihat nya" jawab Vano cuek,ia tidak ingin melihat ke arah Shelomita.


"ya sudah kalau kamu tidak bisa melihat aku juga tidak menyuruh" ucap Shelomita yang kini sibuk menikmati makanan nya, Karen pesan telah di antar ke meja nya.


"aku mau itu" ucap Vano sambil menunjuk piring yang ada di hadapan Shelomita.


"kamu bisa pesan lagi ini punya ku lagian udah aku makan" ucap Shelomita yang cuek sambil memakan itu.


"aku mau punya kamu lalu suapin" ucap pano lagi,sambil menunjuk ke piring yang tadi.


"ogah, pesan sendiri dan makan sendiri" ucap Shelomita yang kesal.


Vani tetap memaksa kan kehendak nya iya memegang lengan Shelomita yang kini tengah menyendok makanan tersebut lalu Vano mengarah kan itu ke mulut nya.


Shelomita hanya berusaha untuk tetap cuek bahkan ia kembali menyendok makanan tersebut ke mulut nya tanpa rasa jijik sendok nya bekas di pakai oleh Vano, dan akhirnya karena terpaksa Shelomita menyuapi Vano dengan malasnya satu kali ke mulut nya satu kali lagi ke mulut vano, begitu terus sampai habis.


Shelomita yang bangkit hendak membayar namun di tahan oleh tangan Vano.


"duduk lah,biar aku yang bayar semua nya" ucap Vano yang kini bangkit lalu membayar semua nya.


Shelomita saat ini hanya diam tanpa kata, tidak tau harus berkata apa, dia berpikir Vano mungkin lupa membawa dompet nya saat ini tapi ternyata dia yang membayar semua tagihan menu yang dia pesan.


setelah selesai membayar nya vano langsung bergegas menuju meja yang ada Shelomita kembali.


"Ayo, sekarang kamu mau kemana lagi aku yang akan anterin kamu kemana pun" ajak vano .


"aku mau langsung pulang lagian aku bawa mobil sendiri" jawab Shelomita.


"baiklah kalo begitu, aku ikut kamu pulang saja, gak ada masalah kan sekalian aku mau berkunjung rasanya sudah lama sekali aku tidak kesana" kata Vano yang kini tengah mengikuti langkah kaki Shelomita, yang bahkan tidak berkata apa-apa lagi.


jadi Vano ikut tanpa rasa malu karena Shelomita tidak menolak diri nya.sesampainya di rumah tersebut Shelomita langsung bergegas masuk karena sang pelayan sudah membuka kan pintu untuk dirinya,di susul oleh Vano yang baru saja memarkir mobilnya tersebut.


"Shelo.... tunggu aku" teriak Vano.


"apa lagi kamu kan bisa jalan dan buka pintu sendiri kak, aku mau ke taman belakang mau istirahat di sana" ujar Shelomita.


"aku ikut" kata Vano lagi.


"ya ampun apa sih mau nya kakak itu seperti anak kecil saja yang ngintilin emak nya" kata Shelomita yang mulai jengah.


"kak, bisa gak sih jangan kaya gitu, aku jadi pusing,denger nya kalo mau ikut ya tinggal ikut saja gak usah banyak bicara"ucap Shelo, yang saat ini sedang kesal.


"iya maaf sayang, aku gak ulang lagi deh" kata Vano yang berhasil membuat Shelo, mematung sejenak.


"apa? maksud nya kata yang kakak ucap kan barusan" tanya Shelo.


"aku bilang gak akan ulang lagi sayang!!!'"jawab Vano yang penuh penekanan dalam kata terakhir nya.

__ADS_1


Shelo, melenggang dengan cueknya kini ia tidak ingin Baper seperti dulu, hingga ia jatuh cinta dengan vano yang notabene adalah seorang Casanova, bahkan dulu dengan bodoh nya, shelo.menaiki ranjang Vano walaupun tidak terjadi apa-apa pada nya.


Shelomita, bergegas ke dalam kamar nya untuk mengganti baju dengan baju santai ya itu,kaos kebesaran dan hotpants, yang berwarna senada dengan kaos yang di kenakan nya saat ini.


Shelo, turun menuju lantai bawah yang langsung menuju taman belakang sementara Vano menelan Saliva nya dengan sangat sulit ketika melihat paha mulus milik Shelomita yang bagaikan salju saking putih nya .


"Shelo, bisa tidak ganti bawahan mu itu, aku tidak kuat melihat nya"ucap Vano.


"yeyy... suruh siapa lihat-lihat aku lagi pengen menggunakan baju lama ku dulu" jawab Shelo.


"iya sayang tapi jangan yang ini juga aku tidak tahan melihat nya, saat ini, Vano langsung mendekat dan memeluk erat. Shelo, dan langsung mencium bibir nya Shelomita, dengan ganasnya, ***** birahinya ke luar ia benar-benar tidak bisa mengontrol ***** nya saat ini Shelo, berusaha melepaskan diri namun kedua tangannya di tahan oleh Vano, ciuman itu semakin liar Vano menjelajahi leher jenjang milik Shelomita, sebuah tanda kepemilikan tercetak di situ, dan Shelo, pun lolos dengan ******* yang kini ia tahan sedari tadi, sambil berucap.


"kak, ahhh.. ehhhh kak, jangan stop eummm, eummm ahhh,,," Vano yang tersadar atas apa yang di lakukan oleh nya dia langsung melepaskan Shelomita, dari tautan bibirnya saat ini.


"sudah ku bilang jangan memancing ku jika kau tidak siap" Vano membuang muka kini ia terduduk kesal sambil tetap memalingkan wajahnya, dari Shelomita.


"kak, maaf tapi kita tidak punya hubungan apa pun, saat ini" ucap Shelo, yang kini berkata ragu dan juga sedikit rasa bersalah.


"apa perlu, mengatakan berulang kali, untuk meyakinkan mu saat ini apa perbuatan ku tadi tidak. cukup menjelaskan heuhhhhh!!"" Vano,sangat marah saat ini,ia bahkan bangkit dari duduknya, dan segera berjalan menuju ruang tengah dia berniat kembali, tapi perkataan Shelomita, menghentikan nya.


"kak, maafkan aku mungkin aku tidak bisa seperti yang kau inginkan, aku tidak bisa seperti mereka" ucap Shelo lirih.


"Shelo... aku mencintaimu dan sangat menyayangi mu, justru karena kau berbeda dari wanita yang di luar sana, aku bisa dapat kan mereka hanya dengan menjentikkan jari ku saja tapi, aku tidak mau kamu seperti mereka itu lah kenapa aku tidak pernah menyentuh mu lebih karena aku sangat mencintaimu, dan karena itu pula aku ingin menjaga cinta ku" ucap Vano yang kini mendekat ke arah Shelomita.


"menikah lah dengan ku saat ini juga, aku tidak bisa begini terus, aku sudah cukup lama menunggu waktu yang tepat, untuk semua ini" kata Vano yang kini menggenggam tangan Shelomita.


"tapi kak, aku sudah bukan gadis seperti dulu lagi aku pernah menikah dengan eummm, eummm ahhh hahh" seketika itu mulut Shelo di bungkam dengan ciuman oleh Vano.


"Aku tidak butuh itu, kamu juga tahu aku bukan lah pria baik-baik, seperti yang lain dan kalo aku butuh itu aku sudah akan melakukan nya dari dulu ya walaupun semua itu adalah keinginan dari setiap laki-laki, tapi aku tidak merasa pantas untuk mendapatkan nya karena aku adalah pria bejat, yang penuh dengan dosa, dan apa? kamu bersedia menerima manusia kotor seperti aku ini sayang" ucap Vano,lirih.


"Berikan waktu aku sebentar saja untuk bisa berpikir kak, aku sudah lelah terus-terusan harus menanggung kecewa karena dengan begitu mudah nya jatuh cinta, aku bahkan sudah mati rasa untuk semua itu selama ini, aku tidak ingin takdir hidup ku terus- terusan di permainkan, aku lelah aku cape kak, itu lah kenapa aku ingin pergi jauh dari orang-orang yang mengenal ku" jawab Shelo, lirih.


Stevano, mencium kening Shelo, sesaat sebelum pergi.


Shelomita, yang tadi nya ingin bersantai di taman belakang kini ia pergi ke kamar nya,sambil berurai air mata, bukan nya sedih karena di tinggal Vano tapi Shelo, sedih karena begitu mudah nya saat ini orang-orang datang dan pergi ke dalam hati nya, seperti halteu bis saja, pikir nya.


"Tuhan, apa yang harus aku lakukan, saat ini, aku takut kegagalan itu akan kembali, terulang yakinkan lah aku Tuhan, Agar aku bisa menjalani hidup ini dengan tenang" bisikan hati Shelomita.


satu Minggu berlalu, Shelo, bahkan tidak pernah pergi ke luar rumah, saat ini dia hanya terdiam di rumah dan sesekali melukis untuk mengusir kejenuhan nya saat ini.


sementara Vano yang kini berada di Indonesia, dia sedang menunggu jawaban dari wanita yang selama ini sangat ia cintai.


"Shelo,... apa terlalu berat beban di hati mu, saat ini hingga kau butuh waktu lama untuk mengatakan jawaban itu" gumam Vano, dalam hati.


sementara itu Shelo, yang berusaha, untuk menghubungi Vano tapi nasib Malang menimpa nya, ponsel Shelo terjatuh ke lantai bawah hingga pecah berkeping-keping, Shelo...merasa itu adalah sebuah firasat buruk ia hanya mematung di pembatas balkon tersebut.


Shelo, terdiam air mata nya, meleleh membasahi pipinya.


"Tuhan, apa ini jawaban dari setiap do'a ku apa aku juga tidak bisa untuk bersama dengan nya saat ini" kata Shelo, lirih.


sementara itu, Vano yang sudah mencoba menelpon Shelo berkali-kali, namun nihil tak di angkat juga.


"kemana kamu sayang, beberapa hari ini ponsel mu tidak aktif apa ada sesuatu yang terjadi pada mu, saat ini atau kau sengaja menghindari ku" gumam Vano pelan.


Shelo yang sama resah nya pun menelpon Daniel, iya memberikan kabar kalau ponsel rusak, jadi kalo mau menghubungi nya harus dari telpon, rumah, ucap Shelo.

__ADS_1


Daniel pun menyuruh adiknya itu membeli ponsel baru,agar komunikasi nya lancar.


"kenapa tidak membeli ponsel baru lagi sih biar kakak, gampang ngehubungin kamu" ucap Daniel yang kini sedang berada di kantor kebetulan ketiga temannya itu,ada di hadapannya saat ini.


"siapa??yang telpon,Dan..." tanya Vero dan Vano bersamaan.


"Shelomita,adik gue emang kenapa"tanya Daniel balik.


"ada apa dengan Shelo...?" tanya Vano yang sebenarnya sedang cemas saat ini.


"itu tadi adik gue bilang ponsel nya jatuh, jadi rusak, jadi sementara waktu tidak bisa di hubungi, kecuali pas lagi di rumah, saja" jawab Daniel.


Vano, saat ini langsung merasa lega, dan tidak sekusut tadi.


"Oya Vano, aku dengar kau baru pulang dari Kanada,satu Minggu lalu, bagaimana perkembangan perusahaan di sana?'tanya Daniel.


"owh semua baik-baik saja, dan kabar baik nya lagi, aku bisa bertemu dengan wanita yang sangat aku cintai sejak dulu.


"perempuan mana lagi yang kamu bohongi dengan cinta mu itu" tanya Daniel saat ini sambil menatap kearah Vano.


"kau pikir aku main-main heuhhhhh, kamu lihat saja nanti aku akan membuktikan nya" ucap Vano serius.


"baiklah,baik semoga saja kali ini ucap mu benar"ucap Daniel.


Vano pun pamit pulang saat ini dia hanya ingin cepat sampai di Mension untuk segera menghubungi Shelomita yang sangat ia rindukan.


sesampainya di Mension milik nya Vano kini tengah berjalan menuju kamar nya,saat ini.


ia langsung menghubungi no rumah Shelomita yang ada di Kanada.


"πŸ“ž halo...."


"πŸ“± Halo, sayang apa?kabar mu saat ini,maaf ya aku baru tahu ponsel kamu rusak tadi saat kamu lagi nelpon Daniel"


"πŸ“žhmm... ya tidak apa-apa, aku yang harus nya minta maaf, karena aku tidak ingat dengan nomor,mu saat ini aku hanya menyimpan nya di ponsel, jadi pas ponsel nya rusak aku sama sekali tidak, ingat"


"πŸ“± iya gak apa-apa,satu Minggu lagi aku ke, sana tunggu saja nanti aku belikan ponsel yang baru dan kita beli ponsel yang sama"


"πŸ“ž tidak usah kak, aku sudah memesan nya, mungkin dua, hari lagi baru sampai rumah"


"πŸ“± sayang, batalkan saja kan bisa biar aku yang belikan untuk mu nanti"


"πŸ“žkalo di batalin, memang nya kakak, mau nunggu aku, sampai satu Minggu lagi, soalnya dua hari lagi aku akan sibuk bekerja nanti"


"πŸ“±kamu kerja di mana sayang, kenapa harus kerja sih memang nya uang mu sudah habis apa, aku tidak mau kamu bekerja kalo kamu butuh uang sebaiknya kamu bilang padaku, aku pokonya tidak mau bekerja titik"


"πŸ“žkak,ini bukan masalah uang, tapi aku bosan dan kesepian di rumah sendirian terus lagian kerja nya tak berat ko hanya mengajarkan anak-anak melukis dan menari, lagian sudah lama juga aku tidak melakukan itu aku kangen menjalani profesi ku sebagai guru"


"πŸ“± Ok, baik lah sayang, setelah kita menikah nanti, aku janji kamu tidak akan pernah kesepian, karena nanti kamu bakal sibuk ngurusin anak kita sayang, I Love you...muach


"πŸ“ž love you to Hanny"


Tut...Tut...Tut...


Shelomita langsung menutup telepon nya saking malunya dia saat ini dan langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur, empuk nya.

__ADS_1


ya,,, saat ini Shelomita telah memantapkan hati nya pada cinta pertama nya,yaitu Vano.


sementara pano yang mendapat kan itu akhirnya tersenyum lega dan begitu bahagia karena, Shelo... menerima nya saat ini ia berjanji akan berubah mulai saat ini untuk menjadi lebih baik.


__ADS_2