
Daniel, hanya bisa menatap kepergian Medina, saat ini,ia tau betapa beresiko jika ia memaksakan, cinta nya untuk Medina, menyebut namanya pun, sudah akan menjadi kan bahaya untuk kedua nya.
malam itu Daniel minum,di meja bar tersebut sambil memperhatikan Medina yang sedang memainkan musik di atas podium, dengan lihainya iya memainkan musik tersebut.
hingga semua larut dalam irama dentuman keras music yang di mainkan nya saat ini hingga semua orang yang ada di sana merasa terhanyut di dalam nya.
"sayang, andaikan tidak ada tembok yang membatasi jarak di antara kita, aku ingin kau berada di sisi ku, dan tidak lagi ada di dunia malam dan menjalani misi berbahaya seperti beberapa bulan yang lalu, apa aku harus jadi seperti mu, untuk bisa bersama dengan mu saat ini"
Daniel bergumam dalam hati.
dua jam setelah itu Ardina, turun music yang tadi beralun sementara berhenti,di gantikan oleh seorang pria bule, yang menjadi partner kerja nya Ardina.
sementara itu Ardina,kini sedang menemui, Andrea, untuk membahas, masalah misi kedua setelah itu yang kemaren.
Daniel yang kini mendekati mereka, iya pura-pura tidak mendengar percakapan mereka iya fokus dengan minuman nya, dan pura-pura memainkan ponselnya, padahal ia tengah merekam percakap mereka.
"Aurel,,,, aku tidak mau kamu ikut misi ini sebaiknya, kamu bicara langsung dengan Ratu Cleo, sudah cukup aku menyaksikan, kamu berjuang mati-matian Karin hingga kau hampir kehilangan nyawa mu, kamu pikir, kamu itu robot, apa sepuluh, orang manusia, yang kekuatannya, tidak seperti manusia biasa kamu lawan dengan tangan kosong, kamu pikir aku tega melihat kamu yang hampir mati saat itu belum lagi kamu sibuk melindungi ku, aku tahu kekuatan ku tak sebanding dengan mu tapi, kenapa harus kau berjuang untuk melindungi ku saat itu padahal kalau aku mati pun aku rela asal bisa membuat mu lolos dari maut"
ucap Andrea.
"sudah bicara nya,kalau aku tidak menyelamatkan mu saat itu, mungkin kau tidak akan bisa bertemu dengan keluarga mu lagi, dan aku melakukan itu bukan hanya untuk mu itu sudah menjadi tugas ku kalo aku menyerah saat itu juga maka bukan hanya kita yang akan mati bahkan rekan kita juga akan habis semua saat itu juga, aku sudah memperhitungkan semuanya, aku tidak keberatan jika aku harus tewas dalam misi asal kalian semua selamat, karena aku tidak punya rumah untuk ku kembali, hanya Ratu Cleo,rumah ku saat ini, dan dia selalu menjaga ku setiap kali aku hampir tamat di akhir misi, dan seperti yang kamu tahu ka Sheila, adalah orang pertama yang selalu melindungi ku saat kami menjalani misi sedari dulu, sebaiknya, untuk misi kali ini kau tidak ikut terlibat, dan ingat aku tidak ingin ada yang terluka, itu akan semakin mempersulit misi ku, mungkin setelah pengobatan ku nanti aku akan memilih partner, bukan dari kalangan luar atau pun polisi ku harap kamu bisa mengerti"
ucap Ardina
"Aurel aku tahu aku telah membuat mu kesulitan saat itu tapi gak gini juga caranya mentang-mentang kau itu akan di nobatkan sebagai ratu kedua, kamu bisa melupakan aku sebagai sahabat mu"
ucap Andrea yang langsung pergi namun dengan sigap Ardina, menarik tangan Andrea hingga Andrea hampir memeluk Ardina.
"Dre,,, aku mohon dengarkan aku bukan itu maksudku misi ini sangat berbahaya, mungkin aku sendiri belum tentu mampu menjalani misi seperti ini, dan asal kamu tahu aku tidak mau kamu terlibat untuk itu karena kamu masih ada yang akan menunggu kepulangan mu di rumah ingat jagoan kecil yang setiap kali merindukan mu, aku tidak mau dia kehilangan kedua orang tuanya, cukup kesedihan nya selama ini karena kehilangan sang ibu yang selalu menemani setiap misi ku, selama ini.aku tidak ingin itu terjadi lagi sudah cukup rasa bersalah yang ku pikul selama ini karena tidak bisa melindungi istri mu!""
teriak Ardina yang kini menangis, iya teringat tiga tahun lalu saat iya berempat menjalankan misi memburu target komplotan Mapia yang melarikan diri ke Inggris saat itu. dalam keadaan genting sebelum Sheila di brondong Pelu saat itu meysha istri Andrea, jadi bulan-bulanan,para mafia saat itu.iya bahkan harus melihat dengan kaki dan tangan terikat menyaksikan meysha,di bunuh di depan matanya dengan cara,di sayat pisau tajam di bagian leher, hanya per sekian detik, meysha meregang nyawa, dan Ardina, juga Sheila, menangis tanpa suara.meysha sepat meminta keinginan, terakhir nya, agar Semua temannya, melindungi keluarga nya, ya itu Andrea dan Andres,, dari kejahatan apa pun yang terjadi di sekeliling nya.
"Andai kau melihat pengorbanan istri mu waktu itu, mungkin kau tidak akan bisa menghirup udara sebebas saat ini, dan apa kamu tau bertahun, aku tidak bisa tidur nyenyak seperti dulu, aku selalu merasa bersalah karena saat itu aku sendiri sedang tidak berdaya, dan saat tiba giliran ku, Sheila, mengorbankan diri nya sendiri untuk melindungi ku"
Daniel yang mendengar kan hal itu, hati nya terasa miris dan semakin bulat tekadnya, untuk bisa membebaskan Medina dari, belenggu dunia gelap nya.
"Aurel, aku tahu semua itu sangat berat untuk mu, tapi asal kamu tahu aku tidak bisa hidup tenang, sebelum bisa menghabisi, nyawa manusia keji yang telah membunuh istriku, hanya itu yang aku mau,maka izinkanlah aku ikut setiap misi, yang kamu jalani"
ucap Andrea.
"Andrea, semua orang yang terlibat dengan semua itu sudah aku habisi saat itu juga, di Italia, tanpa sepengetahuan, Ratu Cleo, berbulan-bulan aku menghilang, dari pengawasan aku bahkan mencongkel GPS, yang ada di paha kiri ku untuk menghilangkan jejak, hanya kata terakhir yang selalu aku ingat dari mereka berdua saat itu aku tidak memperdulikan keselamatan nyawa ku sendiri, hanya karena rasa sakit yang ku pendam saat itu di hati dan jiwa ku, jadi dendam mu sudah aku balas kan mulai saat ini, jadi lah orang biasa yang, akan terus melindungi masyarakat terutama Andres, harta satu-satunya yang meysha, tinggal kan untuk kita"
ucap Ardina, yang kini berurai air mata,ia sangat merasa sakit di bagian ulu hati, nya kala mengingat pengorbanan, meysha saat itu juga.
Andrea, saat itu langsung memeluk erat tubuh Ardina, dan sedikit mengecup kening Ardina, hingga membuat Daniel salah paham, iya langsung menarik Ardina dari pelukan Andrea saat itu juga.
__ADS_1
🌹💖💖💖🌹
dua jam berlalu, Daniel, menahan Ardina di dalam kamar nya kini, Daniel yang merasa cemburu melihat kemesraan Ardina dengan, Andrea, saat itu tidak melepaskan tangan, Ardina, iya membawa Ardina pulang kerumahnya, dan saat ini Ardina masih terkurung di kamar bersama dengan Daniel.
sebenarnya mudah bagi Ardina untuk meloloskan diri dari Daniel tapi tidak ia lakukan, dengan alasan pertama ia tidak mau melakukan kekerasan terhadap Daniel, dan yang kedua, Ardina, tidak mau berbuat kasar terhadap laki-laki yang kini menatap nya, tanpa bicara, sedikit pun entah kenapa ada rasa sakit saat melihat tatapan mata Daniel, seakan ia sedang di introgasi oleh suaminya sendiri,atas perselingkuhan yang orang lain lakukan di luar sana, karena Ardina tidak pernah menikah.
"KA,,ini sudah hampir pagi, aku harus pulang, dan beristirahat"
Ardina memberanikan diri bertanya kepada Daniel.
"pulang, pulang kemana heuhhhhh, apa kerumah laki-laki yang tadi, ia jawab aku Medina"
ucap Daniel, yang kini berada dekat dengan wajahnya.
"KA,,, aku sudah bilang jangan panggil aku seperti itu lagi atau kau akan dalam bahaya, karena tengah berhubungan dengan pembawa sial seperti ku"
ucap Ardina"
"kenapa heuhhhhh, asal kamu tahu aku tidak akan pernah Takut dengan semua itu"
jawab Daniel tegas.
"KA, sudah ku peringatkan jangan panggil nama itu atau kau tidak akan bisa hidup tenang, karena sudah mengusik sisi lain dari hidup ku"
"KA cepat pergi, dari sini dan sebelum itu tolong bawa kedua adik mu cepat aku tidak bisa menahannya lagi"Ardina tiba-tiba terpental, dan, saat itu juga iya memegangi tangan sebelah kiri nya .
"KA cepat pergi aku sudah tidak kuat lagi menahan nya"
Daniel, langsung pergi ke lantai bawah iya membawa kedua adiknya yang ke bingungan saat itu juga " iya langsung meninggalkan, rumahnya tersebut dengan mobil sambil menghidupkan kamera cctv dari ponsel nya ia kaget melihat Ardina yang kini berubah seperti tidak punya, perasaan tatapan tajam dan membunuh, iya perlihatkan, saat ini ia sedang berbicara dengan jiwa nya sendiri.
"Jangan muncul lagi sekalipun ada yang mengusik mu aku mohon, aku ingin hidup damai dengan sekeliling ku"
ucap Ardina.
"tidak, Aku ingin membunuh orang yang telah mengusik ketenangan jiwa ku saat ini"
"tidak aku mohon maaf kan dia,dia tidak tahu apa pun, dia hanya ingin menjaga dan mencintaimu saat ini"
unap Ardina.
"Jangan pernah halangi aku, aku tidak ingin kau di miliki siapa pun saat ini nanti dan selamanya, hidup mu, aku yang menentukan"ucap Medina.
"Jangan ikut campur kehidupan ku lagi kau sudah mati bersama dengan kakak ku saat itu, dan kau bukan siapa-siapa, aku Ardina, dan Medina adalah nama ku kau hanya ku izin membantu jika aku sedang menjalani misi, ingat itu"
ucap Ardina.
__ADS_1
Daniel melotot kaget ternyata, Ardina punya dua sisi yang berbeda.
"Sayang, apa sebenarnya yang terjadi pada mu, sayang?"
ucap Daniel yang kini terdiam menepikan mobilnya di sebuah rumah mewah peninggalan sang ibu yang memiliki tiga rumah mewah yang di peruntukan bagi ketiga anaknya itu.
"masuk lah dulu dan jangan lupa kunci pintu jangan buka pintu jika bukan Kaka yang meminta dan ingat rumah ini di jaga beberapa pengawal, untuk melindungi kalian"
setelah mengatakan itu Daniel kembali ke Mension miliknya untuk memastikan, Ardina baik-baik saja tapi sesampai nya di sana Daniel tidak menemukan siapa pun hanya secarik kertas yang menempel di dinding.
"KA maaf kan aku aku mohon jangan cari Aku, lagi.aku memang mencintai mu jujur saja tapi aku tidak akan bisa melindungi mu, dan tidak akan pernah bisa terlepas dari dunia gelap yang membelenggu ku saat ini, sebaiknya lupakan lah aku dan jangan coba-coba,mengusik nama ku lagi, dan jangan berniat untuk bisa membebaskan aku dari semua rantai yang membelenggu diri ku, lupa kan lah, anggap kita tidak saling mengenal ms2
hanya itu cara satu-satunya,agar semua nya hidup tenpa beban.
Daniel menitikkan air mata nya dan kini ia bergegas keluar mencari Ardina, yang takunjung di temukan juga.
berbulan-bulan, berlalu Daniel hampir putus asa mencari Ardina, yang kunjung di temukan.
seorang wanita, berusia,dua puluh lima tahun lebih,kini tengah menggunakan kursi roda di sebuah rumah sakit, yang kini tengah merawat diri nya setelah hampir kehilangan nyawa nya, setelah menjanjikan misi Ardina, juga hampir kehilangan sebelah kaki kiri nya, saat ini ia sedang berusaha berjalan di ruangan terapi di tani oleh Sheila, yang selalu setia mendampingi nya dan juga ada penyemangat saat ini adalah Andreas yang memanggil nya mommy, Aurelia.
Daniel yang tidak sengaja lewati ruangan itu setelah turun dari atap gedung, sehabis mengecek, bangunan di sebelah nya, yang hampir menempel dengan rumah sakit tersebut .
mata Daniel terbelalak kini, iya melihat orang yang selama ini dia cari ada di hadapannya, yang membuat dia sedih kini adalah iya melihat Medina, yang sedang, menopang tubuh nya berjalan peregangan di pada besi yang berpungsi sebagai pegangan, jika sewaktu-waktu iya tidak kuat menahan nya.
tiba-tiba,ada seseorang yang masuk di kawal oleh sepuluh orang berbaju hitam,dan semua orang yang ada di hadapannya kini membungkuk, tidak dengan Ardina.
"bagaimana perkembangan,mu saat ini ratu Medina,ku"
ucap Cleo.
"Seperti yang kau lihat ibu ratu, aku sedang tak baik-baik saja "
jawab Ardina.
"kembali lah ke Jerman, sebentar lagi, akan ada yang menjemput mu, nanti di sana kau bisa menjalani operasi kedua di sana mungkin kau tidak perlu lagi latihan bodoh ini"
ucap Cleo.
"mommy, aku hanya ingin hidup normal seperti biasa, tidak ada yang akan mengusik ku lagi aku sudah cape dengan semua ini, aku mohon Kabul kan janji yang kau ucapkan dulu mommy lihat sendiri kaki ku sudah tidak berfungsi dengan baik, bagaimana bisa aku menjalankan misi, kedepan nya?"
ucap Ardina yang kini memukul-mukul,kaki sebelah kiri nya.
"stop, Ratu Medina, aku tidak sekeji itu memperlakukan manusia, semua adalah pilihan mu sedari dulu bukan, kenapa setelah hari ini terjadi kau bahkan menyerah?"
"Daniel yang sedari tadi memperhatikan dari jauh, iya mengepalkan tangannya rasanya ingin sekali dia protes, untuk membela Ardina saat ini, tapi sebelum itu terjadi Ardina kini sudah di bawa pergi oleh sekelompok orang anak buah dari Cleo.
__ADS_1