Jodoh Sang Wanita Malam

Jodoh Sang Wanita Malam
Tora


__ADS_3

kini, Tora hanya diam, saat mendengar tentang pengakuan dari sekertaris nya itu, tapi sesaat kemudian, dia berkata dengan kejam nya.


"aku tidak akan pernah punya anak, kecuali dengan dia yang sangat aku cintai, dan untuk kamu pergi jauh-jauh dari hidup ku, dan jangan pernah menampakkan, wajah penipu mu dihadapan ku lagi,atau nyawamu dan keluarga mu jadi taruhan nya"ucap Tora,datar seketika itu juga wanita itu memohon ampun di kaki Tora, dia mengaku bersalah dan minta Tora, untuk tidak memecatnya.


"tuan saya mohon maaf kan saya,saya tidak bermaksud menipu Anda, saat ini saya memang sedang hamil, dan saya juga tidak tau bayi siapa yang ada di rahim saya, saat ini,saya mohon jangan pecat saya, karena saya masih butuh banyak uang untuk menghidupi keluarga saya"ujar wanita itu sambil menangis sesenggukan.


"tidak ada kata maaf bagi mu, mulai saat ini kemasi barang mu dan pergi dari kantor ini juga aku sudah memecat mu"ucap Tora, dingin benar-benar tidak seperti Tora yang dulu yang lemah lembut apa adanya, saat ini dia benar-benar sudah berubah.


setelah kepergian, sekertaris nya itu, Tora, menendang meja yang ada di hadapannya nya, hingga terbalik dan semua yang ada di sana berhamburan ruangan Tora begitu berantakan.


"aku, tidak akan pernah mau menikah atau pun memiliki anak selain dari mu sayang ku"ucap Tora,sambil menitikkan air mata.


Tora, mengingat kebersamaan nya dulu, dengan Alexia, gadis yang selalu bermanja-manja, padanya dia begitu menggemaskan dan andaikan saja, saat itu Tora,tau kalau Alexia, punya cinta untuk nya mungkin, Tora, tidak akan menerima perjodohan itu.


kini Tora, pergi melangkah menuju ruang rapat sementara dua orang office boy,kini tengah sibuk membersihkan ruangan nya itu.


sesampainya di ruangan meeting, Tora langsung di sambut oleh para staf yang sudah menunggu nya di ruangan tersebut.


Tora, duduk memimpin rapat penting tersebut,di temani asisten pribadi nya yang selalu setia mendampingi nya, selama ini meeting pun berjalan lancar, saat itu Tora, langsung kembali ke dalam ruangan nya, dilihat nya semua sudah rapi seperti semula.


"sem, tolong bawakan,kopi untuk ku "ujar Tora.


"baik tuan"ujar nya sambil berlalu dari hadapan Tora, dia meminta seseorang untuk membuat kan kopi.


tidak lama pria itupun kembali dengan dua gelas kopi di tangan nya, dan satunya lagi di berikan kepada, Tora.


"Oya,tuan saya punya kabar terbaru dari Indonesia, Nona, Alexia sudah melahirkan bayi kembar, satu laki-laki dan satu lagi perempuan"ujar sem.


"heumm"ucap Tora, singkat.


"sem, tolong kirimkan hadiah yang terbaik untuk cinta ku itu, aku tidak ingin tau pokonya batang yang begitu berharga yang harus kamu berikan saat ini juga dan selipkan ini di dalam nya"ujar Tora, lagi.


"tuan, apa itu perhiasan atau barang lain nya"ucap sem bingung.


"kirim kan satu buah kalung berlian yang sangat cantik dan yang langka, sebagai tanda cinta ku padanya"ucap Tora lagi sambil menyodorkan sebuah surat yang tersimpan rapi di dalam amplop kecil berwarna pink.


"baiklah tuan saya permisi dulu"ujar sem sambil membawa kembali gelas berisi kopi miliknya yang masih utuh, dia meminum itu saat depan pintu ruangan nya, dan setelah itu langsung mengambil,tas miliknya, dan pergi menuju toko perhiasan.


sementara itu Tora, masih melihat beberapa foto saat, dia dan Alexia, bersama dahulu, yang selalu tersimpan rapat di ponsel nya itu.


"sayang, aku sangat merindukan mu, tunggu aku kembali, dan kita akan melewati kehidupan yang sangat bahagia, suatu saat nanti"ujar Tora,sambil berlinang air mata.


Tora, pun memandang ke arah jendela saat ini dia tidak ingin pulang ke Mension nya saat ini rasanya dia sudah tidak tahan menahan kerinduan pada Alexia.


tapi, tantenya Shelomita, menelpon meminta nya untuk kembali dan menemani kedua anak nya ke suatu tempat, lagi-lagi Tora, tidak bisa menolak biar bagaimanapun dia adalah orang tuanya juga.


Tora, pun kembali,ke Mension, saat itu juga di sana sudah ada sheren dan Sherin,menungu kakak, sepupunya itu, untuk mengantar mereka ke sebuah acara, ulang tahun sahabat nya, saat itu juga, Tora pun hanya bisa mengikuti keinginan mereka berdua, setelah mandi dan bersiap saat ini Tora langsung pergi bersama kedua gadis, yang hanya beda Lima tahun dengan nya, namun mereka masih seperti ABG, pada umumnya, manja dan sedikit pemalu, jangan kan untuk menikah, mereka berdua pun begitu takut, dengan yang namanya pria, selain sahabat nya, dan keluarga nya.


"Sherin,kakak, hanya bisa mengantar kalian sampai pintu masuk setelah itu,kakak pulang nanti kalau sudah saatnya kembali telpon saja Daddy,mu kakak ada urusan di luar"ujar Tora, yang sudah berniat untuk pergi ke club malam, untuk melepas penat saat itu juga mendapat persetujuan dari Sherin dan sheren.


mereka berdua pun masuk setelah itu Tora, kembali ke dalam hotel tersebut, dimana di adakan pesta ulang tahun.


setelah selesai sampai di club malam tersebut Tora, langsung di sambut oleh teman nya yang sudah lebih dulu berada di sana.


mereka pun minum,sambil di temani wanita malam, yang selalu setia menemani mereka saat berada di tempat tersebut, Tora,menyesap rokonya,sambil sesekali meminum wine yang dituangkan oleh wanita yang ada di samping nya itu.


malam pun semakin larut, Tora,kali ini enggan untuk menginap di hotel bersama dengan wanita malam, dia memilih untuk pulang ke apartemen, nya dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuk milik nya itu.


dia pun terlelap begitu menutup mata nya, tidak ada mimpi apa pun dia benar-benar tidak sadarkan diri, saat ini hingga pagi menjelang, dia bangun karena,suara dering ponsel nya yang begitu nyaring saat ini.


📱"Halo, momm...ujar Tora, begitu tau kalau yang menghubungi nya adalah Sheila,ibu kandung nya.


📞"Halo, sayang mommy, tunggu kepulangan mu saat ini juga, soalnya kondisi ayah mu semakin menghawatirkan"ujar Sheila, yang berbohong, saat ini dia menyuruh Tora, kembali karena ingin menikah kan nya dengan anak sahabat nya, ternyata lagi-lagi, Sheila, tidak kapok membuat Tora, menderita.


📱"baiklah momm.. saat ini juga aku akan pesan tiket pesawat, tapi setelah selesai membereskan urusan pekerjaan"ujar Tora.

__ADS_1


📞"baiklah sayang, mommy, menunggu mu hati-hati di perjalanan, semoga kamu selalu baik-baik saja"ujar Sheila, yang kini mengakhiri panggilan nya.


Tora, pun menarik nafas nya dengan berat rasanya,ia malas untuk kembali saat ini, tapi lagi-lagi Alexia melintas di benak nya.


"baiklah, aku akan segera kembali,tunggu aku sayang"ucap nya sambil berlalu ke dalam kamar mandi.


🌹💖💖💖🌹


setelah menempuh perjalanan, panjang,kini Tora, sudah berada di bandara Sukarno Hatta, dia berjalan menyeret koper miliknya, dengan menggunakan kacamata hitam, dan topi juga masker tapi wajah tampan nya tetap terlihat sangat mempesona setiap kaum hawa yang melihat nya,bagi yang tidak tau mungkin mengira dia adalah seorang artis papan atas dunia Tora, langsung bergegas menuju taksi, yang sempat di pesan nya setelah mendarat tadi.


di perjalanan, dia tersenyum,kala merasa cinta nya sudah semakin dekat saat ini padahal Alexia, berada di Bandung, baginya jarak sepanjang apapun, tidak jadi masalah.


"sayang aku kembali, semoga, kamu juga merindukan aku"ucap Tora.


sementara itu yang sedang di pikirkan oleh Tora, wanita yang baru saja dua Minggu setelah melahirkan kini dia tengah berada di Jakarta,di kediaman Andres, karena permintaan sang ibu yang tidak mengizinkan Alexia, merawat bayi nya sendirian, walaupun di bantu babby sister nya.


"momm... kenapa anak ku menangis dua-duanya, aku bingung"ujar Alexia, yang baru pertama kali memiliki bayi.


Alexia kebingungan saat ini dia bukan nya menggendong atau menyusui tapi malah salah tingkah, dan ikut menangis, Alexander, yang baru keluar dari ruangan, ganti, dia langsung memeluk istrinya, yang kini menangis.


"sayang, bayi kembar itu menangis bersamaan itu hal yang wajar,coba deh di gendong, sudah ya jangan menangis, nanti mereka malah bingung dengan mommy nya"ujar Alexander, yang kini mengecup bibir istri nya itu.


sementara Deswita, yang kini menggendong salah satu nya, dia menggeleng, melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


Alexander, pun menggendong baby, Andrea, membawanya mendekat ke arah Alexia.


"sayang, coba deh kamu beri dia asi, setelah itu pasti dia anteng, mungkin, dia masih haus"ujar Alexander, dengan begitu sabar menghadapi istrinya itu.


"giliran, berantem aja jago, giliran anaknya nangis eh malah ikut nangis"Deswita, terkekeh, saat menggoda putri nya itu.


"momm...itu beda lagi"ujar Alexia, yang kini tengah memberikan asi pada putra sulung nya, sementara Alexander, duduk di samping istri nya,sambil mengelus puncak kepala Alexia, dan sesekali mengecup nya, untuk memberikan keterangan.


"sayang, kamu itu masih belajar, merawat mereka mungkin, saat ini masih belum paham, tapi aku akan selalu ada untuk kalian semua, dan akan membantu mu merawat mereka"ujar Alexander.


"anak, Torik, sedari masih di dalam kandungan aku yang menjaga nya, kamu pernah lihat juga kan bagaimana aku merawatnya"ujar Alexander percaya diri.


"owh, aku lupa,hal itu"ujar Alexia.


Alexander, pun terkekeh melihat ekspresi Alexia.


setelah minum ASI, Andrea, pun tertidur pulas di pangkuan sang ibu, dan kini giliran Andara, yang minum ASI, Alexander, pun masih setia menemani mereka di dalam kamar tersebut, setelah selesai keduanya,kini di tidurkan di dalam boks bayi.


Alexia, seketika merasa lapar setelah menyusui kedua bayi nya, dan dia meminta pelayan membawakan makanan untuk nya, dan suaminya langsung ke kamar nya, saat itu juga.


"sayang, kamu laper banget ya, sini aku isi ulang dulu"ujar Alexander, yang langsung menyambar bibir ranum milik istrinya itu yang selalu menjadi candu bagi nya.


sementara itu Deswita, tengah menemani Andres, saat ini bersantai di taman belakang,sambil menikmati camilan yang tadi pagi sempat di buatnya.


mereka mengobrol santai menikmati waktu di siang ini, andaikan saja Alexander, ada di sisi mereka saat ini mungkin Andres, sudah pensiun dari pekerjaan nya, tapi sayang putra nya itu enggan untuk kembali ke Indonesia, mungkin karena,sang istri yang menolak untuk memiliki anak, dan jarang mengurus nya, Alexander, enggan untuk pulang.


padahal Daniel, dan Medina,satu tahun yang lalu, sudah meninggal, dalam damai, bahkan saat mereka tertidur bersama, kematian nya begitu damai, dengan wajah tersenyum, mungkin, karena beban hidup nya, sudah berakhir dengan bahagia, saat itu, bahkan mereka tidak sempat menggendong cucu buyut nya itu.


Andres, pun kini sudah tidak memiliki ibu, karena Sheila, pun sudah di panggil oleh yang kuasa, setelah beberapa bulan Medina meninggal, sahabat, sekaligus saudara,itu seperti menepati janji bahwa dia akan mati setelah sahabat nya bahagia di akhir hidupnya, begitu lah,janji Sheila, saat mereka berjuang membasami kejahatan, dan membalaskan dendam kematian keluarga nya dulu.


lain, lagi dengan Sheila,adik dari Daniel, saat ini dia begitu bahagia, pasalnya, Tora, sudah sampai di kediaman nya, dan putra nya itu,kini sedang berbincang, dengan wanita pilihan Sheila, Sheila tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Tora, saat ini dia langsung membawa pergi wanita itu, keluar, dengan alasan sekedar jalan-jalan, tapi mereka tidak tau Tora, akan berbuat apa.


di sinilah mereka saat ini di rumah lama Tora, Tora, sengaja membawa nya ke tempat itu agar dia begitu leluasa, memperlakukan gadis tersebut seperti keinginan nya.


"apa kamu tau siapa aku"ujar Tora, memecah keheningan.


"aku tau kamu anak Tante Sheila, sahabat mommy aku"ujar Rena.


"heumm, hanya itu"ujar Tora.


"memang nya, apa yang aku tidak tau"ujar Rena, lagi begitu penasaran.

__ADS_1


"aku adalah, seorang Casanova, yang selalu memperlakukan wanita sesuka hati ku"ujar Tora.


"baiklah,kalau seperti itu, aku juga tidak keberatan"ucap Rena.


"sekarang layani aku, hingga aku puas, untuk menentukan kau benar-benar layak untuk ku atau tidak"ujar Tora, menguji perempuan yang kini di jodohkan dengan nya.


"baiklah"ujar Rena, dia langsung memeluk dan mencium bibir Tora, dengan sangat lihai dan begitu agresif, sementara Tora, hanya tersenyum dan hati, wanita murahan, yang ingin bersanding dengan nya,itu tidak mungkin,gumam Tora dalam hati.


Rena, tidak sadar, bahwa perbuatannya itu di rekam oleh kamera yang ada di setiap penjuru kamar nya dan bahkan tepat di atas ranjang nya, Tora, bukan pria bodoh yang bisa di kelabui, bahkan Tora, bisa tau wanita itu bukan gadis suci, seperti yang di katakan oleh keluarga nya, setelah puas Tora, pun menghempaskan wanita tersebut ke lantai, hingga membuat Rena,kaget sekaligus mengaduh.


"kamu pikir,****** seperti mu, pantas bersanding dengan ku"ujar Tora, yang langsung mengusir, Rena, dari rumah nya itu.


sementara itu setelah kepergian Rena, Tora kini sudah membersihkan tubuh nya, dan berpakaian rapi, dia hendak menemui Alexia, yang kabarnya baru melahirkan, dan kini tinggal di kediaman Andres, kebetulan,sore tadi Alexander, berangkat ke Bandung, untuk membereskan pekerjaan nya, dan satu Minggu lagi baru kembali.


sesampainya di sana, Andres dan Deswita, menyambutnya dengan hangat, Tora adalah sepupunya, yang memang dekat dengan mereka sejak dulu.


"kak,dimana Alexia"ucap Tora,sambil menyimpan paper bag berisi kado spesial untuk wanita yang sangat di cintai nya itu.


"dia sedang beristirahat, saat ini tapi jika kamu ingin menemui nya,biar kakak bangun kan saja"ujar Deswita.


"tidak usah kak,biar aku saja sekalian ingin memberikan kejutan"ucap nya sambil melangkah menuju kamar Alexia.


Deswita, pun hanya menggelengkan kepalanya Tora masih sama seperti yang dulu.


sesampainya di kamar Alexia, dia langsung masuk dan tidak menimbulkan suara apapun, dia kini berdiri memperhatikan, wanita yang sangat cantik yang ada di hadapannya itu kini tengah, tertidur pulas, Tora mendekat dan mengecup bibir Alexia.


"sayang, aku datang"ucap Tora, sontak Alexia terbangun dan begitu kaget, saat ini.


"Om, kapan kamu datang, dan kenapa kamu lakukan itu, aku sudah menikah, dan"ucapan Alexia, terhenti ketika Tora, langsung membungkam bibir nya dengan ciuman penuh cinta.


"Om, lepas"ujar Alexia, yang mendorong tubuh Tora, dan kini Tora pun mundur sedikit kebelakang karena di dorong oleh Alexia.


"apa yang kamu mau, aku sudah menikah dan aku sudah sangat bahagia dengan pernikahan ku"ujar Alexia.


"kamu, pikir aku percaya, heuhhhhh, aku tau kamu masih mencintai ku, dan sampai kapan pun akan tetap begitu"ujar Tora,pelan tapi penuh penekanan,sambil memegang tangan Alexia, yang hendak berontak.


"Om, kamu salah, aku tidak pernah mencintai mu"ujar Alexia.


"bohong, apa buktinya, sedari dulu kamu tiba-tiba, pergi begitu saja dari apartemen ku, saat kamu merasa kecewa atas perjodohan ku, aku tau itu"ucap Tora.


"Om, jangan pernah membahas itu lagi,dulu aku hanya salah paham, saat itu, sudah lah Om, sebaiknya lupakan masalalu, dan kembali menikah, agar kamu bisa melupakan semua itu"ujar Alexia.


"tidak sayang aku tidak akan pernah bisa melupakan semua itu, aku sangat mencintaimu dan sampai aku mati pun akan tetap seperti itu"ujar Tora, yang kini terduduk lemah di hadapan Alexia.


Alexia pun bangkit dia menggenggam tangan Tora, Jujur, hati nya sakit, saat ini melihat keputusasaan Tora,biar bagaimanapun Tora, adalah cinta pertama nya, saat itu dan mungkin masih tetap sama, tapi dia masih punya tiga orang yang sangat berharga dalam hidup nya kini, yaitu Alexander dan kedua anak nya.


"Om, aku mohon, aku tau ini berat untuk mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalas perasaan mu, aku berharap om bisa melupakan aku, dan hidup lah dengan baik, menikah lagi itu adalah jalan satu-satunya,agar Om, bisa lupakan aku"ujar Alexia yang kini bersimpuh di depan Tora.


"bangun, sayang, jangan seperti ini, aku mencintaimu dan sampai kapan pun aku akan tetap mencintai mu, dan tidak akan ada wanita yang bisa menggantikan mu di hati ini, aku mohon, jangan pernah pergi dari ku, aku mencintaimu"ujar Tora,sambil memeluk erat tubuh Alexia, Air mata nya jatuh di punggung Alexia, Alexia pun tak kuasa menahan tangisnya dia memejamkan mata nya saat ini.


"aku tidak pernah pergi dari mu, tapi keadaan ku sudah berubah, aku sudah bersama dengan nya dan memiliki anak kami"ujar Alexia lirih.


"sayang, aku akan tetap menunggu mu, sampai kapan pun, bahkan sampai aku menutup mataku, nanti, aku akan tetap menunggu mu aku harap di saat itu kamu bersedia kembali pada ku"ujar Tora.


"tidak jangan katakan itu, aku mohon jika kamu benar-benar mencintai ku, aku mohon jangan lakukan itu, menikah lah masih banyak yang akan mencintai mu aku mohon"tangis Alexia, pecah saat ini.


Tora, memeluk nya erat, setelah itu dia melepaskan pelukannya nya.


"kamu, hanya ingin melihat ku menderita baik'lah jika itu yang kamu mau,besok pun aku akan menikah wanita lain, kamu pasti puas, dan saat itu terjadi aku harap itu terakhir kali nya hidup ku"ujar Tora,sambil berdiri.


"tidak, jangan bicara begitu, aku menginginkan kebahagiaan mu bukan kematian mu, aku mohon jangan lakukan hal bodoh seperti itu aku mohon"ucap Alexia, yang kini memeluk Tora, yang sudah hendak pergi.


"bagaimana aku bisa bahagia, sedang kan kebahagiaan ku hanya kamu, dan itu adalah jalan satu-satunya, agar kamu bahagia, adalah setelah melihat kematian ku"ujar Tora.


"tidak aku mohon jangan lakukan itu aku mohon"Alexia memohon tapi Tora,malah melepaskan genggaman tangan Alexia dan pergi begitu saja, Alexia merosot di lantai saat ini dia tidak kuasa menahan kepedihan, bagaimana pun dia tidak ingin melihat kematian pria yang sangat di sayangi nya.

__ADS_1


__ADS_2