
setelah keputusan sang mommy yang tidak bisa di ganggu gugat kini Alexia tidak pernah tersenyum bahagia, hari ini bahkan dia lebih suka berkelahi menghajar preman yang berusaha berbuat onar di tongkrongan nya
preman tersebut langsung kocar-kacir,di buatnya sementara itu Alexia,di ajak teman-teman nya, membahas bagaimana cara nya dia bisa membuat mereka babak belur, kelima teman nya,sangat heran dengan kehebatan Alexia.
tiba-tiba,ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka,dia adalah Torik yang kebetulan lewat sana.
"Hay, Alex kamu di sini ternyata!"ucap nya sambil turun.
"ada apa Om?"ucap Alexia dingin.
"aku mau ngajak kamu, kerumah Oma nanti akan di adakan makan malam"ucap Torik.
"maaf Om, aku gak bisa ikut malam ini aku ada acara bareng mereka mungkin lain kali saja"ucap Alexia.
"heumm, tapi gimana ya Oma maksa Om untuk jemput kamu"ucap Torik.
"nanti aku telpon Oma saja langsung"ucap Alexia memberikan alasan.
"baiklah sayang jaga diri baik-baik Om akan pulang dulu, lelah nih ,baru pulang dari kantor"ucap nya.
"iya Om, selamat beristirahat"ucap Alexia.
"Alexia, memangnya kita ada acara apa malam ini"tanya Ririn dan Audrey.
"kita ke club malam ini"ucap Alexia.
"Ok, aku setuju" ucap Steven.
mereka pun kini pergi ke Mall Sore ini rencananya sampai jam tujuh malam mereka akan menonton film horor dan setelah itu akan pergi ke club malam.
club'malam milik Sheila, yang kini di kelola oleh anak buah nya, dalam pengawasan Andres.
setelah mereka tiba, dan Menganti untuk membeli tiket tiba-tiba Alexia mendapat telpon dari Tora, dengan nomor baru yang sama sekali tidak di kenal nya.
"π±Halo,ini siapa?"tanya Alexia.
"π± kau berani menolak undangan makan malam Oma mu sendiri kenapa, coba aku ingin dengarkan alasan nya"ucap Tora.
"π± tidak semua yang orang lain ingin kan aku harus turuti ia kan aku punya hak untuk melakukan apa pun, dan semua tidak butuh alasan"jawab Alexia,dingin.
"π± datang atau aku akan menyeret mu dengan paksa"ucap Tora tak kalah dingin.
"π± tidak, aku tidak akan hadir terserah apa yang ingin kamu lakukan, aku tidak perduli, dan lagi ingat mulai saat ini jangan pernah hubungi aku lagi"ucap Alexia yang langsung memblokir nomor, ponsel tersebut.
Alexia tidak tau kalau Tora begitu nekad, dia sangat marah saat mendengar kata-kata terakhir nya saat ini dia bahkan membanting ponsel nya, padahal baru di beli tadi pagi.
Alexia langsung masuk ke dalam bioskop karena teman-teman nya sudah lebih dulu masuk dia bahkan tidak membawa makanan atau pun minuman sebagai teman nonton beruntung ada Audrey yang begitu perhatian pada nya, dia langsung memberikan satu kotak besar popcorn, dan minuman bersoda ke hadapan Alexia yang terlihat kesal saat ini.
sementara itu film yang di tonton nya semakin seru saat ini dia tidak sadar di sebelah nya ada seseorang yang menatap nya tajam.
Ya... dia adalah Tora yang langsung menyusul Alexia saat itu juga hingga Alexia tidak sadar saat ini, tiba-tiba ada yang menggenggam tangan nya erat bahkan sangat erat saking marahnya dia.
"apaan sih ini sakit tau"ucap Alexia yang tiba-tiba melirik ke samping kanan nya.
"kamu ngapain di sini"ucap Alexia pelan tapi penuh penekanan.
"ikut aku keluar atau semua orang akan tau tentang kita"ancam Tora.
__ADS_1
"aku, tidak punya hubungan dengan mu jadi terserah kamu mau lakukan apa pun"tantang balik, Alexia.
"baiklah"jawab Tora yang tiba-tiba mencium bibir Alexia dengan paksa, Alexia langsung mendorong dada Tora hingga ciuman itu terlepas.
"kenapa, kau masih tidak ingin menurut"ucap Tora, menyeringai.
beruntung posisi duduk mereka berada di paling belakang dari sahabat nya saat ini jadi tidak ada yang sadar.
"ikut aku keluar"ucap Tora langsung membawa Alexia paksa.
sesampainya di luar bioskop, saat ini Alexia melepaskan genggaman tangan Tora dengan kasar dia berteriak "Apa?sih mau mu aku semakin tidak mengerti kau bahkan sudah akan menikah tapi kenapa kamu perlukan aku seperti barang Om, aku juga butuh kebebasan, kamu tidak bisa lagi mengatur semua tentang ku dan mulai saat ini tolong jangan campuri urusan ku lagi, aku bukan kita hanya punya hubungan keluarga tidak ada yang lain lagi, dan stop melakukan hal tersebut, aku tidak suka"ucap Alexia yang kini pergi berlari sambil menangis dia begitu terluka kenapa harus di saat seperti ini dirinya terjebak cinta yang salah dan tak seharusnya.
Alexia pun pergi dengan mobilnya tanpa bisa di kejar oleh Tora entah kemana dia pergi saat ini yang pasti Tora kehilangan jejak nya.
kini Alexia tiba,di sebuah villa,di Bandung dengan, sejuta kenangan masalalu Oma nya di sana bahkan di setiap Diding masih terdengar suara jeritan minta tolong, jika semua orang bisa mendengar nya,ya rumah besar itu di jadikan villa keluarga Medina tidak ingin kehilangan peninggalan orang tua nya.
"aku akan minta Oma untuk meminta mommy mengizinkan aku pindah sekolah sekarang juga"batin Alexia.
penjaga rumah itu adalah BI asih dan suaminya dia sudah puluhan tahun kerja di sana atas permintaan Medina saat kedua orang tua nya telah tiada rumah itu di biarkan kosong.
Deswita mencari keberadaan putri nya kini namun tidak juga di temukan dia sudah bertanya kepada teman-teman nya, dan mereka pun tidak tahu karena Alexia pulang terlebih dahulu dari bioskop.
Deswita pun bertanya kepada Tora, Namun dia bilang Alexia pulang terlebih dahulu dari nya kini Tora, pun ikut cemas dia kira Alexia sudah kembali ke rumah nya saat ini tapi ternyata dia pergi, tanpa sepengetahuan orang tua nya juga.
Tora mulai menghubungi nomor ponsel Alexia dengan nomor rumah tapi sayang tidak aktif, Tora semakin cemas apa lagi sudah sehari semalam dia tidak juga kembali ke Mension milik nya.
"dimana kamu Alex... kenapa kamu buat aku cemas segitu marahnya kah kau terhadap ku"ucap Tora.
"kak, aku dengar Alexia,minggat apa dia ada di apartemen mu"tanya,Torik.
"dia tidak pernah ke apartemen ku lagi setelah memutuskan untuk pulang saat itu"ucap Tora dingin.
"tidak ada apa-apa dia bilang hanya ingin jadi anak penurut makanya dia membawa semua barang nya ke Mension ka Deswita.
πΉππππΉ
satu Minggu sudah Alexia menghilang Deswita saat ini begitu mencemaskan keadaan putri nya itu, dia langsung menelpon ibunya saat ini juga.
"πhalo momm.. putri ku kabur, sudah satu Minggu ini dia tidak pulang bahkan tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan nya"ucap Deswita sambil menangis.
"π mommy, sudah ingatkan kamu jangan menekan nya terlalu keras beri dia kebebasan, agar tidak terjadi seperti ini, kamu masih egois seperti Oma mu, apa kamu ingin melihat dia menderita"ucap Medina marah.
"π ampun momm... semua nya, selama ini baik-baik saja, tapi beberapa bulan yang lalu dia minta pindah sekolah ke Bandung, tapi WITA tidak mengijinkan nya karena usia nya belum genap delapan belas tahun, jadi WITA larang tapi setiap hari dia semakin tidak bisa di kendalikan kerjanya keluyuran keluar rumah dan tidak luput dari perkelahian dengan preman yang menggangu nya, aku sudah mengawasi nya tapi dia bisa lolos"adu Deswita.
"πkau tunggu saja biar mommy yang cari"kata Medina.
setelah menunggu dua jam Medina pun menghubungi Deswita dia juga meminta Deswita mengirim barang-barang milik Alexia yang langsung di setujui oleh Deswita, Medina juga di wanti-wanti agar tidak membocorkan keberadaan Alexia kepada siapapun.
Medina melakukan itu untuk kebaikan cucunya itu,demi Alexia dia rela melakukan apa pun, itu juga permintaan Daniel, karena apa pun yang Alexia ingin kan tidak boleh ada yang menentang nya. Daniel sangat menyayangi cucunya itu dan sangat memanjakan nya.
Deswita pun berangkat bersama dengan Andres saat ini menuju kota Bandung, dimana di situlah anak mereka berada saat ini tepatnya di kediaman Medina saat kecil dulu di tempat nenek dan kakek buyut nya yang sudah almarhum.
"sorry gue ganti nomor, jika kalian berkenan ikut gue pindah sekarang juga kalian bisa tinggal di sini dengan geratis, bagaimana?"ucap Alexia kepada kelima teman nya.
Alexia tidak pindah sekolah karena pihak sekolah tidak mengizinkan hanya saja dia bisa mengikuti mata pelajaran lewat online, seperti beberapa murid yang tinggal di luar negeri sana di sekolah tersebut,ada dua kebijakan jadi Alexia saat ini masih murid sekolah nya dia hanya sekolah online.
Deswita sudah tiba dia tidak memarahi putri nya saat ini dia langsung memeluk dan mencium pipi putri nya itu bahkan seluruh wajah nya pun tidak luput dari ciuman mereka, Andres bahkan membawanya kepangkuan nya dia berkali-kali memeluk tubuh ramping putri nya itu.
__ADS_1
"Daddy, aku kangen"ucap Alexia.
"hemm... sayang kenapa pergi minggat nya kejauhan, biasanya pulang ke apartemen Om kamu tapi kenapa tidak kesana hemmm?"ucap Andres yang sedikit memicingkan mata nya.
"aku bosan di sana Daddy lagian di sana sudah ada tunangan nya jadi aku tidak di butuhkan lagi"ucap Alexia ada nada keputusasaan di dalam nya.
"heumm, jadi karena itu kamu menjauh dari Om Tora sayang, kamu cemburu pada tunangan nya karena cinta mu di rebut orang"ucap Andres di balas gelengan.
"kenapa tidak jujur saja sama Daddy, kalau kamu cemburu saat ini hemmm"ucap Andres menggoda putri nya itu.
"aku tidak cemburu Daddy hanya saja aku kesal, kenapa orang dewasa harus menikah aku jadi gak punya teman"ucap Alexia manja Deswita hanya tersenyum, dia mengetahui sesuatu yang belum dia ungkapkan, ya Deswita tau kalau Tora mencintai putri nya itu tapi Deswita tidak mau ikut campur biar waktu yang menentukan.
"Daddy, jangan bilang siapa pun kalau aku di sini aku tidak ingin ada gangguan dari siapapun aku akan fokus belajar saat ini"ucap Alexia.
"tenang saja Hanny rahasia aman bersama Daddy"ucap Andres yang begitu menyayangi putri nya itu.
Deswita dan Andres pun pulang kini Alexia kembali sendiri hanya penjaga villa yang sesekali datang ke villa untuk bersih-bersih dan memasak karena rumah nya ada di belakang villa tersebut.
saat ini, Alex, sedang sibuk mengerjakan tugas sekolah nya saat ini dan tiba-tiba dia mendengar suara mobil datang di pekarangan villa, Alex pun pergi ke balkon untuk mencari tahu mobil siapa yang datang di larut malam ini.
ternyata kelima sahabat nya yang memutuskan untuk tinggal di sana Alexia berlari saat itu juga dan langsung membuka pintu, saat ini dia berdiri pura-pura marah karena merasa di kejutkan, oleh kedatangan mereka
mereka sibuk menurunkan koper besar mereka satu persatu dari mobil box yang mereka sewa untuk pergi ke Bandung membawa barang mereka tentu dengan izin dari orang tua mereka saat ini.
"ahhhhhh... akhirnya kita berkumpul lagi, ucap mereka berlima memeluk Alex yang berdiri di depan pintu.
"sialan ya kalian berlima jam segini baru nongol apa kalian tidak punya otak gimana kalau ada yang merampok kalian para janda"ucap Alexia yang langsung masuk.
"wattt..janda sialan Lo kita itu masih perawan tau"ucap mereka berempat.
"ah dasar paud kalian semua"ujar Alex sambil duduk di sofa ruang keluarga.
"apa tuh paud?"ucap Audrey.
"parah udah,,, Haha kalian ngaku perawan sementara laki kita yang satu itu mau di kemanain heuhhhhh?"Alexia menujuk ke arah Steven dan memang benar Steven laki-laki satu-satunya yang bersahabat dengan mereka.
"hahhhh...gw, sorry ya kalian bukan tipe gue, dan asal kalian tau pacar gue lebih cantik dari kalian apa perlu gue bawa kesini"ucap Steven.
tiba-tiba, pintu di ketuk seseorang semua orang langsung saling tatap.
"Alex, villa Lo angker ya,ko jam segini ada yang bertamu"ucap Meka.
"ngarang Lo,mungkin itu arwah penasaran, yang ingin minta tolong"ucap Alex menakuti mereka.
"sumpah ya, Alex jika ini beneran hantu gue besok akan langsung pergi dari sini"ucap Ririn.
"hahahaha, Lo itu mau pulang kemana, sekalinya masuk Lo gak bisa keluar lagi"ucap Alexia berbohong.
"Alex....."ucap mereka berlima.
"hahahaha tenang gue buka pintu dulu"ucap Alexia yang langsung pergi menuju pintu dia langsung tertawa keras
"hahahaha,,BI sum,ada apa jam segini kemari?"tanya, Alex.
"ini non Alex bibi cuma mau ngecek tadi ada suara mobil siapa yang datang?"tanya nya celingukan.
"itu sahabat ku yang akan tinggal bersama dengan ku di sini bii"jawab Alex.
__ADS_1
"owh maaf ganggu non...bibi permisi"ucap BI Sum.
Alexia pun kembali mengunci pintu dan dia langsung membawa kelima sahabat nya memasuki kamar mereka masing-masing, dan ada satu kamar yang mereka tidak boleh membuka nya dan itu terkunci otomatis, Medina tidak ingin kamar kedua orang tua nya di masuki siapa pun.